
"Tapi aku akan sangat membutuhkan dirimu honey."ucap Arthur.
Alina pun terdiam, sebelum dirinya kembali berbicara."Berapa lama mas disana."ucap Alina.
"Satu bulan."jawab Arthur.
"Heumm, bagaimana? dengan mommy."ucap Alina.
"Dia tidak pernah peduli dengan ku lagi jadi untuk apa? kita peduli dengan dia yang tengah dimabuk cinta."ucap Arthur.
"Mas jangan begitu! biar bagaimanapun dia adalah orang tua kita."ucap Alina.
"Dia sudah sudah tak peduli! Aku bilang."ucap Arthur.
Alina pun pun diam, setelah itu dia hanya mengiyakan ajakan Arthur karena sudah menjadi tugasnya sebagai seorang istri mengikuti suami kemanapun dia membawanya.
"Sayang bagaimana?."tanya Arthur lagi.
"Tentu mas aku akan ikut."ucap gadis itu.
"Terimakasih sayang."ucap pria itu sambil menatap kearah istrinya.
Arthur langsung mencium bibir istrinya itu.
"Heumm,,, jangan seperti ini malu."ucap Alina.
"Tidak ada siapapun disini sayang."ucap pria itu yang melanjutkan ciuman tersebut.
Arthur membawa istrinya kedalam kamar, dia tidak ingin membuang kesempatan saat ini mungpung ada waktu untuk berdua dengan istrinya dia ingin segera bercocok tanam agar segera tumbuh benih yang ia tanam secara rutin tersebut.
Sementara itu di sebuah rumah megah lainnya seorang pemuda tengah mengamuk dia menghancurkan apa yang ada di hadapannya hanya karena dia merasa kehilangan seseorang.
"Sayang lihatlah mommy nak, dia istri orang kamu tidak bisa sembarangan membawa dia kemanapun, sebaiknya kita fokus mengobati penyakit alergi mu itu."ucap wanita itu dengan lembut.
"Junior tidak mau tahu mommy junior hanya ingin dia berada di sisi Junior, tidak peduli sebagai apa? yang jelas Junior nyaman bersamanya."ucap putra Alercxa tersebut.
"Bagaimana? jika kita minta Daddy untuk mencarikan gadis yang cocok untukmu agar kamu bisa melupakan dia."ucap nyonya Leony.
"Daddy tidak pernah peduli pada Junior mommy dia lebih peduli pada putranya yang normal dari wanita ****** itu."ucap Junior.
"Sayang... kamu tidak boleh seperti itu. dia juga mommy mu."ucap Leony.
Sejak dia tau jika Alercxa memiliki kekasih sebelum mereka bertemu dan menikah Leony terus mencoba untuk sadar diri dimana posisinya selama ini.
Meskipun dia istri pertama Alercxa tapi Leony sadar bahwa Alercxa tidak pernah mencintai dirinya hanya sebatas mesin pencetak anak, dan lebih menyedihkan lagi adalah dia melahirkan anak dengan kebutuhan khusus, bukan autisme juga bukan penyakit menular tapi sejak lahir Junior yang menjadi harapan besar bagi Alercxa ternyata memiliki kelainan didalam tubuh yang sempurna yang bahkan tidak kekurangan suatu apapun, tapi dia tidak bisa bersentuhan dengan siapapun kecuali kedua orang tuanya.
Pernah suatu hari Junior sengaja di hukum oleh Olivia karena dia memaki Olivia sebagai wanita ****** perusak rumah tangga kedua orang tuanya.
Saat itu Olivia mengurung Junior di dalam kamar tanpa sepengetahuan siapapun dengan beberapa orang wanita asing di dalamnya hingga dia hampir kehilangan kewarasannya karena di sentuh oleh mereka yang sengaja memegang kulit tubuhnya saat ia Junior tidak menemukan kain bersih untuk ia gunakan untuk membalut tubuh nya yang sudah meradang dan gatal mata yang penuh amarah itu semakin terlihat Junior pun mengamuk hebat hingga wanita itu tidak ada yang selamat, keempatnya mati mengenaskan di dalam kamar.
Sejak saat itu Olivia mengungkapkan bahwa Junior memiliki gangguan kejiwaan dan kini opini itu terus beredar.
Alercxa pun meminta Leony dan Junior untuk tinggal di Indonesia semeantara dirinya tetap berada di Singapura bersama istri keduanya Olivia yang kini sudah memiliki seorang putra yang sama sekali tidak mirip ayah dan ibunya.
Tidak seperti Junior yang persis dengan sang daddy, putra dari Leony sangat tampan.
Pemuda berusia 23 tahun itu begitu digilai oleh para wanita yang sudah melihatnya, tapi Junior bahkan tidak bisa didekati atau pun didekati oleh siapapun.
Tapi Alina mampu membuat alergi itu menghilang tapi sayang dia tidak bisa bersama dengan Aina karena wanita itu sudah memiliki suaminya.
"Tuan muda, rumah milik wanita itu tidak jauh dari kompleks perumahan ini, disana dia tinggal hanya dengan suaminya karena menurut informasi mereka merupakan pengantin baru."ucap salah seorang anak buah Junior.
"Berikan alamatnya."ucap Leony.
"Tidak mommy itu milikku."ucap Junior.
"Sayang mommy hanya ingin membantu mu agar bisa bertemu dengan dia lagi."ucap Leong.
"Maaf tuan muda saya mendapatkan informasi lain tentang wanita itu."ucap asisten pribadinya itu.
"Katakan."ucap Junior.
"Dia akan ke Norwegia bersama dengan suaminya satu minggu lagi."ucap pria yang terlihat berwajah datar dan lebih mirip robot itu.
"Kalau begitu tunggu apalagi, segera siapkan keberangkatan ku kesana! aku tidak ingin berpisah lagi dengan dirinya."ucap Junior yang kini langsung bergegas menuju lantai teratas rumahnya itu untuk bersiap menemui Alina.
Pria itu tidak tahu jika saat ini Alina tengah bercinta dengan suaminya yang terus-menerus menggempur dirinya.
"Ar aku lelah aku mohon sudah ya."ucap Alina yang kini tengah ngos-ngosan karena percintaan yang sudah berlangsung lama itu.
"Tidak sayang sebentar lagi, kamu cukup nikmati semua ini biar aku yang bekerja."ucap Arthur.
__ADS_1
Jika sudah begitu Alina hanya akan mendesah pasrah semeantara Arthur masih sangat bersemangat hingga akhirnya mencapai puncak.
Kini keduanya berbaring sambil berpelukan .
Saat Junior tiba di Mension tersebut dia disambut beberapa pelayan yang kini meminta dia untuk kembali karena saat ini kedua majikan mereka tidak bisa di ganggu.
Junior pun masih ngotot untuk menunggu sebelum dia bertemu dengan Alina.
Pelayan pun tidak punya pilihan lain selain membiarkan pemuda itu menunggu.
Sampai saat jam makan malam tiba, Alina yang baru selesai membersihkan diri pun dia turun dengan dress selutut.
Wanita itu ingin memastikan bahwa makan siang mereka memasak makanan yang Arthur suka.
"Kamu sudah seperti bidadari yang turun dari kahyangan Alina, aku sudah menunggu mu empat jam tapi tidak kunjung datang untuk menemui ku."ucap pria yang kini tengah duduk dengan santai sambil bersandar di sofa dan tumpang kaki
"Kau disini."ucap Alina kaget.
Pria itu langsung beranjak dari duduknya dan mendekati Alina yang kini tengah berusaha untuk menjauh dari Junior.
"Hi,,, ayolah Alina, aku tidak seperti yang dikatakan oleh orang-orang aku masih waras dan aku tidak suka dijauhi oleh orang yang aku sayangi."ucap pria tampan itu.
"Tuan muda Junior ada keperluan apa? Anda datang kemari."tanya Alina.
"Aku merindukan teman baikku apa? itu tidak boleh heumm."ujar Junior.
"Boleh-boleh saja tuan muda tapi ini sudah malam nanti ibu anda mencari ."ucap Alina lembut.
"Mommy tau aku berkunjung kesini jangan khawatir."ucap Junior.
Alina sudah tidak tahu lagi harus berkata apa? yang jelas saat ini dia membiarkan Junior berkeliaran di rumahnya mengikuti Alina kemanapun dia pergi.
...***********...
"Kau disini?."ucap Arthur yang kaget saat melihat pria itu sudah duduk di meja makan.
"Hi,,, tuan Arthur, aku adalah teman istrimu jadi dimanapun dia pasti aku akan datang."ucap pria tampan itu tanpa ragu.
"Kau pikir siapa? dirimu."ucap Arthur.
"Kau tidak perlu tau siapa? Aku tuan Arthur, yang jelas aku adalah teman istrimu.Tegas junior .
Alina pun mengangguk pelan dia mengikuti langkah Arthur.
"Siapa? yang mengijinkan dia masuk kesini."tanya Arthur.
"Aku tidak tahu jika dia sudah berada di sini Yank."ucap Alina.
"Sekarang usir dia."ucap Arthur.
"Jika bisa sudah aku lakukan sedari tadi."ucap Alina.
"Sudah aku katakan jangan pernah berurusan dengan pria itu."ucap Arthur yang kini terlihat sangat kesal.
"Aku tidak jadi makan kalian berdua makalah tidak usah pedulikan aku."ucap Arthur yang kini kembali ke kamarnya.
"Yank kamu kok gitu sih kamu tidak peduli padaku."ucap Alina.
"Suruh siapa? memasukkan pria itu kerumah kita."ucap Arthur.
"Mas aku tidak memasukkan siapapun kesini."ucap Alina.
Dan akhirnya Alina dalam dilema dia pun kembali ke meja makan.
Sesampainya di sana, dia melihat Junior tengah menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat sedih itu.
"Ada apa? apa? aku sudah membuatmu dalam masalah."ucap pria itu.
"Kamu seharusnya sudah tau tapi aku tidak ingin mengatakan itu secara langsung sekarang makanlah setelah itu kamu bisa pulang."ucap Alina.
"Alina, aku tidak bermaksud membuat mu dalam masalah sungguh... aku datang karena aku merindukan mu."ucap Junior.
"Jun, aku itu istri orang dan kamu harus mengerti tidak seharusnya kamu merindukan ku, oke jika kamu ingin kita menjadi teman baik, tapi aku mohon kamu harus tau batasan kita harus bisa menjaga perasaan orang lain."ucap Alina.
"Maafkan aku Alina, tapi itulah kenyataannya! Aku tidak bisa melupakan dirimu meskipun hanya sedetik saja."ucap Junior.
"Maafkan aku Jun, jika kamu terus ngotot seperti itu, terpaksa aku menolak keinginan mu untuk menjadi teman dekat ku."ucap Alina.
"Tidak Alina please jangan lakukan itu, oke aku pergi kamu tidak usah khawatir aku akan jaga batasan tapi jangan pernah berniat untuk mencampakkan ku."ucap pria itu.
"Baiklah, aku janji."ucap Alina.
__ADS_1
Junior pun mengalah dan pergi meninggalkan Mension tersebut.
Setelah kepergian Junior, Alina pun pergi membawa nampan besar diikuti oleh pelayan yang juga membawa nampan yang sama.
Alina ingin makan malam bersama dengan suaminya yang kini mungkin tengah merajuk di dalam kamar tersebut.
"Yank kamu dimana? ayo kita makan malam dulu."ucap Alina.
Namun tidak ada jawaban sedikitpun dari pria tampan itu.
Alina dan pelayan itu meletakkan semuanya di meja makan tersebut.
"Yank,,, kamu dimana?."ucap Alina lagi.
"Yank..." lagi.
"Yank...."
Alina sudah mencari kemanapun di setiap ruangan di dalam kamar yang luas itu, tapi sayang Arthur tidak tampak dimanapun saat ini.
"Dimana? kamu Yank,,,, aku lelah jika harus terus seperti ini."ucap Alina lirih.
Alina pun kembali bangkit dari sofa dia teringat Arthur saat tengah marah gara-gara Jenny yang tidak mau mendengarkan kata-katanya.
Alina pun naik lewat sebuah tangga darurat menuju ke rooftops.
Ternyata benar, Arthur tengah berdiri di sana sambil menyesap sebatang rokok.
Alina langsung merebut rokok itu, dia paling tidak suka melihat hal itu, baginya Arthur kini tengah menyakiti dirinya hanya karena pria asing itu datang tanpa diundang.
"Berikan itu Alina!."ucap Arthur.
Alina tidak mendengarnya, dia justru malah hendak menyesapnya, tapi akhirnya Arthur langsung membentak keras istrinya itu.
"Alina!!."teriak Arthur.
"Kenapa? Ar, kamu melakukan itu karena kamu kecewa oleh ku bukan. jadi apa? salahnya jika aku juga menghukum diriku sendiri."ucap Alina.
Pria itu langsung meraih pergelangan tangan Alina dan menghempaskan puntung rokok tersebut.
"Jangan pernah lakukan itu jika kamu tidak ingin menyesal."ucap Arthur.
"Ar, apa? kamu sadar bahwa selama ini selama kita menikah tidak pernah terlewat satu hari pun kita bertengkar. apa? bisa sekali saja kamu menjaga emosi mu, atau sebaliknya kita berhenti saja sampai disini."ucap Alina.
"Owh, jadi kamu ingin berhenti setelah ada pengganti diriku."ucap Arthur sambil menatap tajam kearah Alina.
"Ar, dia bukan siapa-siapa ku! kamu jangan kaitkan semua itu dengan dia ini masalah kita."ucap Alina.
"Aku tau aku hanya membuat mu menderita Alina, sekarang terserah kamu mau bagaimana? ucap Arthur yang kini pergi meninggalkan Alina.
Sementara Alina wanita itu malah terduduk lemas, dia yang selalu mengajukan permohonan untuk berpisah dengan Arthur tapi sekarang malah Arthur sendiri yang menyerahkan sepenuhnya pada Alina semua itu karena salah faham.
Alina tidak turun sampai beberapa jam dia berada di rooftops dengan tangis pilunya.
Sementara Arthur dia berada di sebuah mini bar yang masih bagian dari Mension miliknya yang sama sekali belum terjamah oleh Arthur.
Arthur terus minum minuman beralkohol tinggi itu, dia tengah benar-benar berada di dalam kesedihan.
Arthur pun langsung bergegas pergi menuju kamar, dia tidak benar-benar ingin berpisah dengan istrinya itu, dia hanya ingin Alina berhenti meminta cerai padanya.
Arthur kaget saat melihat makan malam masih terhidang di meja makan minimalis yang ada di bagian kamarnya itu tepat depan ruangan gym.
Dia mencari keberadaan istrinya itu di sekeling kamar tidurnya itu.
Tapi sayang tidak kunjung ditemukan, Arthur teringat saat terakhir kali dia meninggalkan Alina, pria itu langsung bergegas menuju rooftops saat itu juga.
Arthur kaget saat melihat istrinya itu tengah terduduk di lantai dan tertunduk memeluk lutut dengan tubuh bergetar Arthur langsung meraih tubuh istrinya itu dan membawa istrinya turun menuju lantai dua dimana kamar utama berada.
"Maafkan aku honey, maafkan aku."ucap Arthur terus menerus.
Sampai dia tiba di kamar mereka Alina memeluk erat tubuh Arthur yang juga memeluknya.
"Ar,,, katakan aku harus bagaimana? saat ini."ucap Alina.
"Tidak ada sayang kamu hanya cukup menuruti kata-kata ku honey semua demi kebaikan kita."ucap Arthur.
Alina pun mengangguk pelan, dia tau selama ini dia sedikit membangkang pada perkataan Arthur.
Alina pun membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
"Jangan minum lagi aku benar-benar sakit melihat mu seperti ini."ucap Alina.
__ADS_1