Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
Bab 78


__ADS_3

Setelah pesta pernikahan selesai digelar, kini Junior sudah membawa Alina dan anak-anaknya ke rumah yang sudah dia siapkan selama ini.


"Honey....kamar kita ada di atas, dibawa juga ada jika kamu mau."ucap Junior yang kini memencet tombol lift untuk naik keatas.


"Sayang,,, kapan? kamu bangun rumah ini heumm."ucap Alina yang kini menatap lekat wajah suaminya.


"Saat aku jatuh cinta padamu honey."ucap Junior sambil membingkai wajah cantik istrinya itu.


Setelah hari pernikahan kemarin mereka belum sempat melakukan malam pertama hingga saat ini, bukan Junior tidak ingin, tapi dia tidak ingin melakukan hal itu di Indonesia, rencananya dia ingin melakukan itu di Jepang seperti yang direncanakan mereka akan jalan-jalan ke negri sakura tersebut.


Sesampainya di dalam kamar yang sangat luas dan megah itu.


"Sayang bagaimana? dengan kamarnya."tanya Junior yang kini memeluk Alina dari belakang.


"Bagaimana? apanya heumm... ya ini kamar kan."ucap Alina sambil tersenyum.


"Ya ini kamar tapi kamu suka atau tidak.?"ucap Junior.


"Ya tentu saja suka Yank,,,"ucap Alina.


"Syukurlah sayang, nanti sore kita akan berangkat ke Jepang sayang,,, anak-anak kita bawa."ucap Junior.


"Sayang... kenapa? harus pergi ke Jepang Yank,,, kenapa? tidak disini saja kan sama saja."ucap Alina.


"Heumm.... honey... aku ingin malam pertama kita dilakukan di sana... aku ingin membuat kenangan yang tak pernah terlupakan seumur hidup kita."ucap Junior yang kini kembali merangkul pinggang istri dari belakang.


"Heumm.... baik tuan Junior yang tampan."ucap Junior.


Junior pun langsung menggendong istrinya keatas ranjang empuk itu, dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menggoda istrinya itu.


"Sayang ku,,, aku sangat mencintaimu dan aku tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan apapun itu saat bisa berduaan dengan mu."ucap Junior yang langsung mencumbu bibir istrinya itu.


Alina hanya diam dan tidak membalas ciuman tersebut hingga Junior mengigit bibir bawahnya.


"Auh... sakit Yank,,, kamu nakal ih."ucap Alina.


"Kamu yang nakal sayang."ucap Junior.


"Aku nakal lalu siapa? yang mencium ku."ucap Alina sambil menatap lekat wajah Junior yang kini tersenyum manis.


"Itu bukan nakal sayang tapi pintar."ucap Junior yang kembali mencumbu Alina hingga kemana-mana dan membuat Alina menggelinjang nikmat.


"Stop yang,,,di Jepang bukan."ucap Alina saat melihat pria itu hendak membuka kancing kemejanya.


"Heumm...gak tahan."ucap Junior.


"Heumm... sayang kamu sendiri yang bilang nanti di Jepang... tapi kenapa? kamu sendiri yang kalah."ucap Alina yang membuka kancing kemeja milik Junior yang kini kembali mencumbu istrinya itu.


Sampai saat malam pertama itu terjadi di tengah hari bolong, Alina yang kembali merasakan kebahagiaan surga dunia yang membawa dia melayang ke alam nirwana bersama dengan Junior yang terus meracou.


Sampai saat menuju puncak keduanya kini terbaring lemas sambil berpelukan.


Junior berulang kali mengecup wajah istrinya itu.


Sampai saat mereka mandi bersama, semua itu terjadi lagi dan lagi, Junior seakan tak pernah merasa lelah dengan semua itu.


Alina kini tengah berada di dalam walk-in closed yang sudah terisi penuh dengan dress dan pakaian model apapun yang keluaran terbaru ada di sana dan semua itu adalah pilihan dari Junior.


Dia sendiri yang membeli pakaian yang ada di sana secara online dari brand ternama, dan sangat fashionable.


Alina bahkan menemukan lingerie seksi yang hampir memenuhi satu lemari berukuran sedang dengan berbagai model yang sungguh menggoda iman jika dia kenakan.


Alina hanya mengambil dress rumahan yang kini ia kenakan, sementara untuk suaminya dia memilih t-shirt dan celana pendek karena akan bersantai di rumah sebelum menunggu keberangkatan, Alina juga ingin masak makan siang untuk semuanya.


"Sayang,,, aku rindu."ucap Junior yang kini terlihat ingin memeluk istrinya itu.


"Yank,,, kita belum berjauhan kenapa? terus mengatakan rindu."ucap Alina.


"Tapi beneran sayang, aku sangat merindukan mu."ucap Junior yang kini membenamkan wajahnya di curukk leher Alina yang jenjang itu.

__ADS_1


"Heumm....."ucap Alina yang kini mengelus lengan kekar itu.


"Yank,,, aku masak dulu untuk makan siang kita."ucap Alina.


"Tidak sayang,,,di rumah ini ada banyak koki profesional yang akan membuat hidangan lezat untuk kita."ucap Junior.


Akhirnya Alina hanya diam saja dia pun pergi untuk melihat anak-anaknya.


Sesampainya di sebuah ruangan tempat mereka bermain, dia melihat Alana yang tengah terdiam di pojok ruangan tersebut, sementara kedua kakaknya sedang berusaha untuk membujuk gadis kecil itu.


"Alana.. kita nanti akan minta Omah jemput kita."ucap Arion.


"Ada apa? ini sayang kenapa? bicara seperti itu."ucap Alina.


"Alana di dorong sama dia, katanya ini rumah dia jadi kita harus pergi."ucap Arion.


"Apa? benar itu Kitty."tanya Junior.


"Iya daddy ini kan rumah kita kenapa? harus ada pengganggu disini."ucap Kitty.


"Alina pun lagi-lagi terdiam dengan rasa sesak yang menjalar di dadanya.


"Sayang... kita bisa pulang sekarang juga."ucap Alina yang kini menggendong Alana, tanpa menoleh pada Junior yang kini terdiam dan mematung karena kaget dengan reaksi wanita itu.


"Sayang,,,"ucap Junior yang kini berbalik kearah Alina.


"Jun,,, aku memang mencintai dirimu, tapi aku tidak bisa mengorbankan kebahagiaan mereka."ucap Alina yang kini hendak melangkah pergi namun Junior menghadang Alina yang kini terlihat menahan tangisnya.


"Aku akan mendidik putri kita, aku mohon jangan seperti ini sayang,,, kemari Alana sayang daddy minta maaf atas nama Kitty ya sayang."ucap Junior yang hendak menggendong Alana.


"Tidak Jun, putrimu benar sekarang sebaiknya kamu curahkan perhatian itu padanya."ucap Alina yang kini hendak pergi namun Junior tidak membiarkan Alina pergi satu langkah pun.


"Babe... please kita bisa bicara."ucap Junior.


Namun Alina hanya menggeleng pelan."Ayo Arion,,,, Arionan kita pulang ke rumah kita."ucap Alina yang terlanjur sakit hati.


Alina melakukan hal itu karena sudah sangat keterlaluan anak kecil itu benar-benar seperti orang dewasa yang tidak berpendidikan.


"Dia masih terlalu kecil untuk diberikan pelajaran, Jun sebaiknya kamu curahkan kasih sayang mu padanya agar dia tidak lagi seperti itu."ucap Alina.


"Yank,,,kalau kamu pergi aku akan bunuh diri."ucap Junior.


"Jun mengertilah, aku hanya tidak ingin putriku trauma dengan perlakuan Kitty bukan aku membedakan kasih sayangku... tapi aku tidak bisa membuat putrimu mengerti dengan kasih sayang yang aku berikan padanya! dia tetap saja menghinaku sebagai seorang pengganggu... aku tau dia masih sangat kecil dan polos tapi kata-kata itu tidak seharusnya terus ia katakan, apalagi pada anak-anak ku. jika itu hanya padaku aku masih bisa memaafkannya tapi putriku tidak tau apa-apa."ucap Alina yang kini berlinang air mata.


...********...


Sudah berulang kali Junior mengatakan maaf pada Alina, tapi Alina tetap kekeuh ingin pergi karena menurut Alina tinggal terpisah itu jauh lebih baik daripada ketiga anaknya harus terluka seperti saat ini.


"Yank,,, please maaf kan aku, aku janji akan membuat dia belajar dengan baik untuk menghormati mu sebagai mommy nya, tapi please jangan pernah pergi...ini rumah mu rumah kita semua."ucap Junior.


"Jun!! Aku bilang kamu tidak bersalah tapi sebaiknya kita tinggal masing-masing saja hingga dia bisa menerima ku sebagai ibunya."ucap Alina.


"Ada apa? ini."ucap Alercxa yang baru saja tiba.


"Daddy tolong hentikan menantu daddy ingin pergi karena putriku terus menghina Alina."ucap Junior.


Alercxa hanya diam sambil menatap kearah keduanya.


Sampai saat Alina kembali melangkahkan kakinya, Alercxa langsung berkata."Kau itu sudah lebih dewasa dari cucuku,,, tapi kenapa? kau dikalahkan dengan bocah yang bahkan baru berusia dua tahun, bahkan kau rela mengorbankan pernikahan demi mempertahankan harga diri mu. Dan aku tidak menyalahkan cucuku disini... karena yang dia katakan adalah kenyataannya memang seperti itu."ucap Alercxa.


Junior langsung membulatkan matanya, dia benar-benar tidak mengerti dengan sikap sang daddy yang berubah-ubah tersebut.


"Daddy."ucap Junior yang kini terlihat marah.


"Kenapa? Junior... itu memang benar, dia mengganggu rumah tangga kalian... dan sekarang setelah berhasil mendapatkan mu, dia ingin menguasai dirimu tanpa berusaha untuk meluluhkan cucuku! bukankah itu adalah hal yang begitu egois."ucap Alercxa.


Alina tidak pernah peduli dengan itu, dia langsung bergegas pergi meninggalkan rumah itu meskipun Junior sudah berusaha mencegah itu Alina pergi hanya membawa ketiga anaknya saat itu juga.


Hati Alina tidak bisa terima jika dia disebut pengganggu karena Alina adalah cinta pertama Junior dan dia menikah dengan Junior saat Junior sudah lama berpisah dengan Katrina.

__ADS_1


Alercxa pun langsung menemui cucunya yang kini tengah bermain gadget, seolah tak terjadi apa-apa batita itu hanya bersikap manja pada sang Opah yang sebenarnya tau sifat licik yang kini tertanam di pikiran cucunya itu.


Alina sudah pergi dengan menggunakan taksi, dia pulang ke Mension milik mereka.


Alina tidak peduli dengan pernikahan itu. jika ternyata Kitty tidak bisa menerima dirinya, dan anaknya.


Alina tidak ingin ketiganya menjadi korban dari sifat licik anak kecil itu.


Alina masih menangis dalam diam saat ini setelah membuat putrinya merasa nyaman dan kini tengah kembali bermain dengan kedua kakaknya itu.


Berulang kali Junior menghubungi Alina tapi tidak di gubris oleh Alina, dia tidak ingin menambah luka yang kini terasa begitu perih.


Junior langsung bergegas menuju Mension Alina saat itu juga karena tidak bisa menghubungi istrinya.


Sampai saat dia tiba di Mension Alina, dia tambah emosi karena dia tidak bisa masuk ke dalam kamar dimana kini istrinya berada.


Junior pun pergi menuju kearah balkon kamar dan dengan susah payah dia memanjat dinding yang benar-benar menjulang tinggi tersebut.


Alina kaget melihat Junior kini sudah berada di ambang pintu balkon kamar tersebut.


"Babe,,,mau menghindari ku sampai kapan heuhhhhh,,, aku tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi."ucap Junior.


Junior pun langsung meraih bahu Alina dan menariknya kedalam pelukannya, Alina yang kini menolak pun membuat Junior terpaksa menahan Alina menggunakan tenaganya hingga Alina menangis sesenggukan.


"Aku menyerah Jun, aku tidak ingin seperti ini,,, aku lelah jika terus-menerus harus menghadapi masalah yang tak berujung... aku juga tidak menyalahkan Kitty untuk semua ini! aku menyalahkan hati yang begitu rapuh ini, aku tidak bisa kuat dengan ujian yang harus aku hadapi kamu sudah mewujudkan keinginan mu untuk pernikahan kita sekarang kamu bisa mencari wanita lain yang benar-benar bisa membuat mu bahagia dan bisa putrimu terima."ucap Alina.


"Tidak! aku tidak ingin mendengar itu,,, sejak awal kamu tahu aku tidak pernah mencintai siapapun selain kamu!! Aku akan bawa Kitty ke rumah lain dengan pengasuhnya agar dia tidak lagi mengganggu kita."ucap Junior yang kini mengecup kening istrinya itu.


"Jika kamu melakukan itu, aku juga tidak bisa memaafkan mu... karena dengan begitu aku seperti ibu tiri yang kejam telah memisahkan dia dari ayahnya, sebaiknya kita tinggal masing-masing saja."ucap Alina.


"Tidak sayang aku tidak mau."ucap Junior.


"Tapi Jun ini demi kebaikan anak-anak kita."ucap Alina.


"Kebaikan anak kita.... jangan egois sayang kamu mengorbankan aku demi anak-anak kita, aku tidak bisa terima itu."ucap Junior.


"Jun,,,putrimu akan trauma jika dia dipaksa untuk menerima aku sebagai ibunya, dan begitu juga putriku tidak akan pernah nyaman untuk tinggal bersama dengan kita satu rumah jika Kitty terus mengungkit kesalahan ku sebagai pengganggu."ucap Alina.


Junior pun menggelengkan kepalanya."Tidak sayang,,,itu bukan solusi dan dengarkan aku, kamu bukan pengganggu... kamu adalah cinta pertama dan terakhir ku."ucap Junior.


"Tapi Kitty sudah terlanjur menganggap ku seperti itu Jun, dan itu tidak akan pernah bisa di ubah."ucap Alina.


"Kita bisa mengubahnya sayang pelan-pelan dengan kasih sayang mu... aku yakin kamu bisa."ucap Junior yang kini membingkai wajah cantik itu.


Alina hanya menggeleng pelan karena itu tetap tidak mungkin karena Alina sudah mencoba semuanya.


"Yank.... please demi aku dan cinta kita."ucap Junior.


"Tidak mungkin Jun."ucap Alina.


"Aku yakin bisa sayang...ayo bersiap sebentar lagi keberangkatan kita ke Jepang."ucap Junior.


"Tidak Jun, aku tidak bisa pergi."ucap Alina yang kini kembali duduk di sofa.


"Sayang ini bulan madu kita,,, apa? kamu tega lakuin itu."ucap Junior.


"Aku tidak mungkin membujuk mereka untuk pergi bersama dengan Kitty, mereka sulit untuk bisa kembali menerima orang yang sudah menyakiti mereka."ucap Alina.


"Aku yang akan membujuk anak-anak kita."ucap Junior yang kini tengah memeluk Alina kembali.


"Jun..."ucap Alina lirih.


"Babe."ucap Junior meyakinkan.


"Baiklah terserah kamu saja tapi jika mereka tidak bisa kamu tidak boleh memaksaku lagi."ucap Alina.


"Heumm... yakinlah sayang ku."ucap Junior sambil mengecup puncak kepala istrinya itu.


Alina pun membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu Alina... aku sangat mencintaimu lebih dari nyawaku."ucap Junior yang kini memeluk erat istrinya itu.


__ADS_2