Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
Bab 14


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Arthur bertunangan dengan wanita bernama Kasandra Gultom wanita dari kalangan atas itu berusia tiga puluh tahun, berbeda tiga tahun dan itu artinya dia lebih tua dari Arthur yang masih 27 tahun.


Sampai saat ini Kasandra masih melajang bukan karena dia tidak laku, tapi sejak sekolah bersama dengan Arthur di sekolah khusus pewaris kerajaan bisnis itu, Kasandra menyimpan rasa pada adik kelas yang memiliki postur tubuh yang sangat hot itu.


Arthur yang tumbuh tinggi dan berotot sejak kuliah itu membuat semua wanita begitu mengagumi dirinya.


Termasuk Kasandra, wanita itu bahkan sudah menolak lamaran dari pria-pria tajir yang sepadan dengan dirinya.


Namun hatinya tetap kekeuh ingin menikah dengan Arthur.


Mereka pun sudah berada di salah satu hotel dimana tempat upacara pertunangan itu digelar.


Kasandra yang kini sudah menggunakan gaun setelah riasan yang menunjukkan ke gelamoran tersebut terpanggang nyata di hadapan semua orang.


Tidak dipungkiri Arthur sendiri merasa kagum dengan wanita cantik itu, hanya saja rasa cinta pada Alina begitu besar.


Gadis sederhana yang cantik dan selalu membuat Arthur penasaran ingin segera memiliki dia itu sungguh segalanya bagi Arthur.


Namun tuntutan keluarga besarnya itu membuat Arthur harus menjalani perjodohan itu untuk kedua kalinya.


Sementara di acara tersebut Ririn juga hadir namun tanpa partner rajang nya itu.


Wanita itu datang karena hanya ingin tau siapa? wanita itu dan dari kalangan mana dia berasal.


Arthur pun sudah berada di atas panggung yang tersedia di ballroom hotel itu, menanti Kasandra, dia berlagak seolah pertunangan itu berdasarkan sebuah hubungan yang dilandasi oleh rasa cinta.


Pria itu bahkan di tuntut untuk selalu tersenyum dan menyambut Kasandra dengan kata-kata manis, entah apa? yang terjadi saat ini.


Yang jelas Jenny melihat ke tersiksaan di dalam diri putranya itu.


Wanita paruh baya itu menitikkan air mata yang sedari tadi berusaha ia hapus, demi kebahagiaan semu untuk dirinya putranya itu memilih untuk berkorban dan entah sampai kapan itu akan berlangsung.


Sementara Jenny tau jika putranya itu mencintai wanita yang pernah ia coba dekatkan, namun lebih ke Arthur yang pertama kali jatuh cinta pada Alina.


Saat ini Arthur pun sudah membawa Kasandra ke atas panggung dan tanpa menunda waktu Arthur langsung melamar Kasandra di hadapan semua orang dengan cinta pertunangan itu, namun anehnya cincin itu hanya satu untuk Kasandra tidak ada untuk Arthur yang bertuliskan nama Kasandra.


Karena bagi Arthur sepasang cincin itu ada untuk dua hati tapi Arthur tidak mencintai wanita itu sama sekali meskipun tidak munafik bahwa saat ini dia mengagumi Kasandra.


Pria itu pun langsung bergegas membawa Kasandra turun dan bergabung dengan kolega bisnisnya.


Arthur sedari tadi terus menjadi sorotan bagi seluruh media bahkan berita pertunangan itu sudah tersebar di mancanegara bahkan termasuk Indonesia, tempat dimana Arthur memiliki garis keturunan.


Arthur tidak tahu tentang itu, semua itu adalah konspirasi dari tuan Daniel untuk menyingkirkan Alina dari hidup putranya.


Pria paruh baya itu tidak menyukai Alina yang terlalu memberikan pengaruh besar terhadap putra semata wayangnya itu, karena wanita itu Arthur menjadi seseorang yang lemah menurut dirinya hingga dia mau berpindah keyakinan untuk bisa menikahi Alina.


Sampai akhirnya berita itu tersebar dipertelevisian Indonesia beberapa media cetak pun memajang foto-foto Arthur yang tengah bertunangan dan foto yang memperlihatkan kemesraan itu terpampang nyata di setiap majalah.


Dan kini Alina bisa melihat itu dari sebuah majalah yang dibeli oleh asisten pribadinya yang memang menyukai majalah edisi terbaru apalagi jarang-jarang ada berita pertunangan kalangan atas dengan secara live seperti itu.


Alina hanya mematung tanpa berkomentar apapun, hatinya terasa seperti luka yang dibubuhi oleh garam, perih sakit ingin menjerit untuk melupakan rasa itu sudah pasti tapi untuk apa? dia melakukan hal itu tidak ada gunanya juga.


Alina harusnya lebih sadar diri lagi, siapa? dirinya, Arthur dan juga wanita bernama Kasandra Gultom itu.


Wanita itu pun langsung bergegas pergi menuju lantai dua dimana kamarnya berada, rasa penat setelah mengajar dan juga kenyataan pahitnya tentang kehidupan percintaannya itu membuat Alina sudah tidak punya kata atau air mata yang mewakili keadaannya saat ini.


Wanita itu pun memejamkan matanya tanpa ingin membukanya kembali meskipun dering ponselnya berdering nyaring.


Alina yakin jika itu adalah Arthur namun kini dia sudah memutuskan untuk melupakan semuanya tentang Arthur seperti Alina melupakan semua tentang Akbar.


Alina berencana untuk tetap menyendiri sebelum tuhan benar-benar memberikan jodoh yang tepat untuk dirinya.


Cukup sudah dua kali dia dibohongi oleh kedua pria itu sekarang Alina tidak akan lagi percaya pada kata-kata cinta.


Sampai puluhan kali panggilan itu tidak kunjung diangkat Alina menutup kupingnya dengan bantal guling yang kini melingkar di kepalanya.

__ADS_1


Sementara Arthur kini terlihat sangat frustasi, benar kata sang mommy bahwa Alina bukan wanita yang akan menerima semua yang terjadi saat ini.


Arthur pun berkali-kali meninju dinding yang ada di hadapannya.


Rasa sakit di hatinya tidak separah rasa sakit di tangannya yang kini berdarah-darah.


Jenny pun kaget saat melihat itu.


"Arthur sayang kamu kenapa? kenapa? kamu lakukan semua ini sayang kamu bisa membatalkan semua ini jika kamu tidak bisa, jalanin semua ini, jangan sakiti diri sendiri hanya karena Bunda biar Bunda pulang sayang Bunda tak apa jika harus kembali pulang."


"Lagipula Bunda tidak akan bisa bahagia saat melihat mu seperti ini, Bunda pun sudah tidak punya harapan dengan pernikahan bunda saat ini."ujar Jenny.


"Tidak mommy Arthur akan lakukan apapun untuk mommy, mungkin saat ini Alina hanya perlu waktu untuk menenangkan diri."ujar Arthur berusaha tegar saat melihat Jenny menangis sambil membersihkan luka di tangan Arthur yang terus mengeluarkan darah setelah itu ia juga mengoleskan salep untuk menghentikan pendarahan dan mengobati memar.


Arthur kini sudah selesai dibalut dengan perban oleh ibunya itu.


Arthur langsung pergi meninggalkan rumah menuju sebuah tempat dimana dia bisa sedikit melupakan rasa sakitnya itu.


Ya,,, club malam menjadi tujuan pria tampan itu.


Arthur memilih ruang VVIP untuk menenangkan diri, saat ini dia ditemani oleh asisten pribadi nya.


Pria yang sudah mendampingi Arthur sejak kecil itu sudah seperti kakak bagi Arthur, pria itu adalah pria yang selalu menjadi tempat curhat bagi Arthur yang saat ini pun tengah berbicara jujur disaat dirinya sedang mabuk.


James, adalah pria yang selalu ada untuk Arthur bukan karena dia adalah asisten pribadi Arthur, tapi dia juga sahabat Arthur sejak kecil.


James menepuk-nepuk punggung Arthur saat pria tampan itu menangis sesenggukan sambil meneguk minuman yang kini dia pegang sedari tadi.


...**************...


Sementara itu di kediaman Alina, wanita itu bangun tidur di pagi hari yang cerah itu dia kembali bangkit untuk menyongsong harinya.


Alina sudah memblokir nomor pria itu, dan juga Jenny bahkan rencananya wanita itu akan menjual rumah penuh kenangan itu pada orang tua pemuda yang ia titipkan ketiga peliharaannya itu.


Arthur mungkin tidak bisa dikatakan sebagai pengkhianat karena sejak dulu mereka belum meresmikan hubungan percintaan mereka, hanya sebatas teman dekat dan tidak memiliki ikatan resmi apapun, tapi rasa sakit dari ketidak jujuran pria itu mampu membuka luka lama yang sulit untuk disembuhkan.


Alina ingin melupakan semuanya karena itu adalah salah satu cara terbaik untuk sembuh dari luka.


Jika pepatah mengatakan bahwa waktu bisa menyembuhkan luka, maka itu akan dia lakukan dan memaafkan adalah obat mujarab agar luka itu tidak lagi meninggalkan bekas.


Alina kini tengah duduk di depan meja rias, saat seseorang datang ke dalam kamarnya.


"Nona, maafkan saya saat ini saya harus segera kembali ke kampung halaman saudara saya mendadak sakit keras."ujar gadis itu.


"Baiklah terimakasih untuk semuanya, semoga kerjakeras mu mendapatkan keberkahan."ujar wanita itu.


"Terimakasih Nona, semoga anda baik-baik saja."ujar wanita itu.


Wanita itu pun pergi dengan membawa koper miliknya, entah siapa? yang meminta dia untuk datang ke rumah yang Alina sewa yang jelas saat Alina menyewa rumah itu secara online disana dijelaskan bahwa rumah itu kosong tanpa penghuni.


Alina pun bersiap untuk pergi mengajar, saat ini dia mengajar siswa kelas satu, di sebuah sekolah dasar yang tidak jauh dari area kompleks perumahan yang Alina tempati.


Saat ini dia dibuat penasaran dengan seorang murid yang sudah beberapa hari tidak masuk karena sakit.


Sejak Alina mengajar di sekolah tersebut, gadis kecil itu tidak kunjung masuk.


Alina pernah membaca profil setiap siswa dan saat itu dia melihat seorang gadis kecil yang terlihat tidak seceria anak didik lainnya, dia terlihat sangat pucat dan begitu lemas.


Alina pun masuk setibanya di dalam kelas tersebut, tiba-tiba dia disambut oleh kepala sekolahnya dan seseorang berpakaian formal berdiri di samping kepala sekolah tersebut.


"Nona Alina, saya sudah menunggu anda sedari tadi ada yang ingin kami bahas dengan anda."ujar kepala sekolah itu.


"Ya, pak silakan."balas Alina mempersilahkan mereka duduk kembali.


"Begini Nona Alina, perkenalkan ini tuan Bagas dia adalah donatur utama di yayasan pendidikan ini, dan dia memiliki anak yang kebetulan juga sekolah disini, namun selama ini ia jarang masuk karena keadaannya tidak memungkinkan. anak tuan Bagas sakit keras tapi dia masih memiliki semangat tinggi untuk belajar karena cita-citanya ingin menjadi seorang dokter."ujar kepala sekolah tersebut.

__ADS_1


"Saya ingin meminta anda mengajar putri saya setelah jam pelajaran sekolah usai karena saat ini putri saya sedang berada di rumah sakit."ujar pria tampan itu to the points.


"Heumm, bagaimana Nona Alina apakah anda bersedia, tuan Bagas akan memberikan gaji untuk paruh waktu tersebut dan itu akan dibicarakan di antara kalian berdua.


"Saya bersedia meskipun tidak dibayar, karena mengajar anak untuk menjadi pandai adalah cita-cita saya."ujar Alina.


"Silahkan kalian anda berdua berdiskusi saya pamit karena masih ada pekerjaan lainnya yang harus saya selesaikan."ujar kepala sekolah tersebut.


"Baiklah pak."ujar keduanya kompak.


"Langsung saja, saya akan memberikan gaji sebesar dua puluh juta perbulan untuk mengajar dan menemani putri saya selama saya ada di luar bagaimana."ujar pria tampan itu.


"Jadi tugas saya juga sekaligus menjaga putri anda."ujar Alina kaget.


"Ya hanya sesekali karena selama saya pergi ke luar kota ada istri saya yang akan menemani dia."ujar pria itu.


"Jika sudah ada istri anda kenapa? saya harus menjaga dia bukankah anak-anak akan lebih dekat dengan ibunya, maafkan saya jika terlalu berlebihan, karena saya juga punya urusan pribadi setiap hari nya."ujar Alina.


Saya tambah lagi tiga puluh juta, untuk mengganti kegiatan anda yang akan tergantikan itu."ujar Bagas.


"Disini bukan masalah uang tuan tapi masalah kebebasan untuk melakukan hal pribadi yang mungkin sudah menjadi hak setiap orang, saya tidak bisa jika saya disuruh menjaga putri bapak saya hanya akan datang untuk mengajar Selebihnya itu bukan urusan saya."ujar Alina tegas.


"Setidaknya tolong dicoba dulu, saya tidak tau harus meminta tolong pada siapa? lagi saya mohon."ujar Bagas.


"Baiklah saya akan mencobanya."ujar Alina.


"Baiklah terimakasih, anda bisa mulai hari ini juga."ujar Bagas.


"Ya,, tinggalkan saja alamatnya."ujar Alina.


"Baiklah, ini alamat rumah sakit dan ini alamat rumah ku."ujar pria tampan itu.


"Heumm,,, baik'lah."ujar Alina.


"Kau tidak bertanya siapa? nama putriku Nona."ujar Bagas saat akan pergi.


"Saya sudah tau nama putri bapak Tasya bukan."ujar Alina.


"Ya, itu adalah nama pemberian almarhum istri pertama saya."ujar pria itu yang membuat Alina mematung di tempatnya.


Alina pun mengangguk pelan setelah berjabat tangan dengan pria yang kini pergi meninggalkan dirinya.


Alina pun langsung pergi ke kelas dimana disitu adalah tempat dia mengajar.


Wanita itu pun menyapa anak-anak yang sedari tadi sudah menunggu dirinya.


Alina pun mulai memberikan pelajaran bahasa dan latihan membaca seperti yang sering dia lakukan di taman kanakkanak.


Alina selesai mengajar pukul sepuluh pagi, setelah itu dia bergegas pulang ke rumah untuk kembali bersiap sebelum pergi ke rumah sakit.


Alina langsung bergegas menuju kamar nya setibanya di rumah tersebut, kini ada tugas baru yang tengah menantinya.


Setelah mandi dan menyiapkan buku-buku pelajaran yang harus dia bawa Alina pun kembali pergi menuju rumahsakit.


Alina pun tiba di rumah sakit setelah menghabiskan waktu tiga puluh menit di perjalanan.


Sesampainya di pelataran rumah sakit, Alina disambut oleh seorang pria yang merupakan ajudan dari Bagas.


Sampai saat dia tiba di sebuah ruangan VVIP rumahsakit itu, Alina dibuat takjub karena ada ruangan di rumah sakit layaknya kamar hotel.


Dan itu membuat Alina bertanya-tanya jika Tasya benar-benar putri orang kaya lalu kenapa? dia sekolah di sekolah dasar yang bukan merupakan sekolah elit.


"Ibu guru cantik sudah datang."ujar gadis yang kini terlihat duduk bersandar di headbord.


"Hi Tasya apa? kabar."ujar Alina yang terenyuh melihat kondisi putri tuan Bagas itu.

__ADS_1


__ADS_2