
Arthur pun selesai potong rambut. mereka kini tengah makan siang bersama di sebuah restaurant berbintang.
Arion dan Arionan juga Alana kini tengah sibuk dengan gadget mereka dan Luna kini menyuapi mereka bertiga meskipun Alina sudah meminta dia untuk bergabung makan bersama dengan asisten pribadi Arthur tapi Luna tetap bilang dia belum laper.
Luna terlihat memiliki beban fikiran saat ini , Alina bisa melihat itu.
Sementara itu di tempat lain, kini Junior yang baru kembali dari Kanada setelah menjemput istrinya, dia langsung bergegas pergi menuju ke sebuah restauran yang ia lewati jika hendak pergi ke arah rumahnya itu.
Junior yang baru masuk kedalam restauran tersebut dia tidak sengaja melihat Alina dan Arthur termasuk ketiga anaknya yang kini menatap lekat padanya.
"Daddy Junior.!!"teriak ketiganya secara bersamaan hingga membuat Alina menoleh kearah dimana kedua putranya itu melihat.
Deg....
Deg....
Deg....
Jantung Alina seakan mengalami serangan jantung mendadak saat kedua pasang mata itu bertemu.
Junior pun masih menatap lekat wajah cantik itu, Alina yang sangat ia rindukan saat ini berada di hadapannya.
'Jun..'
Hati Alina tiba-tiba bergumam memanggil nama itu.
"Daddy kami merindukan daddy."ucap ketiganya yang kini memeluk kaki jenjang Junior.
Pria itu langsung mengelus puncak kepala ketiganya.
Alina yang hendak beranjak dari duduknya untuk menegur anak-anaknya pun di tahan oleh Arthur yang kini mengusap punggung tangannya itu dengan lembut sambil menggeleng.
Jelas Arthur merasa takut jika Alina mengenali pria yang pernah berselingkuh dengannya itu.
Arthur memberikan kode pada Luna saat itu juga untuk membawa ketiganya.
Luna yang mengerti akan hal itu. dia langsung bergegas menuju kearah anak-anak dan Junior.
"Anak-anak ayo kita habiskan makan siangnya jangan buat mommy kalian sedih karena kalian tidak menurut."ucap Luna lembut.
"Mendengar perkataan Luna mengenai ibunya ketiga anak itu langsung berpamitan.
"Daddy kami makan dulu lain kali kita ngobrol lagi."ucap mereka kompak.
Sementara junior hanya mengangguk sambil tersenyum manis, dan kembali mengusap puncak kepala ketiganya.
Arthur pun tersenyum pada Alina yang kini tengah tersenyum padanya.
"Mas mau nambah lagi, aku akan pesankan lagi."ucap Alina.
"Tidak usah sayang sudah kenyang ko,,, sekarang giliran kamu yang harus banyak makan agar tubuh mu kembali pulih."ucap Arthur.
Alina hanya tersenyum, sementara dimeja lain Junior masih memandang ke arah Alina.
Pria itu sedang menunggu menu makanan, sekaligus menikmati hidangan pembuka yang ada di hadapannya saat ini.
Sementara Alina hanya menundukkan pandangannya karena dia tidak ingin dilihat siapapun selain orang rumah yang memang mengetahui keadaan Alina sejak dulu. itu yang kini difikirkan oleh Alina.
Padahal Junior pun tahu semuanya termasuk segala yang ada di dalam diri Alina.
Junior bahkan masih mengingat setiap inci tubuh Alina yang putih mulus itu.
Tatapan mata sendu yang kini diperlihatkan oleh Junior membuat wanita itu merasa tidak tega.
Sampai saat makan siang milik Junior datang, pria itu langsung menyantap makanan tersebut tanpa menunggu lama lagi.
Alina pun melirik ke arah Arthur dan anak-anak.
"Mas ayo kita pulang, rasanya aku sudah sangat lelah."ucap Alina.
"Ya, sayang ayo pulang."ucap Arthur yang juga mengajak anak-anak.
Saat Alina berjalan melewati meja dimana Junior kini tengah menyantap makanan miliknya dan pura-pura tidak melirik ke arah Alina tidak sengaja jemari tangan Alina dan Junior bersentuhan hingga keduanya kembali saling bertatapan namun tidak lama karena Arthur membuyarkan segalanya.
__ADS_1
"Honey anak-anak tengah menunggu kita."ucap Arthur.
"Heumm....ya sayang."balas Alina.
Kini keduanya telah berada di dalam mobil, Alina menyandarkan kepalanya di bahu Arthur suaminya itu.
Arthur pun mengusap kepala istrinya itu dengan sangat sayang.
"Mas, kapan kita pergi ke Eropa, rasanya aku sudah tidak sabar ingin melihat salju seperti cerita Luna saat itu."ucap Alina.
"Setelah kamu benar-benar siap sayang. aku ingin kita kembali berbulan madu seperti dulu."ucap Arthur.
Arthur pun mencium kening istrinya itu. setibanya di dalam rumah. mereka langsung bergegas menuju kamar untuk beristirahat setelah sebelumnya membersihkan diri terlebih dahulu.
"Mas, kamu itu sangat tampan."ucap Alina yang kini membelai pipi Arthur.
"Apa? dulu aku begitu buccin pada mas Arthur."tanya Alina.
"Heumm,,, ya, kamu bahkan sering ngambek kalau aku tidak memberikan mu jatah malam satu hari saja."ucap Arthur dengan wajah yang terlihat serius.
Wajah Alina terlihat merona karena malu. lalu dia pun kembali bertanya apa? benar dirinya sebucin itu pada Arthur.
"Sudah besok lagi kita kembali mengobrol tentang hal itu, jika kamu ingin itu juga tidak apa-apa kita bisa mulai sekarang."ucap Arthur yang langsung membuat Alina semakin merasa malu dan gugup bukan main.
Mungkin jika saat ini Alina mengingat semuanya mungkin dia tidak akan semalu itu. tapi saat seolah dirinya dan Arthur benar-benar pasangan pengantin baru yang akan melewati malam pertamanya.
Arthur sudah mulai memberikan sentuhan yang membuat mata Alina terpejam merem melek, tapi saat Arthur hendak mencium bibirnya itu dia melihat bayangan suaminya dengan wanita yang ia juga tidak kenal.
Alina langsung mendorong dada bidang itu.
"Kenapa? honey."ucap Arthur dengan suara parau karena sudah diliputi oleh gairah yang membuncah.
"Siapa? kamu bagiku,,,lalu jika kamu suamiku kenapa? Aku melihat kamu sedang bercumbu dengan wanita lain."ucap Alina yang kini menggeser tubuhnya dan menutup itu dengan selimut yang ada di sana.
"Sayang,,, kamu mungkin hanya Kelelahan setelah dari luar sebaiknya kamu istirahat ya honey,,,."ucap Arthur.
"Tidak mas, aku tidak sedang lelah aku baik-baik saja, tapi kenapa? wanita itu tega berbuat seperti itu padahal aku ada loh mas,,, aku adalah dihadapan kalian."ucap Alina yang masih gundah dan merasa sangat marah.
Arthur pun tidak membiarkan itu berlarut-larut dia kembali menyentuh Alina meskipun Alina terlihat enggan dengan itu. tapi lama-lama Alina kembali rileks Arthur meminta dia untuk tetap membuka mata.
Hingga percintaan itu berlangsung. begitu lama karena Arthur benar-benar sangat merindukan istrinya itu.
Alina terlihat larut dalam kebahagiaan yang kini Arthur ciptakan lewat sentuhan ajaib yang ia berikan.
Jika saja rambut Arthur segondrong tadi pagi mungkin Alina akan menjadikan itu sebagai pegangan. Alina akan menjambak rambut Arthur saking gairahnya saat ini.
...**********...
Alina yang masih terlelap hingga saat waktu makan malam tiba karena percintaan tadi siang membuat Arthur merasa tidak tega untuk membangunkan istri kesayangannya itu. tapi saat ini Alina belum minum obat dan vitaminnya.
Arthur pun menghampiri Alina, dia duduk di tepi ranjang tempat di samping Alina saat ini.
"Honey,,, bangun sayang ini sudah saatnya makan malam dan minum obat sayang."ucap Arthur lembut.
Sementara Alina kini hanya tersenyum kecil sambil mengucek matanya yang terasa seakan berat untuk dibuka.
Alina pun merentangkan kedua tangannya pada Arthur yang kini menunduk untuk mengecup bibir istrinya yang kini tengah mengalungkan tangannya di leher Arthur yang kini mengangkat tubuh istri tercantik nya.
Arthur membawa Alina kedalam kamar mandi karena Alina harus membasuh wajahnya terlebih dahulu.
Arthur pun membantu melakukan hal itu, dengan sangat hati-hati seperti yang dokter katakan.
Sementara Alina membiarkan Arthur membantu dirinya meskipun itu cukup membuat Alina merasa ngilu.
Alina pun selesai makan malam dan langsung minum obat serta vitamin.
Setelah itu dia pun kembali tidur dengan Arthur.
Saat semua orang terlelap tidur di rumah besar itu, Luna kini masih terjaga saat mengingat kenangan masa lalu yang membuat dia memutuskan untuk melajang hingga saat ini.
"Flashback on"
Lima tahun lalu, saat dirinya berusaha sekitar dua puluh tahun, seseorang yang merupakan dewa penolong baginya dikala dirinya dibuang dari keluarga saat itu hadir dalam hidupnya.
__ADS_1
Seorang pria berusia sekitar 30 tahun rela dicaci-maki oleh kedua orang tuanya hanya karena dia membawa Luna masuk kedalam rumah yang penuh peraturan ketat itu.
Seorang pria yang selama ini telah memiliki istri dan seorang anak dari pasangan yang tidak ia kehendaki.
Dia membawa Luna di hadapan seluruh keluarganya saat itu dan memperkenalkan dirinya sebagai istri kedua dirinya sontak kepala keluarga disana mengamuk bahkan mencaci maki pria itu hingga akhirnya ia diusir dari rumah tersebut.
Pria bernama Arlan itu dengan senang hati pergi membawa Luna kembali keluar dari rumah besar itu dengan membawa barang-barang pribadinya yang mencapai tiga koper besar tersebut.
Dia juga membawa salah satu mobil mewah yang harganya cukup fantastis dan keluarga itu tidak bisa melarang Arlan mau membawa apapun karena setengah dari rumah tersebut pun adalah milik Arlan.
Malam itu Arlan membawa Luna ke sebuah rumah mewah lainnya.
Sesampainya di sana pria itu pun berkata bahwa dirinya tidak pernah main-main dengan apa? Yang dia katakan dia akan menikahi Luna.
Dan pernikahan itupun terjadi, hingga saat mereka akan melewati malam pertama tiba-tiba seseorang datang dan membawa pergi suaminya dengan alasan ada urusan bisnis yang tidak bisa di tunda. tapi sampai siang hari Luna tidak kunjung bertemu dengan pria yang semalam pergi dari hadapannya hingga berita kecelakaan itu tersebar.
Luna sempat mendatangi rumah sakit tersebut dan tidak ada pasien dengan nama Arlan kecuali Arkan yang merupakan seorang dokter dan pria itulah yang mengalami kecelakaan.
Sejak saat itu Luna mengerti apalah arti sebuah nama jika ternyata orang tersebut telah melupakan dirinya dan kenangan yang pernah ada diantara mereka.
"Flashback off.
"Mas Arlan aku tau dari lubuk hati mu yang paling dalam kamu merasakan apa? yang aku rasakan tapi biarlah mungkin tuhan tidak pernah merestui pernikahan kita."lirih Luna.
Sejak hari itu Luna memutuskan untuk ikut pendidikan serta dengan pendidikan militer yang khusus untuk dijadikan sebagai pengawal pribadi atau pun sebagai seorang mata-mata'
Hingga saat dirinya lulus dan dia di kontrak oleh Arthur dari agen yang selama ini menaungi pendidikan tersebut.
Luna yang tengah menerawang jauh sambil mendongak ke atas langit berbintang itu dikejutkan dengan suara panggilan telepon masuk saat itu.
"Ya,,," lirih Luna yang refleks menjawab panggilan tersebut. tanpa tahu siapa? orang yang menghubungi dirinya saat ini.
^^^"Datang ke rumah sakit sekarang juga aku ingin bicara."ucap seseorang yang tadi Luna pikirkan.^^^
"Maafkan saya dokter Arkan, saya tidak bisa mengikuti perintah Anda,,, karena anda bukan tuan saya."ucap Luna.
^^^"Berapa? gajih perjam yang kamu terima dari bos mu."ucap pria itu.^^^
"Satu milyar satu tahun."ucap Luna tegas.
^^^"Aku beri satu milyar untuk satu malam, dan kau bisa datang saat ini juga."ucap Arkan lagi.^^^
^^^"Anda bisa lakukan itu setelah kontrak saya selesai."ucap Luna.^^^
^^^"Kapan? kontrak mu selesai."tanya Arkan.^^^
"Sepuluh tahun kedepan."ucap Luna tegas.
^^^"Luna aku tidak main-main? ucap Arkan.^^^
"Aku juga serius maafkan saya dokter,,, ini sudah larut malam sudah waktunya saya istirahat."ucap Luna yang langsung mematikan sambungan telefon tersebut.
Arkan pun menggenggam erat benda pipih tersebut. dia tidak habis fikir dengan wanita yang benar-benar memiliki prinsip hidup yang cukup kuat tersebut.
"Luna, siapa? sebenarnya dirimu untuk ku selama ini,,, kenapa? hatiku selalu merasa sakit setiap kali melihat mu sejak pertama kali bertemu di rumah sakit sembilan bulan yang lalu."ucap pria itu lirih.
Sementara Luna sendiri kini tengah bercucuran air mata. saat seseorang dari masa lalu nya adu tawar bayaran jasa dengannya.
Bukan masalah uang atau pun harga diri yang membuat dia menolak itu, tapi Luna tidak ingin terus menggali luka yang sudah tersimpan selama lima tahun itu.
Sampai saat bunyi notifikasi pesan berbunyi, lagi-lagi Luna dengan sigap membuka pesan tersebut.
"Datang atau aku akan menyebarkan bahwa kamu adalah seorang penggoda."Akan.
Luna tidak peduli dengan itu. karena nyatanya selama ini ia sudah menjadi istri kedua meskipun itu dirahasiakan dari publik.
Luna menyimpan Handphone itu di atas nakas yang kini tersambung ke charger handphone.
Luna pun berbaring sambil memejamkan matanya itu.
Hingga pagi menjelang tepat pukul lima pagi, Luna bangun dan bersiap untuk membantu sang nyonya beraktifitas pagi, selain jalan-jalan pada Alina kini rutin mengurus suaminya seperti dulu.
Alina bangun di bantu oleh Luna, dan hal yang pertama dia lakukan adalah menemani Alina ke dalam kamar mandi setelah memastikan Alina berendam dalam bathtub-e dengan aman Luna pun membantu hanya akan berjaga di ruang walk in closed.
__ADS_1
Ruangan itu memiliki akses masuk langsung kedalam kamar mandi. untuk memudahkan pemilik kamar keluar masuk.
Luna juga tidak perlu melihat tuan rumah yang masih tertidur telanjang dada dari balik selimut, karena kamar itu juga ada dinding khusus mengelilingi ranjang bisa disebut kelambu hanya saja semacam tirai dari bahan khusus yang bahkan mempercantik dekorasi kamar tersebut sekaligus menjadi kelambu.