
Keesokan harinya Alina tiba-tiba saja merasakan mual yang sangat hebat, dia berlari kedalam toilet untungnya dia sudah menggunakan kimono tidurnya saat sebelum mereka kembali tertidur setelah percintaan itu usai.
Maklum saja pengantin baru selalu tidak pernah absen kapanpun mereka mau berolahraga ranjang.
Alina masih berada di depan wastafel saat ini dia masih mengeluarkan isi perutnya itu.
Sementara Arthur yang sedari tadi sudah berada di tempat gym pria itu tidak tahu jika istrinya mengalami mual dan sangat hebat hingga Alina terkulai lemas di depan wastafel.
Tepat di lantai wanita itu kini tengah menangis sesenggukan karena sudah tidak kuat untuk berdiri.
Sampai saat Arthur masuk ke ruang tidur karena letak gym juga masih berada di dalam kamar tersebut, tapi Arthur tadi tidak sempat mendengar suara muntahan maklum di kamar memiliki kedap suara.
"Honey, kamu dimana?."panggil Arthur yang kini masih dipenuhi oleh keringat setelah berolahraga pagi tersebut.
"Ar, tolong aku."lirih Alina.
Alina benar-benar merasa sangat lemas hingga kesulitan untuk berteriak memanggil suaminya itu.
Arthur yang kini tengah mencarinya hingga ke seluruh ruangan kamar tersebut, tapi tidak kunjung menemukan istrinya itu, akhirnya berniat untuk mandi terlebih dahulu dia langsung masuk kedalam kamar mandi dan betapa terkejutnya Arthur saat melihat Alina tergeletak di lantai.
"Honey!!."teriak Arthur yang langsung berlari menghampiri Alina hingga saat Alina berada di atas pangkuan Arthur yang kini bergegas membawa istrinya itu menuju keatas ranjang.
"Honey bangun sayang kamu kenapa? jangan buat aku cemas."ucap Arthur
Alina benar-benar lemas tak berdaya saat ini wanita itu bahkan tidak bisa berbicara dengan jelas seperti biasanya.
"Sayang apa yang terjadi heumm, kamu baik-baik saja kan jangan buat aku khawatir."ucap Arthur.
"Mas."ucap Alina yang akhirnya pingsan.
"Honey!."Arthur berteriak ia langsung bergegas meraih handphone miliknya yang tengah berada di atas nakas lalu dia memanggil dokter yang ada di kompleks Mension tersebut.
Arthur juga menghubungi Jenny, pria itu benar-benar panik.
Para pelayan kini pun ikut mondar-mandir saat Arthur terus memanggil mereka untuk meminta bantuan karena sepertinya dokter terlambat datang.
"Tolong bantu ambilkan pakaian milik istriku dan siapkan mobil."ucap pria itu.
Tapi seseorang tiba-tiba datang dan berkata ."jangan panik sayang, istrimu pasti baik-baik saja."ucap Jenny yang baru turun dari lantai atas.
"Tapi mommy."
"Maaf saya sedikit terlambat karena tadi ada pasien."ucap dokter yang langsung diikuti oleh perawat mereka langsung izin untuk memeriksa Alina.
Arthur pun mengangguk dan kini dia duduk di dekat Alina tepat di bagian kakinya.
Setelah beberapa saat kemudian, Dokter baru selesai memeriksa kondisi Alina dan memasang infus.
"Nyonya Alina hanya kelelahan saat ini mungkin sebentar lagi juga akan siuman, tapi ada satu hal yang membuat nona Alina harus melakukan pemeriksaan ulang."ucap dokter terhenti.
"Soal apa? itu dokter."tanya Arthur.
"Ini tentang kesehatan Nyonya Alina sendiri tuan, saya ingin menanyakan sesuatu tuan."ucap dokter tersebut.
"Tentang apa? dok."kata Arthur.
"Apa? sebelumnya nyonya Alina pernah memiliki masalah dengan kesehatannya."tanya sang dokter.
"Tidak pernah dokter."ucap Jenny.
"Jika begitu sebaliknya harus di cek lebih lanjut Nyonya."ucap sang dokter.
"Ada apa? sebenarnya dok?."tanya Arthur .
"Nyonya Alina sepertinya tengah mengandung."ucap dokter tersebut.
"Heumm benarkah."ucap Arthur terlihat tenang.
"Untuk memastikan semua itu sebaiknya anda lakukan tes kehamilan dengan ini setelah dapat hasil anda bisa bawa nyonya Alina ke rumah sakit agar dokter obegyn memeriksa kondisi kehamilannya."ucap sang dokter.
Dokter pun langsung pamit setelah memberikan alat tes kehamilan.
Sementara Arthur menatap sang bunda.
"Ada apa Arthur, apa? ada yang salah."ucap Jenny.
"Aku tidak tau harus bicara apa? saat ini tapi Arthur belum melepas pengaman itu."ucap Arthur.
"Lalu apa? yang akan kamu lakukan jika itu benar-benar terjadi."ucap Jenny.
"Tapi istriku tidak mungkin berselingkuh kan, bisa saja itu bocor."ucap Jenny.
Tapi aku kemarin baru konsultasi untuk bisa melepas itu mommy."ucap Arthur.
__ADS_1
"Mommy heran kenapa? kamu bisa melakukan itu, padahal kamu juga memiliki istri."ucap Jenny.
Arthur hanya tidak ingin memiliki anak dari wanita yang tidak Arthur cintai."ucap Arthur sambil menoleh ke arah Alina yang masih anteng dalam tidurnya itu.
Arthur pun langsung menghampiri Alina menatap wajah polos yang benar-benar yata.
Tidak lama setelah itu Alina sadar dan Jenny memimta dia untuk melakukan tes urine.
Alina awalnya heran tapi saat melihat hasil tes negatif dia pun bertanya kepada Jenny.
"Kenapa? Alina harus melakukan hal ini Bunda."ucap wanita itu bingung sambil menatap sang suami.
"Dokter mengira kamu sedang hamil sayang."tutur Jenny.
"Dokter."ucap Alina yang baru sadar dengan posisi tangan yang kini tengah di infus.
"Alina baru selesai menstruasi saat Alina menikah dengan Arthur Bunda, jadi itu tidak mungkin."ucap Alina.
"Iya sayang kalaupun hamil pasti kurang dari satu bulan."ucap Jenny.
Alina pun terkekeh karena merasa lucu.
Sementara Arthur terus menatap istrinya dari jauh, Arthur merasa berdosa karena telah menyatakan harapannya untuk memilik anak dari Alina Alina setiap kali mereka habis melakukan hubungan intim, padahal dia sendiri sampai saat ini masih menggunakan KB khusus pria.
"Ar, kamu dimana?."pangil Alina yang sudah sedikit lebih bertenaga itu.
"Mas disini sayang."ucap Arthur.
"Kenapa? belum mandi heumm, maaf tidak bisa menyiapkan keperluan mu."ucap Alina.
"Tidak perlu sayang hari ini aku akan bekerja dari rumah."ucap Arthur.
Alina pun mengangguk pelan, dia mengerti dengan maksud suaminya yang kini tengah mengkhawatirkan dirinya.
"Aku punya riwayat sakit mag kronis sayang, tapi itu sudah lama sembuh, dan tadi saat aku bangun tidur aku tiba-tiba merasa mual dan lambung aku perih saat muntah tadi."ucap Alina menjelaskan.
"Owh pantas saja dokter juga bertanya begitu pada Bunda."ucap Jenny.
"Pasti karena kemarin maksa ingin makan rujak."ucap Arthur.
"Heumm...maaf."ucap Alina.
"Tidak apa-apa lain kali jangan diulangi."ucap Arthur.
"Sekarang istirahat dulu pelayan sedang membuat bubur untuk mu nak."ucap Jenny.
"Terimakasih Bunda maafkan aku merepotkan."ucap Alina.
"Tidak apa-apa sayang yang penting kamu baik-baik saja."ucap Jenny sambil tersenyum manis.
"Alina akan baik-baik saja Bunda."ucap Alina.
Mertuanya hanya mengangguk pelan setelah itu ia berlalu dari hadapan mereka berdua.
"Sayang ini tidak nyaman tolong lepas."ucap Alina.
...***********...
Sejak hari itu satu bulan telah berlalu, kini usia pernikahan mereka sudah masuk bulan ketiga, tidak ada yang berbeda dari sebelumnya mereka justru semakin bertambah bahagia meskipun belum dikaruniai anak.
Sementara itu di kediaman Arda saat ini, pria yang kini berusia 35 tahun itu tengah bersiap untuk menemui kekasihnya yang memiliki perbedaan usia dua belas tahun darinya.
Dia adalah wanita yang masih sangat cantik meskipun usianya sudah tidak lagi muda.
Hubungan mereka selama ini tidak pernah diketahui oleh siapapun.
Mereka pun sepakat untuk menyembunyikan hubungan itu dari publik.
Mereka sering bertemu mengobrol dan menghabiskan waktu berdua, panggilan sayang pun tidak ada mereka saling memanggil nama masing-masing.
Layaknya orang dewasa yang memiliki hubungan. mereka pun selalu memberikan perhatian lebih.
Hari ini adalah hari ulang tahun sang kekasih.
Arda akan mengajak wanita itu makan siang bersama dan jalan-jalan di luar.
Sementara itu di tempat Arthur, Jenny pun sudah tampil fresh dan cantik dengan outfit yang kini ia kenakan.
Alina yang tengah berada di dalam kamar bersama dengan Arthur tidak tau itu.
Hingga kedatangan mobil asing di halaman Mension tersebut membuat Arthur menatap kearah mobil tersebut dan terlihat Jenny sang mommy keluar.
Arthur langsung membulatkan matanya saat ibunya cipika cipiki sebagai pria yang Arthur ingat hingga saat ini yang telah berhubungan intim dengan istrinya dulu.
__ADS_1
"Mommy!!."teriak Arthur, namun sayang Jenny keburu masuk kedalam mobil pria itu .
Sementara Alina hanya terkekeh melihat tingkah Arthur yang seperti tengah kebakaran jenggot karena tingkah suaminya kini sudah seperti anak kecil yang direbut mainannya oleh anak lainnya.
Sementara itu di dalam mobil yang kini tengah melaju keduanya saling menautkan jemarinya dan sesekali Arda pun mengecup tangan Jenny.
Sementara Jenny bahkan tengah sibuk menatap penuh cinta pada pria yang kini tengah mengemudi.
"Jenn mau makan malam dimana?."ucap Arda.
"Terserah kamu saja Ar."jawab Jenny.
"Ditempat biasa bagaimana?."ucap Arda.
"Heumm, terserah saja tapi ini masih belum saatnya makan siang."ucap Jenny.
"Ya, kita bisa cari tempat nongkrong dulu, atau mau belanja mungkin."ucap Arda.
"Aku sudah terlalu tua Ar... dan aku tidak suka hura-hura seperti pasangan muda lainnya."ucap Jenny.
"Hi... kamu masih muda dan masih sangat cantik dan aku sayang."ucap Arda sambil tersenyum dan mengusap punggung tangan Jenny.
Posisi mereka saat ini tengah berada di pinggir jalan tepatnya di tepi jembatan Arda berhenti di sana karena saat ini pemandangan di sana sungguh menyejukkan hati.
Arda pun keluar lebih dulu dari mobil tersebut lalu kemudian berlari kecil mengelilingi mobil tersebut dan membuka pintu mobil untuk Jenny.
"Jenn, turunlah sepertinya disini sangat menenangkan."ucap Arda.
Tanpa bertanya Jenny pun keluar dari dalam mobil menerima uluran tangan Arda yang menyambut wanita yang baru saja berdiri tepat di hadapannya itu dengan ciuman yang memabukkan seperti biasanya.
"Selamat ulang tahun Jenn, semoga semua keinginan mu terwujud dan kita bisa segera meresmikan pernikahan kita."ucap Arda.
"Terimakasih Ar, aku belum bicara pada putra dan menantuku jadi kamu harus bersabar."ucap Jenny.
"Tidak apa-apa sayang yang penting kamu lebih dari cukup."ucap Arda.
Mereka pun berpelukan sejenak sebelum Arda memasang kalung berlian yang di leher wanita itu.
"Ar, apa? ini."ucap Jenny.
"Itu kado ulang tahun dariku honey."ucap Arda.
"Terimakasih Ar, tapi sebenarnya tidak perlu repot-repot."ucap Jenny.
"Tidak apa Yank kamu pantas dapat yang lebih dari itu."ucap Arda.
Arda pun kembali memeluk wanita cantik itu, dia bahkan kembali mencium bibir Jenny yang seksi jika orang bilang tua-tua keladi semakin tua semakin jadi itulah perumpamaan untuk Jenny saat ini, di usianya yang sudah tidak lagi muda itu, membuat dia semakin terlihat cantik dan menarik meskipun tidak pernah berpempilan seksi seperti wanita lainnya.
Setelah lama menatap pemandangan yang indah yang mungkin jarang orang lain lihat, Arda dan Jenny kembali kedalam mobil setelah itu Arda membawa Jenny pergi menuju sebuah pusat perbelanjaan.
Sementara di tempat Arthur saat ini Alina tengah sibuk membujuk Arthur untuk makan, karena pria itu tidak mau makan siang gara-gara melihat Jenny pergi bersama dengan Arda.
Arthur benar-benar merasa marah dan dia juga kesal dengan istrinya yang selalu mendukung keinginan sang mommy padahal Arthur masih mengingat kata-kata Arda yang mengatakan akan membalas dendam kepada Arthur saat itu.
Arthur takut jika Arda benar-benar melakukan hal itu dengan memanfaatkan ibunya.
Meskipun tanpa Arthur tahu saat ini keduanya benar-benar saling menyayangi satu sama lain.
Hari ini adalah hari dimana? sang mommy berulang tahun yang ke empat puluh delapan tahun, karena dirinya juga sudah genap 28 tahu tiga hari lagi.
"Mas ayolah sayang.....jangan seperti ini, kita bisa bicara baik-baik dengan mommy nanti."ucap Alina yang kini tengah membujuk pria yang sedari tadi fokus pada handphone tersebut.
"Ar,,,"ucap Alina lagi.
"Kalau sampai mommy menikah dengan dia kamu juga harus ikut tanggung jawab, aku tidak akan segan-segan mencari yang kedua."ucap Arthur.
"Owh begitu rupanya, kenapa? tidak sekarang saja kamu cari seperti yang kamu mau Ar tidak usah menunggu nanti aku juga akan pergi dari hidup mu."ucap Alina yang langsung menjatuhkan nampan berisi makanan tersebut hingga hancur berantakan.
Alina langsung bergegas meraih tas miliknya yang ada di atas nakas dia tidak melihat tatapan mata yang kini menatap dirinya.
Arthur yang keseleo lidahnya itu langsung bangkit dan mengejar Alina yang hendak pergi.
"Alina aku tidak serius kenapa? kamu seperti ini honey, aku janji akan makan dan aku akan bicara baik-baik yang ayolah jangan seperti ini."ucap Arthur.
"Tidak ada kata candaan yang seperti itu Ar aku tau aku tidak bisa membuat mu bahagia selama pernikahan ini kamu berhak bahagia dengan orang lain."ucap Alina yang kini berusaha melepaskan cengkraman tangan Arthur yang begitu kuat.
"Kamu bicara apa! heeuh, kamu tidak dengar! Aku bilang hanya bercanda lagipula aku tidak pernah serius mengatakan itu aku tidak berniat untuk itu."ucap Arthur.
Alina yang kini menangis sesenggukan pun akhirnya Arthur tarik kedalam dekapannya.
"Honey,,, maafkan aku bagiku kamu adalah istri terbaik dan tidak akan pernah ada duanya."ucap Arthur.
Arthur mengangkat tubuh Alina membawa wanita itu keatas ranjang untuk menyelesaikan salah faham diantara mereka tidak peduli dengan waktu yang masih siang hari bolong.
__ADS_1