
"Apa?lagi yang kau inginkan, tidak cukupkah kau sudah membuat istriku celaka dan berbulan-bulan lamanya kesakitan.!"
Junior masih menatap Arthur dengan lekat saat itu tidak sedikitpun dia berucap hingga saat seseorang datang menghampiri mereka bahwa Alina sudah sadar.
Tepat saat Arthur berbalik hendak pergi menuju kamar Arthur tiba-tiba Junior berkata.
"Yang menghancurkan semuanya bukan aku,,, tapi kau.! ya,,,kau arthur. jika saja kau tidak membuat dia kecewa saat itu mungkin kami tidak akan pernah bertemu dan saat kau mengkhianatinya saat itu dia hampir mati karena perbuatan mu, tiga kali aku menyelamatkan hidup dari wanita yang sangat aku cintai,,,lalu apa? Yang kau lakukan untuk dirinya selama ini apa? Arthur."ucap Junior yang membuat Arthur mematung di tempatnya.
Arthur pun sadar dia hanya bisa memberikan rasa sakit pada istrinya. tapi kemudian dia kembali berfikir bahwa Alina dan dirinya memiliki ikatan pernikahan, dan jika terjadi yang namanya kecocokan itu adalah hal yang biasa didalam sebuah hubungan meskipun yang terjadi pada dirinya dan Alina adalah masalah yang sangat besar tapi Arthur sudah berusaha untuk memperbaiki semuanya itu.
"Semua yang terjadi antara aku dan Alina adalah hal yang biasa terjadi di dalam rumah tangga. dan kau tidak bisa ikut campur."ucap Arthur.
"Oke,,, aku tidak akan pernah ikut campur tapi kamu harus tahu bahwa saat ini Alina mengingat tentang aku maka aku akan pastikan bahwa dia akan sangat membenci dirimu."ucap Junior.
"Atas dasar apa? dia akan membenci diriku."ucap Arthur.
"Karena kehancuran dirinya berasal dari dirimu."ucap Junior.
Deg...
Tiba-tiba detak jantung Arthur seakan berhenti saat mendengar kata-kata Junior yang kini pergi meninggalkan Arthur dan kediamannya itu.
Sementara itu di kamar Alina saat ini, wanita itu terlihat baik-baik saja.
"Mas aku kenapa? di infus seperti ini."tanya Alina.
"Kamu hanya kelelahan sayang, tadi mungkin kamu terlalu banyak beraktivitas."ucap Arthur.
"Heumm,,, sepertinya seperti itu."kata Alina yang kini terlihat biasa saja.
"Sayang apa? ada keluhan lain."ucap Arthur.
"Tidak ada mas aku baik-baik saja."ucap Alina.
"Heumm,,, benarkah sayang aku begitu khawatir saat mendengar mu tidak sadarkan diri."ucap Arthur.
"Tidak perlu khawatir mas disini ada banyak orang, aku pasti akan baik-baik saja."ucap Alina.
Sementara Luna sampai saat ini dia tidak bicara apapun. seolah seperti patung yang bahkan tidak bergerak dari tempatnya itu.
"Luna kamu bisa melepaskan infus dari tangan nyonya sekarang."ucap Arthur.
"Baik tuan."balas Luna.
Luna langsung menghampiri Alina dia mengambil kapas yang sudah di basahi dengan cairan alkohol dan mengoleskan itu di tangan Alina tepat di bagian atas kulit yang terdapat jarum infus setelah melepas plester yang menempel di sana dia mencabut jarum infus tersebut dengan cekatan.
"Dimana? anak-anak Luna."tanya Alina.
"Mereka sedang tidur siang nyonya."jawab Luna.
Luna pun pamit pada keduanya, wanita itu ingin beristirahat terlebih dahulu sebelum kembali beraktivitas.
"Tuan Junior sungguh nekad bagaimana? jika ternyata saat ini nyonya mengingat semua tentang mereka urusan bisa berabe dan aku tidak tahu apa? yang akan terjadi jika nanti aku tidak bisa membayangkan kehancuran mereka nanti."lirih Luna yang kini bahkan tengah larut dalam lamunannya.
Tiba-tiba sebuah notifikasi pesan tersebut nyaring karena itu adalah suara Arionan yang menjadi nada dering dari notifikasi tersebut dengan bunyi.
"Luna ada pesan masuk."
Luna langsung membuka pesan tersebut itu dari nomor tak dikenal.
✉️"Jangan coba-coba untuk mendekati suamiku lagi jika kau tidak ingin celaka."
Luna langsung melempar Handphone tersebut keatas ranjang disusul dengan dirinya.
"Aku tidak pernah mendekati siapapun selama ini kecuali kedua majikan ku dan asisten pribadinya. mana ada waktu luang untuk menggoda suami orang yang benar saja."ucap Luna lirih.
Wanita itu langsung merebahkan diri di atas ranjang tanpa menunggu lama Luna pun memejamkan mata di hitungan ketiga seolah dia bisa menghipnotis dirinya sendiri.
Jika saja ada yang bisa melihat wajah Luna yang tengah terpejam saat ini mungkin orang itu akan tahu bahwa Luna menyimpan sejuta kepedihan di dalam dirinya saat ini.
__ADS_1
Gadis itu terlelap hingga saat ketiga anak asuhnya menaiki tubuhnya dan mengguncang tubuh Luna me nagih janji pada Luna untuk pergi ke bioskop sore itu.
"Luna bangun,,, Luna cantik bangun ayo kita ke bioskop."ucap Alana dan kedua kakak laki-lakinya itu.
"Heumm... baiklah-baiklah tunggu diluar oke Luna mandi dulu."ucap Luna yang kini membuka mata.
Beruntung sudah dua jam dia terlelap tidur siang karena setelah itu dia akan kembali beraktivitas menjaga anak-anak yang memiliki kehebohan tingkat tinggi belum lagi dengan permintaan mereka nanti.
Luna pun langsung bergegas pergi menuju kamar mandi setelah memastikan mereka semua pergi keluar dari kamar Luna.
Luna yang selalu bergerak cepat dan tidak pernah bersantai seperti wanita kebanyakan karena sudah terlatih sejak saat itu hanya butuh lima belas menit untuk mandi dan bersiap.
Hingga dia sudah sangat rapih dengan blazer yang selalu terpasang rapi ditubuhnya pakaian formal itu selalu melekat di tubuhnya dengan sangat rapi sebagai pengawal pribadi Luna selalu menggunakan pakaian formal untuk bekerja seperti saat ini.
"Luna cantik sudah siap."ucap ketiganya yang kini terlihat begitu antusias.
"Ayo berangkat."ucap Luna.
"Luna,,,, ini bawa ini."ucap Arthur menyerahkan black card miliknya agar Luna bisa membeli apapun untuk mereka jika sesuatu hal yang tidak terduga mereka minta.
"Yang waktu itu masih utuh tuan."ucap Luna yang kini membawa Alana keatas gendongannya.
Sementara kedua kakak beradik itu berjalan di depan Luna dengan hebohnya dengan segudang celotehan ketiganya Luna terbiasa dengan itu.
"Duduk yang tertib saat Luna mengemudi oke."ucap Luna.
"Baiklah Luna cantik."ucap Arion.
"Sudah siap."ucap Luna saat semua sudah siap di tempatnya.
"Let's go..."ucap ketiganya.
Luna pun melajukan mobilnya menuju sebuah pusat perbelanjaan yang di bagian tempat itu terdapat bioskop terbesar.
Sampai saat Luna tiba-tiba di basement mall tersebut dia langsung bergegas membawa ketiganya masuk kedalam mall tersebut.
Sampai saat mereka tiba di eskalator Luna langsung menjaga ketiganya dengan kewaspadaan penuh.
Hingga mereka tiba di depan bioskop yang kini dipenuhi antrian Luna langsung meminta mereka berbaris di samping Luna yang kini tengah membeli tiket sekaligus camilan dan minuman untuk ketiganya.
...********...
Setelah giliran mereka masuk Luna langsung memberikan tiket masuk tersebut kemudian kembali menggendong Alana dan membawa paper bag berisi camilan mereka.
"Hati-hati jangan terburu-buru oke yang tertib."ucap Luna.
"Oke Luna cantik."ucap ketiganya.
Sampai mereka tiba di kursi yang kini berjajar kosong, Luna mendudukkan Alan di samping di apit oleh Arion dan Arionan duduk di samping Luna satu sisinya lagi.
"setelah semua dipastikan masuk dan duduk di dengan rapi lampu bioskop dimatikan dan hanya ada cahaya dari depan layar yang kini menayangkan film favorit mereka.
Luna memberikan masing-masing satu popcorn dan juga sebotol minuman yang biasa mereka minum.
Setelah semua dipastikan aman akhirnya Luna pun menarik nafas lega.
tontonan yang membosankan bagi Luna itupun akhirnya gadis itu memutuskan untuk bermain sosial media meskipun tidak terlalu suka tapi setidaknya dia bisa mengusir kejenuhannya saat ini.
Luna kini tengah fokus menatap layar handphone miliknya itu, tiba-tiba saja seseorang berbisik di belakang kuping Luna.
"Aku meminta mu untuk datang ke rumah sakit tapi kamu malah pergi ke tempat-tempat yang bahkan tidak penting untuk kamu datangi.
Tapi Luna tidak melirik atau terganggu dengan itu dia terus melihat handphonenya hingga akhirnya seseorang hendak merampas handphone tersebut, Luna langsung menahan tangan tersebut.
"Jangan main-main, jika kamu tidak ingin menyesal."ucap Luna lirih.
Luna pun melepaskan tangan sampai saat tontonan itu selesai tepat pukul 17:30.
Luna langsung membawa mereka ke dalam sebuah restoran cepat saji untuk makan malam karena sudah dipastikan setelah kembali dari jalan-jalan mereka akan langsung tertidur.
__ADS_1
Saat makanan yang mereka pesan sampai di meja tiba-tiba tepat di samping Luna seseorang duduk di hadapan Luna.
"Ada apa? anda terus mengikuti saya."ucap Luna.
"Kita harus bicara."ucap Arkan.
"Tidak ada yang harus kita bicarakan dokter. bos saya sudah bukan pasien anda lagi."ucap Luna.
"Jelaskan apa? ini, kenapa? kamu tidak pernah mencari ku jika kamu benar-benar mencintai saya."ucap dokter Arkan yang kini memperlihatkan sebuah surat cinta.
"Apa-apaan ini.! saya tidak pernah menulis surat cinta ini."ucap Luna yang kini melempar surat tersebut.
"Kamu tidak usah berpura-pura Luna saya tau saya bisa mengabulkan keinginan mu itu."ucap Arkan.
"Apa? anda kira saya tidak punya otak apa? melakukan hal yang sudah pasti akan menimbulkan masalah dan kerugian besar untuk saya, sebaiknya anda silahkan pergi dari sini dan tolong katakan pada istri Anda saya tidak punya waktu untuk menggoda suami orang jadi tidak perlu repot-repot meneror saya."ucap Luna.
"Apa? maksud mu Luna, apa? yang dia lakukan."ucap Arkan kaget.
"Anda bisa baca sendiri dan lihat nomor ini baik-baik meskipun tidak menyertakan namanya disini saya bukan orang bodoh yang tidak akan pernah tau tentang orang yang meneror saya."ucap Luna.
"Heumm,,, maafkan istri saya Luna dia memang sangat mencintai saya sehingga dia sering ketakutan jika saya pergi."ucap dokter Arkan.
"Saya tidak perlu permintaan maaf itu, yang saya inginkan adalah anda menjauh dari saya."ucap Luna tegas.
"Itu tidak mungkin saya lakukan Luna."ucap pria itu lirih sambil menatap kearah Luna .
"Habiskan makan malam kalian sebentar lagi kita akan segera pulang."ucap Luna.
"Baiklah Luna cantik."ucap ketiganya.
"Heumm... baiklah-baiklah sayang."ucap Arkan sambil tersenyum manis.
Luna dengan cueknya menghabiskan makan malamnya bersama dengan ketiga anak asuhnya itu.
Sementara itu di kediaman Arthur saat ini disaat Arthur tengah mengerjakan pekerjaan pentingnya di dalam ruang baca yang tidak jauh dari kamar tersebut Alina kini tengah merenung tentang semua yang terjadi saat ini.
Alina bahkan tidak tau harus kembali seperti dulu, atau benar-benar melupakan semua yang pernah terjadi di dalam hidupnya dan hidup baru bersama dengan keluarganya atau kembali berpisah agar tidak ada lagi rasa bersalah yang kini menyiksa dirinya.
Alina kini telah mengingat semuanya apa? yang terjadi di dalam hidupnya bahkan sampai saat dia mengalami kecelakaan waktu itu sedikit pun tidak terlewatkan.
S sampai saat Arthur kembali dari ruang baca Alina pun tengah berpura-pura tertidur, karena tidak ingin membuat Arthur bertanya-tanya.
karena Alina sendiri tidak tahu harus bagaimana menjawaban pertanyaan yang akan dilontarkan oleh Arthur.
Sementara Arthur sendiri saat ini dia langsung membersihkan diri sebelum ikut bergabung dengan istrinya di atas ranjang.
Namun sebelum itu dia membenarkan selimut yang dikenakan oleh Alina saat ini sebelum dia pergi dalam kamar mandi. pria itu menatap istrinya sebelum benar-benar menutup pintu tersebut.
Arthur kini tengah gelisah karena memikirkan ucapan Junior dan juga adegan Junior yang yang sempat memeluk istrinya.
Arthur merasa benar-benar dalam dilema. Jika dia berkata kasar pada Junior maka sudah dipastikan Junior akan membongkar semua hal yang telah atur tertutup dari Alina selama ini.
Pria itu tidak ingin membuat istrinya kecewa padanya untuk kedua kalinya. dia berharap Tuhan benar-benar menghapus ingatannya agar dia bisa memulai hidup dengan baik dan bisa menebus dosa-dosa yang telah ia lakukan selama ini.
Namun seberapapun Arthur berusaha memohon. ternyata Tuhan sudah membukakan semua pintu ingatan yang pernah Alina lupakan.
Arthur menarik nafas dalam-dalam sebelum dia menyalakan air dari shower. saat itu matanya terpejam membayangkan semua yang pernah terjadi antara dirinya dengan wanita itu.
Wanita yang sampai saat ini masih berkeliaran di luar. seperti yang Arthur tahu saat ini Teresa kembali ke negara tersebut, dalam keadaan baik-baik saja meskipun wajahnya tetap sama seperti saat ia bertemu dengannya terakhir kali.
Namun kejahatan yang ada di dalam diri wanita itu tidak bisa dipadamkan begitu saja. wanita itu masih menyimpan dendam hingga saat ini dia ingin melenyapkan Alina, dan juga seluruh anak keturunannya, agar bisa kembali lagi padanya
Karena hanya aturlah yang Teresa cintai selama ini.
Wanita itu bahkan rela kehilangan keluarganya demi mendapatkan Arthur kembali. sampai saat ini Teresa masih berada di dalam persembunyiannya, setelah Dia ditangkap oleh kedua anak buah Junior, dan berhasil meloloskan diri dari orang-orang tersebut.
Wanita itu sedang menyusun rencana. dan entah apa? yang akan terjadi nanti. jika Teresa benar-benar kembali muncul dalam kehidupan mereka.
Namun atur berharap semoga rumah tangganya tidak akan tergoyahkan lagi oleh hal apapun dan selamanya cinta Arthur pada Alina Akan tetap abadi sampai akhirnya nanti.
__ADS_1
Alina adalah wanita yang baik meskipun dia pernah melakukan kesalahan yang sama dan atur menganggap itu sebagai balasan atas perbuatan yang telah berulang kali menyakiti istrinya tersebut.