
"Bima, tapi..." ucapan Lisa terpotong oleh Bima.
"Aku tahu kamu belum bisa mencintaiku, tapi aku akan membantumu perlahan untuk mencintaiku dengan tulus, Lisa" ucap Bima lagi.
Tanpa mereka sadari, Nanda sudah berdiri didepan pintu Cafe, ia menatapnya dengan santai sambil menyandarkan badannya diambang pintu, ia mengetahui semua ini dari bodyguard yang disuruhnya untuk mencari tahu tentang acara reuni SMA Lisa.
"Bima, maaf...." lagi lagi ucapan Lisa terpotong oleh Bima yang tidak ingin mendengar kata penolakan.
"Kumohon, aku yakin suatu saat kamu pasti mencintaiku, aku yakin itu" ucap Bima, kini ia sudah meraih tangan Lisa sambil memegang bunga mawar putih.
"Bima! Nanti dulu, aku belum selesai bicara!" ucap Lisa sembari melepaskan genggamannya dengan kasar.
"Lisa, kamu kenapa?" tanya Bima kebingungan seraya berdiri menjajarkan posisinya dengan Lisa.
"Dengarkan aku!" ucap Lisa tegas.
Tiba-tiba saja Bima memeluk Lisa dengan erat seperti tidak ingin melepaskannya lagi.
"Bi..ma!!!" ucap Lisa sambil meronta-ronta.
Nanda yang melihatnya sudah tidak bisa menahan amarah lagi, dia segera berjalan dengan langkah yang kasar menghampiri Bima dan Lisa diatas panggung.
__ADS_1
Nanda menarik tubuh Bima hingga berputar menghadap kearah Nanda.
"Mas..." gumam Lisa pelan, kini ia sangat takut jika suaminya itu salah paham.
"Tidak usah mendekati istriku, bajing*n!!!" ucap Nanda sambil terus menarik kerah baju Bima.
"Istrimu! Haha! Tidak mungkin Lisa mau menikah secepat ini!" tukas Bima lalu melepaskan kerahnya dari tangan Nanda.
"Kau tidak percaya? Sini biar kutunjukkan!" ucap Nanda lalu ia menghampiri Lisa.
Nanda sedikit menundukkan wajahnya lalu mendekatkannya kearah Lisa, seketika ia mencium bibir Lisa didepan semua teman lama Lisa saat itu.
Lisa hanya diam sama sekali tak merespon ciuman Nanda, ia merasa sangat malu atas perlakuan Nanda yang menciumnya didepan umum.
"Bagaimana? Apa buktiku sudah bisa dipercaya?" tanya Nanda lalu ia merangkul Lisa.
"Bima, maafkan aku...." ucapan Lisa terpotong oleh Nanda yang langsung melotot kearahnya.
"Tidak usah meminta maaf dengannya! Dia yang salah! Bukan kamu!" ucap Nanda dengan lantang tanpa memperdulikan semua orang yang menatap mereka.
Nanda menarik tangan Lisa agar keluar dari Cafe itu, saat Lisa melewati Rosa, ia melemparkan kunci mobilnya ke Rosa karena dia tahu jika Rosa tidak ada teman pulang setelah acara ini selesai.
__ADS_1
"Pulanglah dengan mobilku!" bisik Lisa lalu kembali mengikuti Nanda yang masih terus menariknya.
Nanda membawa Lisa kedalam mobil lalu ia menyalakan mobilnya dan dengan segera melajukan mobil itu dengan sangat kencang.
"Mas, pelan-pelan saja!" Tukas Lisa.
Nanda menoleh kearah Lisa, dia melihat wajah Lisa yang sangat pucat karena ketakutan oleh ulahnya yang membawa mobil terlalu kencang.
"Maafkan aku sayang" ucap Nanda diiringi dengan senyuman lalu ia memperlambat laju mobilnya menuju kerumah.
*********
Setelah sampai dirumah, Lisa segera menuju kekamarnya karena merasa sangat lelah.
"Mas, aku mau segera tidur" ucap Lisa lalu merebahkan diri dikasurnya.
"Tidurlah dulu, aku masih harus mengurus pekerjaan" ucap Nanda sambil meraih laptopnya diatas meja.
"Maafkan aku sudah merepotkan mas" ucap Lisa lalu dia tertidur tanpa mengganti baju terlebih dulu.
"Kamu istriku Lisa" gumam Nanda lalu dia memilih untuk ikut tidur disebelah Lisa dan memeluknya dengan erat tetapi sangat nyaman baginya dan juga Lisa.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=