
Luna kini tengah berjalan dengan Alina menuju taman belakang dimana? disana mereka tengah melakukan olahraga kecil untuk merilekskan otot tubuhnya yang terkadang masih terlihat kaku.
Alina kini sudah jauh lebih baik setelah sering melakukan itu bersama dengan Luna.
Luna pun terkadang melakukan hal yang sama dengan Alina seperti saat ini.
"Nyonya sudah terlihat jauh lebih baik saat ini. semoga kedepannya,,, semuanya semakin membaik."ucap Luna.
"Amin,,,"ujar Alina yang kini tengah menghirup udara segar.
"Nyonya tuan sangat mencintai anda, dan saya sangat salut dengan tuan Arthur bukan karena dia adalah bos saya tapi karena selama hidup saya seingat saya belum pernah melihat cinta yang benar-benar tulus seperti yang tuan berikan pada anda."ucap Luna.
"Ya, Luna tapi ada satu hal yang membuat ku merasa ada yang salah dengan semua ini."ucap Alina yang langsung menghentikan kata-katanya.
"Apa? yang menurut anda salah nyonya bisa katakan langsung, tapi maafkan saya bukan berniat lancang atau ikut campur urusan nyonya dan tuan,,, tapi sekiranya saya tau saya akan memberi tahu tentang itu semua."ucap Luna.
"Semalam saya melihat suami saya sedang,,,,Ah, ya Luna apa? sebelumnya ada wanita sebelum aku yang hadir di dalam hidup tuan."ucap Alina yang kini tengah menatap Luna meminta jawaban.
"Heumm,,, maafkan saya Nyonya saya mungkin sudah bekerja lama dengan tuan dan nyonya tapi saya tidak pernah melihat tuan membawa wanita manapun ke rumah kecuali nyonya besar."ucap Luna mencari aman.
Luna tidak ingin membeberkan semua yang dia tahu dari desas-desus masalah yang terjadi pada Arthur dan Alina meskipun dia memang benar-benar tidak pernah melihat secara langsung apa? penyebab mereka dulu sempat berpisah dan tentang sakit yang dialami oleh Alina saat itu.
"Satu lagi Luna, kenapa? putra-putri ku memanggil pria asing itu dengan sebutan daddy. bukankah daddy mereka bertiga adalah suamiku Arthur."ucap Alina.
"Heumm,,, dia adalah tuan Junior dia adalah mantan sahabat tuan dan nyonya, namun kedua orang tuanya tidak pernah membiarkan pria itu bebas bergaul karena dia punya kelainan. anda bisa melihat kenapa? pria itu selalu menggunakan sarung tangan, itu karena pria itu alergi saat bersentuhan dengan siapapun kecuali nyonya dan kedua orang tuanya."ucap Luna jujur.
Alina pun mengangguk pelan, dia percaya jika Luna tidak pernah berbohong.
Sementara Luna sendiri saat ini tengah merasa was-was dalam hati karena ternyata pertanyaan yang selama ini ingin ia hindari itu terjadi juga.
Alina yang kini berjalan menuju pintu masuk pun menoleh ke arah Luna yang kini tengah mematung di tempatnya.
"Luna kamu sedang apa.?"tanya Alina lembut dan itu berhasil membuat Luna tiba-tiba terkejut bukan main.
"Ah, itu anu nyonya,,, ada sesuatu yang harus saya lakukan setelah kita kembali dari rumah sakit nanti bolehkah saya izin untuk menemui seseorang."ucap Luna.
"Heumm,,, sepertinya orang yang sangat penting ya.?"ucap Alina yang kini tersenyum sambil menggoda Luna.
"Ah itu hanya teman satu akademi saja nona mungkin dia rindu dengan Luna."ucap Luna berbohong.
Padahal Luna hanya ingin mengunjungi tempat dimana? ia menjalin sebuah ikatan dengan orang dimasa lalunya.
"Kamu boleh pergi ko, hari ini aku akan pergi ke rumah sakit bersama mas Arthur."ucap Alina.
"Tidak apa-apa nyonya nanti saja setelah saya mengantar anak-anak sekolah."ucap Luna.
"Ya sudah terimakasih Luna."ucap Alina yang kini sudah tiba di dalam kamar utamanya.
"Sama-sama nyonya hati-hati."ucap Luna penuh kelembutan.
"Heumm,,," ucap Arthur yang kini menyambut istrinya itu tepat saat Luna pamit pulang.
Luna pun mulai dengan aktivitasnya di menyiapkan bekal makan siang untuk kedua jagoan cilik yang kini tengah bersiap dengan kedua Baby sitter nya itu.
Setelah selesai bersiap keduanya kini tengah duduk di depan meja makan, dan Luna pun membantu keduanya.
Sementara sikecil Alana kini tengah bersiap untuk ikut bersama dengan kedua orang tuanya ke rumah sakit.
Arthur akan mengantar istrinya itu pergi ke rumah sakit untuk general check up.
Setelah dari rumah sakit barulah Arthur akan pergi ke perusahaan untuk bekerja seperti biasanya.
Hari-hari yang di lalui Arthur memang cukup melelahkan tapi pria itu tidak pernah mengeluh karena itu sudah menjadi rutinitasnya selama ini.
Bahkan saat dirinya kembali dari kantor rasa lelahnya itu perlahan akan berkurang karena dirinya di sambut oleh istri tercinta dan ketiga anak mereka.
__ADS_1
Alina pun berangkat lebih awal karena jarak rumah dan rumah sakit cukup jauh sementara jarak dari rumah ke sekolah itu cukup dekat hanya lima belas menit jika ditempuh dengan berjalan kaki.
Kini Luna pun berangkat bersama dengan kedua putra asuhnya selama ini.
Keduanya bahkan sudah seperti putranya sendiri, mereka akan berkeluh kesah tentang semua hal yang mereka alami saat itu.
"Sudah sampai tuan muda, Ayo bersiap untuk memulai aktivitas belajarnya tuan muda semangat nanti siang Luna jemput."ucap Luna yang kini membantu keduanya keluar dari dalam mobil setelah melepaskan sabuk pengaman.
"Arion dan Arionan pamit."ucap kedua pria kecil itu sambil terkekeh.
Mereka memang suka sekali bercanda dengan Luna, sampai kedua kakak beradik itu di sambut gurunya untuk masuk.
Kini Luna menghela nafas panjang. dia sedang berada di dalam dilema antara pergi atau tidak untuk menemui pamannya yang selama ini sudah memberikan tumpangan hidup meskipun semua biyaya hidup Luna selama ini ditanggung asuransi jiwa yang diberikan oleh pihak asuransi setelah kedua orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan maut yang dialami oleh mereka saat Luna masih SMA.
Luna juga ingin melihat bagaimana? keadaan rumah yang sudah lima tahun ia tinggalkan itu.
Rumah yang ditempati oleh dirinya dengan suami statusnya yang kini bahkan telah melupakan dirinya.
Luna yang dilema pun memutuskan untuk pergi ke rumah sang paman yang beberapa kali mengirimkan pesan agar dia pulang, untuk membahas sesuatu hal yang tidak pernah bisa dibahas di telpon.
Luna pergi menggunakan mobil Arthur yang selama ini menjadi kendaraan Luna saat berpergian kemanapun itu. entah bersama dengan majikannya itu atau sendirian Luna bebas menggunakan mobil tersebut.
Sesampainya di rumah sang paman, Luna pun disambut dengan baik. Tidak seperti biasanya mereka selalu memperlakukan dirinya dengan sangat buruk.
Kini Luna bahkan tengah bertanya-tanya apakah mereka saat ini sedang tidak waras atau membuat otak mereka sedikit bergeser miring.
Karena bukan tanpa alasan, saat mereka dalam keadaan waras maka mereka akan mencaci maki Luna meskipun tidak ada kesalahan yang diperbuat oleh dirinya.
...**********...
Tidak ada pembahasan yang serius saat itu, hingga Luna memutuskan untuk pamit pergi karena saat ini masih ada tempat yang harus dia tuju.
Luna akhirnya pergi meninggalkan rumah tersebut menuju ke sebuah pinggiran kota tempat dimana? dia tinggal bersama dengan seseorang hingga saat orang itu pergi meninggalkan dirinya hingga saat ini.
Setibanya di tempat tersebut, Luna memarkirkan mobilnya di tepi jalan tepat di sebrang jalan.
"Mas Arlan, apa? kamu benar-benar sengaja melupakan ku."lirih Luna yang kini menitikkan air mata.
Pernikahan Luna dan Arlan adalah pernikahan resmi meskipun mungkin tidak pernah ada izin dari pihak istri pertama saat itu.
Tapi pernikahan itu resmi tercatat di KUA setempat dan nama itu tertulis jelas nama Arlan dan dirinya di buku nikah yang sampai saat ini masih tersimpan di dalam penyimpanan dokumen resmi milik Luna.
Gadis itu pun langsung bergegas pergi menuju ke sekolah kedua anak majikannya itu, bertepatan dengan bubar sekolah, keduanya kini langsung tersenyum saat Luna tiba di dalam gerbang.
"Owh,,, syukurlah Luna kita sudah datang, jadi kita bisa pergi jalan-jalan terlebih dahulu."ucap Arion dengan nada yang dibuat semanis mungkin.
"Heumm,,, berani merayu poin di potong sepuluh persen."ucap Luna yang kini berwajah serius.
"Jangan iya jangan bilang saja nanti kalau Luna sedang bosan di rumah. mommy pasti tidak akan pernah marah."ucap Arionan.
"Luna tidak bosan justru hari ini Luna ingin istirahat."ucap Luna jujur.
"Heumm,,, ya sudah kita pulang saja daripada nanti daddy marah pada kita, dan kita tidak jadi berangkat ke Eropa.... karena poin kita berkurang."ucap Arion.
Luna tidak berbicara lagi, dia langsung melajukan mobilnya itu ke menuju sebuah mall hanya untuk menghibur kedua tuan mudanya itu.
Sesampainya di sana, Luna langsung turun dan membuka pintu mobil tersebut untuk kedua tuan mudanya itu.
"Ingat harus nurut."ucap Luna.
"Heumm..."ucap keduanya yang kini berjalan masuk dengan tangan berpegangan pada Luna.
Luna membawa mereka menuju kedai es krim yang biasa mereka inginkan.
Setelah membeli es krim dan menikmatinya bersama-sama akhirnya mereka pun meminta untuk pergi ke wahana permainan anak.
__ADS_1
Luna yang kini merasa dirinya akan sangat kerepotan pun hanya mengangguk pelan.
Sesampainya didepan wahana permainan anak-ana dan Luna pun mengantri untuk masuk kedalam karena saat ini di pintu masuk sedang mengantri untuk memasang gelang khusus untuk masuk kedalam wahana tersebut.
Sampai saat keduanya menggunakan gelang yang kini terhubung pada gelang yang ada di tangan Luna.
"Main yang tertib oke jangan sampai kalian berdua terkena masalah."ucap Luna.
Luna pun duduk menunggu di tempat yang tersedia sambil mengawasi kearah dinding kaca yang menjulang tinggi yang menjadi dinding pemisah mereka bertiga.
Sampai saat salah satu dari mereka meminta pulang karena lelah.
Sementara itu di rumah besar itu sepeninggal Arthur menuju kantor. seseorang datang dengan membawa buket bunga besar dan sangat indah itu yang melambangkan kesucian tersebut.
Pria yang terlihat sangat asing tapi nama itu selalu dipanggil di dalam hatinya Alina secara diam-diam tanpa siapapun yang tahu bahwa dirinya sendiri pun tidak mengerti.
"Babe apa? kabar."ucap pria itu.
"Tuan siapa? ya,,,, kenapa? tiba-tiba masuk tanpa izin."ucap Alina.
"Apa? bertemu dengan orang yang sangat aku cintai perlu ijin."ucap Junior.
"Jangan sembarangan anda.! saya bahkan tidak mengenal Anda."ucap Alina yang kini tengah berusaha untuk pergi menjauh dari Junior yang kini semakin mendekat kearah Alina.
Ada kepedihan yang saat ini Junior rasakan karena Alina menolak dia untuk mendekat.
"Babe aku datang jauh-jauh hanya untuk bisa melihat mu benar-benar sudah membaik atau belum."ucap Junior.
"Terimakasih untuk niat baik anda tuan, tapi saya mohon jangan seperti ini karena saya sudah memiliki suami dan anak-anak."ucap Alina.
"Tidak seharusnya kamu takut babe bahkan kita sudah melakukan hal yang lebih dari ini sembilan bulan lalu, dan mungkin jika kecelakaan itu tidak terjadi mungkin buah cinta kita sudah besar di sini."ucap Junior yang berhasil merangkul pinggang Alina yang kini terdiam untuk beberapa saat.
"Apa? maksud anda tuan, apa? kita punya hubungan sebelumnya."tanya Alina yang kini hendak melepaskan tangan Junior dari pinggangnya namun dia kesulitan.
"Tolong lepaskan semua ini aku takut suamiku salah faham."ucap Alina.
"Biarkan seperti ini sebentar saja sayang aku sangat merindukan mu."ucap Junior yang kini memeluk Alina dari belakang.
Alina yang tiba-tiba merasakan aliran darah yang tidak biasa itu tiba-tiba melepaskan tangan Junior dari pinggangnya.
"Sudah cukup tuan sekarang kamu bisa pergi.!"ucap Alina yang kini terlihat tidak nyaman saat mendengar Junior berkata tentang masalalu mereka berdua.
Elang kini mencoba memberikan jarak terhadap Alina yang kini terlihat takut olehnya.
"Sayang please jangan takut sayang,,, aku tidak akan pernah menyakiti dirimu karena kamu bahkan lebih berharga dari nyawaku sendiri."ucap Junior.
Tiba-tiba saja Alina memegang kepalanya dan terlihat meringis kesakitan.
"Ah,,,,, sakit jerit shanum yang akhirnya jatuh pingsan. beruntung pria itu dengan sigap meraih pinggang Alina, hing
Junior jmenggendong Alina ke atas ranjang empuk tersebut.
Dia pun memanggil dokter pribadinya. untuk memeriksa kondisi Alina yang saat ini pingsan di atas ranjang tersebut.
Junior memanggil pelayan untuk datang membantunya menyadarkan Alina .
Junior bilang pada mereka, bahwa Alina tiba-tiba saja jatuh pingsan namun Luna yang baru datang bersama dengan anak-anak dia begitu paham dengan apa yang terjadi saat ini.
Namun Luna seakan enggan untuk ikut campur dengan urusan mereka berdua.
Bukan karena tidak tahu apa? yang sebenarnya terjadi. Dia hanya memberitahu Arthur bahwa saat ini sudah datang Junior datang untuk menengok. namun tiba-tiba saja Alina pingsan dan kabar itu membuat Arthur tidak bisa menunda lagi waktu untuk pulang.
Arthur langsung pergi basement kantor untuk segera pulang ke rumah karena mendengar istri tercintanya tengah pingsan dan alasan utamany adalah Junior.
Junior yang sudah berani datang tanpa izin darinya, meskipun sudah tahu Junior tidak akan pernah bisa dilarang dan untuk itu dia harus membayar mahal apa yang telah terjadi pada hari ini saat ini.
__ADS_1
Arlan