
Sepanjang perjalanan Jenny dan Arthur tengah diliputi rasa bersalah pada Alina yang mungkin kini tengah berontak karena Arthur meminta asisten pribadinya untuk memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk menjaga Alina sampai dia benar-benar tiba di rumah tersebut.
Sementara kedua manusia yang kini kembali berbuat dosa itu tengah menikmati indahnya alam nirwana, kedua pasangan beda generasi itu seakan sudah kehilangan akal sehat, mereka saling memberi kenikmatan yang mungkin tiada duanya.
Tidak jauh berbeda dengan Ririn saat ini Kasandra memiliki sifat yang sama.
Hanya saja antara Ririn lebih agresif dari Kasandra disaat melihat lawan jenis yang masuk dengan fantasinya, sementara Kasandra adalah wanita yang gampang sekali untuk diajak bercinta hasrat liarnya akan aktif dikala dia diberikan sentuhan yang memabukkan.
Keduanya sama-sama wanita yang tidak tahu batasan.
Sementara itu di kediaman Alina wanita itu kini tengah menahan sesak dan sesal karena sudah mempercayai pria yang jelas-jelas memiliki hubungan lain dengan wanita yang kemarin siang mencaci maki dirinya.
Wanita itu tetap kekeuh ingin bercerai dari suaminya saat ini.
Alina sudah berusaha untuk memejamkan mata nya sejak awal tapi lagi-lagi dia tidak bisa melakukan hal itu.
Alina terus memikirkan semua yang telah ia lewati bersama Arthur wanita begitu merasa sedih memikirkan nasibnya yang malang karena selalu dipertemukan dengan ketidak pastian.
Sementara Arthur yang kini sudah mendarat di bandara, dia langsung berangkat menuju rumahnya.
Disebelah ada Jenny yang juga tengah memikirkan nasibnya sendiri kedepannya akan bagaimana?.
Jenny ingin berpisah dengan Daniel jika saja mereka benar-benar bisa berpisah karena nyatanya suaminya itu tidak pernah mau menceraikan dirinya.
Daniel memang sangat mencintai Jenny tapi ada yang berubah saat setelah pria itu menikah dengan Tiana.
Daniel selalu menuntut lebih saat mereka berhubungan intim, mungkin karena Tiana selalu berhasil memuaskan hasrat bercinta seorang Daniel selama dua puluh tahun mereka berpisah.
Kini Jenny sudah benar-benar tidak mengenal Daniel lagi, pria yang selama ini sangat ia cintai sudah tak lagi sama seperti tiga puluh tahun lalu, saat jenny baru berusia dua puluh tahun, dia nekad melawan orang tua hanya untuk menikah dengan Daniel.
Penyesalan itu sudah lama ia rasakan, kata cinta yang selalu Daniel agungkan di hadapannya kini seakan lenyap dimakan waktu.
Sesampainya di rumah Alina Arthur buru-buru masuk kedalam rumah saat ini waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi.
Arthur baru saja hendak membuka pintu kamar Alina namun langkahnya terhenti saat mendengar tangis pilu dari dalam kamar.
Arthur pun bergegas masuk dilihatnya sang istri tengah duduk di atas ranjang tengah memeluk lutut dan membenamkan wajahnya di atas lutut.
Arthur langsung bergegas menghampiri istrinya yang kini kaget mendengar derap langkah suaminya itu.
"Honey,,, kamu kenapa? Yank."ucap Arthur yang langsung memeluk istrinya itu.
"Ceraikan saja aku, aku memang tidak pantas untuk siapa-siapa aku tidak seperti dia yang berpendidikan tinggi dan punya banyak harta berlimpah, aku orang tak punya Arthur ceraikan saja aku."ucap Alina.
Arthur menggeleng pelan sebagai jawaban tidak.
"Aku tidak punya apa-apa jika kamu ingin membandingkan aku dengan wanita itu, aku tidak punya apapun untuk di bandingkan dengannya."ucap Alina.
Tangis Alina terhenti saat Arthur mencium bibir itu seketika itu, rindu yang teramat besar membuat dia tidak bisa lagi menahan diri.
Alina tidak membalas ciuman itu hingga Arthur mengigit kecil bibi bawah Alina yang seksi itu.
Alina pun membuka mulutnya dan Arthur langsung memperdalam ciuman tersebut, Alina pun akhirnya membalas ciuman itu.
Arthur menyesap dan mengecap setiap jengkal lekuk tubuh istrinya itu hingga saat penyatuan untuk keduakalinya itu terjadi.
Arthur yang diliputi oleh gairah dan hasrat yang membuncah membuat Alina tidak tahan menahan desahannya yang semakin membuat Arthur lebih bergairah lagi.
Arthur terus memberikan kenikmatan yang sulit untuk dijabarkan dengan kata-kata saat ini keduanya benar-benar hanyut dalam kenikmatan surga dunia yang tiadatara .
Arthur berulang kali melepaskan bibit kecebong berkualitas tinggi itu di rahim sang istri hingga saat ia terkulai lemas di samping sang istri yang kini ia dekap.
"Jangan pernah berpikir untuk pergi dariku Honey, karena sampai dunia ini berakhir kita akan tetap bersama."Arthur yang kini semakin mempererat pelukannya.
Wanita itu pun hanya mengangguk pelan, Alina akan percaya dengan Arthur selama suaminya berada di sisinya.
"Aku sangat mencintaimu honey sangat..."ucap Arthur yang kini mengecup kening istrinya lebih lama.
"Aku akan mencoba untuk percaya terhadap kata-kata mu Yank, tapi jika kamu mengingkari itu aku minta maaf jika aku pergi begitu saja suatu saat nanti."ucap Alina.
"Tidak,,,,, sayang.... tidak aku tidak akan pernah melakukan itu dan aku juga tidak akan pernah memberimu kesempatan berpikir untuk pergi dariku."ucap gadis itu.
Sampai saat wanita itu memejamkan mata nya Arthur menatap lekat wajah cantik istrinya itu.
"Aku tidak tau kenapa? aku bisa sedalam ini mencintai dirimu hingga aku merasa ingin mati saja saat mendengar kata pisah yang terucap dari bibir manis mu ini aku mohon jangan pernah katakan itu lagi, atau aku akan benar-benar pergi dari dunia ini."lirih Arthur.
Pria itu tidak tau jika saat ini istrinya masih mendengar gumaman nya saat ini.
Alina pun berucap di dalam hatinya.
__ADS_1
"Aku pun tidak tahu kenapa? aku bisa langsung jatuh cinta padamu sejak kali pertama aku melihat mu yang tengah berdiri di dinding kaca itu."gumam Alina di dalam hatinya.
Sampai saat pagi menjelma kedua insan itu belum juga bangun dari atas ranjang tersebut karena keduanya kelelahan setelah percintaan yang terus dilakukan hingga pukul lima pagi.
Mereka mengakhiri itu saat keduanya harus mandi dan menunaikan ibadah.
Setelah itu barulah keduanya terlelap dalam keadaan bersih setelah itu.
Sementara Jenny pagi-pagi sekali wanita itu sudah menangis dalam diam, saat seseorang yang dulu pernah menjadi rekan bisnisnya mengirimkan sebuah video yang tidak pantas yang dilakukan oleh suaminya dengan Kasandra di hotel tersebut.
Seorang pria yang jauh lebih muda dari segi usia itu kini merasa prihatin dengan nasib Jenny.
Pria itu tidak bermaksud untuk membocorkan aib tamu hotel tersebut, tapi pria muda itu begitu peduli dengan Jenny yang kini tengah dikhianati oleh suaminya sendiri.
"Tega kamu mas, sudah berapa kali ini terjadi, pantas saja kamu rela melakukan pertukaran saat Arthur menolak untuk menikahi wanita itu."lirih Jenny yang benar-benar merasakan kehancuran.
"Kamu tega."ucapnya lagi sambil menangis sesenggukan.
...*****************...
Seberapapun besarnya rasa cinta Jenny pada Daniel, wanita itu kini bertekad untuk melupakan pria itu.
Arthur tengah berusaha untuk membuat sarapan pagi bagi istrinya yang kini masih terlelap, karena kelelahan.
Sampai sarapan yang simpel itu jadi, Arthur menata itu di piring.
Arthur membuat steak ikan salmon yang dia pelajari di YouTube.
Pria itu ingin menyenangkan istri tercintanya itu dengan memberikan dia sarapan pagi yang bergizi tinggi Arthur berharap saat ini akan ada calon anak yang tumbuh di dalam rahim sang istri.
Alina pun terbangun saat kecupan hangat itu mendarat di bibir manis miliknya.
"Bangun cinta lihat aku sudah buat sarapan pagi untuk kita."ucap Arthur.
"Heumm lemes."ucap gadis itu.
"Heumm,,, tapi nikmat kan Yank...mau tambah lagi."ucap gadis itu.
"Tentu saja tidak aku masih ingin menikmati aktivitas ku yang lainnya selain itu."ucap gadis itu.
Arthur langsung mencolok hidung mancung milik istrinya itu.
"Baiklah tapi tunggu aku mandi dulu ya bau asem."ucap Alina sambil. berakting ke bauan.
"Sayang aku tak mencium bau itu justru kamu selalu wangi.jadi tidak perlu mandi."ucap Arthur.
"Heumm gombal."ucap Alina sambil mengecup pipi Arthur.
"Morning."lirih Alina.
"Love."lirih Arthur yang kini benar-benar merasa sangat bahagia.
"Apa sayang apa? Aku salah."ucap Alina.
"Tidak sayang justru aku ingin setiap detik kamu seperti ini rasanya sungguh sangat bahagia."ucap Arthur.
"Dikasih hati minta jantung."ucap Alina yang kini mengalungkan tangannya di leher Arthur lebih tinggi darinya hingga dia harus berjinjit terlebih dahulu untuk bisa mengecup pipi Arthur.
"Sayang eum."kata-kata Alina langsung tertahan saat Arthur membungkam bibir itu dengan bibirnya.
Ciuman itu berlangsung cukup lama hingga Arthur sendiri yang mengakhirinya.
"Makan dulu sarapannya keburu dingin tidak enak."ucap Arthur.
"Terimakasih my husband."ucap Alina.
"Suamiku sayang itu jauh lebih menggoda."ucap Arthur sambil tersenyum.
"Bukankah itu sama saja."ucap Alina yang kini mulai memotong steak salmon tersebut.
Alina pun menyantap itu dan terlihat begitu menikmatinya.
Sampai saat ini keduanya tengah bersiap untuk pergi ke rumah Jenny yang hanya beberapa langkah tersebut.
Arthur baru selesai menyisir rambut dibantu oleh Alina merapihkan kemejanya rencananya setelah dari rumah mertuanya itu dia dan Arthur ingin pergi mengunjungi rumah yang sudah berikan kepadanya sebagai mas kawin.
Disana sudah dipenuhi oleh semua kebutuhan mereka berdua hanya saja Arthur ingin istrinya melihat apa? ada yang kurang semua diserahkan kepada istrinya itu.
Rencananya Arthur juga akan mengajak Jenny untuk tinggal bersama dengan mereka.
__ADS_1
Dan Alina pun sudah menyetujui itu.
Alina akan punya teman disana disaat Arthur tengah berada di kantor atau melakukan perjalanan bisnis.
Namun sesampainya di sana Arthur dan Alina begitu kaget melihat keadaan Jenny yang sangat menyedihkan matanya sembab dan bahkan wanita itu tengah melamun sendirian di balkon kamar tersebut.
Arthur langsung menghampiri Jenny dan berjongkok di hadapan sang Bunda.
"Mommy kenapa, bicara sama Arthur mom."ucap Arthur.
Namun bukan menjawab Jenny masih diam dengan tatapan kosong.
Arthur mengguncangkan bahu sang Bunda yang kini terlihat menyedihkan itu hingga Jenny tersadar dari lamunan terdalamnya.
"Boy... kamu disini."ucap Jenny yang kini mengusap wajahnya yang cantik itu.
"Mommy kenapa?."ucap Arthur yang memeluk ibunya.
"Tidak apa-apa, bunda hanya sedang teringat dengan kakek dan nenek."ucap Jenny berbohong meskipun sedikit banyak ada kaitannya.
"Mommy bohong, tidak mungkin mommy seperti ini jika sedang teringat kakek dan nenek, tapi tidak apa Arthur mengerti mommy mungkin mommy perlu waktu untuk bicara."ucap Arthur.
"Tidak ada apapun sayang mana menatu Bunda."ucap Jenny.
"Ada disini tuh."ucap Arthur yang kini menunjuk kearah Alina.
"Sayang,,, kemarilah maafkan Bunda tidak bisa memberikan pesta pernikahan yang meriah untukmu."ucap Jenny.
"Tidak perlu Bunda, yang paling penting adalah do'akan semoga pernikahan ini tetap langgeng dan bahagia sampai seterusnya."ucap Alina.
"Amiin sayang."ucap Jenny yang kini memeluk menantunya itu.
Kesediaan Jenny sedikit berkurang setelah kedatangan anak dan menantunya itu.
"Mom,,, ayo bersiap aku dan istriku akan melihat rumah baru kami."ucap Arthur.
"Mommy nanti saja kesannya setelah kalian benar-benar akan pindah. sekarang mommy masih merasa lelah."ucap Jenny beralasan.
"Heumm tidak mau, harus sekarang."ucap Arthur.
"Baiklah putra ku yang tampan, agar kamu puas Bunda akan ikut."ucap Jenny.
Jenny bankit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu.
Saat itu Arthur melihat laptop miliknya ada di atas ranjang sang mommy.
Pria itu langsung meraih nya dan membuka laptop yang masih ada flashdisk terpasang di sana.
Arthur langsung membuka itu dan menyalakan layar tersebut dan betapa terkejutnya ia saat melihat video berdurasi tiga jam lebih itu.
"Bajingan!!!."Arthur berteriak keras hingga Jenny yang kini tengah bercermin pun langsung menangis sesenggukan, Jenny tau putranya tidak akan pernah semarah itu jika dia tidak sedang marah besar.
"Sayang ada apa?."ucap Alina yang langsung berlari menghampirinya.
"Dasar bajingan akan aku bunuh mereka berdua."ucap Arthur yang kini meninggalkan istrinya dengan amarahnya yang kini meledak-ledak.
"Yang tunggu Yank please tunggu jangan pergi dalam keadaan marah tidak baik, kamu harus tenang ada apa? sebenarnya ini."ucap Alina yang tidak digubris oleh Arthur yang kini pergi dengan mobilnya.
"Arthur! tunggu."pangil Alina.
Wanita itu tidak berhasil menghentikan suaminya yang sudah berlalu pergi.
Sementara Jenny keluar dalam keadaan basah dengan air mata Alina langsung bergegas menuju kamar ibu mertuanya hendak memberitahu kepergian Arthur tapi ternyata Jenny sudah memberikan anggukan kepala saat Alina berkata
"Arthur."
"Biarkan saja, karena biar bagaimanapun putra mommy tidak akan bisa dihentikan saat dia tengah mengamuk."ucap Jenny.
"Semoga saja mereka selamat."ucap Jenny.
Sementara itu Arthur seakan kehilangan kendali atas dirinya sesampainya di hotel tersebut dia langsung bertanya apa tuan Daniel Andersen ada di sana atau tidak.
Resepsionis itu pun mengangguk dan Daniel langsung bergegas menuju kamar itu.
Arthur langsung masuk kedalam lift menuju kamar hotel yang kini ditempati oleh kedua durzana itu.
Dulu saat ia dikhianati oleh Ririn, pria itu tidak seperti saat ini meskipun sama-sama marah tapi tidak sehebat saat ini.
Saat pintu itu dibuka tiba-tiba Daniel yang kini tengah berpacu di atas wanita itu di pagi hari langsung melompat kaget.
__ADS_1
"Bajingan."