
Alina kini masih menangis sesenggukan di pelukan Junior, Dio juga merasa bersalah dengan perkataan dirinya pada Junior tadi.
Dia tau Junior bahkan sudah dua kali rela berkorban nyawa demi dirinya, tapi Alina juga tidak bisa menempatkan Junior di dalam hidupnya karena Alina memiliki suami dan anak.
Bukan hanya itu, Junior bahkan sudah bertunangan dengan seorang gadis. dan kedua orang tuanya tidak menerima Alina di sisi Junior.
"Pulanglah Jun, daddy mu pasti akan murka jika tau dengan pertemuan kita.!"ucap Alina lirih.
"Aku tidak mungkin pergi meninggalkan mu disini sendirian babe,,, aku sangat mencintaimu! Dan satu hal yang harus kamu ketahui aku sudah menanamkan benih di rahimmu yang sebenarnya tidak memiliki masalah itu."ucap Junior.
"Apa? maksud mu Jun."tanya Alina.
"Rahim mu tidak bermasalah saat aku menemui dokter itu, dia bilang ada yang mengancamnya untuk mengatakan itu."ucap Junior.
"Tapi aku sudah melakukan pemeriksaan saat itu dan mereka bilang kemungkinan besar aku tidak akan pernah punya anak lagi."ucap Alina.
"Mereka bukan dokter, mereka yang memeriksa mu adalah orang suruhan Teresa yang menyamar."ucap Junior tegas.
"Kamu tau semua itu darimana?."tanya Alina.
"Darimana? itu tidak penting,,, yang terpenting saat ini aku ingin kamu mempertahankan anak kita jika dia tumbuh disini nanti karena dengan begitu kita bisa bersama untuk selamanya."ucap Junior.
Alina pun tersadar, dia baru bisa mencerna kata-kata Junior yang mengatakan bahwa ia akan hamil anak dari Junior.
Alina langsung menggeleng dia begitu syok, bagaimana? jika semua itu benar-benar terjadi. dan bagaimana? jika Arthur tau.
Pikiran Alina semakin berkecamuk hingga dia langsung melepaskan tangan Junior dari pinggangnya.
"Tidak Jun, itu tidak boleh terjadi,,, aku punya suami!."ucap Alina.
"Babe,,,, aku akan pastikan bahwa kalian akan segera bercerai kembali karena biar bagaimanapun juga kamu hanya akan menjadi milikku."ucap Junior.
"Junior!!."panggil Alercxa yang kini tiba-tiba berada di hadapan mereka berdua.
"Daddy,,, aku sangat mencintainya."ucap Junior.
"Maafkan saya tuan, saya tidak berdaya anda boleh melenyapkan saya saat ini juga."ucap Alina.
"Enyah dari hadapan ku.! sebelum aku kehabisan kesabaran."ucap Alercxa saat itu juga.
Alina hendak pergi tapi Junior malah menghalangi jalannya.
"Tidak daddy aku sangat mencintainya.! Daddy bisa membunuh ku sebelum menyakiti dia."ucap Junior.
"Bawa dia pergi."ucap Alercxa pada anak buahnya.
Junior berontak dan menghajar para pria berbadan kekar itu.
"Sudah Jun, menurut saja jangan buang-buang tenaga mu,,, kamu tidak akan bisa melawan kehendak kedua orang tua mu."ucap Alina.
"Tidak babe aku sangat mencintaimu."ucap Junior.
"Sayang ternyata kamu benar-benar disini, ada apa? ini."tanya Arthur
Pria itu datang bersama dengan Alana yang sedari tadi meminta untuk mencari ibunya.
"Ajari istrimu untuk tidak menggangu pria lain."ucap Alercxa tegas.
"Apa? Yang anda katakan,,, seharusnya anda yang harus menjaga putra anda agar tidak mendekati istriku lagi."ucap Alercxa.
"Heeuuh... apa? kau tidak tahu itu."ucap Alercxa yang melempar sebuah flashdisk pada Arthur.
"Cukup,,, jangan berdebat lagi tuan, aku yang salah aku yang menggoda putra anda dan bukti itu itu adalah bukti perselingkuhan ku dengan Junior mas,,, kamu bisa membunuhku atau menceraikan aku aku sudah tidak punya harapan lagi."ucap Alina yang kini pergi meninggalkan semua orang yang tengah menatap tajam kearah nya.
"Alina tunggu."ucap Arthur yang malah membuang flashdisk tersebut. dia tidak ingin melihat bukti apapun karena yang ia tahu saat ini adalah istrinya tengah putus asa.
Alina membawa mobil tersebut dengan kecepatan tinggi, dia tidak peduli jika saat ini dia mati karena kecelakaan dia sudah tidak punya harapan untuk hidup lagi selain buah hatinya.
Tapi jika dia hidup dan berpisah dari Arthur pun Alina tidak bisa memberikan kehidupan yang layak seperti yang diberikan oleh Arthur pada mereka selama ini.
__ADS_1
Semua sudah terjadi kini hanya ada jalan buntu di kepala Alina. dia sudah menjadi seorang pendosa dan dia tidak mungkin bisa hidup dengan baik lagi di dunia ini.
Teriakkan dan kemudian makian dari orang-orang tidak dihiraukan oleh dirinya saat itu Alina terus mengemudi dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya dia menabrak pembatas jalan dan mobil itu terbalik dan berguling.
"Alina!!!."teriak Arthur yang baru tiba di tempat kejadian perkara.
Darah itu mengalir dari balik pintu mobil tersebut.
Junior yang juga baru tiba dia berteriak keras.
"Babe!!..."teriak Junior yang langsung keluar dari dalam mobil.
Arthur yang kini terus memanggil Alina yang sudah pasti keadaannya tidak baik-baik saja, warga yang ada di sekitar tempat kejadian dan juga orang-orang yang melintas membantu Arthur mengevakuasi Alina yang kini bisa di keluarkan dari dalam mobil dalam keadaan yang mengenaskan.
Sampai saat ambulans tiba, dengan cepat Arthur membawa istrinya kedalam mobil tersebut dibantu oleh petugas medis yang datang.
Saat itu Alina masih bernafas meskipun tidak sadarkan diri.
Hingga saat ia tiba di rumah sakit, polisi yang saat itu terlambat datang karena tidak adanya laporan mereka datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Alina.
Arthur kini tengah bolak-balik di depan ruang operasi, sementara sedari tadi Alana sudah dibawa pulang oleh asisten pribadi Arthur, gadis itu tidak sempat melihat kejadian itu karena dia tengah terlelap di dalam mobil.
Junior sendiri entah dimana? Pria itu saat ini.
Arthur tidak perduli dengan apa? yang terjadi diantara mereka saat ini. karena dia tahu istrinya tidak akan pernah mengkhianati dirinya jika pria itu tidak terus-terusan mendekati istrinya itu.
Arthur sadar semua itu adalah kesalahan dirinya, jika benar mereka melakukan hal itu. Arthur pun akan menganggap semua itu adalah balasan atas perbuatannya dulu.
Arthur pun masih menunggu di depan ruang operasi.
Sampai delapan jam lebih operasi itu baru selesai dilakukan. namun dia harus mendapati kenyataan bahwa saat ini Alina mengalami koma.
Arthur menangis sejadi-jadinya hingga Jenny dan Arda sudah tidak bisa lagi berkata-kata.
Jenny sendiri masih menangisi keadaan Alina yang kini berada di ruang NICU.
Hampir seluruh bagian tubuhnya itu di balut perban terutama di bagian kepala yang merupakan bagian paling fatal yang mengakibatkan Alina koma.
Kondisi yang sangat mengerikan dan tidak bisa dibayangkan, namun jika Arthur tidak menyelamatkan istrinya itu secepatnya mungkin saat ini Alina tidak hanya koma tapi dia sudah tiada.
...******...
Hari demi hari Arthur lalui menunggu sebuah keajaiban itulah Arthur saat ini.
"Honey... bangun aku tidak bisa melihat mu begini terus, kasihan anak-anak jika kamu terus seperti ini. Aku sudah berulang kali berbohong kepada mereka jika saat ini kamu sedang ada urusan diluar lalu jika kamu seperti ini terus bagaimana? Aku bisa menjelaskan itu pada mereka nanti."ucap Arthur.
Pria itu bahkan sudah menjadikan ruang rawat istrinya itu sebagai rumah keduanya.
Setiap hari Arthur akan datang dan pergi dari rumah sakit tersebut.
Tidak terasa dua minggu sudah berlalu Alina pun masih menempati ruangan yang menggambarkan kehidupan atau kematian yang akan membawa dia keluar dari tempat tersebut.
Sementara itu di kediaman Arthur, ketiga anak mereka tengah rewel karena tidak kunjung bertemu dengan sang mommy mereka terus bertanya-tanya dimanakah sang mommy berada karena Alina tidak pernah pulang sampai saat ini.
"Pulanglah nak,,,, temui mereka. sudah saatnya mereka tahu semuanya jangan lagi menyembunyikan kebenaran ini pada mereka. setidaknya mereka akan mengerti jika suatu saat nanti kejadian terburuk menimpa mommy mereka ."ucap Jenny yang kini tengah mengelus bahu putra semata wayangnya.
"Aku tidak sanggup melihat mereka bersedih mom,,, mereka masih sangat kecil."ucap Arthur.
"Kamu juga tidak punya pilihan lain Ar,,, jika Alina tidak bangun lagi, kamu akan lebih kesulitan untuk menjelaskan semuanya pada mereka."ucap Arda.
"Aku tidak ingin mendengarkan kata-kata itu.! istriku akan kembali sembuh aku yakin itu."ucap Arthur.
"Kami juga berharap seperti itu, tapi Arthur saat ini hanya ada sedikit kemungkinan untuk itu. istrimu masih bisa bernafas juga karena bantuan mesin."ucap Arda.
"Diam,,,,! Aku bilang jangan berkata buruk tentang istriku."ucap Arthur.
"Maafkan aku Arthur tapi harusnya kamu membuka mata dan sudah bersiap untuk semua kemungkinan terburuk."ucap Arda.
"Aku bilang stop!!."ucap Arthur.
__ADS_1
"Sudah-sudah sayang sudah jangan paksa lagi, berdoalah semoga Alina benar-benar bisa kembali sehat."ucap Jenny.
Sampai saat Arthur pulang ke rumah. dia tidak kuasa menahan tangisnya saat melihat ketiga anak mereka terlihat terlihat bersedih dan bahkan berat badan ketiganya mengalami penurunan mungkin karena mereka begitu merindukan Alina.
"Kalian bisa bertemu dengan mommy tapi daddy minta saat kalian bertemu nanti kalian tidak boleh sedih berlarut-larut kasihan mommy saat ini."ucap Arthur.
"Memangnya mommy kenapa? Daddy dimana? mommy."pertanyaan beruntun itu keluar dari ketiga anaknya itu.
"Mommy mengalami kecelakaan dan sampai saat ini mommy masih belum sadar dia berada di rumah sakit selama ini daddy tidak bilang karena takut kalian bersedih, sekarang kalian harus banyak berdoa semoga mommy cepat sembuh dan kembali berkumpul lagi dengan kita."ucap Arthur.
"Aku ingin menjenguk mommy daddy."ucap Arion.
"Aku juga."ucap Arionan.
"Aku juga Daddy."ucap si cantik Alana.
"Baiklah sayang tapi janji pada daddy setelah bertemu dengan mommy kalian harus lebih baik dari saat ini kalian harus menurut dengan ucapan aunty Luna agar kalian tetap sehat. karena jika kalian sakit atau kurus nanti mommy akan bersedih."ucap Arthur.
"Baiklah daddy."ucap ketiganya.
Arthur pun meminta Luna untuk menyiapkan segala keperluan ketiganya karena setelah itu mungkin mereka akan tinggal di apartemen yang tak jauh dari rumah sakit agar bisa bolak-balik menjenguk ibunya.
Arthur masih menitikkan air mata, saat ketiga anaknya pergi menuju kamar mereka untuk berganti pakaian dan bersiap untuk menemui Alina.
Sementara itu di tempat lain, saat ini Junior tengah menjalani upacara pernikahan dengan Katerina.
Wanita itu tampak sangat cantik dengan balutan gaun pengantin yang super mewah itu, tapi hati Junior masih memikirkan Alina yang entah bagaimana? kabarnya setelah terakhir kali dinyatakan koma.
Pria itu memejamkan matanya sejenak memanggil nama wanita yang ia cintai di hati terdalamnya.
Hingga saat upacara pemberkatan itu berhasil dilakukan, akhirnya pesta pernikahan pun digelar dengan sangat megah.
Alercxa begitu terlihat bahagia bersama dengan sahabat masa mudanya dulu bah tawa lepas itu bisa terlihat oleh Leony yang sampai saat ini hanya memiliki raga pria tampan yang sudah tidak lagi muda seperti saat mereka bertemu dulu.
"Apa? ini yang membuat mu bahagia, selama kita bersama aku tidak pernah melihat kamu sebahagia saat ini. apa? hidup bersamaku seperti sebuah kutukan."lirih Leony yang kini tersenyum kecut.
Alercxa pun melirik kearah wanita cantik yang selama ini ada di dalam hidupnya.
Ya,,,, wanita yang adalah Leony sang istri yang kini tengah memperhatikan dirinya.
Alercxa pun berpamitan pada mereka dan pergi menghampiri Leony yang kini tengah duduk di sebuah kursi dengan handphone di tangannya.
Wanita itu baru saja mengabadikan momen langka itu.
"Sedang apa? duduk sendiri di sini kenapa? tidak bergabung dengan mereka."tunjuk Alercxa pada sekumpulan orang yang tak lain adalah keluarga besarnya itu.
"Mereka hanya mengenal Olivia tidak mengenal ku sama sekali jadi aku tidak mungkin bergabung dengan orang yang mengasingkan ku."ucap Leony simpel.
"Kak, ini obatmu masih belum kamu minum."ucap seorang pria berusia empat puluh lima tahun yang masih terlihat sangat gagah dan tampan itu.
"Apa? obat..."ucap Alercxa yang kini terlihat kaget.
"Ah, Leon,,, itu hanya vitamin kakak lupa sebaiknya simpan saja nanti saat kakak pulang kakak akan minum."ucap Leony yang kini bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
Leon yang saat ini terlihat cemas tidak bisa menyembunyikan kecemasannya dari Alercxa yang kini menatap keduanya secara bergantian.
"Ah, Leon kakak lupa di koper kakak ada hadiah untuk mempelai wanita tolong bantu kakak bawakan."ucap Leony dengan cueknya sambil meraih segelas wine yang kini terlihat seperti darah yang keluar dari dalam mulutnya.
Leon yang melihat itu dia sadar kakaknya sengaja mengecoh Alercxa.
"Kak ikut aku ada wine terenak di sana."ucap Leon Leony pun mengangguk sambil berpura-pura meneguk wine tersebut dan tetap meletakkan gelas itu di bibir nya yang kini terus mengeluarkan darah.
Sampai saat mereka tiba di sebuah lift.pria itu langsung melepaskan jas nya dan dengan sigap menjadikan itu sebagai alas untuk muntahan darah yang kini tengah terjadi.
"Kenapa kakak tidak pernah jujur aku hal ini pada pria itu."ucap Leon.
"Tidak Leon kakak tidak ingin dikasihani seperti selama ini dia mengasihaniku sudah cukup. setidaknya Junior kini sudah memiliki istri dan ada yang menemani dirinya di sisinya setidaknya saat kakak tiada nanti dia tidak akan merasakan kesepian lagi."ucap Leony yang terbata-bata dan terus memuntahkan darah.
Sementara Leon hanya bisa menangis dalam diam.
__ADS_1
Tapi mereka tidak tahu jika saat ini seseorang tengah melotot tak percaya dengan apa? yang dia lihat.