
"Kenapa? harus pindah bukanya kamu harus kembali ke negaramu maka kembalilah.
"Yank,, kita sudah menikah sudah seharusnya kita pindah ke rumah baru sebagai nafkah dari suamimu bukan begitu."ujar gadis itu.
"Aku tetap disini, sampai kamu kembali sekarang jika kamu ingin pergi silahkan."ucap Arthur.
"Aku akan pergi bersamamu honey,,, kita akan bulan madu di sana."ucap Arthur.
"Tidak, yang kau inginkan adalah menikahi dia disaksikan oleh ku begitu kan."ujar Alina.
"Yang jangan berburuk sangka dulu oke,,, aku tidak akan pernah melakukan itu."ucap Arthur.
"Heumm benarkah."lirih Alina yang sibuk dengan aktivitas nya saat ini.
"Pegang janjiku."ujar Arthur.
"Janji itu bisa dilanggar jika tidak tertulis."kata Alina.
"Baiklah kita buat perjanjian tertulis."ucap Arthur.
"Apa? pernikahan ini termasuk sebuah perjanjian."ujar Alina.
"Pernikahan juga, tapi bedanya itu janji kita terhadap tuhan."Arthur.
"Terserah kamu saja, aku tidak ingin memusingkan semuanya. tidak ada bulan madu sebelum semuanya selesai."ujar Alina.
"Yank,,, come on honey jangan seperti itu, bukankah menolak suami itu adalah perbuatan dosa."ujar gadis itu.
"Heumm,,, lalu."ucap Alina yang kini berdiri di balkon sambil membelakangi Arthur.
"Ya, kamu harus nurut apa? kata suami."ujar Arthur.
"Tergantung suami yang mana dulu."ujar gadis itu.
"Suaminya ya, aku memangnya ada yang lainnya lagi."ujar Arthur.
"Maksud aku tergantung sikap dan perbuatannya mas."ujar wanita itu.
"Heumm,,, baik'lah sayang tapi aku akan buktikan padamu bahwa aku adalah yang terbaik."ucap Arthur.
"Jangan terlalu banyak berjanji nanti kamu tidak akan pernah bisa membayarnya."ujar gadis itu.
"Heumm,,,"lirih Arthur.
Pria itu memeluk istrinya itu.
"Segeralah bersiap untuk pergi sayang kamu tidak perlu membawa apapun dari rumah ini karena semua sudah tersedia."ujar Arthur.
"Ar,,, aku tidak mau sebelum kamu membuat semua itu jelas."kata Alina.
"Sayang.... please aku sudah bilang aku akan memperjelas semuanya."ujar gadis itu.
"Heumm.... baik'lah. Tapi sebelum semuanya selesai kita akan tetap disini." tegas Alina.
Ketegangan itu terus berlanjut hingga seseorang datang memberikan kabar pada Arthur bahwa saat ini telah terjadi penggelapan dana di perusahaan miliknya yang ada di negara Norwegia tempat dimana calon istrinya Kasandra lahir.
Arthur yang masih bersitegang dengan istrinya itu pun memutuskan untuk pergi, dan Alina hanya membantu untuk menyiapkan barang keperluan Arthur yang sering dibawa oleh pria itu saat dia datang.
"Yank,,, sudah cukup jangan terlalu banyak."ucap Arthur.
Arthur pun langsung bersiap dengan pakaian formal yang kini dia kenakan Alina hanya membantu untuk merapikan Penampilan suaminya itu.
"Ikutlah denganku kita akan bulan madu."ucap Arthur.
"Tidak,,, pergilah kamu disana akan fokus pada pekerjaan mu, dan aku akan terabaikan, jadi lebih baik aku disini."ucap Alina.
"Heumm,,, baik'lah sayang tunggu aku pulang oke."ucap pria tampan itu.
"Heumm."jawab Alina singkat karena Arthur langsung meraup bibir manis dan seksi itu.
Arthur tidak hanya mencium bibir Alina tapi dia juga menyesap ranumnya gunung kembar yang sangat ia sukai dengan puncak gunung yang berwarna merah muda itu.
Alina pun terhanyut didalamnya namun dia tersadar suaminya itu akan segera berangkat.
"Yank,,, sudah kamu harus segera berangkat."ucap Alina sendu.
"Ah,,, siapa? Yang sudah mengganggu kesenangan ku, akan aku beri pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan."ucap Arthur tegas.
Arthur langsung merapihkan kembali pakaiannya dan pakaian Alina.
"Sayang,,,, mulai saat ini jangan pernah matikan handphone mu, aku akan menghubungi mu kapanpun itu."ucap Arthur.
"Ya,,, sayang."ucap Alina yang kini memeluk erat suaminya.
Alina sebenarnya sangat berat untuk melepaskan suaminya itu, tapi apa? boleh buat urusan Arthur lebih penting.
Setelah melepas kepergian Arthur Alina pun kembali ke rumahnya, wanita tidak ingin berlama-lama di rumah Jenny meskipun itu adalah rumah mertuanya.
__ADS_1
Alina langsung bergegas menuju rumahnya itu.
Sesampainya di sana, pikiran Alina sungguh tidak tenang mengingat suaminya yang pergi terburu-buru, seakan hal itu lebih penting dari dirinya.
Sementara Arthur sepanjang perjalanan dia mendengarkan penjelasan dari pria yang menjadi asisten pribadinya itu.
Arthur pergi bersama dengan asistennya menuju ke Norwegia.
Sementara Alina kini tengah berada di rumahnya, wanita itu sedang memikirkan masa depan yang akan ia jalani dengan pria yang tidak hanya dia miliki sendiri tapi juga ada yang lainnya yang mengharapkan pria itu untuk menjadi suaminya.
Alina hanya bisa berdoa semoga rumah tangganya itu tidak kembali berakhir dengan kebohongan, karena jika itu benar-benar terjadi maka Alina akan membenci laki-laki manapun sampai akhir hidupnya nanti.
Sementara Arthur sendiri setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang akhirnya dia tiba di negara tujuan, saat itu Arthur tidak kembali ke Mension milik keluarganya tapi dia langsung ke hotel.
Karena menurut dia Mension itu kosong, karena Jenny kini tengah tinggal di Swiss.
Sesampainya di hotel pria itu langsung bergegas masuk kedalam kamar pribadinya, dia memiliki tempat khusus di hotel miliknya itu.
Tadinya dia ingin membawa serta istrinya itu untuk datang ke tempat itu sekaligus bulan madu.
Bicara tentang bulan madu, kini Arthur tengah mengenang percintaan satu malamnya dengan sang istri.
Tapi sayang saat ini dia tidak bisa mengulang hal indah itu gara-gara insiden yang terjadi di perusahaan tersebut.
Arthur langsung meraih ponselnya sambil bersandar di sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Kamu sedang apa? honey,,, aku sangat merindukan mu... I love you so much."ucap Arthur yang mengirimkan pesan suara.
Pria itu pun menutup handphone nya.
Hingga keesokan harinya Alina baru membuka pesan suara tersebut, dia hanya tersenyum lalu membalas pesan tersebut dengan pesan teks.
"Aku juga merindukan mu, cepatlah kembali."Alina.
Satu hari masih bisa terlewati dengan sangat baik Alina kini tengah mengunjungi ketiga anak anjing yang dia berikan pada pria muda yang masih satu kompleks dengannya.
Dia sangat merindukan mereka, namun Alina sudah tidak bisa merawat mereka bertiga saat ini yang ada hanya menahan rasa rindu.
Alina membawa mainan milik mereka yang tertinggal di rumahnya.
Sesampainya di sana dia langsung disambut oleh mereka bertiga.
Ternyata Alina juga dirindukan oleh ketiganya mereka yang tengah bermain dengan majikan barunya tiba-tiba berbalik melompat memeluk Alina yang kini berderai air mata.
"Hi,,, Boy kalian bertiga apa? kabar maaf aku lama tidak menemui kalian."ucap Alina.
"Hi,,, apa? kabar."ucap Alina.
"Kabar ku selalu baik Honey."ucapnya dengan sengaja.
...************...
Tanpa mereka sadari saat ini ada orang-orang yang tengah mengabadikan keintiman mereka bersama dengan ketiga anjing itu.
"Mau berfoto, aku rasa kamu juga harus mengabadikan pertumbuhan mereka."ucapnya.
"Boleh aku rasa aku akan sangat merindukan mereka jika aku pergi nanti."ucap Alina.
"Kenapa? hidup mu rumit sekali Nona manis, kau selalu berpindah tempat tapi tetap saja kau kembali juga kemari jadi untuk apa? pergi lagi jika kamu memang lebih betah disini."ucap pria itu.
"Aku adalah seorang guru, jadi aku harus siap jika suatu saat aku dipindah tugaskan untuk mengajar dimanapun itu."ucap Alina.
"Lalu kenapa? kau tidak mengajar saat ini."tanya pria itu.
"Aku hanya sedang cuti."ucap Alina
Alina tidak berkata jujur bahwa saat ini dia sudah berhenti untuk menjadi pengajar, semua karena suaminya itu tidak mengijinkan dia untuk mengajar lagi.
Alina meninggalkan mereka setelah waktu makan siang tiba, dia kembali dari taman menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah tersebut, Alina kaget mendapati seseorang yang kini tengah duduk di sofa ruang tamu.
Dia adalah ayah Arthur dan wanita yang pernah Alina lihat di majalah.
Wanita itu tidak lain tidak bukan adalah Kasandra.
Rupanya pernikahan mereka sudah tercium oleh mereka berdua
"Saya tidak ingin berbasa-basi saat ini juga tinggalkan putra saya karena kamu tidak pantas untuk Arthur."ucap pria itu dengan bahasa Indonesia yang sangat buruk karena mungkin baru kali ini dia berbicara dengan menggunakan bahasa itu.
"Aku adalah tunangan Arthur, beraninya kamu merebut dia dariku!."ucap Kasandra dengan menggunakan bahasa Inggris.
"Saya tidak pernah merebut tunangan anda, jadi jangan bicara sembarangan."ucap Alina tegas.
"Cukup!! jangan berdebat dengannya bahkan kau tidak pernah pantas untuk itu."ucap tuan Daniel.
"Saya tuan rumah disini anda yang seharusnya bersikap sopan disini, bukankah kalian adalah orang terpelajar lalu dimana? sopan santun kalian."ucap Alina.
__ADS_1
"Ambil ini dan pergilah sejauh mungkin jika perlu pergilah dari dunia ini."ucap Kasandra.
Sementara pria yang kini tengah memegang ketiga anjing Alina mematung di tempatnya saat ingin mengembalikan ponsel Alina yang terjatuh di rumput.
Pria itu langsung melepaskan ketiga anjing itu untuk membantu Alina mengusir kedua orang tua yang kini tengah memarahi Alina.
Anjing itu tiba-tiba menggonggong keras ketiganya menerobos masuk hendak menyerang pria pria dan wanita yang kini tampak kaget.
"Stop Boy jangan lakukan itu!."ucap Alina .
Tapi seakan mereka mengerti dan ingin melindungi Alina saat ini, ketiganya menyerah pria paruh baya itu dan juga Kasandra yang kini gaunnya robek di bagian dada hingga bulatan yang terlihat kendur itu terpanggang nyata.
Hanya dengan hitungan detik, mereka langsung pergi dan tuan Daniel memberikan jas yang ia kenakan pada Kasandra.
pria itu terluka di bagian lengan, sementara Kasandra terluka di bagian dada dan wajahnya.
Alina benar-benar kaget dan tidak pernah menyangka mereka akan melindungi Alina seperti saat ini.
Pria itu baru masuk setelah mereka pergi sambil tertawa terbahak-bahak melihat mereka yang kocar-kacir tidak lagi seperti saat pertama datang dengan angkuhnya.
Arthur yang dari tadi melakukan panggilan video yang dijawab oleh pria itu akhirnya tau kelakuan ayahnya dan Kasandra.
Bahkan saat ini masalah yang dialami perusahaan itu adalah perbuatan dari keluarga Kasandra.
Arthur langsung memutuskan untuk kembali, setelah menyelesaikan semuanya.
Kini tidak ada lagi rasa hormat yang selama ini ia jaga terhadap sang daddy karena nyatanya pria itu diam-diam telah bersekongkol dengan wanita yang sama sekali dia benci.
Sampai pria muda itu memberikan handphone nya pada Alina, Alina mematung melihat Arthur menatap lekat wajahnya.
"Apa? Yang mereka katakan padamu Honey bicaralah?."ucap Arthur.
Arthur masih menunggu jawaban hingga Alina pergi menuju kamarnya"Ceraikan aku Daddy mu benar aku tidak pernah pantas untulmu dan hanya dia yang paling pantas untukmu."ucap Alina.
"Sudah selesai bicaranya?."tanya Arthur.
"Aku akan segera mengurus gugatan cerai besok."ucap Alina yang kini pergi meletakkan handphone begitu saja saat Arthur terus memanggilnya, Alina tidak lagi peduli dia masuk kedalam kamar mandi dan setelah itu Alina menangis sesenggukan.
Arthur sendiri kini mengamuk di sana dia tidak ingin Alina melakukan hal itu.
Arthur menghubungi Jenny dia meminta ibunya untuk kembali ke Indonesia dan tidak lagi percaya pada suaminya itu.
Karena nyatanya dia lebih suka membuat Arthur menderita dan Jenny demi membuat orang lain bahagia.
Jenny kaget saat dia diberitahu bahwa Daniel kini tengah berada di Indonesia untuk meminta Alina meninggalkan Arthur, bersama dengan Kasandra.
Sementara Daniel pamit pergi untuk urusan bisnis pada dirinya.
Jenny kini sadar bahwa dirinya tidak pernah berharga Dimata suaminya itu.
Buktinya kebohongan demi kebohongan akhirnya selalu Daniel katakan padanya.
Wanita paruh baya itu langsung mengemasi barang-barang nya, dan tanpa mengabari Daniel terlebih dahulu dia pun pergi meninggalkan negara tersebut.
Sementara itu di Indonesia berada kini kedua manusia itu tengah berbuat hal yang tidak pernah pantas untuk dilakukan.
Kelemahan Daniel adalah dia tidak pernah bisa menahan hasratnya, dan saat seorang wanita menggodanya dia tidak bisa menahan godaan itu.
Bukankah saat ini yang tengah berada di bawahnya itu adalah calon menantu idamannya, tapi pria itu seakan lupa saat wanita itu dengan sengaja memamerkan tubuh seksi itu dihadapannya.
Sepertinya keduanya tengah kehilangan akal, percintaan yang penuh gairah itu terjadi begitu saja bahkan berlangsung lama.
Hingga keduanya sama-sama tumbang di atas sofa.
"Terimakasih honey servis yang kau lakukan patut diacungi jempol."ucap Daniel.
"Lalu bagaimana? dengan pernikahan itu."ucap wanita itu.
"Kau masih ingin menikah dengan putraku?."ucap Arthur.
"Tentu saja."ucap wanita itu.
"Baiklah, tapi kamu harus janji untuk memberikan ku jatah setiap kali aku ingin."ucap pria yang kini sudah tidak lagi di dalam kewarasan.
Kasandra hanya terdiam sambil memikirkan apa yang telah terjadi, jika di pikir-pikir Daniel juga tidak buruk dia masih terlihat awet muda dan gagah perkasa saat mereka bercinta tadi.
"Aku akan pikirkan masalah itu lagi."ucap Kasandra.
"Harus karena aku tidak ingin dipermainkan."ucap pria itu.
Kasandra merasa telah terjebak di sana tidak ada lagi jalan keluar.
"Tapi Daddy harus bisa pastikan bahwa aku akan segera menikah dengan Arthur."ucap Kasandra.
"Aku bisa memastikan itu."ucap Daniel dengan senyum liciknya.
Karena sampai kapanpun dia tidak akan pernah Sudhi berbagi wanita dengan pria manapun apalagi itu adalah anak semata wayangnya.
__ADS_1