Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
#Bab 23#


__ADS_3

Jenny pun kembali dari rumah menantunya itu dia langsung masuk kedalam kamar sesampainya di rumah miliknya itu.


Sementara itu di rumah sakit kini Daniel yang sudah jauh lebih baik dia didampingi kedua saudaranya yang akan membawa dia kembali ke negaranya.


Di sana, juga ada gadis yang menjadi penyebab kehancuran rumah tangganya saat ini.


Ya,,, Kasandra adalah biang keladi dari semua itu, Daniel kini benar-benar dalam dilema antara meminta maaf kepada Jenny atau menikahi Kasandra.


Sepertinya rasa sakit yang dia dapatkan dari Arthur tidak membuat dia merasa bersalah dengan keadaan rumah tangganya yang kini berantakan.


Daniel kini tengah disuapi makan oleh adik perempuannya itu.


"Apa? mungkin Arthur bisa berbuat seperti ini jika kakak tidak membuat kesalahan besar."ucap adiknya itu.


"Kau seperti tidak mengenal saudara kita saja."ucap saudara tertua Daniel.


Kasandra hanya terdiam dan sesekali melirik kearah Daniel.


"Kau bersiaplah kita akan segera kembali."ucap Daniel.


"Baiklah."balas Kasandra.


"Apa? kau sudah benar-benar membaik jangan sampai saat kita kembali kau kenapa-napa."ucap sang kakak.


"Aku sudah jauh lebih baik, lagipula fisik ku tidak seburuk itu."ucap pria itu


Semua orang pun mengangguk pelan kini Kasandra sudah berada di kamar hotel dia membereskan barang-barang milik Daniel dan dirinya.


Tapi saat hendak keluar dari dalam kamar hotel tersebut tiba-tiba Arda datang, seakan dejafu mereka kembali dipertemukan di sebuah hotel yang tentunya masih milik Arda.


"Kasandra, apa? kabarmu."ucap Arda berbasa-basi karena dia tahu keadaan Kasandra saat ini sedang tidak baik-baik saja.


Karena dia sendiri yang mengirimkan Vidio panas antara Kasandra dengan tuan Daniel yang merupakan tamu di kamar presiden sweet.


"Baik." jawab Kasandra singkat.


"Apa? kamu tidak berniat untuk mengulangi percintaan kita dulu."bisik Arda disamping kuping Kasandra.


"Tuan Arda saya sedang buru-buru penerbangan pesawat tinggal satu jam lagi dan saya sudah ditunggu oleh keluarga saya."ucap Kasandra yang nyatanya tengah menahan gejolak di dalam dirinya itu.


"Satu jam dengan permainan singkat tapi sepertinya itu menyenangkan kau bisa bergerak lincah seperti biasanya bukan."ucap Arda.


Kasandra tidak menjawab tapi dia terlihat mengigit bibir bawahnya.


"Tolong bawa barang-barang nona ini ke lobby, dan minta seseorang untuk menjaganya."ucap pria itu.


"Baiklah lah tuan."ucap sang asisten pribadi.


Arda langsung merangkul pinggang ramping yang terlihat sangat seksi itu, dia pun membawa Kasandra ke sebuah ruangan pribadi miliknya.


"Kita bisa mulai dari sekarang."ucap Arda yang kini membuat Kasandra berjongkok di hadapannya.


Wanita itu bagaikan seekor kucing betina yang penurut dia langsung melepaskan kulit pisang yang membungkus pisang super milik pria itu yang diberikan secara cuma-cuma padanya.


Wanita itu tidak langsung menggigit pisang tersebut, tapi dia jilat dari atas hingga kebawah .


Dan dia pun ******* pisang tanduk itu hingga hampir masuk di tenggorokan dan terus keluar masuk mulut hingga pisang itu sudah berlendir dan semakin keras akhirnya dia pun memakan pisang itu dengan mulutnya.


Sementara pemilik pisang itu sedari tadi menikmati pemandangan yang sudah lama tidak pernah ia lihat dan ia rasakan, saat dia tengah menunggang kuda betina dengan menggunakan pengaman agar tidak kecelakaan.


Hingga dia berkali-kali berteriak keras saat kuda itu mencapai puncak tebing goa yang super becek dengan pepohonan yang rimbun itu.


Goa yang kini tengah dia jelajahi dengan sensasi kerusuhan karena dikejar oleh waktu hingga dia tiba di tempat terdalam goa yang kini memuntahkan lahar panas karena ternyata gunung berapi yang berada di samping goa itu meletus dengan letusan yang sangat dahsyat kini pria itu terkapar di samping goa tersebut.

__ADS_1


Sementara itu si kuda betina kini kembali bekerja keras untuk menaiki tebing yang masih menjulang tinggi itu, hingga kuda itu tersadar bahwa sudah saatnya dia kembali ke kandang dengan membawa sebuah secarik daun pisang keberuntungan sebagai bayaran dari Arda.


Seorang wanita cantik yang memiliki body gold itu keluar dari kamar pribadi milik Arda tanpa membereskan diri terlebih dahulu dia hanya merapihkan penampilannya adar dia tidak ketahuan oleh Daniel saat ini jika dia baru selesai bercinta dengan pria yang memabukkan baginya itu.


"Sementara Arda kini tengah membersihkan diri di dalam kamar mandi yang ada di kamar pribadinya itu.


Sejak kepulangannya dari Swiss, pria itu sudah tidak pernah bermain dengan perempuan manapun, hingga saat ini adalah sebuah keberuntungan baginya.


Arda tengah mencari jodoh yang benar-benar bisa menerima segala kekurangannya dia kini sudah tidak perduli jika wanita itu jauh lebih tua darinya.


Arda ingin menyudahi petualangan yang berbahaya itu.


Beruntung pria itu tidak sampai terkena penyakit karena dia selalu menggunakan pengaman.


Hingga saat ini bahkan Arda sudah sering melakukan pemeriksaan secara rutin.


Pagi harinya, disaat semua orang tengah sibuk dengan aktivitas harian mereka saat ini, berbeda dengan Arthur yang sedaritadi tengah bersiap untuk mengurus kepindahan dirinya dan sang istri ke rumah baru mereka yang Arthur berikan sebagai mas kawin tersebut.


Jenny datang untuk menemani kepindahan kedua anak dan mantunya itu.


Sampai saat mereka masuk kedalam mobil Alina tidak membawa barang-barang apapun dari rumah itu selain kartu identitas yang berada di dalam dompetnya itu.


Hanya satu benda yang dia bawa yang merupakan pemberian dari Arthur yaitu sebuah lukisan foto pernikahan dirinya dengan Akbar dulu yang kini telah diubah menjadi Alina dengan Arthur, meskipun mereka juga memiliki banyak foto pernikahan dengan Arthur yang Arthur cetak dengan berbagai ukuran yang kini telah memenuhi rumah barunya.


Arthur tidak memberitahu itu, karena bagi Arthur biarlah itu menjadi kejutan.


Bahkan disana juga ada foto saat pertama kali Arthur melihat Alina dari dinding kaca, wanita itu tengah bercengkrama dengan ketiga anak anjing peliharaannya dan Alina pun tengah tersenyum pada ketiganya.


Arthur pun menjalankan mobil baru yang dia beli sebagai kado ulang tahun istrinya yang menjadi penyebab istrinya itu menangis.


Arthur kini tengah fokus menyetir saat seseorang menghubungi ibunya.


"Ya ada apa?."ucap Jenny.


Entah siapa? Yang kini tengah menghubungi sang mommy yang jelas keduanya terkadang saling tatap.


Arthur sendiri saat ini merasa sangat penasaran tapi dia tidak ingin terganggu saat sedang mengemudi.


Sampai saat dia meminta asisten pribadinya yang sedari tadi duduk di samping Jenny untuk menggantikan posisinya dan Arthur meminta Jenny dan istrinya bertukar posisi seperti dirinya dan sang asisten pribadinya itu.


...***********...


Penampakan rumah baru yang megah itu membuat Alina berkali-kali mengosok matanya.


Rumah yang dia kira sebuah rumah biasa seperti yang dia miliki itu ternyata hanya khayalan rumah yang Arthur bangun selama satu tahun lebih itu memang sudah dia niatkan untuk istrinya kelak yaitu Alina.


Arthur memiliki keyakinan yang kuat bahwa dirinya telah jatuh cinta pada Alina sejak pandangan pertama, dan Alina adalah istri kedua dan merupakan cinta pertamanya itu membuat ia bersungguh-sungguh untuk membahagiakan sang istri dan dia pun membangun Mension yang teramat megah bagi Alina itu untuk istrinya tercintanya itu.


"Yank,,, kamu bilang ini rumah."ucap Alina yang kini seakan mematung.


"Ya, ini rumah kita sayang hadiah pernikahan dariku untukmu."ucap Arthur.


Arthur pun langsung meraih pinggang istrinya semeantara Jenny kini masih sibuk dengan sambungan teleponnya itu.


Alina pun masuk dan di dalam sana sudah ada pelayan yang berjajar dua barisan panjang seperti di cerita novel.


"Selamat datang tuan dan nyonya."ucap mereka kompak.


Alina pun membalas itu dengan senyuman.


Arthur langsung membawa istrinya ke sebuah kamar yang sangat luas mungkin saking luasnya Alina sepertinya menyatukan seluruh ruangan yang ada di rumahnya di lantai satu.


"Bagaimana sayang apa? kamu suka "ucap Arthur.

__ADS_1


Di dalam kamar tersebut sudah termasuk walk-in closed dan juga salon kecantikan pribadi dan juga ruang olahraga yang di sekat oleh dinding kaca satu set sofa yang luas dan sangat elegan tidak lupa balkon yang dilengkapi taman bunga mini di sana yang bisa memberikan ketenangan dan kesejukan.


Di balkon itu juga sudah ada satu set sofa dan yang terukir indah.


"Yank,,, aku tidak mimpi kan ini kamar atau satu buah rumah."ucap wanita itu yang kini terlihat sangat bingung.


"Sayang aku benar-benar mempersembahkan ini untuk mu."ucap Arthur.


"Sayang kamu sebaiknya melihat-lihat dulu apa? masih ada yang kurang jadi aku bisa menambahkannya."ucap Arthur lembut sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Ar, ini benar-benar gila bagaimana bisa aku tinggal sendirian di rumah sebesar ini."ucap Alina.


"Heumm,,, sayang siapa? yang akan membiarkan dirimu sendiri di sini."ucap Arthur.


"Ar,,, kamu akan bolak-balik luar negeri, saat itu aku dengan siapa?."ucap Alina.


"Sayang kita akan punya banyak anak jadi nanti rumah ini akan ramai dengan mereka yang berlarian di sini."ucap Arthur.


Alina pun membelai pipi suaminya itu."Ar bagaimana? jika aku tidak bisa memberikan mu keturunan, apa? kau akan meninggalkan ku."tanya nya.


"Hi... sayang jangan pernah berfikir sampai kesana, aku sudah berjuang untuk mendapatkan dirimu. dan aku tidak akan pernah menyia-nyiakan hal itu."


"Kita bisa adopsi anak yang kurang beruntung di dunia ini untuk menjadi anak kita jika kita benar-benar sudah berusaha untuk mendapatkan anak dan jika semua itu tidak membuahkan hasil maka aku kita akan mengadopsi mereka."ucap Arthur lembut.


"Semoga saja semua diberikan kemudahan."ucap Alina.


"Amiinn yrbl alamin."jawab seseorang dari belakang mereka.


Jenny pun tersenyum manis pada putra dan juga menantunya itu.


"Kau tahu sayang mommy benar-benar bangga padamu karena kamu mampu membuat istrimu bahagia."ucap Jenny.


Jenny kini menitikkan air matanya. dia teringat dirinya dulu saat Daniel membawa dirinya ke Mension utama milik keluarga besarnya.


Awalnya Jenny mencoba bertahan dengan segala keanehan keluarga besar Arthur dari mulai tatapan sinis dan juga ejekan dan hinaan dengan bahasa yang tidak Jenny pahami.


Namun dia bisa membaca ekspresi dari setiap orang yang ada di sana.


Daniel yang kala itu masih sangat mencintai dirinya dan juga sangat memuja dirinya terus membela Jenny dari segala serangan kemarahan yang ditunjukkan pada Jenny hingga Daniel mengajarkan bahwa dari negaranya itu.


Sampai saat Jenny diperbudak oleh keluarga mertuanya sendiri saat gadis berusia dua puluh tahun itu hamil putra pertamanya Arthur.


Tidak jarang Jenny mendapatkan kekerasan fisik saat Daniel tidak ada seperti jambakan rambut dari adik ipar dan juga mertuanya.


Hingga saat Arthur lahir ke dunia, sejak saat itu keluarga itu tak lagi memperlakukan dirinya seburuk itu, karena putranya menjadi penguat keutuhan rumah tangga antara Daniel dan Jenny namun nyinyiran tidak pernah berhenti sampai saat Arthur menjadi sumber kebahagiaan dari kakek dan neneknya.


Jenny kembali diperlukan dengan baik tidak hanya saat Daniel ada atau tidak, hingga Arthur berusia tujuh tahun saat itu Arthur dikirim ke tempat yang merupakan sebuah sekolah khusus untuk para cikal bakal pengusaha sukses, saat itu Daniel memberitahu fakta yang mengejutkan.


Bahwa dirinya dirinya akan menikah lagi dengan seorang janda beranak satu dan itu adalah bayaran dari pernikahan yang mereka jalani saat itu.


Jenny pun berkali-kali hujan air mata bahkan sampai berulang kali pingsan di hadapan Daniel yang tengah meyakinkan bahwa cintanya murni hanya untuk Jenny dan pernikahan kedua itu ia lakukan karena terpaksa.


Satu bulan sebelum pernikahan itu terjadi, diam-diam Jenny mencuri kartu akses untuk bisa masuk asrama yang merupakan milik kepala keluarga di rumah itu.


Jenny ingin pergi membawa serta putranya tapi saat itu para pengurus asrama itu tidak mengijinkan kecuali Arthur sudah selesai belajar disana hingga dia selesai kuliah.


Arthur akan keluar asrama dan kembali pada Jenny dan keluarga saat libur musim panas. selain itu orang tua hanya boleh datang untuk berkunjung melihat keadaan anak mereka masing-masing.


Dan itupun hanya bisa dilakukan di hari-hari tertentu.


Setiap kali Jenny menemui putranya itu secara diam-diam dia pun berkata bahwa ia sangat menyayangi Arthur apapun yang terjadi suatu saat nanti yakinlah bahwa ibunya itu akan tetap ada untuk dirinya, meskipun Jenny pamit untuk pulang ke Indonesia dan dihari terakhir dia menemui Arthur Jenny benar-benar memeluk putranya begitu erat saat itu adalah saat yang paling menyakitkan. selain harus berpisah dengan suaminya dia juga harus berpisah dengan putra semata wayangnya namun ada satu yang membuat Jenny bisa tegar Arthur sudah mengerti dengan kegelisahannya.


"Pergilah mom, Arthur tetap akan mengingat mommy dan saat Arthur dewasa nanti Arthur akan mencari mommy."tanggis Jenny semakin pecah saat itu dia memeluk putranya begitu erat rasanya jika bisa ia ingin menghilang bersama putra semata wayangnya itu.

__ADS_1


Jenny pun pergi disaat semua orang tengah sibuk mengurus pernikahan Daniel, saat itu pula Jenny pergi membawa luka terdalamnya.


__ADS_2