Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
Bab 37


__ADS_3

Hari demi hari telah mereka lalui penuh suka cita kini kehamilan Alina sudah menginjak usia sembilan bulan, Arthur yang selama ini selalu menemani sang istri di sisinya tiba-tiba harus pergi ke Swiss karena sang daddy tutup usia setelah mengalami kecelakaan yang fatal.


Alina yang kini tengah menunggu hari kelahiran kedua bayi yang memiliki jenis kelamin laki-laki itu, tengah dilanda rasa gundah karena saat ini suaminya yang sudah berjanji untuk menemani dia melahirkan pun tengah pergi menuju negara dimana ia dilahirkan dan dibesarkan.


Beruntung ditengah duka atas kepergian sang ayah Jenny masih ada untuk menemani sang menantu di Mension.


Jenny yang kini selalu didampingi oleh Arda suami keduanya setelah Daniel yang kini sudah tiada lagi di dunia ini pun terus menemani Alina.


Beberapa hari kemudian tepatnya setelah setelah kepergian Arthur, Alina pun mengalami kontraksi yang hebat, Jenny ditemani oleh Arda dan para asisten pribadi mereka langsung bergegas membawa Alina ke rumah sakit dimana disitu sudah dibooking sebelumnya oleh Arthur.


Saat di jalan Alina sudah hampir mengejan dan air ketuban itu pecah kepanikan terus terjadi saat itu dimana Arda dan Jenny kebingungan harus melakukan apa?.


Sampai saat mereka tiba di rumah sakit tersebut dokter dan perawat lainnya langsung menangani Alina yang kini terlihat sudah semakin kesakitan.


Alina pun terus berteriak kesakitan saat dia tiba di ruangan bersalin tersebut.


"Sabarlah sayang mommy ada disini mommy akan menghubungi Arthur oke."ucap Jeny yang kini tengah menggenggam tangan Alina sebelahnya menghubungi Arthur dengan terburu-buru.


Namun sampai saat salah satu bayi itu lahir Arthur tidak bisa dihubungi.


Bayi yang diberi nama Arion Andersen itu lahir dengan bobot 3200 gram bayi yang sangat tampan persis sang ayah.


Dan yang kedua pun menyusul, namanya adalah Arionan Andersen dengan bobot lebih berat dari sang kakak.


Alina yang sedari tadi berjuang dengan rasa sakitnya itu pun teroboti saat melihat kedua jagoannya kini tengah menangis sambil mencari ****** payudara ibunya.


Alina pun selesai di bersihkan di pindahkan ke ruangan perawatan.


Jenny dan Arda pun kini tengah melihat bayi, sementara Alina kini tengah disuapi oleh asisten pribadinya itu.


Sementara itu di tempat lain, saat ini Arthur baru membuka mata setelah hampir semalaman di gelisah dalam tidurnya dia bermimpi bercinta dengan wanita yang tidak pernah Arthur kenal.


Dan betapa terkejutnya Arthur saat mimpi itu benar-benar nyata, wanita itu benar-benar ada di sampingnya hingga Arthur berteriak dan murka saat itu juga.


Dia berteriak memanggil nama sang asisten pribadi untuk mengusir wanita yang tak tau malu tersebut dia adalah Ririn yang kini sudah berubah Penampilan dengan rambut panjang berwarna hitam legam seperti Alina dan cara dia berdandan pun tidak seperti Ririn yang seksi itu seperti dulu.


"Ar,,, aku sangat mencintaimu."ucap Ririn.


"Pergi atau aku bunuh kau sekarang juga."ucap Arthur.


"Aku tidak peduli Ar, bunuh saja aku... aku sudah sangat lelah, aku juga lelah jika harus terus-terusan minum obat."ucap Ririn yang kini menangis pilu.


"Apa? maksud mu."ucap Arthur yang merasa iba.


"Setelah kita menikah aku sudah mengkonsumsi obat, agar aku tidak hilang kendali atas diriku yang selama ini mengalami hiper**** aku mencoba melepaskan obat karena aku rasa kamu adalah pria yang mampu mengobati penyakit ku itu, tapi aku salah saat kamu sibuk dengan bisnis mu, aku malah semakin menjadi awalnya aku selalu menekan semua itu dengan bersabar dan memberikan sugesti bahwa dengan bersabar kamu akan pulang untuk itu."


"Tapi nyatanya aku malah semakin menggila dan obat itu tidak mempan lagi dan aku membiarkan diriku sendiri terjerumus lebih dalam hingga aku mulai mengkhianati pernikahan kita, saat aku minta kamu untuk tidak menceraikan aku saat itu aku sedang berjuang untuk kesembuhan ku, tapi keputusan mu untuk meninggalkan ku malah membuat ku semakin down ."


"Dan saat itu aku semakin kehilangan kendali atas diriku."ucap Ririn.


"Bunuh saja aku Ar, tolong bunuh saja aku."ucap Ririn memelas.


"Lalu kemana? kau selama dua tahun ini."ucap Arthur.


"Aku masuk rumah sakit jiwa Ar, keluarga ku sudah tidak sanggup merawat ku."ucap Ririn mereka tau dengan itu saat Arda juga pergi dari sisiku, aku sudah terlalu banyak dosa Ar sudah terlalu banyak orang yang aku sakiti gara-gara penyakit ku ini sekarang aku sudah membuat kamu mengkhianati cinta mu pada wanita baik-baik itu."ucap Ririn.


"Berobat lah berjuang lah agar kamu bisa sembuh, tidak akan ada orang yang mampu membantu mu sembuh selain dirimu sendiri."ucap Arthur.


"Aku siap membantu masalah biyaya yang penting kamu punya tekad yang kuat dan aku percaya kamu bisa."ucap Arthur yang merasa iba.


Dia juga sedikit merasa bersalah pada Ririn setelah mendengar ceritanya bahwa ia bergantung pada dirinya untuk bisa sembuh, tapi saat itu karirnya sebagai seorang pengusaha yang mewarisi tahta kerajaan bisnis dan bisnis pribadinya membuat dia sering menelantarkan istrinya.


Mengingat kata istri.

__ADS_1


Deg....


Jantung Arthur berdebar kencang, rasa bersalah yang kini menyelimuti hati membuat dia benar-benar tidak berdaya.


Arthur meraih ponsel setelah Ririn pergi untuk mandi dan berganti pakaian di Mension utama tersebut.


Ditengah suasana duka yang mendalam dia sudah berbuat kesalahan dengan meminum segelas air wine yang selama pernikahan Arthur yang kedua ini ia hindari karena sang istri selalu melarang dia untuk meminum minuman yang sudah seperti air putih baginya dulu saat masih di negara tersebut.


Arthur membuka Handphone dan alangkah terkejutnya saat ia membuka kunci layar tersebut ratusan panggilan dan beberapa pesan yang masuk dari Jenny dan Arda yang menyatakan bahwa istrinya sudah melahirkan kedu putra mereka.


Arthur semakin dibuat merasa bersalah dengan kabar tersebut.


Dia langsung menghubungi istrinya yang kini tengah berlelap tidur setelah menyusui kedua putranya.


Tidak ada yang menjawab panggilan tersebut, Arthur yang seharusnya masih berada di sana hingga semua urusan selesai dia hanya bisa titip pesan pada Alina bahwa dia harus menunggu dirinya pulang.


Alina sendiri tidak pernah memegang handphone saat ini karena dirinya memang sibuk dengan pemulihan pasca melahirkan dan kini dia dibantu oleh Jenny untuk mengurus semuanya itu.


Jenny masih setia mengurus sang cucu disela mengurus suaminya yang harus bersiap setiap pagi untuk pergi ke kantor dan siang akan makan siang bersama dengan suaminya itu yang akan menyempatkan untuk ke rumah sakit.


Alina masih berada di rumah sakit, seperti yang diagendakan dia akan pulang setelah benar-benar fit .


Jenny dan suaminya akan pulang dulu ke rumah mereka, setelah Arda pergi ke kantor atau ke hotel miliknya pria itu akan pergi lebih dulu sebelum Jenny.


Karena Jenny akan pergi sendiri dengan membawa makanan sehat yang dibuat oleh koki yang kini bekerja untuk menyiapkan makanan bergizi tinggi untuk Alina.


...**********...


Arthur pun sibuk mengurus semua aset berharga peninggalan Daniel, saat ini dia membagi seperempat bagian pada kakak dan adik Daniel, dihadapan notaris.


Dia tidak ingin serakah dengan harta itu meskipun keduanya menolak karena semasa kedua anak tuanya hidup mereka sudah mendapatkan bagian.


Tapi Arthur bilang bahwa anggap itu pemberian Daddynya.


Keduanya pun menerima itu bahkan dia sangat berterimakasih kepada keponakannya yang baik hati itu.


Kini dia tengah mengobrol dengan asisten pribadinya yang selalu mengikuti dirinya kemanapun ia pergi dia adalah Hugo.


Pria yang berasal dari negara kelahiran Arthur itu sejak kecil selalu setia pada Arthur, dia dan keluarganya hidup dan dibesarkan di keluarga Arthur.


"Tuan nona Ririn ingin bertemu."ucap pria itu.


"Bilang aku sibuk dan untuk urusan pengobatan sudah ditangani oleh asisten lain."ucap Arthur.


Ririn pun menurut, untuk saat ini biarlah dia menuruti perintah Arthur.


Wanita itu tidak ingin Arthur membenci dirinya lagi.


Biarlah untuk saat ini Ririn mengalah asal nanti dia bisa kembali mendapatkan Arthur.


Arthur pun bergegas pergi menuju airport untuk pulang menemui anak istrinya.


Rasa bersalah di hati Arthur membuat dia melamun selama ada di dalam pesawat.


Pria itu tidak tahu harus bagaimana menghadapi istrinya saat ini, apalagi jika Alina tau bahwa dirinya telah tidur bersama mantan istrinya itu.


Sementara itu di Indonesia sendiri saat ini Alina baru selesai mandi dan berganti pakaian ibu nifas itu tidak betah berlama-lama menunggu pembalut penuh setiap satu jam sekali Alina akan berjalan dengan langkah terseret seperti saat setelah malam pertama dulu.


Ini lebih mengerikkan dari saat itu rasa sakit setelah melahirkan itu mungkin tidak akan bisa hilang satu atau dua hari saja.


Perjuangan seorang ibu masih sangat panjang setelah itu.


Selama nifas, wanita dilarang tidur siang dan saat malam hari gangguan itu masih ada yaitu menyusui buah hati, mungkin itulah yang menjadikan surga itu berada di telapak kaki ibu.

__ADS_1


Alina sendiri kini masih harus terjaga di waktu tidur siang, karena harus menjaga kedua buah hatinya yang kini tengah terbangun dan meminta jatah ASI bergantian.


Kini dia dibantu oleh Jenny karena wanita itu kini sedang tidak enak badan, mungkin karena terlalu banyak begadang selama berjaga di rumah sakit, untuk menjaga cucu nya itu.


Hingga malam hari tiba, Alina masih harus turun naik ranjang karena saat ini suster tertidur pulas.


Wanita itu sedang tidak ingin untuk mengganggu waktu istirahat suster tersebut, Alina tidak tega jika harus mengganggu waktu istirahat orang lain.


Biarlah dia yang terjaga karena itu juga sudah tugasnya sebagai seorang ibu.


Alina kini tengah duduk menyusui sang putra sambil memikirkan tentang suaminya yang tidak kunjung menghubungi dirinya.


Alina tau Arthur mungkin tengah sibuk, tapi sesibuk apapun seharusnya dia menyempatkan diri untuk sekedar menanyakan kabar tentang dirinya dan kedua putranya, tapi sampai saat ini Arthur tidak pernah menghubungi dirinya.


"Sayang,,, kalian jangan sedih jika saat ini daddy kalian tidak ada disini."ucap Alina.


"Kalian harus tau bahwa daddy kalian itu adalah orang yang hebat, dia punya segalanya dia punya pesawat punya tiga Mension dan empat perusahaan besar. mommy saja sampai dibuat tidak percaya dengan semua itu."ucap Alina lirih.


Sementara baby Arionan kini seakan mengerti dengan apa? yang dimaksud oleh ibunya itu.


Baby Arionan kini menyunggingkan senyuman sambil memejamkan mata.


"Oh... sayang sudah mengantuk lagi ya.... yasudah bobo lagi ya, kini giliran kakak Arion yang mimi cucu."ucap Alina lembut.


Arion yang sedari tadi anteng menunggu giliran pun mulai menangis tapi beruntung Alina langsung menyusui putra pertamanya itu.


Alina pun tersenyum, ternyata putra pertamanya adalah pria yang kalem, dan sangat pengertian.


Saat ini padahal sudah hampir pagi tapi Arion hanya bangun dua kali untuk minum susu.


Berbeda dengan si kecil Ationan yang lebih manja dan sering terbangun.


Alina pun tertidur pulas tepat pukul empat pagi.


Dia tidak tahu kedatangan seseorang yang kini mematung di pintu masuk sambil berderai air mata.


Ada tangis sedih haru dan penyesalan yang kini menyelimuti pria itu, kala melihat istrinya harus berjuang seorang diri dengan kedua putranya itu.


Arthur sebenarnya sudah tiba sedari tadi dia bahkan mengintip Alina yang tengah berinteraksi dengan kedua putranya itu.


Dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Alina saat ini.


Arthur langsung menghambur memeluk istrinya itu, Alina kaget dengan pelukan itu dan dia tidak percaya melihat suaminya kini tengah memeluk dirinya.


Arthur masih menangis sesenggukan sambil membenamkan wajahnya di samping telinga Alina dan terus meminta maaf kepada istrinya itu.


Alina mengusap puncak kepala Arthur dia bangkit dari tidurnya sambil menatap wajah tampan yang selama dua Minggu ini dia rindukan.


"Maafkan mas Sayang mas tidak bisa mendampingi mu selama masa tersulit mu, terimakasih sudah memberikan kado terindah yang tidak akan pernah lupa selama hidup ku."ucap Arthur.


"Selamat ulang tahun mas, semoga panjang umur dan bahagia tetaplah setia pada ku dan jangan pernah mengkhianati ku."ucap Alina yang langsung membuat pria itu mematung di tempatnya.


"Terimakasih sayang."ucap Arthur sambil memeluk erat istrinya itu.


Lagi-lagi Arthur menitikkan air mata.


Pria itu mulai berbalik ke arah kedua putranya itu, dia tersenyum penuh kebahagiaan saat melihat kedua putranya yang begitu mirip dengan dirinya.


"Arion dan Arionan daddy sudah datang sayang kemarilah daddy akan memeluk dan menggendong kalian berdua."ucap pria tampan yang kini berusia 29 tahun itu.


Alina pun membantu suaminya menggendong kedua bayi yang kini menggunakan bedong tersebut di tangan kanan dan kiri sambil di dekap oleh Arthur.


Pria itu mencium putranya satu persatu, ada binar bahagia di mata Arthur saat pria itu menggendong kedua putranya itu.

__ADS_1


"Pagi ini kita akan segera ke istana kita jagoan daddy pasti sudah tau bukan rumah kalian dimana."ucap Arthur.


Arthur pun mengecup kening istrinya yang kini berada di hadapannya tengah menjaga kedua putranya yang digendong oleh suaminya.


__ADS_2