Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
Bab 65


__ADS_3

Alina pun pergi dengan rasa sakit yang dia rasakan atas perkataan dari Alercxa.


Pria itu berkata bahwa dirinya adalah perempuan munafik meskipun Junior terus membela wanita yang sangat ia cintai itu.


Alina pun hanya bisa menangis dirinya sendiri juga tidak mengerti kenapa? rasa itu tetap ada di hatinya.


Sekarang Junior sudah berjanji tidak akan pernah mengganggu rumah tangga Alina lagi meskipun dia sendiri juga sangat mencintai Alina. dia bilang akan menanti hari dimana mereka berjodoh nanti seperti yang Junior percaya selama ini bahwa mereka benar-benar berjodoh.


Alina kini berada di dalam perjalanan menuju pulang.


Sepanjang perjalanan Luna tidak berani bertanya, dia tetap fokus pada jalanan yang mereka lalui saat ini.


Sementara itu di kantornya Junior saat ini masih terjadi ketegangan karena Junior bilang akan pergi jauh dari keluarga dan juga meninggalkan semua yang kita ia miliki.


Alercxa tidak mungkin akan mengijinkan putranya pergi karena dia hanya memiliki satu putra dari wanita yang sangat ia cintai.


Cinta, ya' pria itu bahkan sudah menyatakan perasaannya kepada Leony sebelum dia terbaring koma beberapa bulan lalu.


Kini saat Leony sudah tiada pria itu merasa sangat bersalah karena nyatanya pernyataan cinta yang ia lakukan saat itu tidak bisa membuat istrinya bertahan saat dokter mengatakan bahwa nyawa istrinya sudah tidak tertolong lagi.


Junior yang mengetahui itupun hanya bisa menangis sesenggukan tanpa bisa berkata apa-apa, dia tahu selama ini ibunya menyembunyikan sesuatu darinya dan saat dia tahu semua sudah terlambat, itulah kenapa? Junior tidak ingin menyesal seperti sang daddy yang mengabaikan Leony selama ini.


Meskipun Junior tau jika Alercxa tidak sepenuhnya tidak peduli dengan istrinya itu, pria dingin seperti Alercxa tidak suka berkata-kata manis untuk menyatakan perasaannya, yang ia lakukan adalah pembuktian tanpa kata.


Seperti selama ini, yang Alercxa tunjukkan pada Leony hanya perbuatan baiknya yang dikira sebagai belas kasih oleh Leony karena Alercxa memiliki wanita lain selain dirinya.


Padahal dia menikahi Olivia hanya untuk melakukan tanggung jawab karena Olivia tengah mengandung hingga saat anak perempuan itu lahir dia tidak langsung mengakhiri pernikahan itu karena dirinya menyayangi anak itu.


Tanpa dia sadari dirinya sudah menyakiti Leony sedalam itu.


Kini Junior masih berdebat dengan Alercxa karena Junior tetap kekeuh akan pergi menjauh dari semuanya.


Alercxa pun hanya bisa berharap, putranya akan kembali padanya suatu hari nanti karena semua yang ia miliki saat ini adalah mutlak milik Junior.


Sementara di kediaman Arthur saat ini dia tengah menunggu Alina memberikan sebuah penjelasan atas semua yang terjadi tadi karena tuan Alercxa tadi meminta dia untuk mendidik istrinya dengan baik.


Alina yang baru selesai membersihkan diri pun kini duduk di samping Arthur di sofa.


Dia melirik suaminya yang tengah fokus pada ponselnya itu.


"Tadi pergi menemui Junior."ucap Arthur sambil menatap lekat wajah istrinya yang terlihat sembab.


"Ya mas, aku kesana setelah pulang dari tempat konsultasi."ucap Alina jujur.


"Bisa jelaskan semuanya,,, apa? yang terjadi tadi... hingga tuan Alercxa meminta ku untuk mendidik istriku yang aku percaya dengan baik ini."ucap Arthur.


"Faktanya tidak sebaik itu mas aku adalah perempuan munafik, aku bahkan bisa tergoda dengan buayan yang dia berikan."ucap Alina yang langsung membuat mata Arthur terpejam.


Setelah menarik nafas panjang, akhirnya Arthur mulai berbicara lagi.


"Katakan semuanya tanpa ada yang di tutupi lagi."ucap Arthur.


"Aku sudah mengingat semuanya mas, awalnya aku ingin benar-benar lupa dengan semuanya. Aku lelah terus terjebak di masalalu yang menyakitkan itu."


"Aku menemui Junior agar dia bisa melupakan semua hal tentang kami dan tidak lagi mengejar ku... tapi dia malah mengancam akan membunuh mas Arthur, dan Aku berusaha menghentikan itu."


"Selanjutnya aku membuat penawaran agar dia membunuhku saja,,, agar tidak ada lagi kekacauan yang terjadi! Junior memang sudah menodongkan senjata itu di pelipis ku... tapi kemudian dia mencium ku hingga saat tuan Alercxa datang dia langsung memukuli Junior dan mengatai ku sebagai perempuan munafik dan perkataan itu tidak salah aku adalah perempuan munafik mulai sekarang kamu juga boleh menceraikan ku lagi."ucap Alina lebih panjang lebar dari yang Arthur kira.


Arthur kini menatap lekat wajah cantik Alina dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


Alina hanya tertunduk, Air mata itu kembali jatuh, hidupnya sudah hancur berantakan saat ini dia hanya memikirkan bagaimana kedepannya nasib anak-anaknya.

__ADS_1


"Aku bisa pergi jauh mas, aku titip anak-anak bahagiakan mereka, bilang saja pada mereka bahwa aku sudah tiada bersama dengan kepergian ku nanti, mungkin mereka akan bersedih tapi itu hanya sementara mereka akan kembali ceria saat ada ibu baru yang akan merawat mereka dengan dirimu."ucap Alina.


"Apa? Alina yang aku kenal seegois ini."ucap Arthur.


"Aku hanya."ucapan Alina terhenti saat itu saat Arthur mengangkat tangan kanannya Alina pun memejamkan matanya saat dia dia mengira Arthur akan menamparnya. tapi nyatanya Arthur malah memeluk erat Alina.


Alina pun membalas pelukan itu dengan tangis yang pecah bahkan tidak peduli jika saat ini ada Luna yang baru masuk.


"Aku adalah seorang pendosa Alina, dan aku tidak akan meninggalkan istriku hanya karena pernah melakukan kesalahan yang sama, aku bahkan lebih bersalah dalam hal ini, karena aku tidak bisa menjaga diriku dan keluarga ku dengan baik."ucap Arthur.


Arthur pun ikut menangis karena itu.


Hingga keesokan harinya, Alina yang masih sangat merasa bersalah pada semuanya kini tengah duduk di taman belakang, bahkan saat ini suasana masih sangat gelap.


Alina duduk bersila di tepian kolom dia terus menatap percikan air dari atas air mancur yang dia nyalakan tadi sebelum dia duduk.


Saat ini dia tengah menerawang entah kemana yang jelas hanya ada air mata yang setia menemani dirinya.


Alina sedang memikirkan apa? yang terjadi pada dirinya dan Arthur sejak mereka bersama.


Alina tau Arthur pernah melakukan kesalahan fatal, tapi Arthur adalah seorang laki-laki sekaligus kepala keluarga.


Dan Arthur yang memiliki hak untuk bertahan dengan rumah tangganya itu atau tidak. tapi saat Alina melakukan kesalahan yang sama dengan yang dilakukan oleh Arthur, bukankah itu adalah sebuah hal yang sangat fatal bahkan tidak bisa dibenarkan, dan tidak ada pembenaran atas itu. lalu kenapa? Arthur masih bisa mempertahankan istri munafik seperti dirinya.


Alina masih anteng dengan lamunannya saat Arthur menyadari bahwa istrinya tidak ada di sampingnya.


Pria itu bergegas pergi mencari Alina.


...********...


Dua tahun telah berlalu sejak saat itu Alina dan Arthur pun kembali berpisah atas permintaan Alina secara baik-baik, bahkan mereka masih sering bertemu untuk mengurus ketiga anak mereka.


Tapi Alina tidak pernah protes dengan itu, dia malah mendukung jika Arthur benar-benar bahagia dengan wanita itu.


Sementara Arthur sendiri yang digosipkan seperti itu selalu memberikan penjelasan yang tidak pernah Alina minta.


"Ar, kamu berhak bahagia dengan siapapun itu tidak perlu khawatir memikirkan masalalu yang sudah pergi. berbahagialah aku ikhlas."ucap Alina yang kini tengah menatap kearah lain dengan sambungan telepon yang masih terhubung.


"Aku tidak pernah merasa bahwa kamu adalah masalalu ku,,, bagiku kamu tetap masadepan ku yang kini tengah menjauh dari luka."ucap Arthur di sebrang telpon.


Ya, sejak mereka bercerai Arthur kembali ke Eropa bersama dengan anak-anak mereka dan Jenny.


Sementara Alina kini kembali mengajar dan tinggal di rumah lama peninggalan kedua orang tuanya itu.


Alina akan bertemu dengan ketiga anaknya secara langsung saat Arthur ada perjalanan bisnis di Indonesia, dan dia akan membawa serta ketiganya untuk melepas rindu dengan sang mommy meskipun setiap hari mereka selalu melakukan video call.


Sementara Luna, kini dia sudah tidak bekerja lagi dengan Arthur dan kini sudah pindah ke luar negeri sejak dia dikontrak oleh seorang dokter yang pernah merawat Alina dulu.


Tanpa siapapun tahu, Luna dibawa oleh Arkan yang kini sudah kembali mengingat tentang dirinya dan Luna, bahkan mereka sudah kembali menikah dan sekarang Luna tengah mengandung anak pertama mereka bahkan kembar dua.


Butuh waktu yang cukup lama bagi Arkan untuk bisa meluluhkan hati Luna kembali, setelah Arkan resmi bercerai dari istri pertamanya dua tahun lalu, satu tahun setelah perceraian itu. dia baru berhasil meyakinkan Luna bahwa dirinya sangat mencintai Luna.


Kembali pada Alina dan kehidupannya saat ini, wanita itu kembali menyendiri seperti sedia kala.


Dia menjalani kesendiriannya itu sebagai sebuah hukuman atas dosa-dosa yang pernah dia lakukan.


Meskipun dulu Arthur sudah berusaha untuk mempertahankan hubungan mereka tapi Alina tetap tidak bisa bertahan karena melihat wajah Arthur sudah seperti melihat dosa-dosa nya yang tidak pernah berkesudahan.


Maka dari itu, Alina akan sangat bersyukur jika Arthur benar-benar sudah melupakan dirinya dan hidup bahagia dengan wanita lain.


Alina pun berharap ketiga anak mereka bisa lebih bahagia dari saat tinggal bersama dengan Alina dulu.

__ADS_1


Akhir-akhir ini Alina sering mendatangi dokter spesialis kejiwaan, untuk berkonsultasi sejak perpisahan itu, dia bisa menjalani hidupnya dengan baik karena dibantu dengan obat-obatan yang disarankan oleh dokter tersebut.


Karena sejak hari itu dia tidak pernah bisa tidur dengan tenang.


Bahkan saking menderita dengan hal itu Alina sempat berniat untuk mengakhiri hidupnya jika saja wanita itu tidak melihat bayangan ketiga putra-putrinya yang tengah bersedih saat perpisahan itu terjadi.


Mungkin akan lebih dari itu jika dia benar-benar tiada dari dunia ini.


Lagi-lagi dokter hanya menyarankan agar dirinya berdamai dengan diri sendiri, dan memulai kehidupan baru.


Tapi Alina kini malah enggan untuk mencari pasangan, dia tidak ingin lagi dosa yang sama terulang kembali.


Lagi-lagi Alina trauma dengan sebuah pernikahan.


Beberapa bulan kemudian, saat Alina tengah membeli sesuatu di pusat perbelanjaan, dia melihat berita terhangat tentang pernikahan Arthur dengan teman wanitanya yang selama ini digosipkan kedekatannya dengan Arthur.


Bahkan sebuah majalah bisnis menampilkan foto Alina dan Arthur yang tengah melakukan prewedding keduanya tampak begitu serasi.


Pantas saja jika beberapa bulan lalu Arthur sudah sulit untuk dihubungi saat Alina ingin bertanya kabar tentang ketiga anak mereka.


Kini Alina tau jawabannya, Alina menghirup nafas dalam-dalam lalu dia hembuskan untuk membuang rasa sesak di dadanya.


Munafik jika Alina tidak merasakan sakit atas kabar yang terpampang nyata di sana, meskipun saat ini dia terus berusaha untuk melepaskan semuanya.


Alina pun buru-buru pergi dari lantai dua mall tersebut, tanpa sengaja dia bertabrakan dengan orang lain yang kini tengah menatap kepergiannya itu.


Alina buru-buru setelah mengatakan sorry, karena dadanya sudah benar-benar terasa sesak.


"Babe..."lirih seorang pria tampan yang kini telah berusia 27 tahun itu.


Sementara Alina tidak tau jika tadi dia tengah bertabrakan dengan masa lalunya.


Alina menyetir mobil itu hingga tiba di sebuah pantai yang sunyi senyap itu hanya deburan ombak yang kini bergemuruh di hadapannya.


Alina bergegas keluar dari dalam mobil menuju ke depan bibir pantai dengan ombak yang kini membasahi kakinya.


"Tuhan,,,,, terimakasih atas semua jawaban doa-doa ku meskipun itu terasa sangat menyakitkan tapi aku berharap semoga semua baik-baik saja dan kebahagiaan itu benar-benar nyata adanya!! tolong hilangkan rasa sakit ini tuhan setidaknya biarkan Aku beristirahat dengan tenang."ucap Alina dengan derai air mata mengalir deras dari pelupuk matanya.


"Biarkan aku istirahat dari rasa sakit ini tuhan."lirihnya lagi sambil berjalan kedepan tanpa rasa takut saat melihat deburan ombak yang bukan tidak mungkin akan melenyapkan nyawanya saat itu juga.


Namun tiba-tiba seseorang menariknya tanpa aba-aba hingga akhirnya mereka berdua terjatuh di atas pasir putih itu.


"Apa? yang anda lakukan nona,,,bunuh diri bukan jalan terbaik."ucap pria itu.


Hingga Alina terbangun di sebuah ruangan yang bernuansa serba putih dengan tangan terikat begitu juga dengan kakinya.


Namun satu hal yang membuat dia seperti orang linglung dirinya bahkan tidak ingat siapa? dirinya...


Alina berulang kali ditanya tentang identitas diri dan siapa? namanya namun dia hanya terdiam dan menunduk dan air mata yang kini terlihat menetes entah apa? yang dia rasakan saat ini.


Seseorang datang menghampiri wanita itu.


"Babe,,, kenapa? kamu bisa seperti ini."ucap pria yang kini terlihat seakan menahan tangisnya.


Dia adalah Junior, pria yang sudah meminta seseorang untuk membuntuti Alina saat dia pergi tergesa-gesa dari mall tersebut.


Junior, tidak pernah menyangka jika Alina benar-benar menderita selama ini, hingga saat dia lupa dengan siapa? dirinya sendiri dan kini menjadi pasien rumah sakit jiwa.


Arthur tidak tau akan hal itu, bahkan saat ini dia tengah mengurus tentang gosip yang beredar, Arthur tidak tahu siapa? yang berani merekayasa semua itu, hingga dia sadar telah kehilangan Alina yang kini tidak bisa dihubungi.


Arthur tidak tahu jika Alina kini tengah berada di rumah sakit jiwa.

__ADS_1


__ADS_2