Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
Bab 70


__ADS_3

Dua jam sudah Junior berada di dalam kepanikan setelah dirinya menemukan Alina tergeletak bersimbah darah.


Alina yang kini tengah berada di ruang operasi, meskipun dokter tidak bisa menjamin keselamatan Alina saat ini.


Namun Junior terus meminta dokter untuk melakukan yang terbaik untuk wanita itu, dirinya tidak ingin kehilangan satu-satunya wanita yang sangat ia cintai.


Alina sudah kehabisan banyak darah saat ini, tapi Junior tidak ingin kehilangan wanita itu bahkan dia mengancam dokter tersebut jika Alina tewas rumah sakit itu juga akan dia hancurkan beserta isinya saat itu juga.


Keadaan semakin mencekam kala Junior menembak kaki salah seorang dokter yang mengatakan bahwa Alina sudah tiada saat itu.


Sementara Arthur kini tengah berada di dalam perjalanan menuju Singapura.


Dia ingin melihat keadaan Alina yang merupakan mantan istrinya sekaligus ibu dari ketiga anaknya itu.


Sepanjang perjalanan berulang kali dia menitikkan air mata, saat bayangan dirinya dan Alina masih bersama melintas di pikirannya.


Arthur terlihat sangat terpukul saat ini, dia bahkan dia tidak menyentuh makanan atau minuman yang disajikan di hadapannya.


Dia benar-benar menyesali kenapa? semua itu bisa terjadi.


Teresa sendiri mayatnya langsung Junior bakar saat itu juga, tepat saat Alina dibawa menggunakan helikopter.


Jika saja Alina tidak dalam bahaya rasanya Junior ingin menguliti wanita itu terlebih dahulu, tapi sayang nyawa Alina berada di ujung tanduk. sehingga Junior tidak bisa berbuat apa-apa.


Akhirnya dia pun memutuskan untuk membakar wanita itu dengan tangannya sendiri.


Empat jam telah berlalu, Alina kini masih berada di dalam ruang operasi hingga akhirnya lampu ruangan operasi itu padam, pintu pun dibuka lebar.


Tampaklah beberapa orang perawat membawa bed pasien dari dalam ruangan tersebut dimana Alina berada di sana.


Diikuti oleh beberapa orang dokter yang kini terlihat sedikit ketakutan saat melihat Junior yang tengah menatap tajam kearahnya.


"Bagaimana? keadaan istri ku."ucap Junior.


"Operasi berhasil dilakukan, tinggal menunggu beliau melewati masa kritisnya."ucap dokter tersebut.


"Pastikan jika dia benar-benar sembuh karena aku tidak akan membiarkan kalian hidup lagi jika sampai istriku tidak tertolong lagi."ucap Junior.


Mereka pun langsung mengangguk pasrah.


Junior yang kini mengikuti mereka yang tengah membenarkan posisi peralatan medis dan ranjang yang kini digunakan oleh Alina yang masih terbaring tak berdaya di hadapannya.


"Babe,,, segeralah pulih atau aku akan membunuh semua orang yang ada di sini."ucap Junior.


Pria itu duduk di samping ranjang dia membelai tangan lembut yang kini terdapat banyak goresan luka tersebut.


Junior benar-benar tidak bisa memaafkan perbuatan wanita gila itu.


Junior pun memberikan kecupan lembut di punggung tangan Alina.


"Babe,,, maafkan aku yang terlambat datang, jika saja aku ada, aku tidak akan pernah membiarkan mu tergores sedikit pun."ucap Junior lembut.


Sampai saat Arthur tiba di rumah sakit itu, dia langsung bergegas menuju ruang dimana Alina kini berada tapi saat tiba di sana, Arthur dihadang oleh orang-orang Junior.


Pria itu tidak mengijinkan siapapun untuk masuk.


"Katakan padanya aku Arthur datang untuk menjenguk ibu dari ketiga anakku."ucap Arthur yang terdengar begitu lantang.


"Memangnya kenapa jika kau adalah dia adalah ibu dari ketiga anak mu, apa? bisa kau melindungi dia selama ini... heeuh lihat! semua gara-gara kau pecundang lihat dia bahkan hampir tidak tertolong lagi! Dan jika itu terjadi maka aku akan membuat kau dan seluruh keluarga mu menderita lebih dari yang Alina rasakan saat ini."ucap Junior yang terus berteriak memaki Arthur.


"Pergilah,,, sekarang hidup kalian sudah aman karena Alina ku sudah membunuh benalu yang selama ini telah menjadi duri didalam daging yang kau ciptakan sendiri."ucap Junior.


Junior langsung mendorong Arthur, tapi pria itu tidak terima dia langsung memberikan bogem mentah di wajah Junior.

__ADS_1


Junior yang mendapatkan itupun langsung membalas Arthur saat itu juga mereka berkelahi hingga keduanya sama-sama babak belur, mereka berdua berhasil dipisahkan saat Luna datang bersama dengan suaminya.


Luna yang tinggal tidak jauh dari area rumah sakit tersebut pun dia datang untuk cek kehamilan bersama suaminya yang juga sudah berada di rumah sakit itu.


"Stop tuan Junior dan tuan Arthur semua masalah tidak akan pernah berakhir jika kalian terus berseteru."ucap Luna.


"Dia memang pantas dihajar Luna dia pecundang dia sungguh bukan laki-laki yang baik."ucap Junior.


"Kau yang seharusnya lenyap dari muka bumi ini karena jika kau tidak hadir rumah tangga kami akan baik-baik saja."ucap Arthur.


"Hahaha,,, apa? kau bercanda tuan Arthur yang super sempurna, kau sendiri yang selama ini selalu menyakiti Alina ku hingga dia sering menangis sendirian dan aku datang untuk menyelamatkan dia dari rasa sakit dan juga kematian seperti yang kau berikan selama ini termasuk sekarang! kau lihat itu dia tidak akan seperti itu jika kau benar-benar bisa menjaga keutuhan rumah tangga kalian."ucap Junior tegas.


"Kau tidak bisa menyalahkan ku atas semua itu,kau yang telah membuat semuanya menjadi rumit... jika saja kau tidak selalu memprovokasi istriku mungkin dia akan bertahan di sisiku karena dia adalah wanita yang kuat dan tegar."ucap Arthur.


"Owh jadi karena dia kuat dan tegar jadi kau bisa seenaknya menyakiti perasaannya iya begitu, lebih baik kau berganti kostum menjadi wanita daripada berpenampilan sempurna tapi otak mu tidak jalan."ucap Junior.


"Bajingan! ku bunuh kau sialan."ucap Arthur yang kini naik pitam tapi saat itu juga Luna langsung menghadang Arthur. hingga tiba-tiba perutnya terasa mulas.


"Ah...perutku."ucap Luna sambil melepaskan tangan Arthur yang kini melihat ke arahnya.


"Sayang... kamu kenapa? heumm... kenapa? bertindak ceroboh itu sangat bahaya."ucap Arlan yang kini menggendong istrinya di hadapan kedua pria yang tengah terbengong saat melihat Luna kesakitan.


"Sayang... kamu itu kenapa? panik sekali itu biasa aku alami setiap hari setelah menjelang hari persalinan."ucap Luna yang tidak Arlan panik, padahal dia sendiri sudah sangat kesakitan, mungkin sudah waktunya tiba. itu pikir Arlan.


Arlan yang merupakan seorang dokter dia tidak percaya begitu saja, sampai saat dia tiba di sebuah ruangan yang mereka tuju tadi sebelum melerai pertengkaran itu.


Luna langsung di periksa oleh dokter, saat di USG terlihat bahwa kedua bayi itu sudah memasuki jalan lahir.


Akhirnya Luna dilarikan kedalam ruang bersalin.


"Mas aku minta maaf jika gara-gara aku kamu harus terpisah jauh dari keluarga mu, jika aku tiada nanti setelah aku melahirkan tolong jaga anak kita."ucap Luna.


"Tidak sayang jangan bicara sembarangan."ucap Arlan.


...********...


Luna yang kini baru selesai dibersihkan pun langsung tersenyum saat melihat kebahagiaan yang ia nantikan selama ini.


Arlan terlihat begitu bahagia berkali-kali ia mencium kening dan seluruh wajah istrinya itu.


"Terimakasih cinta, kamu sudah memberikan kebahagiaan yang tidak ada bandingannya bagiku,,, buah cinta kita."ucap Arlan.


Sementara kedua pria yang tadi berkelahi kini keduanya mendatangi tempat dimana Luna berada bersama keluarga kecilnya yang baru terlahir.


"Selamat untuk mu Luna." ucap keduanya hampir bersamaan.


"Terimakasih tuan-tuan kalian sudah datang."ucap Luna.


"kado untuk kalian nanti akan datang belakangan."ucap Arthur.


"Terimakasih tuan sebelumnya... kehadiran kalian pun sudah merupakan kebahagiaan bagi kami,,, semoga nyonya Alina segera siuman."do'a Luna dengan tulus.


Arthur dan Junior pun kembali fokus pada kedua bayi kembar, itu Junior sempat tersenyum pada keduanya di membayangkan dirinya memiliki anak bersama dengan Alina dan hal itu adalah hal akan sangat membuat Junior bahagia.


"Aku permisi dulu Luna mau melihat istri ku."ucap Junior yang langsung mendapatkan tatapan mata tajam dari Arthur.


Arthur pun langsung bergegas mengikuti Junior, apa? yang kau katakan Junior.


"Apa? Apa? salah mengatakan bahwa dia adalah istriku, lagipula dia singgel dan aku pun tidak pernah melarang kau menikah dengan mantan istri ku, kau bahkan sudah berkali-kali meniduri dia jadi tidak ada salahnya aku juga melakukan hal yang sama dengan mu."ucap Junior yang kini membuat Arthur terdiam.


Darimana? Pria itu tahu jika dia sudah berulang kali berhubungan intim dengan Katrina.


"Kau tidak akan pernah bisa kembali pada calon istri ku sampai kapan pun kalian hanya akan memiliki kenangan yang sebentar lagi akan segera berakhir."ucap Junior lagi.

__ADS_1


Akhirnya Junior pun langsung bergegas menuju ruangan Arthur membuat kedatangan pria itu sia-sia saja karena ternyata Arthur benar-benar tidak bisa menemui Alina.


Sampai saat Junior masuk, dia langsung tersenyum bahagia saat melihat Alina ternyata sudah sadar dan menatap kearahnya.


"Apa? di surga juga masih bisa melihat mu Jun."ucap Alina lirih sambil menitikkan air mata.


"Heumm... babe kamu masih hidup dan belum masuk surga seperti yang kamu katakan itu."ucap Junior yang kini mengecup kening Alina.


Alina pun kembali memejamkan matanya saat itu, dia teringat dengan perbuatannya pada Teresa.


"Aku sudah membunuh orang Jun, sekarang lengkap sudah hidupku."ucap Alina.


"Tidak sayang kamu tidak membunuhnya karena yang membunuh wanita itu adalah aku saat kau akan dibawa ke rumah sakit."ucap Junior.


"Tidak Jun, dia sudah mati sesaat sebelum aku tidak ingat apa-apa... sekarang selain wanita gila aku juga seorang pembunuh yang akan berakhir menyedihkan di dalam bui."ucap Alina lirih.


"Itu jika dia benar-benar bisa ditemukan, kamu jangan khawatir aku sudah menghilangkan barang bukti dan jika seseorang menuntut mu maka aku juga akan sama-sama masuk penjara bersama dengan mu honey."ucap Junior.


Junior kini menggengam erat tangan Alina dan berulang kali mengecup punggung tangan itu.


"Cepat pulih babe kita akan menjalani hidup bahagia bersama, dan aku janji tidak akan pernah menyakiti mu... bahkan jika kamu ingin anak-anak kita ada disisi kita, aku akan mewujudkannya."ucap Junior.


"Tidak Jun, aku ingin mereka yang memilih ku, bukan aku yang memutuskan itu. karena aku takut mereka akan kecewa terhadapku jika mereka tau siapa? ibunya."ucap Alina.


"Sayang,,, aku menjamin tidak akan pernah ada satu orang pun yang tahu tentang apa? yang telah menimpa dirimu."ucap Junior.


Junior pun langsung bergegas menuju ke atas sofa dan meraih sesuatu dari dalam tasnya.


"Bagaimana? bisa kamu melakukan ini Jun."ucap Alina.


Saat ini mereka tengah menyaksikan video pembakaran jenazah.


"Inilah yang seharusnya aku lakukan sedari dulu sayang disaat dia telah menyakiti wanita yang sangat aku cintai."ucap Junior.


"Junior....hiks....hiks...hiks."tangis Alina pecah saat itu juga.


Entah kenapa? dia baru sadar jika selama ini Junior begitu mencintai dirinya hingga berulang kali menyelamatkan nyawa Alina dan kini bahkan dia rela jika harus masuk bui demi melindungi dirinya.


Tapi kemana? pria yang selama ini Alina cintai yang sudah melewati masa sulit dan senang bersama,,,, pernahkah dia ada disaat dirinya hampir mati.


Air mata itu mengalir deras saat Alina teringat bahwa Arthur juga sudah kembali menikah disaat dia tengah menderita.


Arthur bahkan tidak pernah memikirkan dirinya dan perasaannya, lalu apa? yang selama ini ia katakan.... cinta! cinta macam apa? yang tidak pernah mau berkorban sedikit pun untuknya.


"Sudah sayang... semua sudah selesai, kamu harus melupakan semuanya, karena semua hanya akan memberikan mu rasa sakit yang tak berujung."ucap Junior yang langsung memeluk Alina dengan posisi tubuh membungkuk.


Sementara itu di kediaman Jenny saat ini, ketiga anak Arthur tengah menangis sesenggukan, karena mengetahui ibunya yang kini tengah terbaring sakit yang tidak berkesudahan menurut mereka.


Arthur terpaksa memperlihatkan foto Alina yang terbaring lemah dengan peralatan medis yang menempel di tubuhnya itu. karena mereka terus menerus menanyakan tentang ibunya meskipun Katrina sudah mencoba membujuk mereka.


"Kat biarkan saja mereka, kamu bisa mengurus anak yang lainnya."ucap Arthur yang di ia maksud adalah putra Katrina dari Junior.


"Heumm,,, dia sudah menjadi bagian dari mu, Ar... karena aku dan kamu sudah menikah."ucap Katrina yang kini terlihat tidak suka dengan ucapan Arthur.


"Ya Katrin, aku tau."ucap Arthur yang kini menggendong Alana.


"Sayang,,, ikut Omah dulu ya, daddy akan berbicara dengan Aunty Katrina,, berdoalah agar mommy segera sembuh dan kalian bisa bertemu dengan mommy."ucap Arthur lembut.


Hati Arthur benar-benar sakit, saat melihat mereka menangis sesenggukan karena merindukan ibunya.


Arthur menyesal karena telah terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah dengan niat melindungi Alina dan ketiga anaknya. jika ternyata Alina sendirilah yang sudah menyingkirkan manusia keji itu...lalu untuk apa? ia menikah dengan Katrina.


Sementara Alina yang sudah dinyatakan sembuh setelah beberapa hari, hanya tinggal merawat bekas luka setelah operasi itu, akhirnya Alina memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

__ADS_1


Dia tidak mungkin terus menerus berada di samping Junior yang belum menjadi suaminya.


Junior pun mengantar kepulangan Alina, dengan terpaksa karena biar bagaimanapun Junior ingin menikahi Alina secara resmi dan menjemputnya dari rumah kedua orang tuanya yang sudah tiada.


__ADS_2