
Hari ini Arthur pulang terlambat dari kantor karena ada pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan, Alina pun menunggu di dalam kamar setelah selesai makan malam sendirian.
Alina yang sedari tadi sibuk membaca buku tentang kehamilan dia bahkan tidak sadar jika mobil yang ditumpangi oleh Arthur dan asisten pribadinya itu kini sudah berada di depan lobi apartemen.
Wanita itu tidak bosan mempelajari itu meskipun sudah berulang kali ia selesai membacanya.
Dia juga membaca buku panduan cara berhubungan intim yang aman bagi wanita yang sedang hamil.
Dibuku itu dijelaskan adegan demi adegan dan durasi serta penjelasan, meskipun berhubungan intim adalah sebuah naluri ilmiah biasa dilakukan oleh setiap pasangan. tapi nyatanya hasil penelitian itu terbukti akurat dan di negara lain sudah ada penelitian tentang berhubungan intim yang aman.
Alina tetap fokus pada buku itu hingga seseorang datang mengambil itu dan pura-pura marah karena merasa diabaikan.
Entah diabaikan atau memang Alina hanyut didalamnya.
"Heumm,,,ini dapat darimana? sayang ku."ucap Arthur.
"Online dengan buku ini."jawab Alina jujur sambil menujuk pada buku panduan untuk ibu hamil tersebut.
"Heumm... sepertinya boleh juga di praktikan."ucap Arthur sambil tersenyum.
"Itu, hanya buku yang lagian yang alami itu lebih baik."ucap Alina.
"Heumm.... tapi sepertinya ada yang menginginkan hal itu, hingga tidak sadar jika suaminya sudah disini."ucap Arthur sambil tersenyum manis.
Pria itu pun mengecup puncak kepala istrinya dan mengusap lembut perut rata milik istrinya itu.
"Heumm,,, apa kabarnya istriku sayang."ucap Arthur yang kini mengecup bibir istrinya itu.
"Baik mas, kamu sendiri bagaimana?."Alina balas bertanya.
"Kabar ku juga baik sayang hanya saja sedikit letih."ucap Arthur.
"Heumm, syukurlah... mandilah dulu nanti biar aku pijat."ucap Alina.
"Tidak sayang, itu tidak perlu aku tidak ingin istri cantikku ini kecapean apalagi ada kedua anak kita disini."ucap Arthur yang kini kembali mengelus perut istrinya.
"Yang... aku bisa kok."ucap Alina.
"Tidak-tidak sayang kamu akan sangat lelah lebih baik kamu lelah olahraga ranjang nanti kita akan praktik teori dari buku ini."goda Arthur.
Sementara Alina hanya tersenyum manis.
Arthur langsung menanggalkan pakaiannya tapi bukan untuk bersenang-senang dengan istrinya melainkan ingin mandi sebelum ia makan malam yang sudah terlewat itu.
Alina pun pergi menyiapkan kimono tidur yang sering digunakan Arthur saat tidur.
Alina pun mengambil piyama tersebut dengan ****** ***** milik Arthur.
Setelah itu ia meletakkan itu di atas ranjang dia sendiri turun menuju lantai bawah untuk menghangatkan makanan yang tadi ia masak.
Saat Alina baru selesai menghidangkan makanan tersebut Arthur datang dari arah belakang dan langsung memeluk istrinya itu.
"Honey aku bisa lakukan itu sendiri jadi tidak usah repot-repot."ucap Arthur.
Arthur pun duduk saat istrinya mulai menghidangkan makanan tersebut di piringnya.
"Sayang kamu tidak makan."ucap Arthur.
"Aku sudah makan tadi sayang sudah dua jam yang lalu."jawab Alina jujur.
"A lagi sayang ini sudah dua jam yang lalu sikecil masih butuh asupan makanan."ucap Arthur.
"Iya sayang tapi itu tidak baik."ucap Alina.
"Heumm, baiklah-baiklah tapi apa? sudah minum susu."ucap Arthur di sela suapannya itu.
"Ah, ya itu aku lupa."jawab Alina.
"Tuh kan, habis fokus pada buku itu sih jadi benar-benar melupakan segalanya."ucap Arthur.
"Tunggu disini biar mas yang buat."ucap Arthur.
"Tidak honey, kamu sedang makan... lanjutkan saja makannya oke, aku akan buat dulu susunya maafkan aku."cegah Alina yang kini langsung bergegas pergi menuju dapur.
Arthur sendiri hanya geleng-geleng kepala, di rumah manapun pelayan tidak berpungsi dengan baik bagi istrinya yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kehidupan.
__ADS_1
Arthur pun melanjutkan makan malam nya hingga selesai, sementara Alina baru kembali dari dapur, dia tidak hanya membawa segelas susu tapi juga membawa segelas jus buah segar untuk suaminya itu.
"Sayang temani aku minum susu."ucap Alina.
"Baiklah cantik."balas Arthur sambil meraih jus tersebut.
Sebenarnya Arthur tidak biasa minum itu di tengah malam, bahkan di siang hari pun tidak namun karena Alina selalu mengeluh mual saat minum susu akhirnya Arthur mengalah toh yang diberikan oleh Alina juga jus yang menyehatkan.
Alina dan Arthur pun minum minuman tersebut, hingga tetesan terakhir bersama dengan istrinya itu.
"Tidak mual lagi kan sayang."ucap Arthur.
"Kenapa? ibu hamil dianjurkan minum susu yang rasanya benar-benar aneh ini."ucap Alina.
"Itu untuk kesehatan dan pertumbuhan anak kita sayang."ucap Arthur.
"Heumm."lirih Alina.
Arthur pun mengusap sudut bibir istrinya itu dengan tissue karena ada sisa susu di bibir manis itu.
"Ayo, sekarang waktunya istirahat sayang ini sudah larut."ucap Arthur.
Pria itu pun langsung menggendong istrinya itu ala bridal style menuju pintu lift yang akan membawa mereka pergi ke kamar.
Setibanya di dalam kamar, Arthur membaringkan istrinya dengan penuh kelembutan, dia juga menyelimuti istrinya itu.
Alina pun mulai memejamkan mata didalam dekapan Arthur.
Arthur sendiri kini tengah menatap lekat wajah cantik itu, dia tidak habis pikir jika saat ini banyak yang tergila-gila pada istrinya dan menghalalkan segala cara seperti Junior yang melakukan siasat untuk menghancurkan perusahaan miliknya meskipun itu tidak terlalu berpengaruh tapi saat ini Arthur bahkan sudah membiarkan istrinya menunggu.
Arthur pun langsung mengecup puncak kepala istrinya sedikit lebih lama.
"Tidak akan aku biarkan dirimu diambil oleh siapapun karena kamu adalah separuh jiwaku, aku rela kehilangan apapun demi kamu honey, asal jangan kalian cintaku."lirih Arthur.
Pria itu tidak menceritakan perbuatan Junior yang hampir membuat perusahaannya mengalami kerugian, dia tidak ingin istrinya kepikiran tentang itu.
Arthur pun mulai memejamkan mata menyusul istrinya itu kedalam mimpi.
Hingga pagi menjelang, keduanya masih terlelap karena subuh ini Arthur telah meminta jatah.
Dan ternyata efek samping itu begitu terasa nyaman bagi keduanya.
Arthur bahkan ingin lagi dan lagi, tapi dia memikirkan istrinya yang kini tengah hamil muda itu.
"Ini jam berapa? sayang kamu pasti kesiangan."ucap Alina yang kini mengucek mata.
"Masih pagi Honey tidak masalah bobo lagi saja, aku akan bersiap sendiri."ucap Arthur yang kini mengecup bibir istrinya itu lalu beranjak dari ranjang untuk menuju ke dalam kamar mandi dalam keadaan polos.
Alina pun hanya tersenyum kecil teringat dengan suaminya yang begitu ketagihan dengan posisi bercinta untuk ibu hamil tersebut.
...***************...
Arthur sudah pergi ke kantor, saat itu Alina ditemani oleh asisten pribadinya tengah jalan-jalan di halaman Mension yang luas itu.
Disana bahkan terdapat kolam ikan koi yang begitu kaya akan warna.
Entah sejak kapan ikan itu ada di sana, mungkin saat Jenny kembali atau dulu saat wanita itu pertama kali tinggal di sana.
Karena yang Alina tau Jenny lah yang suka dengan jenis ikan hias itu.
Arthur sendiri tidak pernah membahas soal itu.
Alina pun memberikan makan pada ikan yang hampir memenuhi kolam air jernih yang berbentuk lingkaran tersebut dengan air mancur di bagian tengahnya.
Ikan pun berebutan makan Alina tersenyum gembira melihat itu.
Hatinya terasa begitu damai, saat dia pulang ke Indonesia nanti dia akan meminta itu pada suaminya.
Alina pun duduk setelah merasa lelah karena mengitari kolam tersebut memberikan ikan-ikan itu makanan.
Alina pun duduk berdampingan dengan asisten pribadinya itu, mereka mengobrol santai, Alina sendiri kini tengah curhat tentang suaminya yang bahkan belum menghubungi dirinya apa? pria itu sudah tiba di kantor atau belum.
Alina tidak tau jika saat ini suaminya tengah mengurus masalah yang sama, kali ini yang Junior serang adalah perusahaan milik ibunya di Indonesia.
Arthur pun dituntut untuk lebih berkonsentrasi saat ini karena selain jarak jauh dia juga sibuk mengurus perusahaan yang ada di negara kelahirannya itu.
__ADS_1
Sementara itu di Swiss, Daniel yang mengetahui bahwa Arthur tengah memiliki masalah. pria itu ingin menawarkan sesuatu sebagai bantuan.
Meskipun bantuan itu tidaklah gratis, tuan Daniel percaya bahwa saat ini Arthur akan setuju.
Dia ingin Arthur menikahi seorang wanita yang merupakan teman bisnis dari tuan Daniel sendiri, dia seorang wanita muda dan wanita itu tertarik pada Arthur.
Dan itu menjadi kesempatan besar bagi tuan Daniel untuk lebih melebarkan sayap bisnisnya di kancah internasional.
Namun pria tua yang gila harta dan wanita itu tidak tahu jika putraya itu tidak akan pernah tergoda dengan wanita manapun yang ada di dunia ini, karena baginya Alina adalah segalanya.
Tuan Daniel yang kini baru selesai menghubungi putranya itu, dia kini tengah mengamuk di dalam ruangan tersebut.
Dia benar-benar merasa kecewa karena telah mendapatkan penolakan yang cukup keras, tidak hanya itu ia juga kembali mendapatkan makian keras dari putraya itu.
Biarlah Arthur durhaka karena itu, yang jelas saat ini tidak akan ada yang bisa mengubah pendirian hatinya cinta itu jelas milik Alina.
Melinda yang mendengar keributan itu, dia mencoba untuk bertanya. namun pria yang dia tanyai itu malah menarik Melinda dan mendorongnya dengan sangat kuat hingga Melinda berteriak kaget.
Tuan Daniel langsung mendekat kearah Melinda yang kini menatap pria itu lekat karena tidak biasanya pria bertingkah kasar saat dia tanya.
Tidak menunggu lama pria itu langsung mencium bibir Melinda yang ranum itu dengan serangan yang kasar tapi hal itu cukup untuk menaklukan Melinda yang hampir menolak.
Wanita pun mengaitkan satu kakinya di pinggang tuan Daniel, hingga pria itu me mangkuknya di atas pangkuan nya.
Ciuman itu terus berlanjut hingga hubungan terlarang itu kembali terjadi, keduanya tidak dapat menahan segala gejolak yang ada.
Tuan Daniel yang tengah kelaparan itu benar-benar tidak bisa ditolak keinginannya itu.
Namun aksi itu tidak bertahan lama dan sangat menyakitkan, bagaimana? tidak.
Disaat keduanya belum selesai beraksi, Kasandra yang saat itu datang langsung berteriak keras.
"Bajingan!!! ternyata seperti ini kelakuan kalian dibelakang ku, dasar ****** sialan!!! ku bunuh kau!!."ucap Ririn yang kini mengambil sebuah stik golf yang ada di pojok ruangan depan pintu.
Dengan membabi buta Kasandra menyerang keduanya yang kini tengah menahan serangan itu dengan segala benda yang ada termasuk dan laptopnya yang berharga mahal itu, semua itu rusak karena hantaman keras dari stik golf tersebut.
Hingga tuan Daniel meraih ponsel dan berlari menuju ruang pribadi meninggalkan Melinda yang kini berusia untuk menghindari Kasandra dengan berlari kesana-kemari.
Tak ayal seperti serial film Tom and Jerry mereka tidak ada yang mau mengalah.
Sampai saat pihak keamanan kantor datang mengamankan situasi.
Nafas Kasandra yang kini tersengal-senggal itu hampir saja membuat dia tidak sadarkan diri, tapi beruntung wanita itu cukup kuat sehingga tidak ada masalah dengan kandungannya itu.
Bahkan saat dokter memeriksa kondisi Kasandra dan bayi yang dia kandung semuanya baik tapi tidak dengan emosinya saat ini.
Sementara wanita yang kini menderita luka lebam dan benjolan di kepala dan lainnya dia terlihat sangat mengenaskan.
Namun Kasandra tidak merasa bersalah sedikitpun dia justru ingin wanita itu mati sekaligus dengan Daniel yang sudah mengkhianati dirinya.
Kasandra mungkin bukan wanita baik-baik tapi dia ingin yang terbaik untuk rumah tangganya itu, tapi kini rasa sakit di hatinya sudah membuat dia gelap mata.
Sementara itu Daniel yang juga mengalami hal yang sama namun tidak separah wanita itu karena dia kabur kedalam ruangan pribadinya tersebut.
Kasandra langsung menghubungi kedua orang tuanya, Kasandra akan pulang saja bersama mereka daripada selamanya terjebak dalam hubungan yang bobrok tersebut.
"Honey aku minta maaf, aku tidak sengaja dia yang datang menggoda ku."ucap Daniel melempar kesalahan pada wanita yang kini tengah menangis sesenggukan selain sakit fisik dia juga sakit hati.
Tuan Daniel bahkan tidak membela dan melindungi dirinya sedikitpun yang ada wanita itu malah disalahkan.
Memang itulah wanita penggoda tidak ada yang akan memperlakukan dirinya dengan baik sekalipun di puja pasti karena sedang dibutuhkan oleh pria hidung belang.
Sementara di kediaman Arthur saat ini, seseorang mengirimkan sebuah foto yang sangat mengejutkan sekaligus melukai hati Alina.
Foto Arthur yang tengah berbaring di atas ranjang memeluk seorang wanita cantik, yang bahkan terlihat polos karena sebagian tubuh mereka ditutup dengan selimut.
Derai air mata Alina tidak terbendung lagi, karena foto-foto tersebut menggambarkan bahwa Arthur memiliki hubungan spesial dengan wanita tersebut.
Alina langsung bergegas menuju kamar, dia meraih tas yang berisi identitas dan juga barang pribadinya di sana Alina langsung pergi begitu saja tanpa ada yang tau akan kemana? karena wanita itu pun berlari. cepat.
Sampai di pinggir jalanan tiba-tiba sebuah mobil menghadang dirinya dan dengan cepatnya wanita itu ditarik masuk kedalam mobil tersebut.
Sementara Arthur yang tau jika saat ini istrinya tiba-tiba pergi sambil menangis tersebut, pria itu begitu khawatir dan segera kembali ke Mension, dia berharap Alina masih ada disana.
"Sayang aku minta maaf."lirih pria itu.
__ADS_1