Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
BUNGA


__ADS_3

Keesokan harinya,Lisa terbangun dari tidurnya dan melihat sekelilingnya,ia mencari papanya namun Lisa tak menemukan Satu orang pun disana.


"Apa apaan ini,putrinya sedang sakit malah ditinggalkan sendiri disini" ucap Lisa dengan lantang.


"Hei,tidak usah mengoceh ocehi papamu,aku hanya membeli makanan sebentar tadi,tapi kamu sudah mengoceh seperti ini,bagaimana jika kutinggal pulang!" Lisa pun terkejut karna tiba tiba ada orang yg bicara dengannya,dan ketika ia menoleh kearah pintu,ia melihat Nanda sedang membawa 2 kotak makanan.


"Hei,cepat bawa kesini makanannya,aku lapar sekali" Lisa hendak turun dari kasurnya untuk menuju kursi,tetapi segera dicegah oleh Nanda.


"Apa kau gila?tubuhmu itu masih lemah!sudah,biar aku menyuapimu dikasur" Lalu nanda membuka kotak makanan itu dan hendak menyuapi Lisa


"Tidak!aku tidak mau dan tidak lapar!" Lisa menatap Nanda dengan wajah yg datar,bisa dikatakan saat itu wajahnya sangat mirip dengan Nanda karna wajah mereka sama-sama ditekuk.


"Yasudah,biar aku memakannya sendiri" Nanda pun membawa makanannya kembali kemeja,ia pun memakannya dengan lahap tanpa menghiraukan Lisa yang daritadi melihatnya makan.


"loh,dia sama sekali tidak menghiraukanku,sial aku lapar sekali melihatnya makan begitu lahap."gumam Lisa dalam hati,ia menatap Nanda dengan tatapan tajam.


Tak lama kemudian,Lisa memutuskan untuk menelpon Rosa,ia pun mengambil handphone nya yg berada dimeja dekatnya.


"Halo Rosa,Kamu udah bangun?tanya Lisa sambil melirik Nanda yang sedang makan.


"udah kok,Ini aku mau kesana bentar lagi" jawab Rosa.


"Tolong kamu belikan makanan untukku ya,disini tidak ada orang,jadi tidak ada yg membelikan aku makanan" Lisa pun kembali melirik Nanda yang kini sedang menatapnya dengan tatapan Tajam.ki


"Oh baiklah,tunggu aku ya cacing cacing yg ada diperut Lisa" Balas Rosa dengan Nada menggoda.

__ADS_1


Lisa pun tak mengubris kata kata sahabatnya itu,dan mematikan telponnya.


Lisa melihat Nanda mendekatinya dengan tatapan tajam hingga membuat Lisa takut.


Setelah Nanda dihadapan Lisa,ia menggenggam Pergelangan tangan Lisa dengan kuat hingga membuat Lisa meringis kesakitan


"Aduh!" Lisa pun menarik tangannya lalu mengusap usap nya.


"Apa maksud perkataanmu tadi,hah!Kau yg tidak mau makan,bukan aku yg tidak perduli!Dasar gadis Manja!" Nanda meninggikan nadanya saat diakhir kalimat,sehingga membuat Lisa merasa dibentak dan ia tidak terima itu.


Lisa pun turun dari kasurnya dan melepaskan infus yg ada ditangannya itu,Lalu ia lari sekuat tenaga keluar menuju halaman depan rumah sakit.


Nanda tak menghiraukannya lalu ia memutuskan untuk pulang,karna ia yakin Lisa akan kembali nantinya.


"hiks..hiks..hiks.." Lisa menangis sambil berlarian menuju luar rumah sakit dan mencari taksi.Tak lama Lisa sudah berada didalam taksi.


"Tidak apa apa pak,tolong antar saya ke jalan anggrek nomor 10" jawab Lisa sambil berusaha menghentikan Tangisannya.


 


**Di kediaman Keluarga Orlando**.


"Selamat pagi,Tante" sapa Bunga yg saat itu sedang bertamu kerumah Bu Popi.


"Hai bunga,ada apa nak kamu kemari?" tanya bu Popi sambil mengajak Bunga duduk.

__ADS_1


"Tidak bu,saya hanya ingin melihat keadaan ibu" jawab Rosa dengan lembut dan tersenyum


kemudian Mereka pun berbincang bincang,Tak lama kemudian Bunga bertanya pada Bu Popi.


"Bu,siapa nama Calon istri Nanda,bu?siapa tau aja Bunga bisa deket sama dia" tanya Bunga dengan lembut dan sopan.


"namanya Lisa Syafina,dia juga anak orang terkaya disini nak,kamu tau dari mana?" jawab bu popi sambil menatap Bunga.


**FLASHBACK ON**


Saat Bunga sudah sampai didepan Perusahaan Nanda,ia pun masuk dengan gaya jalannya yg centil itu.


"Dimana Nanda?" tanya Bunga pada resepsionis itu.


"Presdir sedang di ruangannya bersama Pak Rifki,Nona" jawab resepsionis itu,ia tau kalau Bunga adalah kekasih Nanda,bukan mantan kekasih.


Bunga pun menuju ruangan Nanda,saat ia didepan ruangannya,ia mendengar Nanda dan Rifki sedang berbincang dengan nada yg lantang.


Bunga pun mendengar semua ucapan mereka dari depan pintu itu.


"*Siapa sih calon istri Nanda,berani sekali dia,kukira Nanda hanya berbohong saat itu,tapi setelah mendengar ucapannya saat ini,aku yakin dia tidak berbohong*." gumam Bunga dalam hati.


**FLASHBACK OFF**


"Tidak tante,oh yasudah kalau begitu Bunga pulang ya,ada urusan sebentar" Ucap Bunga Lalu pamit dengan Bu Popi.

__ADS_1


 


__ADS_2