Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.

Sepasang Cincin Untuk Dua Hati.
#Dikira hamil#


__ADS_3

Keesokan paginya Arthur dan Alina tengah berada di sebuah cafe, saat ini Alina sedang ingin makan sesuatu yang disajikan disana padahal Arthur sudah mempekerjakan juru masak yang handal saat ini.


"Sayang apa? itu enak."ucap Arthur.


"Coba saja A."ucap Alina.


Arthur membuka mulut, saat itu juga dia merasa terkejut saat dia merasakan sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


"Mas suka tidak."ucap Alina.


"Heumm,,,ini makanan apaan sayang rasanya aneh salad buah bukan?."tanya Arthur.


"Ini rujak Yank, salad orang Indonesia punya."ucap Alina sambil tersenyum.


Melihat Arthur merinding karena rasa makanan yang asam manis pedas dan rasa asam Jawa bercampur aduk.


"Kenapa? tidak tidak buat di rumah itu sangat masam apa? aman untuk pencernaan."ucap Arthur yang terlihat khawatir.


"Aku sedang ingin makan ini dengan es krim."ujar Alina.


"Yang kamu tidak tidak sedang berfikir yang aneh-aneh bukan."ucap pria itu.


"Tidak Ar, hanya saja aku tiba-tiba ingin makan ini."ucap Alina.


Saat Alina tengah sarapan pagi dengan yang berbeda itu, tiba-tiba Alina melihat seseorang dari masa lalunya datang menghampiri Alina.


"Sayang ikut aku."ucap Akbar.


Pria itu entah sejak kapan berada di tempat tersebut.


"Mas Akbar lepas, kamu apa-apaan?."kata Alina.


Arthur pun langsung bangkit dari duduknya saat itu juga dia langsung menghajar Akbar.


"Mas ayo kita pulang saja, sudah hentikan ini tempat umum."ucap Alina.


Arthur langsung menoleh pada istrinya yang kini sudah memegang tas milik istrinya juga jas miliknya karena rencananya mereka akan pergi ke kantor setelah sarapan pagi itu.


Arthur langsung meraih istrinya dan merangkul pinggang istrinya dan pergi begitu saja disaat Akbar bilang bahwa dirinya berjanji akan merebut Alina kembali.


"Alina sayang kamu ingkar janji! dulu kamu bilang jika kamu ingin menikah lagi maka aku adalah orang pertama yang akan menjadi laki-laki yang kamu berikan kesempatan tapi apa!!."ucap Akbar.


Sementara Arthur yang hendak menghajar Akbar lagi dicegah oleh sang istri.


"Mas jangan nanti kamu terlambat untuk kekantor."ucap Alina.


Arthur pun kembali melanjutkan langkahnya menuju mobil sambil membawa istrinya pergi.


pria itu kini sudah tidak lagi marah seperti tadi tapi Arthur masih menanyakan rasa penasaran yang ada di dalam dirinya itu.


"Yank, apa? yang dikatakan oleh pria itu benar adanya bahwa kamu menjanjikan dia untuk rujuk."ucap Arthur saat dia tengah memasang sabuk pengaman pada tubuh istrinya itu.


"Tidak seperti itu yank, kamu tau sendiri mas Akbar itu orangnya terlalu baik dan aku tidak tega saat dia memohon untuk kembali padaku."


"Tapi aku katakan padanya aku belum siap untuk menjalani rumah tangga lagi. mas Akbar bilang jika aku sudah siap untuk itu mas Akbar akan kembali menjadi yang pertama yang akan menjadi suamiku, dan saat itu aku hanya mengiyakan saja agar mas Akbar benar-benar akan kembali pada keluarganya dan hidup normal seperti sedia kala."


"Aku tidak tega melihat dia sengsara karena biar bagaimanapun dia adalah seorang pewaris tunggal yang meninggalkan tahtanya hanya untuk menghindari perjodohan."ucap Alina panjang lebar.


"Owh dia terlalu baik ya."ucap Arthur tiba-tiba.


Pria itu terlihat menahan amarah saat ini, Alina yang mengerti dengan apa? yang terjadi pun dia langsung meminta maaf pada suaminya.


"Maafkan aku yank.. bukan maksud aku untuk memuji laki-laki lain di hadapan suami aku sendiri, tapi itu adalah kenyataannya selama ini."ucap Alina.


"Jadi aku tidak baik ya."ucap Arthur terdengar lirih.


"Mas, bukan begitu please jangan salah faham."ucap Alina.


"Aku salah faham atau tidak itu semua wajar Yank, aku itu suamimu dan apa? pantas seorang istri memuji laki-laki lain yang merupakan seorang mantan di depan suaminya."ucap Arthur.


Alina terdiam seribu bahasa dia tidak lagi berkata apa-apa, sampai saat Arthur meminta dia turun dengan maksud agar Alina kembali ke rumah dengan menggunakan taksi karena dia buru-buru ingin pergi ke kantor. suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja.


"Kamu bisa bawa mobil ini pulang aku akan pergi dengan taksi."ucap pria itu.


"Tidak perlu mas aku bisa pulang sendiri dengan taksi lagipula rumah ku lain arah."ucap Alina yang kini merasakan perih di hatinya karena sikap Arthur yang bahkan tega mengusir dirinya secara tidak langsung.


"Aku buru-buru harus segera ke kantor."ucap Arthur.


"Aku mengerti kok."ucap Alina yang bergegas pergi ke luar dari dalam mobil, dia menghentikan taksi yang lewat.

__ADS_1


Alina bahkan tidak menoleh saat Arthur memanggil namanya saat dia sadar dengan kesalahannya itu.


"Alina."ucap Arthur tapi sayang wanita itu sudah masuk kedalam taksi dan pergi tanpa keburu dicegah.


"Apa? yang ku lakukan."ucap Arthur lirih yang kini mencoba untuk mengejar taksi itu.


Alina sendiri menangis dalam diam di dalam taksi tersebut.


Rasanya seperti seseorang yang tidak berharga di campakkan saat dirinya berbuat kekeliruan.


"Nona, sudah sampai."ucap sang sopir.


"Terimakasih pak."ujar Alina sambil memberikan selembar uang kertas berwarna merah.


"Ambil saja kembaliannya."ucap Alina sambil berlalu pergi.


Alina pun tiba di depan sebuah danau buatan yang cukup sepi karena jarang ada orang yang datang di hari kerja seperti saat ini.


Dia duduk di tepi danau sambil memeluk lututnya Air mata itu jatuh meluncur begitu deras, saat terlintas dipikirannya saat ini.


Saat dirinya memiliki suami yang lebih dari sehat dari Akbar, yang selama ini selalu menunjukkan kenaikan dan kasih sayangnya itu, tapi saat laki-laki itu tersinggung oleh perbuatannya dia bisa Setega itu membuang dirinya di tengah jalan.


"Aku sendiri ayah... Bunda."lirih Alina yang kini tengah menangis sesenggukan dibawah pohon rindang di depan danau buatan tersebut.


Alina masih sibuk dengan kesendiriannya saat ini


Setelah air mata itu mengering wanita itu pun bangkit, saat ini dia tidak mungkin kembali ke Mension. dirinya sudah diusir oleh Arthur secara tidak langsung.


Alina pun memesan taksi dengan ponsel jadul miliknya itu.


Alina pun pergi dengan taksi menuju sebuah penginapan sederhana untuk dirinya malam ini karena tanpa terasa waktu sudah pukul satu siang, Alina yang lelah ingin sekali merebahkan diri di tempat tidur, karena akhir-akhir ini dia merasa sangat lelah.


Arthur sendiri saat ini sudah berada di rumah lama Alina, karena sejak tadi dia tidak ditemukan di Mension.


Namun sampai saat beberapa jam kemudian Alina pun tak kunjung datang, pria itu begitu menyesali perbuatannya itu.


Hanya karena cemburu dia bahkan menurunkan istrinya itu ditengah jalan.


...***********...


Sampai larut Alina pun tak kunjung kembali, Arthur baru sadar jika dia bisa melacak ponsel Alina yang terhubung dengan ponselnya itu.


Dengan bantuan Google Drive dia bisa menemukan alamat tersebut, yang berada di pinggir kota .


Sesampainya di sana Arthur tidak langsung masuk, dia memperhatikan penginapan kecil itu yang bahkan untuk dirinya itu jauh dari kata nyaman dan aman.


Arthur belum juga keluar dari dalam mobil, pria itu sedang berfikir bagaimana? caranya untuk berbicara pada Alina dan meminta maaf, karena dia tahu jika saat ini Alina tengah marah.


Namun pria itu tidak peduli dengan sifat yang ditunjukkan oleh istrinya nanti, dia akan membawa istrinya pulang saat itu juga.


Alina sendiri saat ini tengah tertidur. dia lupa mengunci pintu kamar tersebut.


"Sayang, kamu begitu ceroboh bagaimana? jika ada seseorang yang berniat jahat."lirih Arthur.


Pria itu langsung meraih tas Alina, lalu langsung mengangkat tubuh istrinya yang kini memberontak dan ingin melepaskan diri.


Tapi Arthur tidak sedikitpun memberikan izin untuk turun dari gendongannya itu.


Arthur langsung membawa Alina yang masih linglung.


"Lepaskan aku."ucap Alina.


"Baiklah aku akan melepaskan mu tapi janji pulang dengan ku Yank, rumah kamu bukan disini sayang."ucap Arthur lembut.


"Untuk apa? kamu peduli, bukankah kamu tadi sudah mengusirku."ucap Alina.


"Alina sayang... maafkan aku, aku tidak sengaja melakukan hal itu."ucap Arthur.


"Sebaiknya kita berpisah saja mas, aku tidak ingin lagi ada masalah seperti ini."ucap Alina.


"Stop, Alina Stop! jangan pernah katakan hal itu lagi, aku tidak ingin mendengar kata-kata itu."ucap Arthur tegas.


"Tapi itu begitu menyakitkan mas, coba kamu berada di posisi aku."ucap Alina.


"Honey aku minta maaf, aku janji tidak akan pernah mengulanginya lagi."ucap Arthur.


"Aku tidak suka mendengar janji mas, lebih baik kamu pikirkan lagi."ucap Alina.


Arthur yang mendengar itu dia langsung terbawa emosi dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Alina sendiri menangis tanpa suara sambil menatap kearah jendela.


"Apa? kurangnya aku."ucap Arthur.


Tapi wanita itu tidak mau menjawab.


"Jawab Yank, apa? kurangnya aku."ucap Arthur.


Alina malah semakin menangis, kali ini tangisnya terdengar semakin menyayat hati.


"Alina jawab aku, jangan menangis."ucap Arthur tanpa sadar dia sudah memaksakan kehendaknya.


"Baiklah jika kamu tidak ingin menjawab aku akan membuat perhitungan dengan pria bajingan itu."ucap Arthur.


"Ar, stop!! jangan pernah berfikir untuk melakukan hal itu."ucap Alina tegas.


"Owh respon mu begitu cepat."ucap Arthur menyindir istrinya itu.


"Ar, aku tidak ingin kita ribut hanya karena masalah sepele."ucap Alina.


"Sepele kamu bilang yang."ucap Arthur marah.


"Mas, aku hanya tidak ingin kamu melakukan kesalahan, lagipula aku dan dia sudah tidak punya hubungan apapun lagi."ucap Alina yang kini kembali menatap jendela mobil tersebut.


Arthur terdiam di tempatnya pria itu sadar tidak seharusnya ia membentak istrinya itu.


"Maafkan aku honey, aku terlalu cemburu mendengar kamu memuji pria lain."ucap Arthur jujur.


Arthur langsung membawa istrinya pulang ke Mension dan Alina pun menurut.


Sementara itu di kediaman Tuan Daniel, pria itu baru saja melangsungkan pernikahan dengan Kasandra.


Dihatinya kini hanya ada sebuah penyesalan bukan rasa cinta yang seperti ia rasakan pada Jenny sejak dulu hingga sekarang.


Namun pria itu tidak ingin lagi menyakiti wanita itu dengan memaksakan kehendaknya untuk tetap bersama dengan dirinya yang tidak tau diri itu.


Daniel, menikah dengan Kasandra karena wanita itu hamil meskipun Daniel tidak tahu anak siapa? yang kini berada di dalam kandungan wanita itu.


Kasandra bahkan sudah tidak lagi suci saat pertama kali dia menyentuhnya saat itu.


Daniel hanya bisa pasrah karena kedua orang tua Kasandra pun terus mendesak dia untuk menikah dengan putrinya itu.


Daniel pun memutuskan untuk tinggal di luar Mension tepatnya di sebuah rumah yang sederhana sekali menurutnya karena dia tidak ingin kenangan indah bersama dengan Jenny rusak karena Kasandra kini sudah resmi bersamanya.


Sementara itu di lain tempat, Ririn mantan Arthur kini tengah berada di rumah sakit jiwa.


Keluarganya memutuskan untuk merawat dia di rumah sakit jiwa setelah tahu apa? yang sebenarnya penyakit apa? di idap oleh putri mereka.


Setelah berkonsultasi dengan dokter ahli jiwa, Ririn dinyatakan mengidap gangguan mental akibat tekanan batin dan juga obsesi yang berlebihan selama ini.


Akhir-akhir ini Ririn sering menyakiti diri sendiri, saat rasa yang tak bisa diungkapkan dalam dirinya terus bergejolak, tidak hanya itu dia juga mengidap gangguan kecemasan atau paranoid.


Sungguh malang nasibnya Ririn, disaat sang mantan kini tengah berbahagia dengan istri barunya, justru kini dirinya tengah melawan penyakit yang sudah lama ia idap.


Sementara keluarga besarnya tidak ada yang tau dengan itu semua.


Dia tidak pernah berani bilang pada siapapun, karena rasa malu.


Saat ini dia hanya bisa pasrah mengikuti apa? Yang dokter itu anjurkan.


Sementara di kediaman Daniel, saat ini Kasandra tengah merengek minta ini dan itu karena alasan mengidam.


Tuan Daniel hanya bisa memberikan apapun yang wanita itu inginkan tanpa banyak protes,toh yang diminta oleh Kasandra juga masih terbilang wajar.


Wanita itu hanya meminta makanan enak, dan kadang meminta sesuatu yang berkaitan dengan makanan atau barang seperti tas branded yang masih bisa Daniel berikan itu.


Kasandra pun sadar jika saat ini dirinya tidak berhak atas seluruh harta kekayaan Daniel, karena ternyata itu sudah menjadi milik Jenny dan Arthur.


Kasandra mau menikah dengan Daniel karena dia ingin anaknya memiliki seorang ayah meskipun dia sadar bahwa Ayah dari anak itu bukanlah Daniel karena sebelum bersama dengan Daniel dia sudah tau dirinya berbadan dua, itulah kenapa? ia ngotot ingin dinikahi oleh Arthur yang juga bukan ayah dari bayi itu.


Namun Kasandra mencintai Arthur sejak dulu dia memiliki obsesi yang tinggi terhadap pria itu.


Sementara Arthur tidak pernah tertarik pada siapapun selama ini ia hanya fokus dengan pekerjaannya bukan dengan lingkungan sekitarnya.


Sampai saat dia dijodohkan dengan Ririn dan memang saat itu Arthur juga tidak mencintai wanita itu yang hanya ia nikahi secara terpaksa.


Sampai akhirnya Ririn mengkhianati dirinya bukan karena rasa sakit hati yang dia rasakan tapi karena rasa jijik yang begitu besar akhirnya dia memutuskan untuk menceraikan istrinya itu.


Kini Arthur sudah bisa hidup normal dengan Alina, dia tidak ingin lagi jauh dari istri yang merupakan cinta pertamanya.

__ADS_1


__ADS_2