
"Oh astaga, kenapa datangnya di saat nggak tepat sih." Gerutu Satria.
Pria itu langsung melangkah kembali balik ke arah Gadis yang sedang bingung menatapnya.
"Siapa? kenapa nggak di buka Om?" Tanya Gadis mengerutkan keningnya karena melihat wajah paniknya Satria.
"Tante ku sama Melodi, kamu mau ketemu mereka atau bagaimana sayang?" Tanya Satria yang memikirkan keberadaan Gadis, takut jika gadisnya itu belum siap untuk menemui keluarganya karena kejadian waktu itu.
"Apa!!!"
Gadis jadi panik sendiri. Pasalnya dia belum siap sekarang untuk bertemu siapapun dari keluarga Satria.
Bukan apa, hanya saja dia belum siap mengalami penolakan yang kedua kalinya lagi. Dia takut Satria akan kembali meninggalkan dirinya, jika keluarganya itu kembali meminta itu dari Satria. Tidak tidak, dia belum siap untuk hal itu.
"Om, aku belum siap ketemu mereka." Lanjutnya lagi.
"Nggak ada Papi sayang, nanti aku yang akan menjelaskan sama tante Mia juga Melodi baik-baik. Aku yakin mereka pasti akan mengerti." Bujuk Satria karena dia yakin adik juga Tantenya itu pasti bisa dia tangani.
Mendengar itu Gadis langsung menggelengkan kepalanya bertanda ia belum siap untuk sekarang ini.
Bertemu Satria saja adalah satu kejutan untuknya, apalagi jika mereka yang bertemu dengannya di sini di tempat Satria. Apa yang akan mereka pikirkan nanti tentang dirinya, pikir Gadis. Membayangkan nya saja dia sudah merasa malu sendiri.
"Baiklah, kalau gitu kamu masuk dulu di kamarku sayang. Aku akan menangani mereka." Ucap Satria sambil mencium kening Gadis dan memeluknya sekilas, karena setelah itu Gadis langsung beranjak masuk ke kamarnya.
Setelah melihat kepergian Gadis, Satria langsung beranjak membukakan pintu untuk kedua orang yang sudah dia buat menunggu lama itu.
"Abang lagi ngapain sih, kenapa lama sekali bukanya. Bayiku nangis terus ini, popoknya harus di ganti."
Saat baru membuka pintu Satria langsung mendapat semprot dari Sang adik Melodi.
"Iya kamu lama banget si Sat, kasian Sky sampai merah tuh mukanya." Tambah sang Tante.
Satria hanya bisa menggaruk belakang kepalanya ketika mendapat omelan dari kedua wanita penting dalam hidupnya itu. Dia bahkan di dorong paksa agar mereka dapat berjalan masuk ke dalam apartemennya tanpa permisi.
Saat sesampainya di dalam, Tante Mia langsung mengeluarkan keperluan Sky. sementara Melodi langsung menuju kamar Satria, karena ingin membersihkan Sky di kamar mandi sang Abang.
__ADS_1
"Mau kemana?" Tanya Satria saat Melodi hendak membawa masuk ponakannya itu dalam kamarnya, tadinya dia berpikir jika sang adik akan mengganti popok Sky ponakannya itu di ruang tamu saja.
"Ke kamar Bang. Aku mau sekalian mandiin Sky, udah tembus soalnya terlalu full popoknya." Mendengar itu Satria jadi gugup sendiri.
Bagaimana bisa Melodi ingin ke kamarnya, sementara Gadis ada di dalam sana.
"Tapi,.."
"Tangani Tante, aku tahu Gadis ada di sini." Bisik Melodi membuat Satria melotot tak percaya, adiknya itu bisa mengetahui tentang keberadaan Gadis yang ada di apartemennya.
"Bagaimana bisa..." Heran Satria tak habis pikir, namun dengan cepat Melodi memotong perkataannya.
"Kalau mau main petak umpet, usahakan dulu semuanya aman. Tuh ponselnya di atas meja, aku mengenalinya Bang. Sudah sana, nanti Tante kesini loh." Ucap Melodi dan dia langsung menerobos masuk.
Mendengar itu, Satria langsung memijat keningnya. Dia segera pergi ke arah ruang tamu di mana Tantenya itu sedang mempersiapkan pakaian untuk Sky.
Dengan cepat Satria mengambil ponsel Gadis, dan langsung duduk di samping Tantenya itu.
"Kalian darimana Tan, kok nyasar di sini." Tanya Satria basa basi menutupi kegugupannya, walau siapapun yang melihatnya tak akan menyadari dia sedang gugup. Sebab wajahnya terlihat sama dalam setiap situasi, datar tanpa batas. Hanya dengan Gadis lah dia bersikap manja dan tertawa puas selain keluarganya.
"Tunggu Tante bawa ini buat Melodi dulu." Ucap Tante Mia lagi dan hendak berdiri, namun langsung di cegah Satria.
"Eh biar aku saja Tan, itu apa makanan yah. Aku mau dong." Ucap Satria beralasan, tak sengaja juga dia melihat bungkusan makanan yang tergeletak di atas meja.
"Baiklah, kamu kasikan gih. Biar Tante panaskan ini buat kita." Ucap Tante Mia membuat Satria bernafas lega.
Mereka sama-sama langsung beranjak, Satria ke kamar dan Tantenya itu ke arah dapur.
***
"Gadis." Panggil Melodi saat dia baru memasuki kamar Satria.
Gadis yang berada di balkon kamar, jadi terkesiap saat mendengar Melodi memanggil namanya.
"Aku nggak akan memakan mu, ayo kemarilah." Ucap Melodi sambil dirinya masuk ke kamar mandi, karena anaknya nampak tak nyaman minta di bersihkan popoknya.
__ADS_1
Gadis pun sudah tak bisa bersembunyi lagi, akhirnya dia keluar karena sejak tadi pun dia sudah mengintip Melodi dan Baby gemes di gendongan adik Satria itu.
"Apa kau tak mau membantuku memandikan Bayi montok ini." Ucap Melodi sambil melihat Gadis dari kaca di depan wastafel yang berhadapan langsung dengan pintu, dimana Gadis nampak terlihat ragu-ragu untuk mendekatinya.
"Apa kakak tak marah padaku?" Tanya Gadis memberanikan diri, dia memastikan terlebih dahulu sebelum dia benar-benar mendekati Melodi.
"Ah, aku tak ada hak untuk memarahi mu. Kau dan aku tak ada di kejadian dulu. Kita sebagai anak pasti sedih dengan masalah yang menimpah orang tua kita, tapi bukan berarti kita harus ikut campur urusan mereka. Jadi kenapa aku harus memarahi mu. Dan lagi, sejauh aku mengenalmu kau tak buruk. Sudah Tolong lihat Sky dong, aku carikan plastik untuk popoknya dulu.. Kamu sama aunty dulu yah nak." Ucap Melodi.
Mendengar itu Gadis seketika mengembangkan senyumnya, salut dengan pemikiran Melodi. Dia pikir wanita itu akan membencinya karena masa lalu orang tuanya itu, namun semua pemikiran takutnya itu di patahkan oleh perkataan Melodi barusan. Dan dia bersyukur akan hal itu.
Saat Gadis hendak melangkah masuk mendekati Melodi, tiba-tiba Satria masuk dan dengan cepat kembali menutup pintu kamarnya. Membuat fokus Gadis dan Melodi beralih pada Satria.
"Sayang." Panggil Satria sambil memeluk pinggang Gadis dengan satu tangan, karena satu tangannya lagi sedang memegang barang Sky.
"Nanti dulu mesra-mesraan nya, nih plastikin nanti buang saja di luar biar nggak bau kamar mandi mu Bang." Ucap Melodi sambil mengambil barang Sky dan memberikan popok anaknya itu di tangan Satria, membuat Gadis menahan tawanya.
"Untung popok kamu Sky." Ucap Satria menatap popok di tangannya.
"Dis mau bantu aku mandiin Sky?" Lanjut Melodi pada Gadis.
"Tentu kak, dia udah keluar aja yah. Lucunya." Ucap Gadis dan dia langsung mendekati Sky yang sejak tadi sudah menarik perhatiannya.
"Hehehe, iya ate masa mau di peyuut Mami teyus ya ky. Ate ini, Mami jadi gemes kan." Balas Melodi setelah mengecek Air dan dia langsung mengajak bicara Sky.
"Ganteng seperti kak Rizki, embulnya kamu dek." Gemes Gadis sambil menoel pelan pipi Sky.
"Yang?" Tegur Satria tak terima Gadis memuji Rizki.
"Hahaha, Dis ada yang marah tuh."
"Biarin aja Kak, nggak usah di hiraukan." Ucap Gadis menahan tawanya karena kini Satria sedang menggigit gemas pundaknya.
"Satria kenapa piring kotor kamu banyak se..ka llli..." Ucap Tante Mia saat masuk ke kamar Satria, namun beliau langsung memperlambat perkataannya ketika melihat pemandangan di depan,..
Untuk yang nanyain visual, boleh besok?
__ADS_1
Author udah dapat beberapa tapi masih bimbang nentuin nya😁✌️