SATRIA

SATRIA
Bab 73


__ADS_3

............🌹Happy Reading🌹 ...........


Satria dan Gadis juga asisten Titan kini sudah berada di lokasi pertemuan yang pilihkan oleh pihak Tuan Alex.


Mereka bertiga melangkah dengan pasti, sembari Satria sedikit terlibat diskusi dengan Tian. Sementara Gadis hanya menyimak dengan tangannya merangkul legan Satria dengan tangan satunya Satria menahan genggaman Gadis pada lengannya walaupun kini fokusnya masih bersama Titan, hingga sampai dimana mereka di sambut oleh seorang pria berjas rapih yang menghampiri mereka.


"Selamat sore Tuan Tuan dan Nyonya." Sapa orang itu membuat ketiganya berhenti melangkah dan menatap ke sumber suara.


"Oh, selamat sore Tuan Jordi." Balas Titan mewakili sementara Satria nampak tak membalas apapun, sebab dia masih kesal akan pertemuan ini jadi jangan harap mereka akan menemukan kebaikannya barang secuil di pertemuan ini. Dan Gadis yang hendak menjawab langsung di tahan Satria hingga Gadis pun kembali menutup mulutnya patuh.


Sementara Jordi pria seumuran Titan itu hanya bisa menelan saliva nya saat menatap wajah tak bersahabat Satria, yah dia tahu rekan bisnis mereka itu wajar marah karena mereka meminta pertemuan mendadak di saat rekannya itu masih dalam keadaan libur pernikahan dan dia paham betul akan hal itu.


"Em, silahkan Tuan Alex dan Nyonya Risa sudah menunggu di dalam." Kata Jordi hormat dan sebelum Titan menjawab, Satria sudah lebih dulu melangkah dan langsung buru-buru Jordi melangkah cepat memberikan arah ruangan pertemuan mereka.


Sesampainya tepat di depan sebuah ruangan, dengan cepat Jordi mengetuk pintu dan membukanya mempersilahkan Satria dan yang lainnya masuk.


"Selamat sore Pak Satria dan istri, selamat datang." Sapa Alex dahulu karena saat masuk Satria tak bersuara dan menatap datar kedua orang yang sudah duduk santai di sofa ruangan itu.


"Selamat sore." Hanya itu yang Satria ucapkan dan di ikuti Gadis walau Satria sudah menahannya. Wanita itu tak mau saja orang beranggapan buruk tentangnya dan akan merusak nama Satria juga nantinya.


Sementara Satria yang memang sedang tak mood hanya menatap sekilas Gadis seolah mengatakan dia tak suka Gadis menyapa mereka.


"Anda sangat cantik Nyonya, beruntung sekali Pak Satria mendapatkan yang bening begini." Kata Alex tanpa malu melangkah mendekat dan menjulurkan tangannya pada Gadis dan di sambut Gadis ramah dan Satria, Pria itu langsung menatap tak suka Alex tanpa mau menyembunyikan raut kesalnya sedikitpun.

__ADS_1


Sementara Larissa hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah sang suami yang selalu saja bertindak sesuka hati tanpa memikirkan perasaannya itu. Dan hal itu sungguh dia tak menyukainya.


"Hahaha, maaf maaf Pak Satria. Aku tak ada maksud apa-apa, aku berkata sejujurnya ko. Ayo silahkan duduk." Ucap Alex yang tahu kemarahan Satria namun dia tak peduli, dalam bisnis ini hal wajar baginya.


Gadis hanya bisa menenangkan Satria dengan mengelus tangan suaminya itu agar tak tersulut emosi, karena dia tahu seberapa cepat emosinya sang suami.


Satria pun yang hampir meledak akhirnya mengikuti ucapan Alex keduanya pun duduk di depan Alex juga Larissa kini, untung saja ada Gadis kalau tidak dia sudah menghajar habis wajah Alex sekarang juga.


"Bisa di mulai Pak Alex, saya dan istri tak bisa lama. Anda tahu sendiri bukan ini masih hari libur kami." Tutur Satria tanpa basa basi dan langsung mendapat tawa kecil Alex.


"Sayang." Tegur Larissa pada Alex, wanita itu ingin cepat Alex langsung ke inti pertemuan mereka. Dia ingin sekali melihat ekspresi Satria saat suaminya menyampaikan pergantian pengurusan proyek mereka dengan dirinya. Dia sudah muak melihat kemesraan yang kini di tunjukkan Satria pada istrinya kini. Hatinya sakit melihat hal itu apalagi Satria tak sedikitpun melepas Gadis dari genggaman tangannya..


"Kau rupanya sudah tak sabar ya sayang." Ucap Alex tanpa malu langsung mencium bibir Larissa di hadapan rekan bisnisnya. Sementara Larissa menerima perlakuan itu seperti biasanya tanpa malu, dia bahkan sampai tersenyum saat melihat Satria dan Gadis yang langsung memalingkan wajah keduanya melihat aksi dirinya dan sang suami.


"Sungguh tak tau malu, jiwa j****g mu tak pernah berubah biar di telang waktu sekalipun tetap sama. Menjijikk@n." Batin Satria saat dia memalingkan wajahnya.


Menghembuskan nafas pelan, Satria pun membuka suara agar kedua pasangan itu tak berbuat yang lebih jauh lagi di hadapannya juga Gadis.


"Ini bisa di mulai atau tidak, kalau tidak kami akan pergi sekarang." Tegas Satria membuat Larissa tersenyum sumbang.


"Santai Pak Satria, maaf yah istriku terlalu menggoda soalnya." Kata Alex sambil melirik istrinya. "Baiklah kita akan memulai sekarang. Jordy, mana berkasnya" Kata Alex yang sudah mulai dalam mode seriusnya.


Asisten Alex pun mendekat dan memberikan sebuah berkas pada sang atasan dan kemudian Alex memberikannya pada Satria.

__ADS_1


"Silahkan di baca Pak Satria." Satria bukannya mengambil, dia malah memberi kode pada Titan untuk membacanya dan di turuti pria itu di bawa tatapan Alex juga Larissa.


Titan pun membacanya dan memberitahukan semuanya pada Satria dan pria itu langsung menatap tajam Alex.


"Kenapa Begitu Pak Alex, kenapa anda seenaknya memindah tangankan proyek anda pada orang lain." Marah Satria, bukan hanya sikap seenaknya Alex saja karena dalam bisnis pemindahan tangan itu biasa tapi Satria sangat marah dan keberatan saat melihat nama Larissa tertera sebagai pengganti Alex.


"Oh santai Pak, dia bukan orang lain dia istriku. Dan aku membutuhkan campur tangan istriku, apa aku salah.? Aku rasa tidak bukan." Tanya Alex santai memicu kemarahan Satria.


"Lagi pula tak ada bedanya kan, aku atau istriku yang memegang sama saja. Bukan begitu Asisten Titan?" Lanjut Alex namun Titan taj membuka suaranya.


"Baiklah, jika begitu." Ucap Satria namun dia sudah memikirkan apa yang akan di lakukan kedepannya nanti untuk mengatasi hal ini. "Apa ada lagi yang ingin anda katakan?" Lanjut Satria.


"Tidak hanya itu."


"Baiklah kalau begitu kami permisi jika tak ada lagi yang di bahas." Ayo sayang." Kata Satria sembari berdiri dan menatap Gadis yang sejak tadi hanya duduk menyimak.


"Pak Satria kenapa buru-buru, pesanan makanan kita pun belum juga datang. Bukan begitu Nyonya?." Larissa yang belum puas menatap Satria pun terkejut dengan ucapan pria itu yang dengan begitu saja ingin pergi. Padahal mereka belum juga lama datang.


Gadis yang di tanya Larissa pun menatap wanita itu dengan satu keningnya yang terangkat lalu tak lama dia pun tersenyum dan menanggapi ucapan Larissa setelah lebih dulu melirik Satria.


"Oh yah benar yang di kata Nyonya Alex sayang, tidak baik jika kita pergi begitu saja. Mereka sudah memesankan makanannya." Kata Gadis membuat Larissa senang namun tak suka dengan panggilan sayang Gadis ucapkan pada Satria.


"Baiklah, untuk kamu sayang." Ucap Satria menatap penuh cinta Gadis dan di balas Gadis dengan tatapan yang sama..

__ADS_1


"Ck, apa menariknya dia di banding aku. Cuman mendapat bekas ku saja bangga." Batin Larissa kesal melihat wajah Satria dan Gadis yang seolah menunjukan keromantisan mereka di hadapannya.


...Btw, Jangan lupa like dan komennya yah🥰. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini🙏🤗. Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...


__ADS_2