Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
Bab 53


__ADS_3

Junior benar-benar tidak bisa melakukan itu karena dia sangat menyayangi Alina tapi Alina pun tidak bisa ia miliki karena Alercxa mengancam akan melenyapkan wanita itu jika dirinya tetap ngotot ingin bersama dengan Alina.


"Babe...sedang apa? kamu disana."ucap Junior lirih.


Pria itu benar-benar merasa tidak berdaya saat ini bahkan dia tidak bisa menghubungi Alina sama sekali.


Sementara Alina saat ini tengah berkutat dengan pekerjaan memasak untuk mengisi warteg yang ia sewa sebagai rumah makan tersebut.


Alina memasak ikan daging dan berbagai macam seafood tidak lupa sayur dan semua itu dibantu oleh Luna yang sudah beristirahat lebih awal tadi.


Alina yang memang pandai memasak sejak awal akhirnya kini dia kembali membuktikan itu.


Dua jam waktu untuk memasak semua itu bahkan belum selesai, tapi yang sudah siap dibawa oleh Luna terlebih dahulu dengan mobil lamanya ke warteg.


Sebagian bahan mentahan dari setiap menu yang sudah di masak tadi juga sudah dibawa untuk dimasak di sana sambil menunggu pelanggan yang membeli, sementara Alina menyiapkan kedua putranya untuk berangkat sekolah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka dan juga bekal tidak lupa juga dia mengurus sikecil dan memandikan nya menyuapinya sebelum akhirnya ia berangkat mengantar mereka sekolah dan membawa sikecil ke rumah makan.


Alina benar-benar sibuk mengurus anak dan juga bisnis yang ia jalani, tidak peduli dengan tubuhnya yang semakin ramping mungkin karena lelah setelah bekerja siang dan malam, setelah siang hari saat tiba jam makan siang Alina pun sibuk menyajikan menu yang dia masak di dapur wartegnya itu.


Sementara putrinya sibuk dengan mainan kesayangannya dan televisi yang ada di ruangan tersebut.


Arthur yang sedari tadi mencari keberadaan Putra dan putrinya pun diantar oleh pelayan rumah Jenny menuju sekolah mereka, setelah itu dia mengantar Arthur ke rumah makan milik Alina.


Lagi-lagi hati Arthur teriris saat melihat putrinya bermain sendiri dengan boneka usang dan ruangan yang tak senyaman rumahnya maupun rumah Alina.


"Sayang daddy sedang apa? heumm."ucap Arthur yang menahan pilu.


Digendongnya putri semata wayangnya itu dan dibawanya ke dapur tempat dimana? Alina tengah berkutat sendirian karena Luna tengah melayani pelanggan.


"Apa? seperti ini setiap harinya."ucap Arthur yang tiba-tiba menghentikan gerakan Alina yang kini tengah mengaduk sayur.


"Arthur eh putri mommy."ucap Alina.


Arthur menatap dengan tatapan mata penuh rasa bersalah.


"Sudahi semua ini, aku tidak ingin mendengar alasan apapun lagi. kamu tidak seharusnya hidup seperti ini kita akan kembali rujuk."ucap Arthur.


Namun Alina menggeleng pelan.


"Aku sudah tidak punya harapan untuk berumah tangga lagi jika kamu ingin itu silahkan cari wanita lain."ucap Alina.


"Jangan egois sayang ini demi anak-anak."ucap Arthur.


"Seharusnya kamu berfikir tentang itu jauh sebelum semuanya itu kacau balau, sekarang sudah terlambat. aku mungkin tak bisa menghidupi mereka seperti dirimu, tapi setidaknya mereka terbiasa dengan keadaan ini mereka sudah bisa mengerti dengan ibunya yang tidak berdaya ini itu sudah lebih dari cukup untuk kami."ucap Alina.


"Yank... kamu bisa hukum aku dengan cara apapun tapi tolong jangan lakukan itu pada mereka, mereka tidak tahu apa-apa."ucap Arthur.


"Kamu bilang aku menghukum mereka karena aku tidak bisa memberikan kemewahan pada mereka ia begitu! kamu bisa bawa mereka semua ya....bawa mereka itu jauh lebih baik aku memang tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk mereka bersamamu."ucap Alina yang kini berpaling dadanya terasa sesak.


"Yank... bukan begitu maksud ku, aku tidak akan merampas mereka darimu tapi saat kita bekerja mereka akan di urus oleh baby sitter."ucap Arthur.


"Aku bahkan sudah tidak bisa membayar Luna untuk itu sekarang kamu menyarankan itu."ucap Alina.


Alina pun sudah menyelesaikan semua masakannya, dan Luna membantu dirinya membereskan semua itu.


Alina kini duduk sambil menyuapi putri kecilnya makan saat Luna menjemput anak-anak dari sekolah.


"Aku yang membayar semua baby sitter yang nantinya akan mengurus mereka."ucap Arthur.


"Terserah saja."ucap Alina.


Alina pun kembali berkata."Luna bisa kamu berhentikan dia sudah terlalu lama dengan ku, kasihan dia juga butuh kebebasan dan menikah."ucap Alina.


"Kamu yang harus bicara padanya, aku sudah membayar dia untuk sepuluh tahun kedepan."ucap Arthur.

__ADS_1


"Apa-apaan kamu. Ar, Luna bukan budak dia juga butuh waktu untuk mengurus kehidupannya."ucap Alina.


"Itu urusan ku dengannya kamu cukup nikmati bantuan darinya. mulai besok kita akan segera rujuk, tidak ada penolakan ini demi anak-anak kita."ucap Arthur tidak terbantahkan.


"Tidak bisa Ar, kamu jangan egois kamu yang menceraikan ku dan kamu juga yang minta kembali apa? kamu pikir pernikahan adalah sebuah permainan."ucap Alina.


"Jika kamu sudah tidak mencintai ku tak apa sayang tapi pikirkan anak-anak jangan egois."ucap Arthur.


"Egois kamu bilang, siapa? yang egois sebenarnya aku atau kamu."ucap Alina.


"Sudah jangan ada lagi pertengkaran apa? kalian tidak pernah berpikir jika ribut di depan anak itu bahaya untuk kesehatan mentalnya."ucap Jenny yang kini datang bersama dengan Arda.


"Alina aku yang memberikan saran pada Arthur untuk menceraikan mu, semua itu aku lakukan untuk melindungi mu dan seluruh keluarga kita dari kejahatan para mafia itu."ucap Arda.


"Tapi apapun itu kita sudah benar-benar berpisah, dan itu adalah resmi bukan sandiwara jadi sekarang semua sudah berakhir! jika kalian ingin mereka hidup layak silahkan karena aku tau kemampuan ku hanya seperti ini. aku tidak bisa bergantung pada mantan hanya untuk meminta sesuap nasi maka dari itu aku bekerja keras untuk menghidupi mereka tapi jika kalian keberatan dengan itu maka silahkan kalian bawa mereka bertiga aku tidak akan pernah keberatan karena kalian adalah keluarga mereka juga."ucap Alina.


"Nak, bukan itu maksud mommy."ucap Jenny lembut.


"Aku tau aku tidak akan pernah bisa memberikan mereka kebahagiaan jadi silahkan kalian rawat mereka."ucap Alina dengan derai air mata yang membasahi pipinya.


Wanita itu menundukkan kepalanya, dia benar-benar sedih jika saja Arthur dulu tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk menceraikan Alina mungkin saat ini Alina akan bertahan demi ketiga anaknya meskipun dia harus pergi menjauh untuk sementara waktu setidaknya perpisahan itu tidak harus terjadi, tapi nyatanya Arthur malah terburu-buru dengan hal itu disaat dirinya tengah berjuang melawan maut.


"Nak, jika permintaan Arthur tidak bisa kamu terima...maka mommy memohon demi mommy kembalilah demi kebaikan anak-anak."ucap Jenny yang kini mengatupkan kedua tangannya memohon.


...**********...


Setelah hampir tiga puluh menit terdiam, Alina yang tidak tega saat melihat seorang ibu memohon padanya akhirnya Alina mengangguk pelan, dirinya setuju untuk kembali pada Arthur meskipun hatinya lelah, setidaknya saat ini dia lakukan benar-benar demi anak mereka.


Arthur pun menggenggam tangan Alina dan berterimakasih juga meminta maaf berulang kali, namun Alina buru-buru melepaskan genggaman tangan Arthur.


"Aku kembali bukan berarti aku melupakan semua yang telah terjadi, tapi aku lakukan semua ini untuk mommy dan anak-anak."ucap Alina.


"Baiklah sayang aku mengerti tapi aku akan berusaha untuk memperbaiki semuanya."ucap Arthur.


Sementara itu di Kanada saat ini adalah malam pesta pertunangan Junior dengan seorang gadis yang bernama Katrin.


Gadis yang sama-sama alergi terhadap orang di sekelilingnya itu sengaja dijodohkan dengan Junior untuk mengobati penyakitnya itu, yang menurut mereka adalah sebuah penyakit.


Junior yang kini tampil sangat memukau di depan seluruh tamu undangan membuat semua orang terkagum-kagum pada pria yang dijodohkan dengan Katrina yang juga sangat cantik.


Bahkan seluruh media mengabadikan momen tersebut.dari mulai media cetak media online dan juga media bisnis.


Alina sendiri tidak mengetahui hal itu, karena dia tidak mengetahui kapan pastinya mereka bertunangan yang jelas Junior pergi untuk sebuah perjodohan.


Satu Minggu berlalu setelah hari dimana? Jenny meminta Alina untuk kembali pada Arthur saat ini pernikahan itu di ulang.


Alina kembali menikah dengan Arthur meskipun kali ini bukan pernikahan karena cinta tapi karena anak mereka.


Jenny sudah memutuskan menjual Mension milik Arthur yang dulu dijadikan sebagai mas kawin untuk pernikahannya dengan Alina dan uang hasil penjualan pun di serahkan pada Alina untuk membuat rumah baru atau Mension baru.


Harta itu mutlak milik Alina, dan Alina memutuskan untuk membuat sebuah rumah yang besar untuk ditinggali oleh ketiga anaknya kelak intinya dia kembali membeli Mension lainnya untuk mereka tempati.


"Sayang jadikanlah itu untuk investasi masa depan, soal tempat tinggal rumah mommy masih kokoh untuk kalian tempati."ucap Jenny.


"Terserah mommy saja."ucap Alina.


"Bagaimana jika uang itu kamu gunakan untuk membangun sebuah resort atau apapun itu yang penting bisa menguntungkan."ucap Jenny.


"Ya mommy benar aku ingin membangun rumah sewa. atau tempat kost."ucap Alina.


"Baiklah sayang, aku akan mulai merealisasikan semuanya."ucap Arthur.


Uang yang besar itupun Alina tabung sebagian dan yang sebagainya lagi ia belikan tanah yang luas untuk membangun rumah sewa.

__ADS_1


Terlepas dari urusan itu, kini Alina kembali harus siap untuk menjadi istri sekaligus ibu seperti semula, lagi-lagi kehidupan mewah itu kembali Alina rasakan namun kebahagiaan hatinya sudah tidak seperti dulu.


Karena pengkhianatan yang suaminya lakukan adalah luka lama yang tidak pernah bisa dia sembuhkan hanya tersimpan tanpa siapapun tahu akan hal itu.


Seharusnya mereka melakukan malam pertama untuk yang kedua kalinya, tapi Alina malah meminta tidur terpisah.


Arthur pun mengerti dengan itu, hingga ia menyetujui itu, setidaknya dia akan berkorban demi kebahagiaan Alina.


Alina menempati kamar Arthur semeantara Arthur menempati kamar tamu.


Karena Jenny sudah kembali lagi ke kediaman Arda.


Sementara ketiga anak mereka tidur bersama ketiga baby sitter mereka yang Jenny pilihkan.


Luna pun tidur di rumah Alina dan setiap pagi dia akan datang untuk mengecek pekerjaan nya.


Alina pun terus gelisah dalam tidurnya, dia melihat Junior yang kini tengah menatap penuh kecewa padanya tapi Alina tetap tidak bisa melakukan apa-apa karena semua sudah terjadi.


"Maafkan aku Jun, semoga kamu bahagia."ucap Alina.


Alina tidak sadar jika saat ini Arthur yang sedari tadi gelisah pun dia tidak bisa tidur, pria itu mendengarkan gumaman Alina saat ini.


"Ada hubungan apa? diantara kalian berdua kenapa Alina meminta maaf kepada Junior.


Arthur semakin dibuat bertanya-tanya tangannya mengepal erat.


Alina sendiri masih tertidur pulas di atas ranjang empuk milik Arthur pria itu mendekat dan berbaring di samping Alina.


"Maafkan aku tidak bisa tidur." lirih Arthur.


Alina sendiri langsung memeluk Arthur dia kembali berkata.


"Aku merindukan mu Jun, aku sangat merindukan mu."lirih Alina yang kini membenamkan wajahnya di dada bidang Arthur.


Deg.....


Bagaikan disambar petir di malam hari, hati Arthur begitu sakit saat istrinya memeluk dirinya tapi yang dia panggil adalah pria lain.


"Apa? seperti ini rasanya saat kau menyaksikan perbuatan ku dulu sayang jika ia maka aku akan membiarkan semua itu dan menganggap semua ini sebagai hukuman atas perbuatan ku dulu."ucap Arthur.


Meskipun sakit Arthur akan bertahan dan akan tetap bersikap seperti biasanya pada istrinya itu.


Pagi hari sekali saat Alina bangun tidur, wanita itu kaget saat melihat seseorang ada di hadapannya, wajah tampan yang sudah lama tidak pernah ia lihat saat bangun tidur, tapi kemudian hatinya kembali terasa ngilu saat teringat dengan apa? yang pernah Arthur perbuat.


"Maafkan aku honey semalam aku tidak bisa tidur."ucap Arthur yang kini tersenyum manis pada Alina.


"Tidak apa-apa, aku tau kamu lebih nyaman tidur di kamar mu, biar aku yang pindah nanti."ucap Alina.


"Sayang, bukan itu... aku tidak bisa tidur tanpa mu."ucap Arthur.


"Itu tidak mungkin Ar, dulu saja kamu bisa jadi biar aku saja yang pindah."ucap Alina.


"Kamu lihat laci nakas itu, kamu bisa melihat itu sekarang...itu adalah alasan ku bisa terpejam selama ini."ucap Arthur.


Alina, langsung bergegas membuka laci nakas tersebut dan betapa terkejutnya dia melihat berbagai macam obat-obatan yang selama ini dia konsumsi.


Arthur pun menatap lekat wajah cantik yang kini penuh keterkejutan itu.


"Aku hampir gila karena kehilangan mu, bahkan sudah berulang kali aku mencoba untuk bunuh diri, tapi mommy selalu mengingatkan ku bahwa suatu saat nanti kita akan kembali lagi."ucap Arthur kini menunduk pilu.


"Aku tidak tau kenapa? semua itu bisa terjadi, karena yang aku lihat selama ini kamu baik-baik saja, kamu enjoy saat bersama dengan dia dan aku pun menyerah dengan kenyataan saat menerima surat gugatan cerai, saat itu dunia terasa runtuh dan sudah tidak lagi yang aku harapkan."ucap Alina lirih.


"Aku tidak pernah membuang mu dari sini aku pun terpaksa melakukan hal itu karena tidak ada lagi pilihan lain untuk bisa menyelamatkan keluarga kita dari rubah licik itu."

__ADS_1


__ADS_2