Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
Bab 34


__ADS_3

Arthur mendapatkan bantuan dari sahabatnya itu untuk mencari keberadaan Alina yang ternyata hilang tanpa jejak.


Sementara istri yang dia cari saat ini tengah berada di sebuah ruangan gelap gulita tepatnya diatas ranjang dengan tangan dan kaki terikat.


Wanita itu masih belum sadarkan diri hingga saat ini karena pengaruh obat bius.


Sampai saat seseorang datang menghampiri Alina dan kini menyalakan lampu dan menatap lekat wajah cantik yang terlihat sangat terluka itu.


"Maafkan aku sayang, aku harus melakukan ini demi mendapatkan dirimu."ucap pria tampan yang kini tengah membuka tali dari tangan dan kakinya.


Pria itu mengelus kulit wajah yang halus itu, saat pria itu hendak mengecup bibir itu, tiba-tiba mata Alina terbuka.


Tiba-tiba Junior mematung di tempatnya sampai saat suara Alina terdengar lirih.


"Jun."ucap wanita itu hampir tidak terdengar.


"Kamu sudah sadar sayang."ucap Junior yang tiba-tiba mengubah ekspresi wajah tampan nya itu dengan tatapan mata sendu.


"Jun aku dimana?."ucap Alina.


"Kamu sedang dirumah kita honey."ucap Junior.


"Apa? maksud mu Jun, aku tidak mengerti."ucap Alina yang kini langsung mencoba untuk bangkit.


"Hi.... pelan-pelan sayang kamu baru saja selamat dari maut."bohong Junior.


"Apa? yang terjadi Jun, aku tidak ingat apa-apa? bahaya yang bagaimana maksudnya."tanya Alina.


"Kamu diculik orang sayang dan hampir saja dibunuh, orang itu bilang diperintahkan oleh seseorang yang mengatakan bahwa ia sangat mencintai suami mu dan dia ingin segera meresmikan hubungan antara mereka setelah kau lenyap."ucap Junior begitu mendramatisir keadaan.


Alina yang kini masih tidak mengingat apapun dia hanya diam menyimak penjelasan Junior yang membuat Alina merasa ada kejanggalan di balik semua yang Junior katakan saat ini.


Tapi Alina mencoba untuk bersikap biasa, dia bersikap ramah terhadap Junior.


"Jun, boleh aku minta minum rasanya tenggorokan ku ini kering."ucap Alina.


"Tentu saja sayang, tunggu disini akan aku ambilkan."ucap Junior.


"Tentu terimakasih."lirih Alina.


Alina pun duduk, dia menangis sesenggukan saat mengingat pria yang selama ini menjadi suaminya itu ternyata berselingkuh.


Alina tidak percaya pernikahan mereka yang baru berjalan selama hampir setengah tahun itu dikhianati oleh pria yang selama ini Alina percaya meskipun Alina percaya bahwa ujian hidup terkekang datang tidak terduga.


Alina pun langsung menghentikan tangisnya saat Junior datang membawa segelas air dan juga makanan untuk Alina.


"Sayang makanan dan minuman telah siap."ucap Junior lembut.


"Terimakasih Jun."ucap Alina yang kini tersenyum dipaksakan.


"Sayang hey...ada apa? heumm."ucap pria itu yang baru saja meletakkan nampan di atas nakas.


Junior membingkai wajah cantik itu.


"Jun, aku tidak apa-apa."Alina.


"Kamu tidak percaya padaku honey, aku bukan orang jahat yang akan tega menyakiti dirimu. tapi sepertinya kamu ragu padaku."ucap junior.


"Bukan itu Jun, aku hanya tidak bisa cerita tentang hal pribadi pada siapapun."ucap Alina.


"Heumm, baik'lah sayang tapi ingat... kapanpun kamu butuh aku, aku akan selalu ada untukmu."ucap Junior.


Alina pun mengangguk pelan.


Sementara itu di negara lain yang Alina sempat singgahi kini sekelompok orang menemukan fakta bahwa Alina sudah tidak ada di negara tersebut dan Arthur pun langsung meminta detektif lainnya untuk mencari keberadaan Alina di Indonesia.


Pria yang kini tampak kucel dan frustasi itu tengah berada di sebuah tempat yang merupakan tempat Junior selama tinggal di negara tersebut. dan kini telah kosong Junior diduga telah kembali ke Indonesia.


Arthur dalam dilema saat ini jika dia kembali ke Indonesia semeantara Alina tidak tau dimana keberadaannya, dia takut istrinya terluntalunta di negara kelahirannya.

__ADS_1


Jika dia berada di Indonesia Alina pasti akan baik-baik saja, tapi jika berada di negara tempat Arthur berada saat ini Arthur tidak tau apa? istrinya akan baik-baik saja karena biar bagaimanapun Alina tidak pandai berbahasa asing.


Arthur pun memutuskan untuk pulang ke Indonesia, namun dia meminta bantuan kepada temannya yang merupakan anak dari seorang ketua Mafia itu untuk tetap melakukan pencarian .


Arthur pun pulang ke Indonesia dalam keadaan bersedih dia tidak tau bagaimana? keadaan anak dan istrinya itu.


Selama di perjalanan pulang pria itu terus memanggil nama istrinya itu di dalam hatinya.


Alina adalah cinta sejati Arthur, bahkan wanita cantik itu tidak pernah mengingat bahwa saat masih belia mereka pernah bertemu satu kali saat itu Arthur sedang liburan musim panas dan untuk pertama kalinya Arthur yang baru selesai kuliah S1 nya berlibur ke rumah sang mommy.


Mereka pernah bertemu saat itu, pertemuan mereka saat Alina juga baru kembali dari sebuah tempat bersama sahabatnya yang kini entah dimana.


Kala itu Arthur hendak pergi bersama sang Bunda ke pemakaman kakek neneknya.


Arthur yang sedang menunggu sang Bunda di samping mobil dia bertatap muka dengan Alina yang saat itu tengah tertawa lepas bersama sahabatnya itu.


Alina benar-benar sangat cantik kala itu, dan tiba-tiba jantung Arthur berdebar saat Alina tersenyum padanya.


Arthur pun langsung membalas senyuman terindah yang pernah ia lihat selama ini hingga sang Bunda hadir dan langsung menggoda dirinya.


"Cantik bukan... Bunda berdoa semoga kelak kalian berjodoh."ucap Jenny.


"Heumm,,,"jawab Arthur.


Alina pun pergi memasuki rumahnya, dan setelah itu Arthur tidak pernah melihat gadis itu lagi dan saat dia kembali dari Eropa, ternyata Alina sudah semakin dewasa dan sangat cantik baginya hingga akhirnya Arthur tahu bahwa Alina sudah menjadi janda.


Saat itu Arthur tidak ingin kehilangan kesempatan itu lagi meskipun saat itu dirinya baru saja dikhianati oleh sang istri yang tidak pernah ia cintai. bahkan saat itu dirinya masih belum resmi bercerai dengan istrinya yang ia dapatkan dari sebuah perjodohan itu.


"Sayang,,, aku tak akan bisa hidup tanpa mu lagi."lirih Arthur yang kini memejamkan matanya.


Kedua asisten pribadi itu benar-benar merasa tidak tega saat melihat tuannya sampai menitikkan air mata, tapi saat ini mereka tidak bisa melakukan apapun kecuali mendampingi tuannya itu.


Sesampainya di Indonesia, kedua asisten pribadinya itu segera bergegas melakukan pencarian, mereka menghadirkan seorang hacker untuk melakukan pencarian jejak dari istri bosnya itu.


Hal pertama yang mereka lakukan adalah mengecek semua Cctv bandara dan fakta mengejutkan itupun ditemukan.


Junior membawa seseorang dengan kursi roda, dan wajah orang itu tidak terlihat tapi dress yang terlihat sedikit tertutup Hoodie tersebut jelas mereka kenali.


...************...


Bug...


Bug.....


Arthur yang dibakar amarah itu kini tengah menghajar anak buah Junior di dalam sebuah ruangan, sementara sang empunya rumah masih berada di dalam kamar pribadinya.


Dia tetap bersama Alina yang ternyata sudah ia buat tidak sadarkan diri kembali dengan bius yang ia gunakan.


Junior yang hendak memasukkan Alina kedalam lemari itu dia tengah bersiap untuk mengangkat tubuh Alina tapi tiba-tiba saja hantaman keras itu mendarat di belakang leher Junior yang langsung tak sadarkan diri.


Arthur buru-buru membawa Alina, dan kedua asisten pribadinya meringkus Junior.


Junior pun diserahkan ke kantor polisi dengan semua barang bukti.


Sementara Alina kini tengah dirawat di Mension pribadinya.


Setelah Alina sadar dan menatap ke sekeliling ruangan tersebut dia melihat Arthur yang tengah menatap sendu pada dirinya kini.


Alina hanya berderai air mata dia tak kuasa menahan perih di hatinya.


"Aku bisa jelaskan semuanya honey semua barang bukti itu ada dan aku tidak pernah berkhianat pada cinta kita sumpah demi apapun itu."ucap Arthur.


Tangis Alina semakin pecah saat ini dia tidak mampu lagi berkata apa-apa.


"Alina sayang, pria bajingan itu yang merekayasa semuanya dia bahkan sudah menculik mu dari ku."ucap Arthur yang kini menunjukkan sebuah video penjebakan terhadap Arthur, dan kurir yang mengirim foto dan juga penculikan yang dilakukan oleh pria muda yang benar-benar terobsesi padanya.


Alina langsung menghambur memeluk Arthur begitu pula dengan Arthur yang juga menangis sesenggukan menumpahkan rasa sesak di dadanya karena telah kehilangan istrinya itu.


Setelah tangis mereka reda kini keduanya masih berada di atas ranjang mereka masih saling memeluk tapi dalam posisi berbaring karena saat ini Keduanya benar-benar merasakan lelah jiwa dan raga.

__ADS_1


Keduanya pun tertidur pulas dalam posisi yang sama.


Sementara Junior kini telah kembali dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan, dia memang gila tapi saat ini dia benar-benar butuh penanganan dari stres berlebihan karena telah kehilangan wanita yang ia cintai.


Leony langsung menghubungi Alercxa dalam keadaan menangis dia memegangi putranya yang kini tengah berteriak histeris memanggil Alina.


Dokter pun menyarankan agar dia mendapatkan pendampingan dari kedua orang tuanya itu.


Alercxa yang mendengar kabar itu dia langsung bergegas menuju Indonesia.


Pria itu sebenarnya tidak tahu kondisi putranya selama ia mengirim Junior untuk tinggal bersama dengan istri pertamanya Leony di Indonesia.


Karena selama ini, anak buahnya tidak pernah melaporkan kabar buruk tentang putra pertamanya itu.


Junior adalah anak kandung dari Alercxa, sementara Olivia membawa anak hasil pengkhianatan nya yang kini dibesarkan oleh Alercxa dan juga Olivia.


Dia juga tidak pernah tau jika selama ini Olivia sudah berbuat jahat terhadap putranya hingga membuat Junior mengalami hal terburuk dalam hidupnya.


Saat Alercxa tiba di Indonesia, dia baru tau semua itu, dan dia memutuskan untuk kembali membawa anak istrinya itu pulang ke Singapura.


Junior akan diobati disana dan dia akan menyingkirkan semua hal yang sudah membuat putranya menderita termasuk istri keduanya.


Dan dia tidak akan mengijinkan Junior pergi kemanapun tanpa dirinya.


Keesokan harinya utusan dari Alercxa mendatangi kediaman Arthur, dia menyampaikan permohonan maaf dan memberikan sejumlah uang dalam jumlah fantastis sebagai ganti rugi yang sudah disebabkan oleh putranya itu.


Arthur menerima permintaan maaf tersebut tapi dia menolak pemberian uang tersebut, sejak awal Arthur tidak pernah membenci Junior. meskipun dirinya akui dia sering merasa kesal atas tingkah Junior yang terkadang di luar batas kewajaran.


Tapi setelah Arthur tau jika saat ini kondisi mental Junior tengah terganggu dia pun memaafkan semua kesalahan pria muda itu.


Hari ini adalah hari yang dinanti oleh Arthur, pria itu tengah menemani istrinya untuk melakukan pemeriksaan kedua setelah ketahuan dia hamil.


Alina sudah bersiap bersama dengan Arthur dia sudah akan masuk ke dalam mobil, tapi tiba-tiba sebuah mobil yang tidak asing di ingatan Arthur datang.


Arthur mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil, tapi dia meminta istrinya itu untuk menunggu di mobil.


"Sayang, Bunda ingin bicara."ucap Jenny.


"Bicaralah aku tidak punya waktu."ucap Arthur dingin.


"Apa? begini cara bicara yang baik pada orang tua mu."ucap Jenny.


"Aku lupa jika aku ternyata masih punya orang tua."ucap Arthur lebih kejam lagi.


"Sayang Bunda tau bunda salah tapi bunda mohon pengertiannya, Bunda mencintai dia."ucap Jenny.


"Owh silahkan lanjutkan, tidak akan ada lagi yang menentang hubungan kalian karena sejak saat itu nyonya Jenny tidak pernah menganggap aku ada. bahkan kata-kata ku tidak pernah dianggap jadi lanjutkan lah."ucap Arthur datar.


Jenny kini menangis sesenggukan di hadapan Arthur bahkan Arthur sudah tidak lagi mau disentuh oleh Jenny sedikit pun dia menghindari tangan ibunya itu.


Arda langsung mendekap Jenny yang hampir jatuh pingsan karena terlalu sedih dengan penolakan dari anaknya itu.


Jauh di lubuk hati Arthur sebenarnya dia merasakan sakit yang sama, dia tidak sampai hati memperlakukan ibunya seperti itu, tapi dia juga merasa kecewa dengan sikap Jenny yang lebih memilih menikah dengan Arda dibandingkan mendengarkan dirinya.


Arthur tidak akan marah jika Jenny menikah dengan pria lain selain Arda.


Arthur hanya takut jika ibunya hanya dijadikan pelampiasan balas dendam Arda terhadap dirinya yang sudah mempermalukan dirinya di depan umum.


Meskipun semua itu adalah kesalahan Arda, dan sebagai seorang laki-laki Arthur merasa harga dirinya terluka saat istrinya sendiri tengah digagahi oleh pria itu.


Masih kental dalam ingatan saat Arda tengah berada di atas tubuh istrinya Ririn yang kini masih berada di rumah sakit jiwa.


Arda pun mengajak Arthur untuk berbicara baik-baik tapi Arthur malah meminta pria itu untuk pergi dari hadapannya.


Karena mereka tidak kunjung pergi akhirnya Arthur yang pergi meninggalkan mereka karena sudah membuat janji dengan dokter juga, Jenny benar-benar pingsan saat Arthur pergi hingga beberapa orang pelayan menolong Jenny dan Arda yang kini tengah menggendong istrinya membawanya masuk kedalam rumah besar itu.


Saat itu seorang pelayan menghubungi dokter yang biasa dipanggil oleh Arthur saat Alina sakit.


Sementara itu Alina yang merasa bersalah dan tidak bisa berbuat apa-apa saat ini karena Arthur tidak bisa ditentang saat dia tengah dalam keadaan emosi.

__ADS_1


Alina akan mencoba untuk berbicara dengan Arthur nanti setelah ia kembali dari dokter.


"Mas, hati-hati sayang."ucap Alina pelan saat Arthur hampir menabrak sesuatu.


__ADS_2