
Arthur memeluk Bundanya setelah itu dia pun meminta Bundanya untuk istirahat.
Arthur berjalan menuju kamarnya dia menelpon seseorang untuk mengumpulkan bukti pengkhianatan yang dilakukan oleh Ririn.
Pria itu tidak ingin terus terbelenggu dengan wanita yang sudah membuat hidupnya kacau balau itu.
Sementara wanita itu kini tengah menghabiskan malam dengan seorang pelayan hotel yang ia minta untuk merapihkan kamarnya. jelas itu adalah alibinya.
Awalnya pria itu menolak karena sudah memiliki istri dan juga anak. namun iming-iming uang ratusan juta rupiah jika dia bisa memuaskan Ririn akhirnya membuat pria itu langsung menerima tawaran dari Ririn.
Kegilaan itu masih berlanjut dan Ririn bahkan merasa kewalahan bagaimana tidak ternyata barang yang dimiliki pria itu adalah barang super bahkan melebihi milik Arthur.
Sampai berkali-kali Ririn dibuat mencapai puncak kenikmatan, namun wanita itu tetap ingin melanjutkan aksi nya.
Ririn bahkan mencoba dengan berbagai gaya rintihan nikmat dari olahraga malam yang masih. terus berlanjut itu membuat pria itu merasa sangat puas karena kapan lagi bisa mendapatkan kenikmatan dari wanita super dan bahkan bisa sampai berkali-kali.
Berbeda dengan yang ada di rumah. mungkin paling lebih hanya sampai dua kali saja.
Sampai akhirnya Ririn kelelahan setelah pergi ke alam Nirwana memakan buah pisang super besar dan bahkan hampir tidak muat di mulutnya namun pisang itu begitu nikmat hingga Ririn berakhir kekenyangan.
Hingga pukul lima pagi. pria yang kini tengah memegang uang dua ratus juta didalam selembar kertas itu terus tersenyum.
"Tunggu jangan pergi dulu kau harus meninggalkan nomor handphone dan juga nama mu jika satu saat nanti aku butuh dirimu lagi."ujar Ririn.
"Baik madam."ujar pria itu sambil mengecup bibir Ririn yang akhirnya menjadi ciuman terlama.
Beruntung pria itu begitu tampan dan juga gagah untuk ukuran seorang pelayan, entahlah Ririn tidak mau menerka-nerka yang jelas dia menyukai laki-laki itu hanya dalam satu kali pertemuan.
"Ini nomor handphone ku, jika madam perlu."ujar pria itu.
"Tentu."ujar wanita itu.
"Tapi ingat jangan pesan saya di nomor layanan servis langsung saja kesini."ujar pria itu.
"Kau pikir aku gila menelpon layanan servis hanya untuk memesan kamu, semalam adalah sebuah keberuntungan."ujar Ririn yang kini tersenyum.
Wanita itu tidak akan pernah takut kehabisan uang karena ATM berjalan nya adalah mertua nya kini ya tuan Daniel memberikan sebuah kartu sakti yang berwarna abu-abu gelap itu.
Itu diberikan karena dia bilang Arthur sudah tidak menafkahi dirinya lagi.
Padahal kartu yang sama masih dipegang oleh nya dan Arthur tidak pernah memblokir kartu tersebut.
Sampai saat ini kartu itu masih dia gunakan.
Setelah kepergian pria itu Ririn tidak bisa tidur dia ingin mengulang kembali percintaan tadi.
Sementara itu pria yang kini memasuki ruangan pribadi nya itu. dia menyimpan cek tersebut di dalam laci meja kebesarannya masih di hotel tersebut.
Pria yang semalam menggantikan pelayan yang terkena masalah itu kini tengah duduk sambil tersenyum membayangkan percintaan nya dengan wanita yang benar-benar langka bisa mengimbangi gairah **** yang dia miliki.
Jika biasanya pria itu selalu mengeluh karena setiap kali jajan tidak pernah terpuaskan karena tidak ada yang seperti wanita tadi.
Dia adalah CEO perusahaan properti yang dikenal sebagai pebisnis yang kejam dan siapapun yang menghalangi jalannya akan tamat dalam hitungan detik.
Pria dengan satu anak yang kini sudah berusia lima tahun itu sering menghabiskan malam di hotel miliknya dia akan pulang jika dia merindukan istrinya yang ia sayangi yang ia nikahi sebelsebelum dirinya menjadi apa-apa dulu.
Maka dari itu dia tidak pernah mencari istri lain diluar sana. hanya untuk memuaskan hasrat bercintanya. dia lebih suka jajan diluar karena menurutnya itu tidak mengkhianati cinta istrinya.
Sementara istrinya di rumah selalu menanti kehadiran dirinya.
Selama tujuh tahun pernikahan wanita itu tidak pernah menuntut apapun dari suaminya bahkan soal materi dia menyerahkan semua itu pada suaminya.
Wanita cantik dengan balutan hijab simpel itu selalu membuat kaum hawa iri namun dia tidak pernah banyak tingkah sejak dia masih gadis hingga saat ini wanita itu selalu menjaga kehormatannya.
Hari ini, dia tengah mengajak putranya untuk memeriksa kesehatan giginya setelah semalam sempat memberikan izin kepada suami tepat saat jam makan malam.
Sampai saat dia memarkir mobilnya dia turun membawa Alif kecil yang menggemaskan itu turun.
"Sayang tunggu sebentar ya Bunda mau mengambil tas dulu."ujar wanita itu.
"Heumm,,, baik'lah Bunda."ujar pria kecil yang tampan rupawan itu.
Sebenarnya dia tidak suka jika diminta untuk menunggu namun dia juga tidak suka membantah ibunya.
Almira menghampiri putranya itu setelah dia membawa tas dan menutup pintu mobil.
__ADS_1
Dia langsung bergegas menuntun putranya itu.
"Sayang ingat apa? kata bunda jangan lepaskan tangan Bunda disini cukup luas dan sangat berbahaya jadi ingat jangan pernah jauh dari Bunda oke."ujar wanita itu penuh kelembutan.
"Iya bunda."ujar Alif.
Saat wanita cantik itu sibuk mengurus administrasi Alif tiba-tiba mengikuti seorang anak kecil yang membawa eskrim dan juga balon.
Ditengah kesibukan orang-orang yang ada di sana dia pun tersesat karena tidak tahu harus pergi kemana untuk mencari Bundanya.
Pria kecil itu menangis histeris di sebuah lorong yang sepi bahkan tanpa sadar dia sudah berada di lantai 3 dimana ruang VIP itu berada.
Sampai saat seseorang yang baru keluar dari ruangan Vip rumah sakit itu menemukan dirinya.
"Hi,,,, kamu siapa? kenapa? ada disini sendirian Dimana orang tua mu."tanya pria tampan yang kini terlihat sangat gagah dengan stelan jas mahal yang ia kenakan.
"Aku tersesat aku tidak tau dimana? bundaku saat ini tadi dia di tempat ruang pendaftaran tapi aku lupa dimana hiks hiks hiks."pria kecil itu.
"Heumm,,, baik'lah ayo kita cari Bunda mu. siapa? namamu jagoan."ujar pria tampan itu lagi.
"Alif uncle."jawab pria kecil itu sambil terisak.
"Namamu bagus sudah ya jangan menangis lagi uncle yakin Bunda mu sedang mencari mu."ujar pria tampan itu.
Sampai Arthur masuk ke lift bersama dengan anak kecil itu dia pun tiba di lantai bawah dia langsung menuju tempat informasi.
Pria itu melaporkan penemuan anak.
Sampai suara pengumuman tentang penemuan anak itu menggema di seluruh lorong rumah sakit dimana seorang ibu tengah benar-benar panik karena mencari putra semata wayangnya itu.
Wanita itu langsung berlari bahkan berkali-kali menerobos kerumunan orang yang tengah berlalu lalang di rumah sakit tersebut.
"Alif!!." teriak ibu muda itu.
"Bunda."ujar Alif yang kini masih didalam gendongan pria yang tadi menemukannya.
"Itu Bunda mu."ujar pria itu bertanya.
"Ya uncle dia Bunda cantik Alif."ujar pria kecil itu.
"Oh, Alif,,,, Bunda sangat takut nak."ujar wanita cantik yang kini memeluk putranya dengan linangan air mata.
"Terimakasih tuan saya sangat berterimakasih saya tidak tau jika tidak ada Anda."ujar wanita cantik itu.
"Sama-sama lain kali hati-hati."ujarnya.
Tiba-tiba seseorang berlari menghampiri mereka berdua dia terlihat sangat panik.
"Bagaimana bisa kamu kehilangan dia."ujar pria itu.
Pria yang terlihat sangat fresh mungkin baru selesai mandi saat ini karena penampilan dia yang begitu rapi.
"Aku tadi baru mengisi formulir pendaftaran Bang tapi tiba-tiba saja aku tidak mendengar celotehan Alif. saat aku melirik kebawah dia tidak ada. beruntung ada tuan ini yang menentukan dia di lantai 3."tutur Almira menjelaskan.
"Terimakasih atas bantuannya."ujar pria itu.
"Sama-sama saya permisi dulu."ujar pria itu sopan.
Sementara wanita itu dan suaminya lanjut mengantri di dokter spesialis gigi anaknya akan diperiksa kesehatan giginya saat ini.
"Abang ingin istirahat rasanya sedikit lelah semalam ada sedikit masalah di hotel hingga mengharuskan Abang untuk lembur."ujar pria itu.
"Heumm,,,, baik'lah Abang pulang saja lebih dulu sepertinya ini juga masih lama."ujar Almira lembut.
Pria itu langsung mengecup kening Almira, sementara Almira mencium punggung tangan suaminya.
"Daddy pulang dulu ya sayang kamu baik-baik disini sama Bunda."ujar pria itu.
"Ya Daddy."ujar Alif.
Setelah setelah pamit pulang pria itu langsung beranjak pergi menuju rumah dia benar-benar sangat lelah setelah menunggangi kuda betina yang cukup kuat.
Sampai saat dia berada di mobil tepat setelah dia masuk Ririn tiba-tiba menghubungi dirinya mengatakan bahwa dia butuh bantuan, namun kali ini pria itu bilang tidak bisa karena harus mengurus keluarganya.
Akhirnya wanita itu meminta nanti malam. dan pria itu pun menyanggupi permintaan itu, saat ini dia hanya ingin istirahat sebelum kembali beraktifitas menunggangi kuda betina itu.
__ADS_1
Sementara itu untuk urusan pekerjaan dia menyerahkan sepenuhnya kepada asisten pribadi nya untuk beberapa jam sebelum dia masuk kantor lagi.
Sesampainya di rumah suasana rumah yang biasanya hangat dengan gerakan-gerik sang istri yang selalu sibuk mengurus rumah tangga dan juga anaknya.
"Maafkan Abang Al,,, Abang tidak bisa menepati janji Abang untuk berubah menjadi seperti yang kamu inginkan. sekarang bahkan ada yang lebih menggoda iman Abang."ujar pria itu.
Akhirnya pria itu memejamkan mata nya setelah selesai bergumam lirih.
Sementara Arthur saat ini dia tengah terlihat tegang karena ternyata Ririn semakin membuat ulah, asisten pribadi nya itu bahkan mengirimkan rekaman Cctv kamar yang kini ditempati oleh Ririn.
Arthur dibuat kaget karena ternyata rekaman Cctv itu menunjukkan hubungan tak senonoh itu dilakukan dengan pria yang tadi ia temui di rumah sakit dan ternyata dia adalah ayah dari bocah bernama Alif dan juga pemilik hotel tersebut.
"Kamu memang ****** Ririn, aku akan membuat mu menyesal hingga kau memohon kematian padaku."ujar Arthur yang benar-benar geram ini adalah Vidio kesepuluh kali yang dia tonton dan yang lebih menjijikkan lagi saat istrinya bermain dengan dia pria sekaligus.
Arthur benar-benar sudah tidak bisa berpikir jernih saat ini bahkan dia terus memaki Ririn namun setelah itu dia mendapatkan kiriman pesan yang menyatakan bahwa Ririn kembali membuat janji dengan pria yang tadi malam.
Arthur sudah menyelundupkan seseorang untuk meretas dan mencari tahu data diri orang-orang yang selama ini menjadi menjadi gigolo dari Ririn.
Sementara itu Arthur setelah dari kantor Dia langsung kembali ke rumah sakit, kebetulan saat ini Alina keluar dari rumah sakit.
Alina yang sudah empat hari lebih dirawat di rumah sakit karena ditusuk oleh orang yang tidak dikenal atas suruhan istri pertama pria itu akhirnya kini dia sudah terlihat jauh lebih baik.
Saat Arthur tiba di sana ternyata Jenny sudah berada di dalam ruang VIP tersebut.
"Sudah siap."ujar Arthur.
"Owh anak Bunda yang tampan dan gagah ternyata sudah datang."ujar Jenny.
"Ya Mom,,, tadi ada sedikit urusan makanya aku pergi."ujar Arthur.
"Heumm tak apa? lagipula surat general check up baru di berikan."ujar Jenny.
"Heumm,,,."ujar Arthur.
Sementara itu Alina sedari tadi hanya terdiam dan tidak bicara apapun lagi.
"Ayo sayang kita pulang ."ujar Jenny.
Arthur langsung membawa kursi roda untuk Alina dan membantu wanita itu dengan cara menggendong dia ala bridal style.
Deg,,,,
Deg,,,,
Debaran jantung dari keduanya bisa mereka rasakan seakan tengah lari maraton saat tatapan mata mereka bertemu dan Alina mengalungkan tangannya di leher Arthur.
"Heumm,,, sepertinya masih banyak waktu untuk merangkai cinta saat sampai di rumah."ujar Jenny yang membuyarkan lamunan mereka berdua yang sedang saling tatap saat mendudukkan Alina di kursi roda tersebut.
"Apa? sih Mom."ujar pria itu.
"Sekali lagi kamu panggil Bunda Mommy akan Mommy kirim kalian berdua ke Alaska biar tau rasa."ujar Jenny.
"Nah itu yang mau mengirim kami ke Alaska itu siapa?."ujar Arthur.
"Mommy ehh salah Bunda."ujar Jenny yang baru sadar telah salah berucap.
"Aunty,,, Aunty untuk apa? pula kami dikirim ke Alaska."ujar wanita cantik itu.
"Untuk diawetkan."ujar Jenny cuek.
"Taruh saja di freezer Mom, kan sama-sama beku. Mommy kira kami Frozen food apa? pakai diawetkan segala."ujar Arthur.
"Yang Bunda maksud adalah cinta kalian."ujar Jenny.
"Ah Bunda.."ujar Arthur.
"Itu benar.."ujar Jenny.
"Iya Mommy."ujar Arthur yang langsung mendapatkan pukulan pelan di lengan pria itu.
Mereka pun pergi menuju lantai bawah dimana parkiran mobil mereka berada tapi saat tiba di sana Arthur kembali berpapasan dengan warna berhijab yang sangat cantik itu.
Jenny melirik ke arah pandangan Arthur saat ini, tampak wanita yang sangat cantik tengah membantu putranya masuk kedalam mobilnya.
"Heumm,,, sudah ada di depan mata masih coba-coba lihat yang lain,,, cantik sih juga Solehah tapi sayang sudah ada buntut dan lagi mungkin istri orang."ujar Jenny.
__ADS_1
"Aku mau dua,,, Mommy tunggu saja di sini sama Alina."ujar Arthur sambil cengengesan .
"Dasar anak dan bapak sama saja."lirih Jenny.