Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
Bab 12


__ADS_3

Arthur pun tengah menyusul Alina ke Indonesia berharap bisa menemukan wanita yang ia cintai bukan berarti Arthur tidak peduli namun dia tengah sibuk dengan urusan pekerjaan dan juga keluarga.


Arthur tiba di Indonesia tepatnya di rumah sang Bunda yang kini tinggal di Eropa bersama dengan Daddynya.


Pria itu mengecek Cctv rumah yang iya pasang yang memperlihatkan aktivitas di depan rumah Alina selama dia berada di Eropa.


Hingga dia menemukan rekaman terakhir yang kini dia lihat saat Alina pergi dan itu sudah lebih dari satu bulan yang lalu.


Arthur pun meminta asisten pribadinya memberikan laporan tentang penyelidikan keberadaan Alina.


Dan butuh waktu yang cukup lama bagi asistennya itu menemukan keberadaan Alina yang ternyata berada di luar kota.


Alina tidak mengajar di sekolah lagi, kini dia sedang menjalankan bisnis makanan cepat saji.


Alina membuka rumah makan kecil-kecilan di pinggir jalan yang tak jauh dari rumah sewanya saat ini.


Entah apa? yang dia cari saat ini dia bahkan meninggalkan kenyamanan yang selama ini dia miliki.


Alina bahkan membawa ketiga anak anjing peliharaan nya itu di rumah yang cukup sederhana dan halaman rumah yang lumayan sempit itu.


Arthur tidak langsung menemui Alina, namun dia mencari tahu penyebab kepergian Alina saat ini.


Alina sendiri tengah sibuk dengan urusan wartegnya saat ini.


Wanita itu tidak pernah sadar jika seseorang kini tengah berdiri sambil mengawasi gerak-gerik nya.


Alina pun kembali melayani pelanggan yang baru saja memesan menu makanan yang ada di sana.


"Tunggu sebentar ya Bu pak, saya siapkan semuanya terlebih dahulu."ujar wanita cantik itu.


"Tidak apa, neng santai saja lagipula kami juga ingin sekalian istirahat sambil menunggu."ujar keduanya.


Sampai setelah Alina selesai menyiapkan menu yang akan dia antarkan tiba-tiba seseorang berdiri di hadapannya.


"Apa? ada yang bisa saya bantu nona."ujar pria tampan yang kini berpenampilan rapi itu.


Nampan itu hampir jatuh jika Arthur tidak bisa membaca posisi reaksi Alina akan seperti apa?.


"Ar,,,."ucap Alina kata-kata Alina tercekat di tenggorokan.


Bagaimana bisa, pria yang benar-benar mustahil untuk dia dapat kan. atau untuk bersanding dengan nya itu berada di sana.


"Honey apa? kamu baik-baik saja."ujar Arthur.


"Aku baik-baik saja,,, tapi."ucapan Alina terhenti saat asisten Arthur mengambil alih nampan berukuran besar itu dan mengantar pesanan itu pada orang dimeja terakhir yang berkomunikasi dengan Alina.


Arthur langsung membawa Alina kedalam dekapannya.


"Ar,,, lepas malu dilihat orang."ujar Alina lembut.


"Apa? kamu malu punya calon suami seperti diriku."ujar Arthur sambil menatap lekat wajah cantik itu.


"Harusnya kamu yang merasa dirugikan karena sudah pasti kamu yang akan malu karena kamu dekat dengan ku yang bukan siapa-siapa."ujar Alina.


"Apanya yang bukan siapa-siapa kamu itu wanita tercantik teristimewa yang mampu menggetarkan hati ku."


"Disaat aku mengalami luka dari sebuah pengkhianatan dari hati yang hampir mati dan sudah tak lagi merasakan rasa ternyaman dalam hidup."


"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu saat pagi buta saat dimana wanita yang aku sering temui hanya sibuk bersolek di depan cermin tapi saat itu yang aku temukan berbeda dari biasanya."


"Aku menemukan wanita yang sibuk merawat rumah, tanaman dan peliharaan bahkan masih sempat berolahraga pagi dengan berlari kecil sambil tertawa riang dengan tiga anak asuh mu."


"Dan aku melihat semuanya honey,,, aku melihat mu yang hampir menyamai mentari pagi yang bersinar terang."ujar Arthur panjang lebar sambil membingkai wajah cantik itu.


Seakan tak pernah ada orang lain diantara mereka.


Alina pun kini masih berada di dalam dekapan Arthur.


Alina hanya bisa membenamkan wajahnya di dada bidang yang dipenuhi wangi maskulin yang membuat dia merindukan hal itu selama satu tahun ini.


"Maafkan aku babe aku tidak bisa menepati janji untuk bisa kembali secepatnya. ternyata masalah itu tidak sesederhana yang aku pikirkan karena ternyata masih ada banyak permasalahan diluar perusahaan, perceraian dan juga keluarga besar kami selama ini."ujar Arthur.


"Aku sangat maklum dengan itu itulah kenapa? aku pun memberikan handphone pemberian mu itu karena aku tidak ingin mengganggu aktivitas mu yang seabrek itu."ujar Arthur.


"Kau tau honey aku bahkan menggila saat tau bahwa dirimu menghilang . ingin rasanya aku segera menyelesaikan semuanya."ujar gadis itu.


"Ar, aku tidak ingin kamu melakukan hal bodoh hanya karena ini."ujar Alina.

__ADS_1


"Tidak yang ayo kembali ke rumah."ujar Arthur.


"Tapi aku punya kehidupan baru disini. sejak mantan suamiku memberikan surat undangan lewat email aku sudah mengerti bahwa kini semuanya sudah berakhir. tidak ada lagi yang namanya penantian yang dia selalu katakan dan aku tau aku hanya jadi orang bodoh di dunia karena telah melakukan hal itu untuk sesuatu yang tak mungkin tergapai."ujar wanita itu


"Apa kau menunggu dia."tanya Arthur.


"Tidak."ujar wanita itu.


"Lalu?."tanya Arthur.


"Ahhh,,, sudah lah lupakan, apa? kau ingin makan siang ." ujar Alina.


"Tentu."jawab Arthur.


"Heumm baik'lah aku akan buat itu untuk mu."ujar Alina.


"Ternyata Mommy benar kau memang sangat pintar memasak."ujar Arthur.


"Kau belum pernah mencobanya."ujar Alina.


"Tapi semua itu sudah merasakannya mereka tidak akan mungkin berbohong."ujar pria itu.


"Coba saja dulu."ujar Alina.


"Heumm oke."jawab Arthur.


Alina pun bangkit lalu pergi menuju arah dapur untuk Arthur, dia akan membuat makanan yang fresh, seperti yang sering Arthur makan.


Alina membuat ikan bakar dan juga cah kangkung juga ada dadar sayur yang diberikan mayones.


Semua itu adalah menu sederhana untuk Arthur tapi so far dia suka semua sampai saat wanita itu selesai menghidangkan makanan dia melihat meja-meja tadi telah kosong.


Alina menatap kesana-kemari tidak ada siapapun disana kecuali Arthur.


"Kemana? mereka padahal mereka belum bayar."ujar Alina nelangsa karena saat ini banyak dagangan terjual sia-sia.


"Mereka sudah membayar Honey cek saja handphone mu."ujar Arthur yang menunjuk ke arah ponsel Alina yang tergeletak di meja depan Arthur.


Ponsel Arthur berikan saat itu, tergeletak di atas meja.


"Tadi aku yang beritahu cinta sudahlah duduk saja dulu."ujar Arthur.


"Heumm,,,"ujar Alina.


Sampai saat Alina selesai memotong-motong ayam bakar itu agar lebih memudahkan Arthur akhirnya Alina pun duduk sambil memberikan sedikit nasi ke piring milik Arthur.


...*************...


Sementara itu di kediaman Arda pria yang kini tengah berpacu dalam gairah percintaan tanpa ikatan itu keduanya tidak kunjung menghentikan pacuan kuda tersebut.


Arda terus bergerak penuh tenaga setelah sempat meminum suplemen yang diberikan oleh Ririn yang selama ini wanita itu konsumsi.


Arda terus berpacu dengan waktu diatas kuda betina yang tangguh itu.


Suara-suara aneh terus diperdengarkan mulai dari dalam kamar mandi taman rooftops dan juga kamar yang dulu Arda tempati bersama dengan istrinya yang kini sudah menjadi istri pria lain.


"Ayo babe semangat aku sudah mulai sampai puncak kita akan bersama-sama menuju puncak Nirwana!."teriak keras suara Dajjal terdengar menggema di seluruh ruangan.


Hingga akhirnya mereka berdua mencapai puncak, bersama-sama bahkan tanpa menggunakan pengaman apapun.


Berkali-kali melakukan pelepasan di dalam tidak membuat Ririn gentar dia memang sudah divonis mandul sampai saat ini.


Mereka berdua pun terbaring di atas ranjang empuk yang dulu ditempati oleh Almira yang kini masih menikmati keindahan pernikahan mereka berdua.


Andaikan saja dulu keduanya tidak menolak perjodohan itu mungkin kini mereka tidak akan pernah mengalami sakit karena mencintai pasangan yang berhenti mencintai mereka ditengah jalan.


Akbar tidak pernah menyalahkan Alina, karena Akbar lah yang bersalah didalam hal itu.


Dan sampai saat ini dia masih menyayangi Alina sebagai cinta pertamanya meskipun mereka tidak bisa bersama setidaknya mereka masih bisa bersahabat.


Lain halnya Arda pria itu bahkan lupa pernah ada istri yang sangat setia padanya selama ini.


Mungkin diawal dia menangis Bombay dan tidak menerima perpisahan itu, tapi setelah wanita ****** itu memberikan kenikmatan kembali Arda bahkan lupa siapa? dirinya dulu.


Tanpa adanya bantuan dan dukungan dari Almira, dia bahkan tidak akan pernah sesukses sekarang.


Arda kini masih berjaya dan tidak lagi memiliki beban karena Ririn pun tidak pernah minta dinikahi, dia hanya mengajak Arda untuk menjadi partner ranjang nya.

__ADS_1


Sementara Ririn masih setia memberikan uang pada Arda sebagai pemuas nafsu nya.


Wanita itu masih memiliki banyak uang dari tunjangan perceraian nya hingga saat ini bahkan tidak akan pernah habis jika wanita itu pandai untuk mengelola itu.


Namun Ririn masih tetap salah langkah, setengah dari uang itu terus ia gunakan untuk berfoya-foya sementara setengah lagi dia belikan saham perusahaan di perusahaan milik Daddynya yang tak lain adalah teman Daniel.


Pria itu sama sekali tidak menuntut apapun dari perceraian putrinya setelah tau bahwa putrinya yang telah berkhianat. namun Daniel memberikan itu sebagai tunjangan untuk terakhir kalinya pada Ririn yang ngotot tak ingin bercerai.


Hingga saat ini mereka pun masih berteman baik, meskipun tidak seintens dulu.


Kini semua telah memiliki kehidupan masing-masing .


Arthur kembali membawa Alina pulang ke rumahnya, yang juga telah dibatalkan kontrak sewanya oleh Arthur.


"Sekarang kita akan bersiap untuk menikah mungkin satu atau dua hari lagi akan cukup untuk menyiapkan pesta."ujar Arthur.


"Aku tidak ingin pesta Arthur, cukup ijab kabul saja. karena aku tidak punya sanak keluarga dan ayah bundaku sudah tidak ada dan kamu pun hanya punya Mommy dan Daddy mu kan."ujar Alina.


"Heumm,,, kamu benar kita hanya anak tunggal jadi jikapun ada saudara mungkin saudara Daddy yang entah dimana? kami tidak pernah berjumpa, kecuali jumpa dengan rekan bisnis."ujar Arthur.


"Terus kita menikah dimana dan apa? keyakinan mu selama ini aku pun tidak tahu, apa? bisa aku dan kamu bersama."ujar pria itu.


"Heumm,,, aku masih berkeyakinan sama dengan Daddy ku tapi aku rasa aku bisa pindah keyakinan sama seperti mommy."ujar Arthur.


"Tetap lah dengan keyakinan mu itu karena aku tidak ingin kamu berpindah keyakinan karena rasa cinta mu padaku itu sama saja bohong. jika kamu memutuskan untuk pindah keyakinan seperti diriku maka aku ingin semua karena kamu mencintai sang pencipta bukan karena terpaksa.


Arthur pun mengangguk"jadi aku harus bagaimana?."tanya Arthur.


"Kita tidak akan pernah menikah karena agamaku mengatakan bahwa menikah dengan perbedaan keyakinan itu adalah zinah dan itu adalah dosa besar."ujar Alina tegas.


"Honey,,, aku janji aku akan menjadi mualaf jadi bersabarlah aku akan berkonsultasi dengan mommy."ujar Arthur.


"Bukan dengan mommy mu karena Mommy mu juga sebenarnya masih tersesat di dalam cinta buta."ujar Alina.


Tapi mommy tidak pernah berpindah keyakinan pernikahan mereka adalah sebuah komitmen tentang cinta dan aku lahir dari cinta mereka."ujar Arthur.


"Heumm,,, aku pikir aunty tidak akan pernah kembali pada Daddy mu tapi ternyata cinta itu masih terlalu besar.


Alina pun pergi meninggalkan Arthur yang kini tengah mematung.


Ternyata prinsip hidup seorang Alina begitu kuat hingga tidak bisa di taklukkan.


Alina pun kini membereskan barang-barang nya kedalam lemari dan tempat penyimpanan lainnya.


Tidak lama Arthur menyusul.


"Honey,,, aku siap untuk belajar dari nol mengenal dan memahami agama mu juga mencintai Tuhan mu, tapi aku mohon kita menikah dulu aku akan menjadi mualaf hari ini juga dan setelah itu aku akan belajar dari pemuka agama yang ada di sini. please bantu aku untuk itu."ujar Arthur.


"Semoga saja kamu tidak mengingkarinya. baiklah aku akan bantu melakukan hal itu tunggu dan bersiap lah tapi kamu harus siap dengan segalanya."ujar Alina.


"Persiapan apa? yang harus aku siapkan."ujar Arthur.


"Pertama kamu akan disunat, setelah itu baru kamu bisa memasuki keyakinan ku dengan bimbingan para ustadz."ujar Alina.


"Sunat tapi Mommy bilang sejak kecil aku sudah disunat karena itu untuk kesehatan."ujar Arthur.


"Baguslah berarti kita sudah bisa pergi ke mesjid terdekat."ujar Alina.


"Oke honey."ujar Arthur.


Alina pun selesai beberes barang-barangnya yang kini sudah terlihat rapi di tempatnya.


Setelah itu dia pun segera mandi setelah meminta Arthur untuk menunggu dia diluar kamar.


Alina pun selesai mandi dan berganti pakaian dengan sangat rapi dan sopan layaknya wanita muslimah seperti Almira saat ini dia menggunakan sebuah hijab yang benar-benar memperlihatkan pesona kecantikan nya yang sungguh sangat cantik.


Alina menggunakan gamis yang tampak sangat longgar dan tidak memperhatikan lekuk tubuh nya.


Wanita itu pun memejamkan mata sambil berkata bismillah dalam hatinya.


Tidak hanya Arthur yang akan menjadi mualaf tapi Alina juga akan melakukan hijrah dengan menutup auratnya.


Dan menjaga diri dari pandangan mata jahat yang ada di sekeliling nya.


Arthur menatap tak percaya saat melihat Alina turun dari lantai dua.


"Honey,,, kamu itu sangat cantik ."

__ADS_1


__ADS_2