
"Babe... apa? yang kamu katakan, aku tidak menginginkan wanita lain... aku hanya menginginkan dirimu."ucap Junior yang langsung meraih lengan Alina.
"Tapi Jun, kamu tahu sendiri aku sudah tidak lagi bisa mengandung dan itu adalah hal yang mustahil.jadi daripada akhirnya nanti kita terpisah gara-gara hal itu lebih baik sekarang saja kita akhiri ini."ucap Alina.
Namun Junior menatap Alina dengan tatapan mata tajam, setelah itu ia berkata."Berani kamu meminta berpisah dari ku lagi,,, aku tidak segan-segan untuk mengakhiri hidup ku."ucap Junior.
"Jun... aku hanya memikirkan masa depan kita akan bagaimana? karena biar bagaimanapun juga daddy mu tidak akan membiarkan ku tetap bersama dengan mu."ucap Alina.
"Persetan dengan itu semua, karena setelah menikah nanti aku akan berusaha untuk tidak terlalu mempublikasikan pernikahan kita.... kita bisa mengadopsi bayi dengan kriteria yang ada atau proses inseminasi lagi."ucap Junior.
Sementara Alina kini tengah menatap lekat wajah tampan yang begitu mendamba dirinya itu.
Alina tidak pernah menyangka jika ternyata Junior benar-benar memiliki rasa cinta yang begitu besar untuknya.
Junior pun bergegas membawa Alina keluar menuju menuju mobilnya."Yang,,, kamu mau bawa aku kemana? anak-anak masih ada di rumah mereka pasti menunggu ku."ucap Junior.
"Jun,,,"ucap Alina yang tengah mengguncang lengan kekar itu.
"Honey,,, aku akan membawa mu ke sebuah tempat."ucap Junior.
"Jangan sekarang Yank.... anak-anak akan menunggu ku."ucap Alina.
"Sayang apa? kamu tahu aku sudah merencanakan semuanya itu selama ini... aku ingin kamu melihat itu sebelum kita benar-benar kesana nanti.
"Kemana Jun,,, kenapa tidak lain kali saja anakku menunggu ku untuk tidur."ucap Alina.
"Baiklah ayo kita tidurkan dulu anak-anak kita, sebelum kita membuat anak lainnya."ucap Junior yang benar-benar terlihat bersemangat.
"Yank..."ucap Alina yang tidak terima dengan perkataan Junior yang kembali menyinggung soal anak.
Junior pergi menuju kamar anak-anak yang tengah menunggu kedatangan Alina setelah mereka bersiap untuk tidur.
"Kalian mau tidur dengan mommy dan Daddy."ucap Junior yang kini tersenyum manis padanya.
"Hore... "ucap mereka bertiga.
Junior langsung melepaskan alas kakinya dan pergi menuju kamar mandi menggunakan sandal khusus, dia hendak mencuci tangan dan kakinya layaknya nya seorang anak kecil saat mau tidur.
"Yank... kamu punya stok piyama."ucap Junior.
"Ada, tapi mungkin.... tunggu disini."ucap Alina yang hendak mencari piyama tidur milik Arthur.
Junior hendak melihat Alina mengambil piyama, tapi akhirnya dia terhenti karena ketiga anak itu.
"Daddy ayo kesini jangan ikut mommy kamar mommy tidak akan bisa dimasuki oleh siapapun kecuali mommy dan Daddy Arthur."ucap Arion.
Junior terdiam dia benar-benar merasa cemburu dengan kenyataan itu. dia akan melakukan sesuatu yang mungkin tidak akan pernah bisa ditebak oleh siapapun.
"Sayang.... kamu sedang apa?."tanya Alina.
"Kenapa? mereka bilang kamar mu tidak bisa dimasuki oleh siapapun termasuk aku, apa? kamu sengaja melakukan itu, kecuali dia!."ujar Junior yang kini menatap lekat wajah cantik itu.
"Sayang nanti akan aku jelaskan, sekarang kamu bisa pakai ini dulu jika ingin menginap karena anak-anak sudah menunggu."kata Alina
Junior tidak berkata apa-apa, dia masih berdiri sambil menyender di dinding kamar ketiga anak mereka.
"Yank..."ucap Alina.
"Aku pulang."ucap Junior yang kini Melangkah sambil meraih sepatutnya yang tadi diletakkan di rak sepatu milik anak-anak.
"Yank... aku bisa jelaskan."ucap Alina.
Junior tidak bicara dia langsung pergi meninggalkan Alina yang kini mengejar dirinya.
Sampai saat Junior tiba di depan mobilnya, Alina langsung memeluk Junior dari belakang .
"Yank,,, jangan marah itu bukan aku yang buat, Arthur yang melakukan hal itu dua tahun yang lalu."ucap Alina.
"Tapi kamu tidak merubah itu sekarang."kata Junior langsung melepaskan tangan Alina yang melingkar di pinggangnya.
Junior malah masuk kedalam mobil,namun kemudian berhenti saat Alina berkata bahwa ia akan mengakhiri hubungan itu, jika Junior benar-benar pergi.
Junior langsung berbalik dan menarik Alina kedalam dekapannya.
"Aku tidak suka kamu berfikir seperti itu, aku sangat cemburu dengan semua itu apa? kau tahu itu."ucap Junior jujur.
"Aku bisa pindah ke kamar lainnya jika perlu."ucap Alina.
"Sudah seharusnya sayang kamu akan pindah ke rumah kita."ucap Junior.
"Tapi Yank, bagaimana? dengan anak-anak ku."ucap Alina.
"Anak-anak kita sayang."ucap Junior yang kini membawa calon istrinya itu kedalam kamar.
Anak-anak yang masih menunggu pun kini tersenyum melihat keduanya kembali.
__ADS_1
Junior pun langsung bergegas menggunakan piyama baru tersebut yang sudah tersimpan lama milik Arthur.
Sementara Alina masih belum berganti pakaian, dia akan melakukan hal itu setelah anak-anak tertidur pulas.
Alina pun berbaring di sisi ranjang satunya dimana anak-anak berada di tengah-tengah mereka.
Saat ini, keduanya benar-benar terlihat seperti sepasang orang tua yang tengah menidurkan anaknya.
Sampai ketiga anak itu terlelap dalam tidurnya, Alina tiba-tiba merasakan tubuhnya melayang di udara, dan itu adalah perbuatan pria yang kini mencumbui dirinya.
"Eumm..." Alina yang hendak bicara pun akhirnya di bungkam oleh pria itu.
Wanita itu kini tengah duduk di pangkuan Junior yang membawa dirinya ke luar kamar, dan di sana ada sofa berukuran panjang.
Junior kini tengah berkelana di tubuh bagian atas Alina yang merupakan calon istrinya itu.
"Jun,,, sayang berhenti oke, jangan keterlaluan."ucap Alina yang kini membingkai wajah Junior.
"Tidak mau."ucap Junior.
"Aku harus mandi dan berganti pakaian Jun."ucap Alina.
"Mandi bersama boleh."ucap Junior.
Alina hanya menatap lekat wajah pria tampan yang ada di hadapannya.
"Boleh.... tapi nanti setelah resmi oke."ucap Alina.
"Sekarang."ucap Junior ngotot.
"Tidak Yank..."ucap Alina yang hampir saja me*de*ah karena perbuatan nakal Junior yang kini memainkan puncak bukit kembar miliknya.
"Jangan di tahan sayang."ucap Junior.
"Hentikan Jun, aku tidak ingin sampai terjadi lagi."ucap Alina yang kini mengigit bibir bawahnya.
"Kenapa? sayang,,, sebentar lagi kita halal."ucap Junior.
"Tapi belum kan."ucap Alina.
"Suruh siapa? terus menghindar."ucap Junior.
"Aku lakukan itu demi kebaikan bersama."ucap Alina.
"Bukan yang terbaik, tapi kamu telah menyiksa diri sendiri."ucap Junior.
"Yank,,, kamu bisa pilih kamar manapun yang kamu inginkan aku akan mandi dulu."ucap Alina.
Sementara Junior pun hanya bisa menghela nafas panjang karena dia tidak bisa mendapatkan apa? yang dia inginkan
...******...
Hari ini adalah hari tersibuk bagi Junior dan Alina.
Keduanya kini tengah sibuk fiting gaun pengantin dan mengurus kesibukan lainnya. yang jelas saat ini mereka tengah dilanda kesibukan hingga tidak bisa bertemu meskipun hanya sekedar untuk makan bersama.
Alina yang sibuk dengan urusan anak-anak yang kembali bersekolah di Indonesia, dia kini tengah menyiapkan bekal untuk anak-anaknya saat Junior datang pagi-pagi sekali sebelum dia berangkat ke kantor karena hari esok adalah hari h nya pernikahan mereka.
"Babe,,, aku rindu."ucap Junior yang langsung memeluk Alina yang kini tengah sibuk mengurus bekal untuk anaknya.
"Heumm.... tunggu ya aku selesaikan ini dulu."ucap Alina.
"Ya sayang...."ucap Junior yang kini duduk di samping Alina.
"Babe... besok mau disiapkan kado apa? "ucap Junior.
"Kado apa? Jun, aku tidak ingin kado apapun."ucap Alina.
"Heumm.... sayang kado untuk pernikahan kita."ucap Junior.
"Heumm... baik'lah berikan apapun yang kamu ingin berikan itu sudah cukup untuk ku."ucap Alina.
"Heumm... baiklah-baiklah tapi jangan marah kalau aku memberikan kado yang tidak sesuai dengan keinginan mu."ucap Junior.
"Sayang jika kamu berikan aku kado sesuai permintaan ku, itu namanya bukan kado sayang."ucap Alina.
"Heumm...ya."ucap Junior lagi.
Mereka terus mengobrol hingga waktu sarapan pagi bersama, setelah itu Alina dan Junior mengantar ketiga anaknya untuk ke sekolah.
Sesampainya di sekolah Alina langsung turun dari mobil bersama dengan Junior membantu menggendong Alana yang kini menggendong putri kecilnya itu.
"Tunggu mommy jemput ya jangan keluar sebelum mommy datang."kata Alina sambil mencium ketiganya.
Junior pun melakukan hal yang sama, saat ini dia memegang ketiganya sebelum mereka masuk.
__ADS_1
Hari ini adalah hari terakhir Alina menjadi singgel mother karena besok dia akan menjadi seorang istri dari Junior.
Junior langsung bergegas membawa Alina ke sebuah tempat, saat ini dia ingin menunjukkan sesuatu pada Alina.
Sesampainya di sana Alina begitu terkagum saat melihat hamparan bunga mawar yang kini membentuk menjadi sebuah kata.
Mau kah kau menjadi istri ku. menjalani hidup bersama dengan ku untuk selamanya.
Alina akhirnya hanya menghambur memeluk Junior saat itu juga.
Keduanya saling berpelukan erat, Alina merasa bahagia meskipun itu adalah kejutan kecil yang berhasil membuat dia merasa dicintai.
Alina pun berharap semoga Junior bisa menjadi imam terakhir baginya.
"Sayang aku berharap kamu adalah pelabuhan terakhir bagiku."ucap Alina.
"Tentu sayang ku."ucap Junior yang kini memberikan kecupan di puncak kepala Alina.
Sementara itu di kediaman Arthur, pertengkaran demi pertengkaran terus terjadi.
Arthur yang jarang pulang sejak keluarganya pulang ke Indonesia.
Pria itu tidak bersemangat untuk pulang ke rumah, karena disana sudah tidak ada lagi orang yang ia cintai kecuali jika dia sedang menginginkan sesuatu yang tidak bisa ditunda.
"Ar, kenapa? kamu pulang."ucap Katrina.
"Kenapa? memangnya Katrina,,,, ini rumah ku, rumah Alina."ucap Arthur.
"Dia mantan mu, rumah ini rumah ku saat ini."ucap Katrina.
"Kau tidak memiliki apapun....selain nafkah yang kuberikan, karena semua yang aku miliki sudah menjadi milik Alina dan anak-anak ku."ucap Arthur tegas.
"Kau, sudah gila Arthur."ucap Katrina.
"Terserah kamu, bukankah kau hanya ingin diperlakukan sebagai mana mestinya seorang istri, aku sudah memenuhi keinginan mu, aku berikan kau nafkah lahir dan batin."ucap Arthur.
"Arthur, setidaknya kamu ada disaat aku butuh kamu, aku kesepian disini."ucap Katrina.
"Kau punya teman sosialita, tidak seperti Alina yang hanya fokus pada keluarga dan merawat dirinya untukku."ucap Arthur.
"Dia itu wanita bodoh pantas saja dia sering kamu selingkuhi.... karena dia bodoh."ucap Katrina.
"Cukup!... jangan pernah berkata bahwa ia bodoh, dia diam bukan tak tahu,,, tapi dia selalu menunggu kejujuran ku."ucap Arthur.
"Itu adalah kebodohan."ucap Katrina.
"Sekali lagi kau bilang dia bodoh aku tidak akan segan untuk membunuh mu."ucap Arthur.
"Bunuh,,,, bunuh aku.... agar kamu puas."ucap Katrina.
Arthur langsung bergegas pergi meninggalkan rumah, dia tidak mau terus ribut dengan Katrina.
Katrina pun langsung menelpon teman-temannya meskipun dia tidak bisa bersentuhan dengan mereka, kecuali menggunakan sarung tangan khusus yang sering ia gunakan.
Katrina tidak pernah ketinggalan berkumpul dengan yang lainnya.
Berbeda dengan Alina yang lebih mementingkan keluarganya daripada harus mementingkan kepentingan pribadi.
Dan hari ini wanita itu tengah bercucuran air mata, karena untuk yang ketiga kalinya wanita itu akan menjalani pernikahan.
Junior sudah berada di ruang tempat dimana ijab kabul digelar, sementara Alina saat ini dia ditemani oleh Luna yang tengah tersenyum di samping Alina dan berulang kali menghapus air mata mantan majikannya itu.
"Kak, jangan bersedih lagi hari ini adalah hari bahagia mu. lihat disana anak-anak begitu antusias untuk mengantarkan mommy mereka ke pelaminan."ucap Luna.
"Aku sebenarnya belum siap untuk menjalani bahtera rumah tangga lagi, tapi aku tidak tega membiarkan Junior terus berharap kami untuk bersama... dan aku melihat cinta yang begitu besar di dalam dirinya untukku sejak dulu."ucap Alina.
"Kak, aku yakin tuan Junior tidak akan pernah mengecewakan mu sampai kapanpun, dia adalah tipe pria yang sangat setia."ucap Luna.
"Semoga saja Luna,,, aku juga berharap ini adalah yang terakhir kalinya."ucap Alina.
Alina pun selesai dirias dan kini sudah terlihat lebih cantik dari biasanya.
Luna mendampingi Alina berjalan bersama dengan Jenny yang juga hadir untuk mendampingi Alina.
Meskipun hatinya tidak rela menantu terbaiknya itu menjadi jodoh pria lain, tapi semua bukan salah Alina juga jika ternyata hari ini dia memilih pria lain untuk menjadi pendamping hidupnya. semua itu karena kesalahan dari anaknya.
Alina pun tiba di samping Junior yang sedari tadi menatap lekat calon permaisuri yang menjelma menjadi bidadari tercantik di hari spesialnya itu.
Alina yang sedari tadi tertunda kini sudah duduk di samping pria yang akan menjadi imamnya.
"Babe,,,kau begitu cantik."bisik Junior yang kini tersenyum manis padanya dan membuat hati Alina seakan terhipnotis melihat ketampanan calon suaminya itu.
Tidak berselang lama, beberapa detik kemudian ijab Kabul itu digelar dan dengan satu tarikan nafas, Junior berhasil mempersunting Alina yang kini sudah sah menjadi istrinya bersamaan kata sah yang menggema di seluruh ruangan tersebut.
Dan Alercxa pun tersenyum pada menantunya itu. dirinya juga bukan tidak setuju dengan hubungan mereka sejak dulu, tapi dia tidak ingin keduanya melakukan kesalahan.
__ADS_1
Alercxa juga sudah mencari tahu latar belakang wanita itu.
"Alina..."