
Sebelum bertemu dengan Rosa, Lisa adalah anak yang pendiam, ia hanya ingin bermain dengan ayahnya atau Bi Lila.
Lisa sering menghabis kan waktu menulis diarynya sejak kecil, ia selalu mengutarakan perasaannya melalui diary itu.
"Aku berharap menemukan sosok orang yang dapat membantuku menemukan kebahagiaan hidupku tanpa ibu" itu adalah salah satu isi diary Lisa.
Suatu hari, Lisa pernah mengalami kecelakaan di pesawat,,, ia hendak pergi bersama papanya ke Jerman saat Lisa berusia delapan tahun.
Namun karena ada kerusakan pada mesin nya, Pesawat itu hilang kendali lalu terjatuh ditengah hutan yang sangat luas.
Sedangkan Lisa, ia terpisah jauh dari papa nya, Pak Andi ditemukan dengan keadaan selamat walaupun banyak luka ringan dibadannya.
sedangkan Lisa, ia ditemukan dua hari setelah papa nya ditemukan.
Lisa ditemukan dalam keadaan yang menyedihkan, ia sangat kelaparan dan juga kehausan.
Sejak kejadian itu, Lisa tidak bisa jauh dari papa nya, ia kuliah di Belanda itu pun karena kemauan papanya juga.
Suatu ketika juga saat Lisa berumur tujuh tahun, ia melihat papa nya sedang memandangi foto mama Lisa saat sedang mengandung nya.
Lisa menghampiri Papa nya lalu ia berjanji akan membuat papa nya bahagia, karena itulah Lisa menerima perjodohannya dengan Nanda waktu itu.
Lisa terus membaca semua diary nya, terkadang ia tersenyum namun terkadang ia juga meneteskan air mata nya.
Tak terasa, Lisa masih belum tidur pada saat pukul sebelas malam, ia masih sangat terpukul dengan kepergian papa nya.
"Aku harap Mas Nanda dan Rafa tidak akan meninggalkanku lebih cepat" Lisa meringkuk dikasur nya, ia menutup wajahnya dibalik kedua lutut nya.
Setelah merasa lebih tenang, ia segera tidur karena tidak ingin merasa terlalu lelah.
__ADS_1
Esok hari.
"Sayang,bangunlah" Nanda sengaja datang lebih pagi karna semalaman ia terus memikirkan keadaan Lisa.
"Mas" ucap Lisa sambil mengerjapkan matanya.
"Mas jangan pernah tinggalin aku" Lisa memeluk Nanda dengan erat.
"Iya sayang, ayo kita sarapan dulu" ajak Nanda lalu Lisa mengangguk.
"Bi, tolong buatkan salad ya" ucap Lisa pada bi lila.
"iya non" jawab Bi Lila.
Saat sarapan, Lisa sama sekali tak seceria biasanya, ia hanya melamun sambil mengunyah makanannya, ia terus memikirkan bagaimana hidup nya jika Nanda pergi meninggalkannya.
"Sayang, minta dong saladnya" Ujar Nanda, Lisa hanya melamun, ia tidak sadar kalau Nanda sedang berbicara dengannya.
"Mama, papa lagi ngomong loh maa" teriak Rafa.
"Eh,kenapa sayang?" Lisa terbuyar dari lamunannya.
"Rafa, kamu ga boleh neriakin mama" ucap Nanda dengan lembut.
"Iya pa" jawab Rafa lalu ia melanjutkan makan disuapi oleh bi Lila.
"Mas, kamu bantu aku ya mengelola perusahaan papa" ucap Lisa.
"Tentu saja sayang, aku akan mengajarimu bagaimana menjadi seorang CEO" tukas Nanda dengan bangga.
__ADS_1
"CEO dingin" gumam Lisa yang dapat didengar oleh Nanda.
"Tapi kamu cinta kan sama CEO dingin itu" goda Nanda sambil menyentil dagu Lisa.
Lisa hanya tersenyum lalu melanjutkan sarapannya.
"Kamu masih mau disini?" tanya Nanda.
"Mas kita ke kantor papa ya, aku mau kenalan sama pegawai disana dulu" Lisa memang sudah pernah datang kesana, tetapi sejak ia pulang dari Belanda, ia tidak pernah lagi datang kesana.
"Iya sayang" jawab Nanda.
Lalu Mereka sudah dalam perjalanan menuju perusahaan AP Group.
Sesampainya mereka disana, semua karyawan berdiri dari duduk nya lalu membungkukkan badan saat Lisa masuk kedalam perusahaan.
"Mulai sekarang,Saya yang akan menggantikan Alm. pak Andi dibantu oleh suami saya" ucap Lisa lalu tersenyum kearah karyawan itu.
Lisa langsung mengajak Nanda masuk keruangan Nya.
Disana masih ada foto Lisa bersama papa nya,, Serta foto Mamanya bersama Papanya.
"Mama, ini ruangan kakek ya" tanya Rafa.
"Iya sayang, kamu duduk disitu dulu ya" ucap Lisa sambil menunjuk Sofa yang ada diPojok ruangan.
Lisa mengajak Nanda untuk berkeling perusahaan itu Hingga Sore hari.
"Mas pulang yok" ajak Lisa lalu ia mengambil tas nya dan membangun kan Rafa yang sedang tidur di Sofa.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=