
Alina pun pulang bersama dengan kedua putranya itu setelah membeli cheesecake kesukaan Arthur.
Sepanjang perjalanan hati Alina merasa tidak nyaman, apalagi saat mengingat Junior dengan tunangannya itu.
Lama tak jumpa setelah Junior dikabarkan koma saat mengalami kecelakaan tersebut yang membuat bayi perempuan yang ada di rahim Alina meninggal dunia dan sudah dipastikan bahwa Alina tidak bisa hamil lagi membuat kesehatan wanita itu sempat drop saat itu Arthur harus berjuang keras untuk memulihkan kondisi Alina.
Jika saja peristiwa itu tidak pernah terjadi mungkin saat ini Alina akan sangat berbahagia karena memiliki seorang putri yang sangat cantik tapi sayang semuanya sudah garis takdir yang tidak akan pernah bisa ditolak.
Setibanya di rumah Alina melihat suaminya tertidur pulas di atas sofa.
Pria itu mungkin sangat kelelahan setelah bekerja keras.
Alina yang mengerti akan hal itu dia selalu mencoba untuk menghilangkan beban berat di pundak suaminya meskipun mungkin hanya beberapa persen saja yaitu dengan perhatian dan kasih sayang yang selama ini ia tunjukkan.
Alina pun meminta kedua anaknya itu untuk pergi ke kamar dan beristirahat dengan baby sitter mereka, sementara dia sendiri kini menyimpan laptop suaminya ke atas meja dia membiarkan laptop itu tetap menyala karena takut merubah data atau menghilangkan yang sudah Arthur kerjakan tadi.
Alina pun mencoba membangunkan suaminya perlahan untuk pindah ke atas ranjang.
"Sayang bangun tidurnya di atas ranjang jangan disini."ucap Alina.
"Heumm, kamu sudah pulang sayang sepertinya aku ketiduran."ucap pria tampan itu.
"Ya, kamu kelelahan sayang coba deh di atur jadwal pekerjaan dengan jadwal istirahatnya jika perlu mas cari asisten baru lagi untuk mengendalikan sebagian perusahaan milik mas."ucap Alina.
"Aku sudah melakukan itu Honey, tapi tidak sepenuhnya mempercayakan semua itu pada mereka."ucap Arthur.
"Ya aku tau mas."ucap Alina.
"Heumm sayang mana cheese cake milikku."ucap Arthur.
"Cuci muka dulu sayang biar segar setelah itu kamu bisa makan itu."ucap Alina
"Heumm baik'lah sayang ku."ucap Arthur.
Alina pun pergi untuk mengambil piring untuk mereka berdua karena dia juga suka dengan itu.
Setelah keduanya duduk berhadapan, Alina langsung membuka kemasan cheese cake yang terlihat menggoda lidah itu.
"Sepertinya ini sangat enak sayang."ucap Arthur.
"Heumm, begitulah sayang mereka bilang ini varian terbaru."ucap Alina sambil menuangkan sepotong cake tersebut ke atas piring kecil milik Arthur yang kini sudah memegang garpu.
"Heumm,,,ini beneran lezat honey."ucap pria itu.
"Kamu benar Yank... padahal aku tadi hampir lupa untuk membeli ini karena Junior mengajak ku untuk makan siang."ucap Alina yang tiba-tiba saja membuat Arthur berhenti menikmati cake tersebut.
"Junior."ucap Arthur.
"Ya... dia Junior yang kita kenal sayang."ucap Alina.
"Bukankah dia sudah."ucapan Arthur terhenti.
"Dia baru terbangun dari koma setelah hampir satu tahun lebih."ucap Alina.
Arthur tidak bicara lagi, dia pun menghabiskan sebagian cheesecake tersebut lalu minum.
"Honey aku masih ada yang harus aku kerjakan kamu bisa menunggu sebentar bukan."ucap Arthur.
"Ah, iya silahkan lagipula aku harus memasak sebentar lagi.
Alina yang hendak beranjak pergi dari duduknya setelah Arthur dia kaget saat melihat sebuah amplop coklat yang tidak sengaja isinya keluar, dia melihat beberapa lembar foto Arthur yang tengah bercumbu dengan wanita yang baru saja dia temui di mall tadi.
"Arthur!!!."teriak Alina yang kini menggenggam erat amplop coklat tersebut.
__ADS_1
Alina langsung menghubungi Junior, dia yang kini tengah gemetaran karena emosi membuat dia tidak bisa berkonsentrasi.
Alina pergi berjalan cepat menuju ruang kerja suaminya itu.
"Arthur!!! jelaskan ini apa?."ucap Alina yang kini terlihat benar-benar sangat marah.
"A apa? ini sayang, darimana kamu dapat ini."ucap Arthur.
Pria itu terlihat sedikit gelagapan.
"Apa? itu masih tidak disengaja."ucap Alina yang emosi.
"Sayang aku tak tau dapat datang darimana? ini semua dan aku tidak pernah sedikitpun mengkhianati cinta kita."ucap Arthur.
"Aku cape Ar, aku muak jika harus terus salah paham terhadap semua yang ada, sekarang jika memang aku sudah tidak bisa buat kamu bahagia lagi kamu bicarakan semua itu baik-baik, aku siap untuk pergi dari hidupmu."ucap Alina.
"Honey, aku tidak pernah mengenal wanita itu, lagipula aku tidak pernah bertemu dengan dia ini pasti foto rekayasa."ucap Arthur tegas.
"Lalu apa? ini juga rekayasa."ucap Alina yang memperlihatkan sebuah cincin yang tentunya milik Arthur, cincin pernikahan mereka.
Derai air mata itu tidak tertahankan lagi Alina benar-benar merasa hancur saat melihat sebuah tulisan yang berada di balik amplop itu.
"Ini adalah sebuah permulaan honey jika kamu tidak kunjung menceraikan dia dan tetap memilih untuk setia bersamanya lihatlah cara aku ."
"Katakan pembelaan apalagi yang kamu ingin kamu katakan Arthur."ucap Alina yang kini masih menatap tajam kearah wajah yang terlihat datar itu.
"Baiklah aku mengaku sayang aku tak sengaja bertemu dengan dia satu tahun yang lalu, dia adik dari rekan bisnis ku, dan saat itu kami sedang mabuk saat aku tidak pulang ke rumah waktu itu."ucap Arthur.
Alina tiba-tiba merosot di lantai tubuhnya bergetar dia berusaha untuk berdiri sendiri meskipun kini Arthur mencoba meraih Alina.
"Honey please, jangan seperti ini maafkan aku, aku tidak tau apa? yang terjadi sejak saat itu dia selalu mencari kesempatan untuk mendekati ku."ucap Arthur.
"Kau kejam Ar, aku dulu pernah menyesali kehidupan rumah tangga ku karena mas Arda tidak jujur sebelum menikah dengan ku, tapi ternyata kamu lebih parah darinya.... sekarang aku sudah putuskan bahwa mulai saat ini kita berpisah."ucap Alina.
"Keinginan ku! apa? aku tidak salah dengar heuhhhhh."ucap Alina yang kini mulai menghapus air matanya.
"Sudah cukup pernikahan ini sudah berakhir."ucap Alina.
"Tidak yang tidak! aku tidak pernah mengkhianati cinta kita... itu adalah adegan yang tidak di sengaja!."ujar Arthur tegas.
"Terus saja kamu berikan alasan aku sudah tidak perduli lagi."ucap Alina.
"Alina sayang, kamu tidak percaya dengan semua ini, kamu tidak pernah percaya dengan cinta ini.... aku mati-matian untuk mendapatkan mu! aku bahkan sudah menentang keluarga ku aku sangat mencintaimu Alina aku sangat mencintaimu."ucap Arthur yang kini menarik Alina kedalam dekapannya.
Alina hanya mampu menangis sesenggukan hatinya memang sudah sangat sakit tapi Arthur sudah meyakinkan dirinya dengan semua bukti cintanya itu.
...************...
"Dia terobsesi padaku honey aku benar-benar tidak pernah berpaling sedikit darimu itu bukan disengaja dia tiba-tiba menarik ku dan aku tidak pernah membalas itu malah aku mendorongnya dengan sangat keras."ucap Arthur yang kini tengah menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah benar-benar bercumbu dengan gadis itu.
"Maafkan aku honey... aku tidak pernah jujur tentang itu karena aku tidak mau membuat mu bersedih dan berfikir bahwa aku telah berkhianat terhadap mu seperti saat ini. sudah aku katakan godaan itu akan selalu ada bahkan sejak aku muda dulu."
"Dan untuk cincin itu, saat aku keluar dari ruangan meeting tiba-tiba seseorang menabrak ku dan aku sempat menyelamatkan seseorang yang terjatuh karena tabrakan itu saat itu aku kehilangan cincin ini aku tau ini adalah unsur kesengajaan maka dari itu aku membiarkannya karena suatu hari nanti pasti akan kembali."ucap Arthur.
"Ar maafkan aku yang selalu menjadi istri yang lemah menghadapi cobaan yang datang silih berganti dan bukan tidak mungkin suatu saat nanti aku yang akan melakukan kesalahan itu atas kebodohan ku."ucap Alina yang masih menangis sesenggukan.
"Jangan sampai itu terjadi sayang, aku sangat mencintaimu dan percayalah semua itu tidak akan pernah berubah sampai kapan pun itu."ucap Arthur.
"Alina pun mengangguk pelan."lagi-lagi dia dia tidak bisa menahan emosi dan tidak pernah bisa menahan diri untuk tidak marah, mungkin kejadian dulu sudah menjadi trauma batin yang sungguh berat.
Alina selalu waspada akan sebuah pengkhianatan, sejak dirinya dijadikan istri rahasia di pernikahan pertamanya.
Sementara Arthur kini berbicara dalam hati.
__ADS_1
"Maafkan aku honey...belum saatnya kamu tahu semuanya... aku melakukan ini demi melindungi dirimu."ucap Arthur.
Arthur berbohong kepada Alina untuk menghindari pertengkaran, karena Arthur dan wanita itu memiliki ikatan yang tidak mungkin dibeberkan oleh nya secara langsung pada Alina.
Arthur yang ingin menghindari jebakan musuh saat itu malah terjerumus pada jebakan lainnya.
"Flashback on"
Satu tahun yang lalu, disaat Alina tengah dalam keadaan tidak baik-baik saja setelah kehilangan putrinya dan juga vonis bahwa dirinya sudah tidak bisa mengandung lagi, Arthur pun tengah gencar mendapatkan serangan dari musuh-musuh bisnisnya yang ingin menghancurkan perusahaan miliknya.
Berbagai macam cara mereka lakukan hingga suatu malam ketika Arthur baru selesai meeting penting di sebuah hotel berbintang.
Arthur yang bertabrakan dengan seseorang dia pun menabrak seorang wanita yang ada di dalam foto tersebut dan dia hampir terjatuh tapi kemudian Arthur menyelamatkan wanita itu.
Pandangan mereka bertemu. dan saat itu cukup membuat wanita itu kagum pada Arthur.
Arthur pun menetralkan pikiran dan melepaskan wanita yang sudah ia tolong itu.
Tapi tidak lama setelah itu kepala Arthur mendadak pusing dan sulit penglihatan Arthur kabur.
Arthur yang saat itu dibawa oleh seseorang kedalam kamar hotel pria itu sudah tidak sadarkan diri, tapi saat seseorang ingin menjamah tubuhnya Arthur tiba-tiba teringat akan Alina.
Meskipun kepalanya sudah sangat pusing dan penglihatannya sudah kabur Arthur terus berusaha untuk kabur dan itu berhasil.
Arthur pun langsung bergegas pergi meninggalkan kamar dan para wanita gila itu, tapi badan Arthur yang serasa terbakar dan tiba-tiba saja gairah nya muncul begitu saja dan tidak bisa dikendalikan dia bertemu dengan istrinya di lorong hotel.
Arthur saat itu melihat Alina yang menyambut kedatangannya bahkan Alina berbisik jika dia sangat merindukan belaian Arthur setelah sekian lama mereka tidak pernah berhubungan intim.
Dan saat itu pula percintaan panas itu terjadi, Arthur awalnya merasa heran karena gua itu terasa sangat sempit tapi Alina berhasil meyakinkan bahwa mungkin karena sudah lama tidak pernah terjamah oleh Arthur dan pria itu pun percaya hingga Arthur mencapai puncak goa tersebut dirinya tersadar saat melihat wanita itu berubah dan bukan istrinya tapi tiba-tiba saat Arthur ingin beranjak dari tempat itu tiba-tiba wanita itu menyerang dengan mendadak dan Arthur yang lemas itupun hanya bisa pasrah dan menikmati keindahan gua dan pemiliknya yang kadang berubah-ubah itu.
Saat Arthur terjaga di siang hari Arthur kaget saat melihat seseorang berbaring di atas ranjang bersama dengan dirinya dan lebih parahnya lagi mereka sama-sama polos.
Arthur sempat mengamuk tapi tiba-tiba beberapa orang datang ke dalam kamar mereka dan ternyata dia adalah teman Arthur yang merupakan seorang anak mafia.
Pria itu tiba-tiba mengamuk dan mengancam akan membunuh anak dan istrinya Arthur jika Arthur tidak mau menikah dengan adik kesayangannya itu.
Bagaikan petir di siang bolong, saat itu Arthur tidak pernah bisa berkutik, dia bahkan diharuskan untuk menikahi wanita itu saat itu juga.
Dan Pernikahan beda agama pun terjadi di hari itu juga.
Arthur sempat menangis dan ingin bunuh diri jika saja wajah Alina yang sedang menangis itu tidak melintas di pikirannya saat itu.
Belum lagi panggilan kedua putranya yang selalu terngiang-ngiang di telinganya.
Saat itu Arthur bahkan tidak diizinkan untuk kembali kepada Alina, tapi dia membuat permohonan pada teman yang kini menjadi musuh yang siap menikam dirinya kapanpun itu, untuk bisa tinggal bersama dengan istrinya hingga Alina benar-benar sembuh dari trauma dan tiga tahun adalah waktu yang sudah di sepakati untuk Arthur hidup bersama dengan Alina.
Dan itu hanya tinggal satu tahun kedepan, tapi wanita itu sudah menunjukkan bahwa peperangan akan segera di mulai.
Flashback off.
Alina pun sudah mulai tenang. tanpa Alina sadari bahwa saat ini ada bulir bening yang jatuh dari sudut mata Arthur yang hampir mengenai Alina yang ada di dalam dekapannya.
Karena seerat apapun dia memeluk istrinya itu diakhir tahun depan Alina tetap akan pergi darinya.
Selama ini dia selalu berusaha untuk mencoba untuk bisa membebaskan diri dari pernikahan laknat itu, tapi tidak sekalipun dia menemukan jalan.
Jalan buntu itu selalu menjadi penanda bahwa tidak ada kebebasan untuk memilih jika dia sudah benar-benar masuk kedalam sebuah labirin yang bahkan tidak berujung itu.
Arthur lupa jika dirinya terus berteman dengan kegelapan maka bukan tidak mungkin jika suatu saat nanti ia juga akan terjebak didalam kegelapan.
Teresa adalah nama istri rahasia Arthur yang akan ia temui dan memberikan jatah malam yang diwajibkan itu empat kali dalam satu bulan.
Sementara hubungan antara Teresa dan juga Junior, itu hanya sebuah kerja sama yang mungkin terdengar gila tapi, Junior sendiri tidak tahu jika Teresa sudah berstatus istri Arthur.
__ADS_1
Alina adalah tujuan utama dari keduanya.