Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
Bab 13


__ADS_3

Saat mereka hendak pergi tiba-tiba Arthur mendapatkan telpon bahwa ia harus segera kembali karena terjadi sesuatu pada Daddy nya.


Arthur terlihat dilema dan sedih entah bagaimana? dia bahkan tidak pernah memperlihatkan ekspresi itu.


"Ada apa?."tanya Alina.


"Daddy mengalami kecelakaan dan aku harus segera kembali."ujar Arthur yang terlihat dalam dilema.


"Pergilah Arthur, biar bagaimanapun orang tua harus diutamakan."ujar Alina.


"Tapi aku tidak mungkin meninggalkan mu sendiri disini, bagaimana jika aku lama disana atau tidak kembali kesini karena Daddy berpesan jangan pernah meninggalkan negara kelahiran ku sekalipun aku mendapatkan calon istri seperti dirimu."ujar Arthur.


"Sedari dulu aku sudah lama hidup sendiri Ar,,, dan jika alasannya adalah jarak kamu tenang saja jika kita ditakdirkan untuk berjodoh kita pasti akan kembali bersama. dan kalaupun tidak berjodoh itu adalah sebuah rencana sang pencipta mungkin dibalik itu ada yang jauh lebih baik untukmu."ujar Alina.


"Tidak,,, aku tidak ingin mendengar hal itu, kita akan segera menikah dan kamu harus ikut."ujar Arthur.


"Tidak, aku tetap disini,Ar,,, percayalah jika jodoh tak akan kemana. satu hal lagi jangan berpindah keyakinan karena ada maunya tapi harus murni dari hati jika kamu benar-benar yakin untuk itu."ujar Arthur.


Artur pun pergi meninggalkan Alina menuju rumah sang mommy dan Alina tetap di rumahnya, dia duduk di taman belakang rumah nya tempat dimana peliharaan nya berada.


Saat ini Alina hanya memberikan makan pada mereka tapi tidak untuk bermain-main karena tidak jarang mereka pun menjilat tangan Alina sebagai sapaan selamat pagi atau siang.


Alina yang kini sudah melepaskan hijab karena dia tidak jadi untuk pergi ke mesjid, dan dirumah pun masih dia sendirian kini tengah bersantai di taman belakang.


Sementara Arthur kini tengah berdiri memandang bahwa melihat wanita yang sangat ia cintai tengah duduk termenung.


Arthur tengah bersiap dibantu oleh asisten rumah untuk keberangkatan nya itu.


Dia sengaja memberikan ruang untuk mereka berpikir setelah itu Arthur akan kembali membujuk Gadis itu.


Arthur langsung bergegas menuju mobilnya saat itu juga namun sebelum berangkat ke bandara dia langsung masuk kedalam rumah Alina.


Dia ingin memastikan kembali apa? Alina berubah pikiran atau tidak.


"Honey aku sudah siap ayo bersiap kita harus segera pergi setidaknya kamu bisa menemani mommy yang sedang berduka."ujar Arthur.


"Maafkan aku Ar, aku tidak bisa."ujAr Alina.


"Yang please sekali ini saja, sebelum kita menikah ,,, anggap saja ini sebagai liburan ujar Arthur.


"Heumm,,, aku bisa menyusul nanti Ar, pergilah kasihan Daddy mu sudah menunggu."ujar Alina.


Alina langsung pergi meninggalkan Arthur, namun Arthur menyusul Alina.


"Alina please honey."ujar Arthur.


"Tidak Ar,,, aku tidak bisa meninggalkan mereka juga."ujar Alina beralasan, karena keteguhan hati nya pun tidak Arthur terima.


"Kamu tega biarkan aku pulang sendiri honey kamu tau kan jika aku saat ini datang untuk menyunting dirimu."ujar Arthur.


Alina pun tersenyum. "Ar,,, kamu tau tidak jika ini adalah adalah bagian dari rencana Tuhan."ujar Alina.


Alina pun kembali melangkah.


"Ayolah honey."ucap Arthur lagi memelas.


Namun gadis itu menggeleng.


"Aku akan membiarkan mu untuk tetap tinggal disini saat ini tapi tidak dengan nanti saat aku kembali kau tidak bisa menolaknya lagi."ujar Arthur tegas.


Dia langsung menarik Alina kedalam dekapannya dan mengecup puncak kepala Alina dan terakhir mencium bibir manis itu.


Sampai saat keduanya hampir kehabisan nafas"Tetaplah disini jangan pernah pergi kemanapun."ujar Arthur.


"Aku mahluk hidup Arthur, aku tidak mungkin berdiam diri terus."ujar Alina.


"Pokonya tidak boleh pergi jauh dari rumah."ujar Arthur.


Alina hanya mengangguk tanpa berbicara, hingga Arthur memberikan pelukan setelah itu dia pun pergi bersama dengan asisten pribadi nya.


Alina hanya tersenyum sambil melambaikan tangan hingga mobil yang ditumpangi oleh Arthur pun menghilang.


Arthur sendiri kini tengah gundah dia ingin tetap tinggal di Indonesia sampai mereka menikah namun itu sungguh sangat sulit untuk saat ini karena kabar buruk dari sang Daddy.


Sementara Alina kini tengah termenung karena dia merasa semua ini adalah rencana dari yang maha kuasa untuk dirinya.

__ADS_1


Alina pun berharap semoga semua akan baik-baik saja, jika pun dia tetap tidak berjodoh dengan Arthur atau laki-laki manapun dia hanya ingin tetap berada di dalam kebaikan.


Akhirnya Alina pun pergi kedalam kamar untuk beristirahat.


Setelah Alina berbaring di atas ranjang tiba-tiba handphone nya bergetar sebuah notifikasi pesan muncul.


💌"Aku berangkat dulu Honey, ingat jaga diri dan jangan pernah lupakan cinta kita."Arthur.


Alina hanya tersenyum tanpa membalas, dia terus berpikir tentang benarkah mereka saling mencintai.


Alina pun mulai memejamkan mata nya, dia berharap akan ada keajaiban setelah tidur siang.


Sementara itu dalam jet pribadi Arthur terus memikirkan Alina yang tidak seperti wanita kebanyakan wanita di luar sana.


Alina adalah wanita yang selalu berpendirian teguh sampai saat ini Arthur merasa jika Alina akan sulit untuk membuka diri setelah trauma akibat pernikahan yang telah ia jalani.


Sampai saat ini hubungan mereka pun seakan memiliki jarak sampai saat ini mereka tidak pasangan kekasih lain yang selalu mengungkapkan perasaan sayang nya.


Alina hanya akan bertanya kabar, dan selebihnya hanya obrolan garing yang bahkan tidak ada hubungannya dengan hubungan mereka.


"Alina sayang apapun yang terjadi aku akan tetap memilih dirimu."ujar Arthur.


Sampai saat Arthur tiba di negara kelahirannya dia langsung pulang ke Mension utama dimana saat ini sag Bunda berada tapi saat itu, Arthur disambut dengan rasa kecewa yang teramat sangat.


Karena ternyata tuan Daniel tidak sedikitpun terlihat sakit atau tidak baik-baik saja.


Keduanya begitu sehat meskipun Arthur bersyukur di atas rasa kecewanya itu karena kedua orang tua nya baik-baik saja.


Arthur langsung pergi meninggalkan mereka namun sang Bunda menghentikan langkahnya "Arthur, sayang istirahat lah dulu nanti Bunda dan Daddy mu ingin bicara hal yang sangat penting."ujar Jenny.


"Apa? Mommy juga sudah sekongkol dengan Daddy untuk membohongi ku."ujar Arthur.


"Nanti kita bicara sayang sekarang kamu masih lelah setelah perjalanan jauh."ujar Jenny lagi yang terlihat tidak enak hati.


Arthur langsung pergi di ikuti oleh pelayan Mension yang kini membawakan koper milik Arthur.


Pria itu langsung masuk kedalam kamar nya setelah tiba di lantai teratas Mension tersebut.


Bayang-bayang raut wajah Alina terlintas di kepalanya.


Arthur langsung mencoba menghubungi Alina meskipun tau kalau saat ini di Indonesia sudah dini hari.


Sudah berulang kali Arthur mencoba menghubungi Alina namun sampai 20 kali panggilan wanita itu tidak kunjung merespon panggilan tersebut.


Arthur pun menyimpan ponsel itu setelah mengirimkan pesan suara.


Setelah itu dia pun pergi untuk membersihkan diri di dalam kamar tersebut.


Sampai saat dia telah selesai berpakaian dengan pakaian santai Arthur mencoba untuk berbaring di ranjang nya karena memang sudah sangat lelah.


Sementara itu di kediaman Alina wanita yang hedak bangkit dari ranjang untuk menunaikan ibadah wanita itu menyempatkan diri untuk memeriksa handphone nya itu karena dia teringat dengan Arthur yang belum menghubungi dia sedari kemarin.


Alina melihat duapululuh panggilan masuk tidak terjawab.


Alina langsung menghubungi Arthur namun nomor yang dia tuju sedang tidak aktif.


Alina pun hanya mengirim pesan sekaligus pamit karena mendapatkan panggilan kerja di luar kota, Alina kini akan kembali menjadi pengajar setelah beberapa bulan ini cuti.


Namun kali ini dia dipindah tugaskan untuk mengajar di luar kota.


Terpaksa Alina akan tinggal di sana.


Wanita itu segera bergegas pergi menuju kamar mandi untuk mandi sekaligus berwudhu.


Setelah selesai melakukan semua aktivitas awal di pagi hari, wanita itu pun mulai membereskan barang-barang keperluan nya kedalam dua buah koper besar dan ada beberapa tas berukuran besar yang berisi semua kebutuhan dia.


Otomatis dia akan pindah rumah saat ini dan rumah nya akan kosong.


Dan untuk ketiga peliharaan nya dia akan memberikan ketiga anjing itu kepada seseorang yang memang menginginkan mereka sejak lama.


Dia adalah tetangga kompleks perumahan yang ditempati oleh Alina, dia seorang pemuda berusia dua puluh tahun.


Alina sendiri kini tengah bersedih karena harus memberikan ketiga teman hidupnya itu, tapi dia yakin jika pemuda itu akan menjaga ketiganya dengan baik.


Alina pun menyempatkan diri untuk bermain mungkin itu adalah yang terakhir kali mereka bersama.

__ADS_1


"Aku sebenarnya tidak ingin berpisah dengan kalian bertiga, tapi aku harus kembali pindah tempat, aku takut kalian tidak terawat jika aku tidak ada di rumah, ingatlah aku selalu menyayangi kalian bertiga sayang ku."ujar wanita itu.


Aluna terus berbicara sambil mengelus mereka bertiga.


Kini hidup baru akan dimulai, Alina pun kembali akan beradaptasi dengan lingkungan baru, kali ini dia juga kembali mengajar dengan murid-murid yang baru.


Alina pun kembali berkata.


"Maafkan aku tidak bisa menjaga kalian sebentar lagi dia akan menjemput kalian bertiga ingat untuk selalu bersikap baik kepada dia karena dia juga sangat mencintai kalian."ucap Alina.


"Jangan takut aku akan merawat mereka dengan baik, dan kakak bisa datang kapanpun kakak mau untuk melihat mereka atau aku akan selalu mengabarkan tentang mereka untuk setiap hari nya."ujar pemuda yang baru saja datang.


"Heumm,,, kamu ternyata."ujar Alina pada pemuda yang bernama Ali itu.


"Ali, aku titip mereka padamu ingat jangan sia-siakan mereka bertiga karena aku sangat menyayangi dia."ujar wanita itu.


"Ka Al tenang saja, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan mereka."ujar Ali.


Setelah serah terima dan Alina sempat memeluk ketiganya sambil meneteskan air mata karena teramat menyayangi mereka bertiga, tampak ketiga anjing itupun bersedih.


Hingga mereka menghilang dari pandangan Alina, wanita itu menangis sesenggukan, jika saja dia memiliki kerabat di sana mungkin dia akan menitipkan ketiganya saat wanita itu pergi mengajar tapi jangankan kerabat dia sendiri tidak tahu lingkungan nya akan seperti apa?.


Saat Alina hendak masuk tiba-tiba seseorang datang memberikan handphone dengan layar menyala karena memang tengah melakukan panggilan video.


"Honey aku sudah menelpon mu berkali-kali tapi kamu tidak merespon kenapa? marah atau malas bicara dengan ku."ujar gadis itu.


"Aku hanya sedang sibuk dengan persiapan ku."ujar Alina.


"Persiapan apa? heumm jika untuk pernikahan kita kamu tidak usah pikirkan itu karena aku akan mengurusnya secepat mungkin."ujar Arthur.


"Bukan itu Ar, aku ditugaskan untuk mengajar di luar kota."ujar Alina.


"Tidak Alina, kamu tidak boleh pergi honey, aku tidak ingin kamu bekerja lagi! aku bisa menghidupi mu jadi jangan pernah pergi dari rumah.*ujar Arthur sambil menggeleng.


Namun Alina tidak bisa mengikuti permintaan Arthur dia menggeleng karena mengajar dimana pun sudah menjadi kewajiban bagi dirinya.


Arthur terus berteriak melarang dan mengancam Alina saat itu juga karena dia mengira wanita itu ingin pergi untuk menjauh darinya.


Sampai saat Alina pergi meninggalkan rumah tersebut, Arthur terus mengamuk bahkan barang-barang berharga di hadapannya kini sudah hancur tak berbentuk.


Sementara Alina masih di dalam mobil nya menuju tempat tujuan.


Wanita itu benar-benar pergi tanpa menghiraukan larangan Arthur.


Alina tidak ingin berharap pada Arthur, yang bahkan jauh berbeda dengan dirinya.


Dan ternyata benar kepulangan Arthur ternyata untuk kembali menikah dengan seorang wanita yang dipilih oleh keluarga Arthur.


Arthur pun mengajukan syarat bahwa dirinya akan menikah dengan wanita itu tapi setelah menikah terlebih dahulu dengan Alina.


Tuan Daniel pun menyetujui hal itu, setelah itu Arthur meninggalkan mereka berdua.


Bukan tanpa alasan Arthur kembali menerima perjodohan itu karena tuan Daniel mengancam akan kembali menikah dengan wanita yang akan dijodohkan dengan dirinya itu jika Arthur tidak setuju dan itu artinya ibunya akan kembali terluka karena itu.


Arthur tidak bisa membiarkan hal itu.


Dia tidak mungkin membiarkan ibunya kembali terluka.


Sementara untuk Alina Arthur akan memberitahu Alina setelah mereka menikah nanti agar Alina tidak bisa pergi lagi dari dirinya.


Arthur lupa jika Alina tidak akan pernah mau menjalani hal itu.


Arthur bahkan melupakan hal itu, Alina dan Akbar mengakhiri pernikahannya dengan Akbar gara-gara ada istri lain selain dirinya.


Sementara Alina kini sudah tiba di sebuah rumah sederhana yang terdiri dari dua lantai.


Dirumah sewa itu sudah ada tukang bersih-bersih alias asisten rumah tangga.


Alina benar-benar menyesal telah memberikan ketiga peliharaannya itu.


Setelah semua disimpan pada tempatnya, akhirnya wanita itu pun kembali fokus dengan sebuah buku yang sering dia baca.


Sementara kini di taman belakang Mension, Jenny sedang memperingatkan Arthur untuk lebih jujur pada Alina daripada berakhir seperti Akbar.


"Tapi Mommy,,, jika Arthur berkata jujur sebelsebelum menikah, maka dia akan menolak untuk menikah dengan Arthur. tapi jika dia sudah Arthur nikahi minimal dia akan mempertimbangkan itu apalagi jika dia hamil anak Arthur."ujar pria itu.

__ADS_1


"Putra ku, kau belum mengenal siapa? Alina, Bunda hanya ingin peringatkan kamu, tapi seharusnya kamu biarkan Daddy mu saja yang menikahi dia, lagipula usia Bunda sudah tidak muda lagi."ujar Jenny.


"Owh jadi kamu lebih memilih itu!."


__ADS_2