
"Sapalah mommy mu sayang."ucap Junior pada gadis kecil yang sangat cantik itu.
"Jun, dia."ucap Alina yang kini berkaca-kaca.
"Ya honey dia putrimu yang pernah kamu lahir kan dan dia adalah penyelamat nya."tunjuk Junior pada pria muda dan tampan yang ada di sebelahnya itu.
Alina langsung berhambur memeluk Junior yang kini tengah menggendong putrinya itu, dia juga mengambil alih Putrinya yang kini tengah iya peluk dengan tangis haru dan kepedihan.
"Maafkan aku aunty aku tidak tahu bahwa Bintang adalah putri anda."ucap pria bernama Fadil itu.
Alina yang masih berderai air mata pun tidak sanggup berkata apa-apa hanya anggukan tidak hanya itu dia juga memeluk pemuda itu saat masih menggendong putrinya itu.
"Terimakasih banyak nak, Aunty benar-benar berhutang nyawa padamu, jika saja putri ku tak kamu selamatkan mungkin dia."Alina tidak kuasa membayangkan itu lagi.
"Sayang maafkan mommy, maafkan mommy yang benar-benar tidak tahu keberadaan mu."ucap Alina yang lagi-lagi memeluk erat putrinya yang sangat cantik dan baru bisa berjalan itu.
"Honey,,,ayo kita berbelanja kebutuhan putri kita setelah ini kita akan bicara dengan penyelamat putri kita, dimana anak-anak."ucap Junior.
"Anak-anak ada bersama dengan Luna di tempat bermain."ucap Alina yang lagi-lagi memeluk serta mencium putrinya itu.
"Sayang mommy kamu ingin apa? heumm...ayo kita beli semuanya."ucap Alina.
Sementara balita berusia dua tahun itu, hanya tersenyum manis lalu berceloteh dan meminta di gendong oleh Junior.
Alana yang kini memanggil Junior dengan sebutan daddy itupun sudah dekat dengan Junior karena beberapa hari ini, Junior selalu menemui Alana dan bilang padanya bahwa Junior adalah Daddynya.
"Eum...sini sayang daddy masih ingin Daddy gendong heumm."ucap Junior lembut.
Alina pun sudah mulai merasa tenang kini dia tengah memilih semu barang keperluan putrinya mulai dari pakaian dan juga berbagai macam aksesoris termasuk jepit rambut.
Alina begitu antusias dia bahkan mencocokkan semua yang ia beli untuk Alana pada putrinya itu, sedari tadi Junior pun tersenyum manis melihat wanita yang ia cintai kini sudah tidak tampak bersedih lagi.
"Honey beli apapun yang dibutuhkan oleh putri kita termasuk mainan, aku ingin dia bahagia iya kan putri daddy sayang."ucap Junior.
Gadis kecil yang kini tengah memakan cake kesukaannya itu, hanya mengangguk.
Sampai saat Alina selesai belanja, mereka pun pergi menemui kedua putranya itu.
Alina yang kini tidak jauh dari Junior yang tengah menggendong Alana sedari tadi.
Ada Fadil yang senantiasa mendampingi Alana di sisinya.
"Alana, mommy ingin kamu berkenalan dengan kakak Arion dan Arionan."ucap Alina yang kini mengelus puncak kepala putrinya itu.
"Arion... Arionan lihat adik Alana sudah datang sayang."ucap Alina.
Keduanya langsung berlari menghampiri sang mommy.
"Mom, ini adik."ucap Arionan.
"Iya boy ini adik kalian berdua."ujar Junior.
Keduanya langsung mendekat dan memeluk adiknya itu yang kini tengah berada di hadapan para orang tua yang kini tengah berjongkok.
"Sayang adik Alana."ucap Arion dan Arionan, Alana pun tertawa kecil dia memang sangat suka berinteraksi dengan anak lainnya.
Perbedaan usia mereka juga hanya 16 bulan.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah setelah semua barang belanjaan dibawa pulang oleh para asisten pribadi mereka.
Setibanya di rumah, Fadil langsung berbicara pada Alina.
Mereka pun mengobrol panjang lebar, Alina meminta Fadil menerima sejumlah uang yang cukup besar berupa cek yang Junior berikan sebesar 100 milyar, namun Fadil menolak karena dia teramat menyayangi gadis kecil yang selalu ia panggil Bintang itu.
Pria itu bahkan rela dijauhi oleh para gadis cantik karena dikira sudah menikah dan punya anak , bahkan terkadang dikira memiliki anak haram tersebut tapi rasa sayang pada gadis kecil itu mengalahkan segalanya.
"Aunty, sebenarnya saya pun harus segera pergi jauh dari sini karena orang tua saya ingin saya fokus kuliah. tapi saya tidak tega jika harus pergi meninggalkan Bintang dengan pelayan."ucap Fadil.
"Pergilah nak, raihlah cita-cita mu.... aunty akan selalu mengabari mu saat kamu disana nanti. kamu bisa datang kapanpun kesini."ucap Alina.
__ADS_1
"Sayang kak Fadil pergi dulu ya baik-baik disini, sekarang kamu sudah sembuh dan tidak akan pernah masuk rumah sakit lagi, cepatlah tubuh besar agar kita bisa kembali bersama."ucap Fadil.
Pria itu memeluk Alana begitu erat dan menghujaninya dengan kecupan penuh kasih dan sayang, Fadil juga menitikkan air mata saat dia berbalik pergi meninggalkan ruangan itu dimana Alana berada di dalam gendongan Alina.
"Terimakasih kawan dengan begitu kau juga sudah menyelamatkan nyawa wanita yang sangat aku cintai."ucap Junior.
"Sama-sama Bang."ucap Fadil sambil mengusap sudut matanya yang basah dengan air mata.
"Sudahlah sekarang kamu bisa pergi dengan tenang, aku akan selalu mengabari mu tentang putriku nantinya."ucap Junior.
"Terimakasih."ucap Fadil.
"Harusnya aku yang berterimakasih pada mu."ucap Junior yang kini menepuk pundak pria tampan yang hendak masuk kedalam mobil dari asisten pribadinya itu.
Alina pun kini tengah menyuapi ketiganya tengah makan malam Junior yang kini setia berada di samping Alina pun tengah sibuk memainkan ponselnya entah apa? yang tengah ia cari saat ini.
"Jun aku sangat bahagia saat ini, bagaimana? caranya agar aku bisa membalasnya."ucap Alina.
"Cukup dengan berada di samping ku itu sudah lebih dari cukup."ucap Junior.
"Hanya itu Jun, jadi kita tidak perlu menikah."ucap Alina yang terlihat antusias.
"Aku tidak akan pernah memaksa mu honey jika kamu tidak bisa, karena aku ingin pernikahan yang didasari oleh rasa cinta bukan karena terpaksa."ucap Junior.
"Jun, bagaimana? jika aku mau menikah dengan mu, meskipun cinta itu belum tumbuh."ucap Alina.
"Terserah kamu saja, tapi kamu harus ingat honey pernikahan itu adalah satu kali seumur hidup bagiku dan aku tidak akan pernah melepaskan mu seumur hidupku."ucap Alina.
"Heumm... baiklah-baiklah Junior ku yang sangat tampan dan baik hati juga kaya raya, aku bersedia untuk bertunangan dengan mu, hingga akhirnya aku jatuh cinta padamu suatu saat nanti aku akan segera menikah dengan mu."ucap Alina yang kini tengah berbahagia.
"Benarkah itu honey."ucap Junior yang kini membingkai wajah cantik alami itu.
"Tentu saja Jun."ucap Alina.
"Terimakasih sayang ku, aku sangat bahagia dengan kabar ini."ucap Junior.
Sementara Alina hanya mematung di tempatnya.
"Maafkan aku."ucap Junior.
Alina hanya menggelengkan kepalanya.
"Bintang sayang mau nambah lagi makanya sayang."ucap Alia yang kini menggendong putrinya itu.
Gadis kecil itu hanya tersenyum kecil pada sang mommy yang merupakan orang baru dalam hidupnya tapi dia terlihat sangat nyaman dengan kasih sayang yang Alina berikan.
"Panggil mommy sayang dia mommy Alana, Bintang adalah Alana."ucap Junior yang kini tersenyum manis pada Alana.
"Dia belum terbiasa Jun, biarkan saja."ucap Alina lembut.
"Heumm...ya honey."ucap Junior yang mengusap wajah Alina dengan sayang.
Pria itu kembali duduk di samping kedua jagoan cilik yang kini tengah bermain game.
...***********...
Satu bulan sejak kembalinya Alina berkumpul dengan putrinya itu, kini mereka semakin dekat dan gadis kecil itu sudah bisa memanggil mommy pada Alina yang selalu mencurahkan kasih dan sayangnya itu.
Kabar Alina yang memiliki anak perempuan balita berusia sama dengan putrinya yang tiada membuat Arthur yang selama ini kembali menjadi pria yang teramat dingin dan gila kerja itu benar-benar penasaran.
Apa? benar itu adalah putri mereka lalu siapa? yang sudah membuat mereka berpisah dengan putrinya itu.
Arthur pun meminta seseorang menyelidiki kasus itu.
Seorang pelayan yang sudah akrab dengan Alina pun menunjukkan foto putrinya itu dan saat Arthur melihat itu, tiba-tiba Air matanya berderai dia benar-benar merasa bagaikan dihujam belati saat melihat wajah dirinya dan Putri kecilnya itu benar-benar bagaikan pinang dibelah dua.
Arthur langsung memutuskan untuk kembali saat itu juga, dia tidak ingin apapun lagi dalam hidupnya kecuali bisa kembali bersama dengan Alina meskipun dia harus menebus mahal semua itu.
Arthur kini sudah tidak lagi berpura-pura lumpuh atau cacat karena sudah tidak ada lagi ancaman kelompok mafia yang diketuai oleh ayah Tony kini telah dihancurkan oleh kelompok mafia lain jadi Arthur tidak perlu lagi risau akan semua itu.
__ADS_1
"Aku akan berjuang untuk mendapatkan mu lagi honey."lirih Arthur.
Sementara di Indonesia, saat ini ketegangan tengah terjadi antara Alina Junior dan Alercxa yang saat ini akan menikahkan Junior dengan seorang gadis yang sangat cantik dan itu merupakan tetangga dekat mereka dulu saat Alercxa masih tinggal di Kanada bersama dengan Kenan ayah tirinya itu.
Gadis kecil itu adalah putri dari teman Alercxa yang juga memiliki keanehan yang sama seperti Junior yang tidak bisa bersentuhan dengan orang manapun kecuali dengan kedua orang tuanya.
Alina yang saat itu menyerahkan sepenuhnya pada Junior untuk memilih pun malah dituduh sebagai penghasut sang putra yang sudah mengorbankan segalanya bagi Alina.
Alina memang tidak bisa menepis tuduhan itu, karena memang Junior sudah melakukan semuanya itu, Junior bahkan rela berkorban nyawa demi dirinya.
Alina pun hanya bisa menangis saat tuduhan itu berulang kali dilontarkan oleh Alercxa yang kini memaksa Junior untuk pulang ke negara kelahirannya itu.
"Pergilah Jun, menikahlah dengannya, mungkin ini yang terbaik bagimu.... karena aku hanya bisa menjadi benalu bagi hidupmu bahkan kamu dua kali hampir mati gara-gara aku."ucap Alina.
"Tidak honey aku melakukan itu karena aku sangat mencintaimu."ucap Junior.
"Junior persetan dengan cinta, lihat daddy dan mommy mu saja bisa hidup bersama tanpa cinta dan memiliki kamu selama ini, jadi sudah cukup jangan lagi memperdulikan sesuatu yang tidak pasti dan jangan pernah lagi berhubungan dengan wanita ini."ucap Alercxa.
"Pergilah Jun, pergilah maafkan aku yang sudah membuat mu merugi, aku janji suatu saat nanti akan aku balas semua kebaikan mu."ucap Alina.
"Aku tidak akan pernah pergi sayang."ucap Junior yang kini memeluk Alina.
"Junior jika kamu terus bersama dengan dia, daddy akan membuat wanita itu pergi untuk selamanya dari dunia ini."ucap pria itu tegas.
"Jangan coba-coba Daddy jangan lakukan itu atau Junior akan bunuh diri."ucap Junior.
"Daddy tidak akan pernah melakukan hal itu jika kamu mau menuruti kata-kata daddy."ucap Alercxa.
"Baiklah daddy aku akan pergi."ucap Junior yang kini melirik dan menatap sendu pada Alina.
"Pergilah Junior semoga bahagia."ucap Alina.
Alina pun pergi sambil menangis sesenggukan melewati beberapa orang yang ada di tempat itu, dia diikuti oleh Luna yang menggendong putri kecil dari Alina dan Arthur.
Sementara Junior kini diseret oleh Alercxa untuk pergi memasuki mobilnya itu.
Alina pun kini mengurung diri di dalam kamarnya, hatinya pedih disaat ia sudah membuka hati untuk Junior kini lagi-lagi masalah itu terjadi.
Tangisnya terdengar sangat memilukan saat ini karena biar bagaimanapun selama dirinya mengenal Junior, pria itu tidak pernah sekalipun membuat Alina kecewa bahkan sampai saat ini Alina selalu diberikan kasih sayang dan perhatian oleh pria muda yang hadir di dalam hidupnya itu.
Alina bahkan tidak pernah lagi menangis setelah Junior membawa kebahagiaan dalam dirinya itu.
Junior pun kini tengah menangis dalam diam, sedari saat dia naik pesawat pria itu terus menyendiri di kamar yang ada di dalam jet pribadi tersebut.
Sampai saat pria itu tiba di Singapura Junior pun mengurung diri di kamarnya.
Alina adalah cinta sejati baginya hingga saat ini, dia tidak pernah tertarik pada siapapun.
Alina sendiri kini tengah menemani ketiga anaknya tidur, namun tanpa sadar dia telah melamun.
Luna yang selama ini selalu berusaha menghibur majikannya itu, selalu mengingatkan wanita itu untuk tidak melamun dan meminta Alina untuk berdoa demi yang terbaik untuk mereka nantinya.
Luna yakin jika mereka berjodoh mereka akan kembali dipertemukan oleh takdir.
Sementara itu di dalam sebuah pesawat jet pribadi, Arthur kini tengah duduk bersama dengan kedua asisten pribadinya dan juga kedua orang tuanya.
Mereka setiap hari selalu setia berada di sisi Arthur hingga saat ini.
Jenny benar-benar bahagia saat mendengar kabar baik tentang Alana cucunya itu.
Sampai dia meminta untuk segera kembali ke Indonesia pada suaminya itu, tapi Arthur bilang mereka akan pergi bersama.
Arthur tersenyum lebar saat melihat wajah Alina yang tersenyum lebar pada putrinya, itu diambil secara diam-diam oleh Luna yang kini berada di pihak Arthur.
Luna memang bekerja untuk Arthur sejak dulu untuk menjaga istrinya yang kini sudah menjadi mantan istri.
Dan bahkan setelah mereka resmi berpisah pun Arthur terus meminta Luna untuk menjaga Alina dan anak-anaknya bahkan sampai saat ini Arthur masih memberikan gaji yang cukup besar untuk Luna.
Arthur yang kini turun dengan gagahnya dari jet pribadi diikuti oleh kedua orang tua dan asisten pribadinya itu membuat dia semakin keren.
__ADS_1