Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
Bab 41


__ADS_3

Alina tertegun melihat bukti-bukti yang telah di berikan oleh Arthur tentang masa lalu yang pahit itu.


Semua bukti dugaan perselingkuhan yang ternyata palsu dan hanya sebuah jebakan dari rekan bisnis Arthur yang memanfaatkan Ririn sebagai mantan istri Arthur itu kini balasan itu sudah mereka dapatkan.


Musuh terbesar tuan Daniel itu kini mengalami kehancuran yang lebih menyakitkan dari yang dialami oleh Arthur.


Dia sudah ditinggal oleh keluarga juga mendapatkan penyakit kelamin dan juga kehancuran perusahaannya itu.


Begitu pula dengan Ririn beruntung bayi itu meninggal saat dilahirkan ke dunia karena jika tidak dia akan menderita seperti kedua orang tuanya yang kini tengah melakukan pengobatan untuk penyakit tersebut.


Alina pun mengangguk pelan. ada rasa yang sulit untuk diungkapkan oleh keduanya saat ini, tapi setidaknya mereka sudah merasa lega.


"Mas, sudah periksa."ucap Alina.


"Tentu saja Sayang... dan hasilnya negatif karena mas tidak pernah menyentuh Ririn sejak mas melihat dia bersama dengan pria lain."ucap Arthur.


"Lalu kejadian kemarin?."tanya Alina.


"Kejadian apa? sayang dia hanya menjebak mas berbaring bersama dirinya tidak ada yang terjadi karena dia tidak berpungsi saat itu."ucap Arthur.


"Mas, apa? yang sebenarnya mereka mau darimu."ucap Alina.


"Mereka ingin kehancuran rumah tangga kita, otomatis dengan begitu perusahaan pun akan hancur. "ucap Arthur.


Alina pun mengangguk pelan.


Setelah semua selesai kini keduanya beristirahat di samping kedua putranya.


Sementara asisten pribadi Arthur tengah mengurus pengambilan hasil rekap medis dan juga menebus obat untuk istri dari bosnya itu.


Di tempat lain, kini Junior tengah menyesali perkataannya pada Alina yang mengijinkan Alina untuk pergi menemui Arthur.


Arthur yang sangat mencintai Alina sudah pasti tidak akan pernah membiarkan wanita itu pergi lagi.


"Bajingan! **** you..."ucap pria yang kini tengah meneguk wine langsung dari botolnya.


Junior yang begitu mencintai Alina dari sejak pertama kali mereka bertemu pun kini dia tidak bisa terima dengan kembalinya Alina pada Arthur.


Pria itu terus mengamuk hingga sang daddy datang dan menenangkan dirinya, akhirnya Alercxa bilang bahwa Junior harus berusaha untuk mendapatkan wanita itu dengan kelembutan dan kasih sayang, bukan dengan pemaksaan.


Alercxa bukan mendukung kesalahan putranya, tapi pria itu ingin Junior belajar dari kesalahannya bahwa tidak selamanya apa? yang dia inginkan bisa ia dapatkan


Junior pun akan mengikuti langkah yang Alercxa beritahukan kepadanya untuk mendapatkan Alina yang merupakan cinta sejatinya itu.


Sampai saat nanti saat Alina benar-benar sudah benar-benar berubah dan melihat cinta yang ia berikan.


pria yang kini berusia 22 tahun itu tengah mengatur strategi, yang bagus untuk melakukan pendekatan pada wanita itu dengan kata persahabatan.


Alina sendiri kini tengah memperbaiki hubungan yang sempat retak karena orang ketiga tersebut.


Kini harinya dimulai dengan menyelesaikan tugasnya sebagai seorang istri sekaligus sebagai seorang ibu.


Alina bangun pagi sekali, hal yang paling pertama ia lakukan adalah membersihkan diri setelah percintaan panjang yang terjadi seakan mereka tengah berbulan madu setelah pernikahan.


Setelah itu dia kembali mengisi bathtub-e dengan air hangat untuk suaminya mandi karena mulai saat ini Arthur dibiasakan bangun lebih awal dari biasanya karena setelah mandi dia diwajibkan untuk menemani kedua putranya hingga waktu sarapan pagi tiba dan saat sebelum berangkat kerja.


Semua itu sengaja dilakukan dengan kesepakatan mereka dan Arthur pun sangat menyukai kegiatan itu.


Setelah selesai mengisi bathtub-e Alina pun keluar dari dalam kamar mandi untuk membangunkan suaminya yang masih terlelap dalam tidurnya.


Alina pun menghampiri suaminya dia naik keatas ranjang dan mengelus lengan suaminya.


"Mas bangun sudah saatnya mandi."ucap Alina.


"Heumm... Kiss me please Honey."pinta Arthur.


Belum saatnya morning kiss honey."ucap Alina.


"Heumm.... tapi harus bangun kan?."ucap Arthur manja.


Alina pun mengalah dia langsung mengecup bibir Arthur saat itu juga.


"Heumm... thank you honey."ucap Arthur yang langsung membalas kecupan itu sedikit dibarengi dengan gigitan manis di bibir


Nakal buruan mandi atau nanti terlambat bertemu dengan kedua putra kita."ucap Alina.

__ADS_1


Arthur pun menurut, tapi saat sudah berada di dalam kamar mandi dia kembali berteriak.


"Honey handuknya mana."ucap pria itu.


"Mas, jangan main-main aku sudah siapkan semuanya disitu."balas Alina.


"Honey aku tidak main-main handuknya tidak ada."ucap Arthur lagi.


"Tidak usah pakai handuk sekalian."ujar Alina yang tidak menggubris suaminya yang memang sudah sering menggoda Alina dulu.


Wanita itu lanjut pergi menuju kamar kedua putranya untuk memastikan bahwa keduanya minum susu dengan kenyang.


Alina akan menyusui keduanya sebelum dia beraktivitas di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga kecilnya itu karena kedua jagoannya pun sudah mulai memakan makanan pendamping ASI dan Alina tidak memberikan makanan instan pada putranya itu.


Alina akan membuat bubur campur sayur dan daging atau ikan dan ayam, setiap hari akan digilir untuk memberikan asupan gizi yang baik untuk putranya itu.


Sementara untuk suaminya yang merupakan pria keturunan luar itu Alina sesekali akan membuat sarapan pagi seperti biasanya yang sering Arthur makan meskipun pria itu tidak pernah protes, makanan apapun yang di buat oleh Alina maka dia akan memakan semua itu karena lidah Arthur sudah terbiasa dengan makanan apapun yang Jenny buat untuknya dulu.


Alina kini tengah duduk di tepi ranjang sambil memangku salah satu putraya yang memang sudah terbangun lebih awal, dia adalah Arionan.


Sibontot yang sangat manja itu kini tengah minum asi dengan begitu kuat.


"Sayang haus ya, heumm.... pelan-pelan ya, sebentar lagi kita akan segera sarapan pagi mommy siapkan dulu bubur lezat kesukaan Arionan oke."ucap Alina.


Tidak beberapa lama setelah Arionan selesai minum susu, si sulung Arion bangun merengek minta hal yang sama, Alina pun langsung memberikan itu, kebetulan stok ASI masih banyak.


"Pelan-pelan sayang mommy tidak akan pergi sebelum Arion kenyang."ucap Alina.


Putra sulungnya seolah mengerti dengan apa yang dia katakan, akhirnya Arion menyusu dengan tenang seperti biasanya.


Sementara itu di kamar sebelah Arthur baru selesai memakai pakaiannya.


Arthur pun langsung bergegas menuju kamar kedua anaknya.


Sesampainya di sana pria itu melebarkan senyumnya saat melihat kedua jagoannya tengah dimandikan oleh istrinya dibantu oleh baby sitter yang membantu mengambilkan keperluan kedua jagoan tersebut hingga mereka selesai mandi dan berpakaian rapi juga wangi akhirnya tiba giliran Arthur membawa kedua jagoan itu pergi ke lantai bawah untuk bermain di ruang keluarga sambil menunggu Alina selesai memasak.


************


Alina pun selesai membuat makanan untuk sarapan pagi keluarga kecilnya itu, sementara para pelayan dan baby sitter masak untuk mereka makan di dapur belakang.


Alina kini sudah duduk di samping Arthur, wanita itu tengah sarapan pagi bersama dengan sang suami tercinta setelah selesai menghidangkan sarapan pagi untuk suaminya itu di piring milik Arthur, Alina langsung mengisi piring miliknya.


"Terimakasih honey."ucap Arthur.


"Heumm... sama-sama sayang."ucap Alina.


Pagi ini dilewati penuh suka cita, setelah Arthur selesai sarapan pagi dia pun bermain sebentar dengan kedua jagoannya setelah itu dia pun bersiap untuk pergi kekantor.


Diantar sampai lobby Mension dengan senyuman sang istri dan juga celotehan kedua putranya saat ini hidup Arthur terasa lebih sempurna.


"Aku pergi dulu honey, hati-hati di rumah ingat jangan pergi kemanapun sebelum aku kembali."ucap Arthur yang selalu mencemaskan istrinya saat dirinya sedang tidak berada bersama dengan mereka.


Saat ini rumah Arthur dijaga ketat untuk menghindari musuh yang diam-diam mengincar jantung hati Arthur yaitu mereka bertiga.


Alina dan kedua putranya suatu saat nanti pasti akan selalu dijadikan sasaran balas dendam mereka yang berhasil Arthur kalahkan saat berbisnis.


Alina pun mengangguk tanda mengerti, Arthur memberikan isyarat pada mereka yang berjaga di luar rumah dan di pos samping pintu gerbang Mension tersebut.


Alina pun masuk dengan kedua putranya itu diikuti oleh kedua baby sitter, karena setelah itu Alina akan berolahraga di ruang Gym yang ada di kamar Alina.


Sebenarnya sejak lama ruangan Gym itu sudah ada tapi Alina memilih Gym di luar karena ingin menenangkan hati.


Ruangan yang ada cukup luas dengan fasilitas Gym lengkap yang menjorong ke luar itu memiliki pencahayaan yang baik, dari sinar matahari pagi.


Dan itu memang sudah di atur sedemikian rupa untuk kesehatan tubuh.


Disaat Alina tengah berolahraga, kedua putra mereka akan bermain bola di atas karpet yang menyerupai rerumputan tersebut sambil ditemani kedua baby sitter tentunya karena mereka baru bisa merangkak.


Alina pun selesai berolahraga setelah satu jam lamanya, setelah itu dia langsung membersihkan diri di dalam kamar mandi sementara kedua putranya itu kini dibawa ke kamar mereka untuk dibersihkan dan berganti pakaian karena setelah itu saatnya keduanya untuk bobo pagi tepat pukul sepuluh pagi.


Karena mereka akan tidur dua kali di siang hari.


Alina yang sudah selesai mandi dan berganti pakaian, dia langsung menyusul kedua putranya itu.


Alina tersenyum saat melihat keduanya kini tengah menunggu dirinya.

__ADS_1


Arion dan Arionan langsung tersenyum saat melihat mommy mereka datang.


Keduanya langsung berbaring di atas ranjang empuk yang luas itu.


Alina pun langsung menaiki ranjang dan berbaring menyamping menghadap keduanya untuk minum susu, yang satunya minum susu langsung dari sumbernya yang satu sama seperti itu hanya saja menggunakan alat pompa asi yang khusus dan langsung mengalir ke dari ****** palsu yang memang di rancang khusus.


Jadi Alina tidak membuat mereka menunggu keduanya langsung tertidur pulas setelah selesai minum asi.


Alina pun akan terlelap sejenak sebelum dia menyiapkan sarapan pagi tersebut.


Alina terlelap sambil memeluk kedua putranya yang tumbuh dengan sangat baik dan gembul menggemaskan itu.


Tidak hanya tampan seperti sang daddy tapi mereka juga sangat mengasyikkan jika diajak bicara.


Alina pun larut dalam mimpi indahnya di siang hari bersama dengan kedua bocah tampan itu.


Sampai saat dering ponsel Alina membuat pemiliknya terbangun dan menerima panggilan tersebut secara refleks menerima panggilan tersebut.


Ternyata itu dari Jenny omah kedua putranya yang kini tengah berlibur bersama dengan sang suami tercinta.


Alina langsung mengarahkan handphone tersebut kearah kedua putranya yang terlelap.


Jenny yang tadinya heboh pun langsung tersenyum bahagia saat melihat kedua cucu kesayangannya.


"Mommy mau pulang mau dibawakan oleh-oleh apa?."ucap sang mertua.


"Apa saja terser mommy."ucap Alina sambil tersenyum.


"Menantu ku memang sangat baik dan pengertian baiklah mommy hanya akan membawa oleh-oleh khas dari sini saja."ucap Jenny.


"Heumm... ya."ucap Alina.


Panggilan pun berakhir karena Jenny tidak ingin cucunya yang sedang tidur itu terganggu.


Alina pun turun dari ranjang untuk membasuh wajah dan merapihkan penampilannya setelah itu dia akan turun ke bawah untuk memasak makan siang untuk mereka berempat seperti biasanya.


Arthur yang kini baru selesai meeting penting dan menyelesaikan beberapa berkas yang membutuhkan tanda tangannya itu akhirnya bersiap pulang ke rumah dan pekerjaan lainnya sudah menunggu di rumah.


Arthur mengendalikan perusahaan miliknya yang berada di Eropa dari Mension.


Disana tersedia ruangan khusus untuk menyimpan berbagai berkas penting dan penunjang lainnya.


Arthur pun langsung bergegas turun menuju lobby kantor karena disana asisten pribadinya sudah siap untuk mengantar pria itu pulang ke Mension.


Arthur pun mampir di sebuah toko kue, untuk membeli cake kesukaan istrinya itu.


Dia tidak ingin pulang dengan tangan kosong meskipun baru pulang kerja, dia juga membawa buket bunga mawar yang sangat cantik.


"Sayang aku pulang."ucap Arthur.


Alina yang mendengar suara Arthur dia langsung mencari keberadaan suaminya kebetulan makan siang mereka sudah siap kini tengah si hidangkan oleh pelayan karena Arthur terlanjur datang wanita itu bergegas pergi untuk mengurus suaminya itu.


Alina langsung memeluk dan saling mengecup satu sama lain, Alina akan membawakan tas kerja milik Arthur dan berjalan sambil bergelayut manja di lengan Arthur dan memberikan semua yang Alina ambil dari Arthur ke asisten pribadinya itu.


Sementara Alina dan Arthur akan pergi ke meja makan untuk makan siang bersama.


"Sayang tidak mau makan cake nya dulu?."tanya Arthur.


"Tidak mas, nanti saja dengan anak-anak."ucap Alina.


"Heumm.. ya."ucap Arthur.


Alina pun mulai menuangkan makanan tersebut kedalam piring milik suaminya dan juga piringnya .


Mereka pun mulai makan siang berdua di barengi dengan obrolan sesekali saling memuji.


Keduanya begitu romantis setelah perpisahan yang tidak pernah di inginkan tersebut.


Alina dan Arthur yang sama-sama saling mencintai itupun kini tengah berada di ruang keluarga setelah makan siang bersama kini giliran dia menyuapi buah hati mereka.


Keduanya yang sibuk dengan mainan bayi tersebut terus berceloteh di sela suapan yang diberikan oleh Arthur.


Alina pun menyantap cake itu sambil sesekali menyuapi Arthur yang tengah sibuk dengan kedua jagoannya itu.


Setelah ini rencananya mereka akan pergi jalan bareng ke tempat favorit mereka.

__ADS_1


Alina yang sangat senang dengan kebiasaan yang baru mereka terapkan itu.


__ADS_2