
Mawar tanpa henti berdo'a, suasana disini semuanya sama seperti hari-hari sebelumnya. Kecuali jika saat ada pertunjukan di lapangan, baru terlihat seperti malam, karena bulan purnama pun muncul. Mawar bersimpuh dibawah ranjangnya. Tatapan matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah lemari besar yang ada dihadapannya. Lemari tersebut menimbulkan suara. Bergoyang ke kanan dan ke kiri. Mawar kemudian langsung berdiri. Ia mundur beberapa langkah. Jantungnya berdebar sangat cepat. Deru nafasnya berpacu tak kalah cepat dengan detak jantungnya. Kira-kira apa yang akan keluar dari dalam lemari tersebut. Mawar merasa sangat ketakutan, keringat sudah bercucuran. Langkah kakinya seketika terhenti, ketika lemari tersebut terbuka, dan perlahan sesosok perempuan muncul dari dalam lemari tersebut. Mawar ternganga ketika tahu bahwa sosok perempuan itu adalah Mira. Mira tersenyum kepadanya, Mawar kemudian berlari dan memeluk Mira sekencang-kencangnya. "Mira,,, Alhamdulillah kamu tidak apa-apa Mir,"
"Alhamdulillah Mawar, Alloh masih melindungiku sampai detik ini."
Mawar melepaskan pelukannya. Kemudian Mawar menuntunnya untuk duduk diatas ranjang.
"Mawar, aku tidak bisa lama-lama berada di kamarmu, aku takut jika nanti ketauan Ndoro Kusuma," bisik Mira dengan suara yang begitu lirih.
"Kenapa suaramu mendadak lirih Mir?"
"Memang kita tidak boleh bicara keras War, kamu sebaiknya juga gunakan suaramu dengan lirih. Mawar, sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu, karena aku sudah membawamu ke tempat ini."
"Apa maksudmu Mir?"
"Kamu tidak ingat? Akulah wanita yang kamu temui ditengah jalan itu,"
Mawar mencoba untuk mengingatnya, ia memang bertanya kepada seorang gadis di pinggir jalan. Tapi tak disangka ternyata gadis itu adalah Mira.
__ADS_1
"Kenapa kamu lakukan itu Mir?"
"Maafkan aku War, Ndoro Kusuma memberiku syarat agar aku bisa keluar dari sini, setidaknya sebelum 365 hari, aku harus membawa 5 gadis ke rumahnya. Namun ternyata, usahaku tidak membuahkan hasil War,"
"Tunggu Mir, memangnya kenapa harus mengumpulkan 5 gadis sebelum 365 hari?"
"Kalau aku tidak salah dengar waktu itu, kekuatan Ndoro Kusuma akan bertambah 5 kali lipat jika memakan 5 gadis yang aku bawa sebelum 365 hari, tapi aku tidak tau, kapan waktunya itu."
"Siapa sebenarnya Ndoro Kusuma itu Mir?"
"Maksudmu Mir?"
"Biarkan aku menjelaskan dulu War, karena aku tidak bisa lama-lama berada di kamarmu. Aku akan memberitahu semuanya yang aku tau disini, padamu. Jadi, kamu harus menyimaknya dengan baik."
Mawar kemudian menganggukan kepalanya. Mira melanjutkan penjelasannya.
"Mawar, kita sebenarnya bisa saja keluar dari sini, lewat lemari itu. Tapi kita perlu konsentrasi penuh, dan satu hal lagi War, di luar itu, banyak sekali mahluk dan demit bergentayangan di dalamnya, aku sudah pernah mencobanya, tapi aku tidak kuat. Mawar, kamu juga bisa menuju kamarku jika kamu bisa konsentrasi penuh, berdo'a dan jangan lupa lantunkan sholawat dalam hatimu. Satu hal lagi War, kamu jangan lah terlalu banyak menelan makanan yang diberikan Ndoro Kusuma, karena itu akan menahanmu disini. Jika kamu ingin tau, apa yang setiap hari kamu makan, aku akan memberitahumu. Bubur yang kamu makan itu adalah tanah lumpur yang sudah tercemar, yang warnanya sudah menjadi hitam pekat. Sedangkan ayam goreng yang kamu makan, itu merupakan akar-akar pohon. Air minum yang kamu minum, itu merupakan air kotor seperti comberan War."
__ADS_1
Mawar kaget dan rasanya ingin muntah mendengar penuturan Mira. Perutnya berkontraksi hebat. Seketika ia langsung muntah, dan cairan hitam keluar dari dalam perutnya. Mira segera mengambil tanah dan menutup muntahan Mawar. Mawar terkaget kembali, darimana Mira mendapatkan tanah?"
"Tidak apa-apa War, kalo kamu bisa memuntahkan semuanya, akan terasa lebih baik."
"Mira, kamu dapat tanah dari mana?"
Mira tersenyum mendengar pertanyaan Mawar.
"War, kamu harus sering ber sholawat dalam hatimu, agar kamu tau, bahwa sebenarnya kamu ini sedang duduk diatas tumpukan jerami, dan kita, sedang berpijak diatas tanah."
Mawar kembali kaget mendengar jawaban Mira.
"Kalo kamu belum siap, tak apa War, satu hal lagi War, Saat Ndoro Kusuma ingin meniupkan sesuatu ditelingamu, kamu ucap sholawat juga dan menyebut nama Alloh dalam hatimu. Insya Alloh, kamu tidak akan terpengaruh. Tapi, biarpun kamu tidak bisa terpengaruh, kamu harus berpura-pura, supaya Ndoro Kusuma tidak curiga padamu. Dan supaya, nasibmu tidak seperti diriku. Aku dulu terlalu gegabah, begitu aku tidak bisa di pengaruhi, aku langsung memberontak kepada Ndoro Kusuma, hingga akhirnya aku seperti ini. Mawar, aku akan kembali ke kamarku. Kamu harus ingat akan semua ucapanku yah. Kamu juga harus cari cara bagaimana kita bisa melewati jalan untuk bisa pulang. Dan satu hal lagi War, kamu lebih baik minum air yang berada di sawah saat kita bekerja. Karena itu air yang bisa kita minum. Aku pergi dulu yah, jaga dirimu baik-baik. Kamu pasti lebih pintar dariku War, pikirkanlah cara."
Mira tersenyum kemudian masuk kedalam lemari tersebut. Mawar masih terbengong-bengong mendengar cerita dari Mira. Apakah memang benar kamar yang ia duduki sekarang adalah jerami? Dan tempat ia berpijak ini adalah tanah? Dan lemari tersebut, apakah benar sebatang pohon? Mawar menelan ludahnya. Dia kembali teringat tentang makanan yang sudah masuk dalam perutnya. Rasa mualnya kembali menyerbu. "Aku tidak siap jika harus melihatnya. Lebih baik, aku pura-pura tidak tau, daripada aku harus tau wujud aslinya dan aku malah tidak bisa berpura-pura di depan Ndoro Kusuma." Mawar berjalan perlahan mendekati lemari besar yang ada dikamarnya itu. Mawar meraba tiap jengkal lemari tersebut. "Apakah benar jika lemari ini hanyalah sebuah pohon besar dan bisa menembus kemanapun? Aku akan mencobanya disaat yang tepat."
Mawar berkata dalam hatinya. Kemudian ia kembali ketempat tidurnya, dan merebahkan dirinya disana. Mawar memandang langit-langit kamarnya sambil memikirkan setiap pesan yang diberikan Mira tadi. Energi yang ada dalam tubuhnya serasa habis, setelah muntah, Ia merasa lemas sehingga rasa kantuknya mulai menyerang, dalam sekejap ia pun tertidur. Berharap ia bisa bermimpi indah.
__ADS_1