Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
#Hukuman#


__ADS_3

"Bilang padaku apa? isi dari ponsel mu itu."ucap Alina yang kini tengah berdiri di hadapan Arthur.


"Foto pernikahan ku dulu dan beberapa hal tentang dia."ucap Arthur.


Alina mematung di tempatnya dia tidak melanjutkan perkataannya ataupun menghampiri Arthur.


Alina pergi begitu saja, saat ini dia tidak ingin lagi berdebat dengan pria itu.


"Yank,,, ampun, aku minta maaf bukan niatku untuk melakukan hal itu, tapi ponsel ini sudah lama aku tidak gunakan, kamu tahu sendiri ini disimpan dimana."ucap Arthur yang terus mengekor di belakang istrinya itu.


"Semua adalah urusan mu, dan aku tidak berhak untuk protes, jadi mulai sekarang kamu bisa melakukan apapun dan begitu juga dengan ku. kita bisa jalani hidup kita masing-masing."ucap Alina.


"Tidak sayang aku mohon jangan lakukan itu, ampun aku tidak mau seperti itu Yank, aku sangat mencintaimu."ucap gadis itu.


"Stop, jangan katakan itu lagi Ar,,, aku tidak ingin mendengar kata yang menurut ku hanya kata recehan dan semua orang bisa mengatakan itu sekalipun mereka hanya bercanda, karena cinta itu bisa dibuktikan lewat perbuatan jika memang benar bahwa kau sungguh mencintai ku, dan nyatanya itu hanya omong kosong belaka."ucap Alina tegas.


"Honey,,, aku serius aku tidak pernah omong kosong, aku mencintaimu sangat mencintaimu."ucap Arthur.


"Buktinya mana, kamu juga masih mencintainya dan sampai saat ini kamu masih membuktikan itu, jadi sekarang kamu tidak perlu repot untuk meyakinkan aku."ucap Alina.


"Alina sayang,,, aku terlalu sibuk untuk mengurus semuanya."ucap Arthur.


"Dan memang tidak seharusnya di buang, kamu bisa lihat itu, aku menyimpan footo pernikahan kami dulu."ucap Alina sambil menunjuk foto yang berada di dinding yang digunakan sebagai galeri foto.


"Tidak bisa buang semua itu, aku bisa memberikan mu pernikahan yang megah."ucap Arthur.


Pria itu hendak mengambil foto itu.


"Itu masalalu ku, dan kamu juga punya hal yang sama."ucap Alina yang kini menatap Arthur lekat.


"Cinta jangan macam-macam, jika tidak aku akan ratakan rumah ini dengan tanah."ucap Arthur.


"Silahkan lakukan itu, aku juga tidak akan pernah pergi ke rumah mu."ucap Alina.


"Jangan main-main honey, itu rumah mu."ucap Arthur.


"Tidak itu rumah mu."ucap Alina.


Wanita itu kembali ke dalam kamar mandi dan langsung mengunci pintu kamar mandi tersebut.


"Yank, dengarkan aku sayang aku sangat mencintaimu aku tidak pernah mengenang masalalu ku."ucap Arthur yang kini meraih foto itu dan melepaskannya dari pas foto tersebut.


Arthur melihat foto Alina yang sangat cantik tengah tersenyum manis pada Akbar.


Arthur mengambil gunting lalu menggunting foto istrinya itu memisahkan foto istrinya dan Akbar lalu dia meremas foto wajah tampan dari Akbar tersebut.


Pria itu langsung melempar itu ke sembarang arah.


Saat itu juga Arthur mencari foto dirinya di album foto yang ada di galeri foto di handphone miliknya.


Dia menghubungi asisten pribadinya saat itu juga untuk menyatukan foto Alina dan Arthur saat itu juga.


Arthur memang sangat ajaib jika dia menginginkan sesuatu saat itu juga harus dia penuhi.


Alina yang baru saja selesai mandi dia tidak melihat suaminya ada di sana, dia pikir mungkin pergi ke rumah Jenny.


Alina pun melanjutkan aktivitasnya berpakaian dan juga menggunakan skincare.


Setelah selesai dengan tatanan rambut dan semuanya wanita itu turun untuk memasak makan malam untuk mereka bertiga.


Sampai saat Alina selesai dengan masakan yang kini memenuhi meja makan, ada cumi asem manis, udang balado dan gulai kambing ikan gurame bakar juga ada SOP kimmblo. tidak lupa juga sambal Bali.


Alina masih sibuk menata semua hidangan itu hingga akhirnya selesai Arthur baru tiba di rumah dengan membawa sebuah bingkisan seperti sebuah lukisan, dan saat itu Alina menghentikan langkahnya.


"Darimana kamu Yank,,, bagaimana? keadaan Bunda."ucap Alina.


"Heumm,,, wangi masakan ini."ucap Arthur.


"Apa? yang kamu bawa Ar, kamu habis darimana."ucap Alina.


"Aku baru selesai membuat ini dan aku belum bertemu bunda."ucap Arthur yang terlihat sudah melupakan semua yang terjadi tadi.


"Duduklah dan tunggu aku di sini, aku mau mencari Bunda dan pak ustadz. aku ingin membuat syukuran setelah pernikahan kita."ucap Alina.


Wanita itu sengaja berbohong bahwa dia ingin mengadakan syukuran pernikahan mereka padahal hari ini Alina sedang ulang tahun.


Dan Arthur melupakan hal itu karena kasus kedua orang tuanya itu.

__ADS_1


"Sayang,,,biar aku saja yang menemui Bunda."ucap Arthur.


"Tidak usah Yank,,, aku bisa sendiri, lagipula tinggal jalan kaki beberapa langkah juga kan sampai."ucap Alina.


"Aku akan buat jalan pintas sebentar lagi agar kita tidak perlu pergi jauh-jauh ke rumah mommy."ucap Arthur.


"Tidak perlu, lagipula kamu akan segera pergi untuk menikah dengan dia bukan."ucap Alina.


"Jaga bicaramu Honey,,, jangan kelewat batas."ucap Arthur marah.


"Maafkan saya tuan Arthur."ucap Alina yang salah faham.


"Yank,,, bukan itu maksud ku, kamu jangan pernah mengungkit urusan itu, semua sudah berakhir."ucap Arthur.


"Ya, baiklah tuan, saya permisi untuk memanggil nyonya Jenny."ucap Alina.


"Alina,,, sayang kamu itu kenapa? sensitif sekali ada apa? heumm."ucap Arthur tapi Alina buru-buru pergi.


Sementara Arthur langsung pergi ke kamar mereka saat ini dia menyimpan lukisan tersebut.


Arthur tau jika saat ini istrinya tengah berulang tahun, dia juga sudah menyiapkan sebuah kado ulang tahun yang cukup mewah.


Setelah itu ia pun langsung meminta asisten pribadinya itu untuk mengantar kado itu saat itu juga.


Sementara Alina kini tengah berada di rumah Jenny, dia tengah menunggu Jenny dan para pelayan yang ada di rumah tersebut.


"Sayang selamat ulang tahun, maafkan Bunda yang tidak menyiapkan kado apapun, tapi mommy harap kamu suka dengan ini."ucap Jenny yang memberikan sebuah kotak perhiasan berukuran sedang.


Disana terdapat sebuah gelang yang sangat cantik dan elegan dengan bertahtakan berlian.


"Itu adalah kado ulang tahun mu, dan ini adalah kado pernikahan mu."ucap Jenny yang memberikan sebuah sertifikat atas kepemilikan villa dan tanah yang luas.


"Mom,,,ini terlalu berharga, Alina tidak bisa menerima ini."ucap Alina.


"Kau sudah ketularan suamimu."ucap Jenny yang kini pura-pura cemberut.


"Maafkan Alina Bunda, habis mas Arthur terus memanggil Bunda seperti itu."ucap Alina.


"Bunda tidak ingin ada penolakan karena setelah ini Arthur hanya akan mengelola perusahaan milik Bunda tidak dengan semua milik ayahnya.


Alina pun mengangguk, wanita itu mengerti dengan semua yang dimaksud oleh Jenny.


"Heumm,,, terserah Bunda saja."ucap Alina.


...****************...


Kini semua telah berada di rumah Alina tepatnya di ruang makan, semua pelayan pun sudah berada di sana.


Alina pun memulai makan malamnya itu semua orang yang ada di sana memuji masakan Alina.


Sementara Arthur terlihat biasa saja, pria itu bahkan sudah menghabiskan dua piring udang balado dan ikan bakar tersebut ditambah dengan SOP yang dibuat oleh istrinya itu.


"Nak kamu laper atau kesurupan."ucap Jenny.


"Aku sedang mengumpulkan bahan bakar mommy, sebentar lagi aku harus buat Arthur junior atau Alina junior."ucap Arthur.


"Kau ini ada-ada saja, giliran yang satu itu saja ingat tapi giliran hari spesial."ucapan Jenny terhenti saat suara klakson mobil terdengar nyaring.


"Yank,,, bukannya kamu sedang mengundang pak ustadz mungkin dia datang coba lihat sana."ucap Arthur.


"Ah,,, perasaan tadi enggak jadi kan mom."ucap Alina.


"Iya tadi gak jadi ."balas Jenny.


"Coba saja kalian tengok siapa? yang datang di jam seperti ini."ucap Arthur seakan sengaja tidak mau peduli.


"Biar Bunda saja."ucap Jenny.


Sementara Arthur mengangkat tangannya tanda terserah.


"Aku saja mom."ucap Alina.


"Lebih baik kita berdua kamu pegang senjata siapa? tahu itu orang jahat."ucap Jenny.


"Iya Bunda."balas Alina.


"Arthur hanya terkekeh pelan saat kedua orang yang ia sayangi bertingkah lucu, sementara para pelayan hanya keheranan saat sedari tadi Arthur meminta mereka untuk diam.

__ADS_1


"Ar,,, kamu beli mobil baru."tanya Alina.


"Tidak untuk apa?."ucap Arthur berbohong.


"Tuh lihat di depan rumah, alamatnya benar dan namanya juga nama aku, padahal aku tidak pernah memesan apapun."ucap Alina.


Arthur hanya mengangkat bahu, setelah itu dengan cueknya kembali memakan udang yang ada di atas piringnya itu.


"Arthur jangan buat istrimu bingung."ujar Jenny.


"Jika dia suka Arthur bisa bayarkan berapapun itu mom."ucap Arthur.


"Ar,,, aku tau kamu punya banyak uang, tapi jika seperti ini caranya aku tidak suka, aku tidak pernah memesan apapun, karena aku sadar aku hanya pengangguran."ucap Alina.


"Sayang kamu kok bicaranya seperti itu sih aku tidak masalah kok, jika kamu benar-benar menyukai mobil itu, aku bisa bayar sekarang juga."ucap Arthur yang masih tidak ingin mengakui bahwa dirinya yang memesan mobil tersebut.


"Biar aku suruh mereka bawa kembali, dan mungkin uang tabungan ku yang tidak seberapa itu bisa membayar denda pembatalan."ucap Alina.


"Tidak apa? sayang, Bunda juga masih ada uang simpanan jika kamu ingin membeli mobil itu."ucap Jenny.


"Kenapa? kalian tidak ada yang percaya aku masih bisa menggunakan mobil lamaku dan tidak pernah menginginkan apapun sejak dulu bahkan saat masih menikah dengan mas Akbar pun aku tak pernah meminta apapun dia sendiri yang membelikan rumah untukku."ucap Alina.


Wanita itu merasa begitu tersakiti saat semua orang menuduh telah memesan mobil yang hanya ada dua di Indonesia karena itu mobil berharga fantastis.


Arthur langsung menyusul Alina kekamarnya saat itu juga tapi perkataan Jenny membuat Arthur terdiam."Jangan sampai semua kejutan itu menjadi petaka didalam rumah tangga kalian berdua."ucap Jenny.


"Aku tidak tau akan seperti ini mommy."ujar Arthur.


"Kau tidak mengenal istrimu dengan baik."ucap Jenny yang mendahului Arthur menuju kamar menantunya yang kini tengah menangis sesenggukan di dalam kamar tersebut.


"Nak maaf, Bunda tidak tahu jika Arthur sengaja ingin prank kamu, dia membeli mobil itu untuk kado ulang tahun mu hanya saja dia ingin memberikan kejutan untuk mu terlebih dahulu."ucap Jenny.


"Tidak bunda Alina tidak ingin apapun, suruh dia mengembalikan semua itu, Alina memang orang tak punya, tapi Alina sadar diri Alina tidak akan pernah memanfaatkan siapapun untuk semua yang Alina mau, Alina bisa bekerja dan tidak akan pernah meminta apapun pada Arthur."ucap Alina yang terlanjur tersakiti akibat kejutan yang diberikan oleh Arthur.


"Honey,,, maafkan aku, aku tidak pernah bermaksud untuk menyakiti hati mu, aku hanya ingin memberikan mu kejutan sumpah aku tidak pernah berfikir sejauh itu, aku mencintaimu sepenuh hati ku sepenuh jiwaku, dan semua yang aku miliki adalah milikmu juga please honey maafkan aku."ucap Arthur yang kini menatap sendu pada Alina.


"Berikan dia hukuman sayang, jangan biarkan semua itu terulang lagi."ucap Jenny yang kini ikut merasa kesal.


"Mommy jangan kompori istri Arthur nanti dia ngambek proyek pembuatan Arthur junior tertunda lagi bagaimana?."ujar Arthur.


"Dasar kau ya, anak nakal.... Alina bunda saarankan habiskan uang suamimu dan bersenang-senang lah, agar dia jatuh miskin dan kita kaya."ucap Jenny tegas.


"Habiskan saja jika bisa."ucap Arthur.


"Sombongnya...."ucap Jenny sambil menjewer telinga Arthur.


"Ampun mom, sakit ampun mommy."ucapnya.


"Sementara Alina hanya menatap kearah mereka berdua yang kini ribut seperti anak kecil.


"Sudah,,, Bun, bukanya bunda mau berkencan saat ini."ucap Alina.


"Ah,,, sampai lupa."ucap Jenny sambil terkekeh.


"Tidak mommy,,, jangan berikan Arthur ayah tiri, Daddy saja sudah buat kepala Arthur sakit apalagi ayah baru."ucap Arthur.


"Mommy juga ingin punya suami yang bisa memberikan mommy hadiah kejutan."ujar Jenny serius.


"Tidak mommy Arthur tidak mau itu, Arthur bisa belikan apapun yang mommy mau tapi tolong jangan cari suami baru."ucap Arthur.


Sementara Alina terkekeh saat melihat Arthur merengek sambil memegangi kaki Jenny.


"Bunda pun butuh pendamping yang setia Ar, biarkan mommy membuka lembaran hidup yang baru."ucap Alina.


"Tidak mau sayang bantu aku bicara dengan mommy."ucap pria itu lagi.


"Tidak Ar, aku ingin mommy bahagia."ucap Alina.


"Tidak honey,,, mommy akan lupa dengan kita jika dia menikah lagi."ucap Arthur.


"Tidak akan dia bukan Daddy."ucap Alina.


"Honey please,,, aku tidak mau punya daddy baru sayang satu saja sudah buat kepalaku hampir pecah."ucap Arthur.


Sementara itu Jenny terkekeh geli, meskipun dihatinya merasa miris dengan semua yang terjadi dirinya harus bisa lebih tegar dari dua puluh tahun lalu, saat ini ada putra dan menantunya yang menjadi sumber kekuatan, berbeda dengan dulu tidak ada siapapun di sampingnya.


"Mommy hanya ingin menghibur diri, mommy tidak benar-benar ingin itu. luka dihati ini saja masih sangat perih."ucap Jenny lirih.

__ADS_1


Jenny langsung kembali ke rumah setelah meminta pelayan membungkus masakan favoritnya itu.


Gulai kambing , dan ikan bakar gurame.


__ADS_2