Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
Bab 30


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu saat ini kedua pasangan suami istri itu tengah berada di dalam jet pribadi menuju Eropa.


Keduanya terlihat sangat dekat satu sama lainnya tidak terpisahkan bukan karena mereka sedang dilanda kasmaran karena setiap saat pun mereka selalu dilanda rasa itu.


Tapi saat ini Arthur tengah menenangkan istrinya yang kini terlihat tegang dan mabuk pesawat.


Arthur terus mendekap istrinya itu, Arthur bahkan membantu istrinya itu membersihkan muntahan.


Alina memang baru pertama kali melakukan penerbangan hingga ke negeri Eropa sana, Arthur yang kini tetap setia menemani dia membantu istrinya untuk ke toilet atau sekedar ingin muntah di sana.


Dengan penuh kasih sayang pria itu memperlakukan Alina penuh kelembutan hingga Alina tertidur Arthur pun masih mengelus dan mengecup puncak kepala istrinya itu.


Sementara itu di Indonesia, Jenny kini masih tinggal di rumah Arda suaminya itu.


Dia menunggu suaminya pulang kerja, Arda sampai saat ini masih menjadi pebisnis handal meskipun dulu pernah mengalami kerugian besar gara-gara video panasnya bersama dengan Ririn tersebar.


Jenny yang kini tengah mendapat kebahagiaan dari rumah tangga yang ia jalani, siang dan malam senyuman itu selalu hadir disaat keduanya tengah bersama.


Kini Arda kembali masuk kerja setelah mereka berbulan madu di pulau Dewata Bali.


Jenny selalu membuat Arda bahagia di setiap momen, mungkin itulah kenapa? selama ini banyak sekali pria muda menikah dengan janda yang usianya bahkan lebih tua dari dirinya.


Pria itu pun mendapatkan sesuatu yang lebih, dia bisa merasa terpuaskan dengan masalah ranjang, tidak hanya itu dia juga bisa mendapatkan sosok yang lebih dewasa dari dirinya yang membuat dia selalu merasa nyaman, Jenny juga pintar mengurus suami untuk urusan perut.


Hingga saat Arda berangkat kerja pun hatinya masih berbunga-bunga karena mendapatkan paket komplit.


Sementara mantan istrinya saat ini masih bersama dengan Akbar setelah kelahiran putra pertama Akbar, pria itu menjadi luluh dan tidak lagi marah-marah pada Almira.


Pria itu bahkan tidak jarang membantu istrinya mengurus putranya yang diberi nama Alvin Anggara .


Akbar pun mulai membiasakan diri untuk menggendong putranya yang tampan persis seperti dirinya dan Almira.


Kini kebahagiaan itu tidak hanya dirasakan oleh Akbar dan Almira.


Arthur yang kini berada di sebuah rumah sakit, setelah istrinya jatuh pingsan pun dia mendapatkan kabar yang sangat baik yaitu hadirnya buah cinta mereka saat ini, tidak tanggung-tanggung ada tiga janin di dalam rahim Alina.


Arthur menatap penuh haru pada istrinya yang juga menitikkan air mata.


Arthur pikir Alina muntah-muntah karena dia tengah mabuk perjalanan, tapi ternyata ada anugerah terindah yang kini tengah berada di dalam rahim istrinya itu.


Arthur bahkan tidak henti-hentinya mengucap syukur kepada sang pencipta yang sudah memberikan anugerah terindah yaitu berupa istri dan juga ketiga janin yang kini berusia dua bulan.


Arthur bahkan tidak pernah curiga dengan itu karena Alina sampai saat ini perutnya masih sangat rata.


"Sayang,,, aku sangat bahagia, terimakasih untuk semuanya."ucap Arthur yang kini menitikkan air mata bahagia.


Arthur langsung meminta asisten pribadinya menyiapkan semua kebutuhan istrinya dari mulai kebutuhan makanan vitamin dan lain sebagainya.


Arthur langsung membawa istrinya untuk pulang ke sebuah apartemen mewah miliknya yang tidak jauh dari area perkantoran.


Dia ingin istrinya merasa nyaman bahkan disana sudah ada salah seorang asisten pribadi yang akan mengurus semua kebutuhan istrinya itu.


Arthur tidak ingin istrinya kecapean, mulai sekarang dia akan menjaga istrinya dengan penuh perhatian.


Arthur pun mulai memberitahu pada asisten pribadinya untuk berkonsultasi pada dokter ahli gizi terbaik yang bisa memberikan saran terbaik untuk bisa memenuhi gizi terbaik bagi anak dan istrinya.


Berlebihan memang tapi itulah Arthur pria tampan yang selalu tampil perfeksionis itu kini tengah mendapat kebahagiaan yang teramat sangat.


Arthur bahkan tidak memperbolehkan istrinya itu untuk beraktivitas sama sekali, Alina hanya boleh rebahan di tempat tidur dengan pelayanan ekstra.


"Yank,,, kamu berlebihan deh, di dunia ini bahkan banyak wanita hamil yang masih bekerja keras, dan mereka baik-baik saja aku hanya beraktivitas di rumah saja tidak diperbolehkan."ucap Alina yang kini cemberut karena merasa terpenjara.


"Sayang ini usia kehamilan yang masih rentan, sebaiknya kamu nurut ya..."ucap pria itu.


"Heumm,, baik'lah tapi jangan salahkan aku nanti jika ketiga anak kita menjadi pemalas."ucap Alina.


Wanita itu mencebikkan bibirnya lalu membelakangi Arthur yang memang masih cuti kerja.


"Heumm,,, sayang aku tak akan melarang mu untuk beraktivitas, tapi nanti setelah usia kehamilan Lima bulan."ucap Arthur yang sebenarnya tidak tahu menahu tentang itu.


"Mas,,, kamu tau nggak jika ibu hamil kurang bergerak itu bahaya."ucap Alina.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah kamu hanya boleh jalan-jalan di sekitar tempat tinggal kita saat pagi dan sore hari, itupun jika aku ada waktu."ucap Arthur.


Alina pun hanya mendengus kesal, pria itu sudah tidak bisa diajak bicara jika sudah memutuskan sesuatu. maka mulai saat ini dia akan melakukan semuanya sendiri.


Alina akan beraktivitas seperti biasanya saat Arthur tengah bekerja dan saat dia ada dia akan menyuruh asisten pribadinya itu mengurus semua yang dia butuhkan.


"Baiklah terserah kamu saja."ucap Alina yang kini kembali terdiam.


"Tuan dokter bilang tidak ada pantangan bagi ibu hamil dalam urusan makanan yang penting semua itu berupa makanan yang fresh dan menyehatkan."ucap sang asisten.


Pria berwajah datar itupun mulai pamit.


"Baiklah sekarang tolong bawa yang harus aku kerjakan."ucap Arthur pada pria itu.


"Baik tuan, jadwal anda untuk besok ada meeting penting di perusahaan, dan ada pertemuan penting juga dengan pihak keluarga Kasandra yang sudah membuat janji temu. ditambah ada beberapa yang harus anda periksa setelah itu."ucap sang asisten.


"Aku berarti akan sangat sibuk besok ah baik'lah dan kau harus ingat dengan tugas mu, awasi istriku selama aku tidak ada disini dan laporkan apa? saja yang dia lakukan selama seharian besok dan satu lagi jangan biarkan istriku kelelahan."ucap Arthur.


"Baik tuan."ucap wanita itu.


Arthur pun menerima tumpukan berkas dan juga laptop dan pena dari sang asisten.


Pria tampan itu kemudian menggunakan kacamata miliknya yang kini bertengger di hidung mancung miliknya.


Alina rasanya ingin sekali menggigit hidup mancung itu.


Setelah kedua asistennya itu pergi Alina bangkit perlahan dari ranjang dia pun berjalan kearah Arthur yang kini menoleh kearah dirinya.


"Honey, kamu apa?."ucap Arthur.


"Aku ingin mengigit pria tampan yang ada di hadapanku ini."ucap Alina yang kini duduk ngangkang di atas pangkuan suaminya itu.


...*************...


"Honey aku baru mau bekerja."ucap Arthur yang tiba-tiba merasakan aliran darahnya bergejolak saat Alina mengetakan bokongnya saat ini untuk semakin merapat pada Arthur.


"Aku hanya ingin ini."ucap Alina yang tiba-tiba melepaskan kacamata Arthur perlahan mendekat lalu tiba-tiba dia mengigit hidung mancung pria yang kini menahan sakit karena Alina lanjut mencium bibir Arthur saat merasakan sesuatu mengeras dibawah sana.


"Honey please, aku tidak ingin menyakiti ketiga anak kita."ucap Arthur yang kini tengah menahan desahannya saat sesuatu membuat pusaka nya itu berdiri tegak dan hampir menembus sarangnya.


"Yank please honey,,,,."lirih Arthur yang benar-benar membuat pria itu tidak tahan.


Arthur langsung menyambar bibir istrinya itu dengan sangat ganas bahkan dia mengigit kecil bibir bawah Alina yang kini terlihat sedikit membengkak, pria itu bahkan dengan rakusnya minum susu murni dari sumbernya di sana tepat di sofa yang cukup lebar dan empuk itu percintaan panas itu terjadi bahkan Arthur baru mematikan laptop tersebut saat tengah berada di puncak kenikmatan.


Pria itu sungguh bahagia dengan pernikahan itu, dia dan istrinya benar-benar bisa saling melengkapi satu sama lainnya.


Kini Arthur sudah menyelesaikan pertempuran panas itu mereka kini sudah berada di dalam bathtub-e.


Keduanya saling membantu membersihkan tubuh mereka masing-masing.


Alina yang sudah sangat kelelahan, membiarkan suaminya meremas gundukan kenyal itu sambil diolesi dengan sabun.


Alina hanya bisa menggigit bibir bawahnya tak ayal saat suaminya meminta lagi dan lagi.


Sampai saat mereka selesai berpakaian, Arthur membawa kembali Alina keatas ranjang merebahkan istrinya itu dengan sangat hati-hati tidak seperti saat mereka tengah benar-benar sibuk bercinta.


Alina pun mulai memejamkan mata saat Arthur mengelus puncak kepalanya dengan sayang.


Setelah Alina tertidur pulas, karena sudah terdengar dengkuran halus dari istrinya itu Arthur pun kembali melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali tersenyum karena telah mendapatkan asupan vitamin.


Arthur fokus pada pekerjaan yang sempat tertunda tadi akibat gangguan nikmat yang dilakukan oleh Alina.


Sampai beberapa jam kemudian, akhirnya pekerjaan itu selesai dikerjakan, Arthur langsung menyusul istrinya itu ke alam mimpi.


Sementara Alina tidak lama setelah Arthur tertidur Alina bangun. wanita itu ingin memakan sesuatu.


Alina pun pergi keluar kamar namun baru saja beberapa dia terpaksa menghentikan langkahnya karena saat ini kedua asisten pribadi Arthur dan dirinya yang kini langsung bertanya apa? yang dia butuhkan.


Kali ini Alina menyerah dan mengatakan apa? saja yang dia inginkan karena saat ini dia begitu merasa lelah.


Alina sedang ingin makan steak salmon yang diberi saus mangga muda yang cukup pedas.

__ADS_1


Itu mungkin aneh bagi orang lain tapi itulah yang dia inginkan saat ini dari hati terdalamnya.


"Aku ingin steak yang benar-benar dobel jumbo dan sausnya benar saus mangga pedas dan satu lagi panggang steak itu."ucap Alina.


"Tentu nona segera akan saya buatkan."ucap wanita itu.


"Dan untuk mu tolong bawakan aku es krim yang banyak untuk stok di freezer."ucap Alina.


"Tetu."


Mereka berdua pun langsung bergegas menyediakan apa yang Alina inginkan.


Sementara Alina sendiri kini menyalakan televisi, dia tengah menonton sebuah tayangan yang benar-benar membuat Alina tertawa terbahak-bahak.


Acara komedi dengan bahasa yang Alina kurang mengerti.


Sampai saat usapan lembut itu mendarat di puncak kepala Alina, pelakunya adalah Arthur, pria itu terbangun saat meraba bantal milik istrinya itu.


Arthur kini mendaratkan kecupan di bibir Alina.


"Kenapa? tidak lanjut tidur mas kamu pasti sangat lelah."ucap Alina.


"Tidak sayang, aku tak bisa tidur dengan tenang disaat istriku tidak ada disamping ku."ucap Arthur.


"Yank,,, aku hanya sedang laper."ucap Alina.


Alina pun bersandar di dada bidang suaminya itu, kini mereka tengah duduk di sofa yang ada di ruang televisi.


"Aku akan segera memesan makanan yang kamu inginkan sayang."ucap Arthur.


"Tidak usah mas mereka sudah pergi menyiapkan semua itu entah dimana? dan bagaimana."ucap Alina.


Tidak sampai satu jam keduanya datang bersamaan, pria itu membawa beberapa boks es krim dengan beberapa varian rasa.


Sementara asisten pribadi Alina membawa sebuah nampan besar dengan steak salmon ukuran besar dan terlihat sangat menggiurkan ditambah lagi saus yang dia minta benar-benar terpanggang nyata di hadapannya.


Arthur terlihat menelan Saliva nya, pria itu pun tidak habis pikir kenapa? istrinya memesan steak salmon dobel jumbo dan saus yang tidak biasanya.


"Sayang apa? itu akan habis."ucap Arthur.


Alina pun langsung memotong steak tersebut dan mencocol itu kedalam saus mangga muda yang terlihat menggiurkan lidahnya itu.


Dan saat makanan itu masuk ke mulutnya, tiba Alina memejamkan matanya.


"Ummm lezatnya....."ucap Alina yang kembali memotong steak dan mencocol itu berulang-ulang hingga dia tidak peduli dengan ketiga orang yang kini ada di hadapannya tengah menatap kearahnya yang begitu menikmati makanan tersebut.


"Pelan-pelan sayang tidak akan ada yang meminta itu."ucap Arthur yang kini membersihkan saus tersebut dari sudut bibir istrinya itu.


"Ini enak banget Yank... sesuai dengan yang aku inginkan."ucap Alina.


"Kalian harus siap kapanpun istriku menginginkan makanan yang dia mau mulai sekarang siapkan stok bahan makanan yang beraneka ragam dan pekerjakan seorang koki profesional untuk memasak di sini."ucap Arthur.


"Tidak perlu sayang aku bisa masak sendiri."ucap Alina saat dia menikmati potongan terakhir dari steak tersebut.


"Ah... aku sangat suka ini, tolong buka eskrim rasa pisang itu."ucap Alina.


"Baiklah sayang tapi kenapa? tidak dicoba dulu satu persatu, lalu pilih yang mana yang sayang suka."ucap Arthur.


"Tidak ini saja sudah cukup, itu bisa disimpan di freezer saja lagi."ucap Alina.


"keduanya langsung bergegas bergerak melakukan apa? Yang dikatakan oleh Alina, sebenarnya tugas asisten pribadi Arthur bukan itu tapi berhubung bosnya belum meminta pegawai baru, dia tidak ingin wanita disebelahnya kerepotan.


"Mas aku ngantuk, tapi kamu pasti belum makan."ucap Alina.


"Jangan pikirkan itu honey, kamu bobo saja sayang biar mereka yang menyiapkan makan malam ku."ucap Arthur.


"Iya baiiklah honey, tapi gendong."ucap Alina manja.


Arthur dengan sigap menggendong istrinya penuh kelembutan sambil tersenyum manis pada istrinya itu.


"Yank besok aku akan meminta kenalanku datang untuk menyiapkan dress khusus wanita hamil untuk mu."ucap Arthur.

__ADS_1


__ADS_2