
"Sayang,ayo kita pulang,biarlah urusan dia dengan Rifki" ajak Nanda kepada Lisa
"Apa aku terlalu kasar ya,seharusnya aku tidak usah memecat dia tadi" gumam Lisa dalam hati.
"Sayang ayo,jangan melamun" Ucap Nanda lalu menarik tangan Lisa untuk mengikutinya.
Didalam perjalanan,Tidak ada yg berbicara sama sekali,dan saat itu handphone Lisa berbunyi ada yg menelepon,Yg menelponnya adalah Aldo.
"Halo Aldo,kamu kenapa nelpon?" tanya Lisa dengan suara yg dikecilkan.
"Hai Lisa,Kamu dimana?aku udah dirumah kamu nih nungguin kamu,aku juga sama papa kamu" jawab Aldo dengan lembut.
"Oh ada Papa,Cepet banget kesini,yaudah tunggu ya Aldo sebentar lagi aku sampe" Lisa tak sengaja berbicara dengan Keras Saat menyebut nama Aldo karna ia senang bahwa papanya sudah pulang ke indonesia.
Nanda yg mendengar Nama Aldo pun seketika menekuk wajah,ia menatap Lisa dengan tatapan Tajam dan membunuh sehingga membuat Lisa Takut.
"Siapa yg menelpon" tanya Nanda dengan suara ditekan.
"Aldo,dia sahabatku di Belanda" jawab Lisa dengan tenang walaupun sebenarnya ia takut.
"Sini,berikan handphone mu" Ucap Nanda dengan wajah yg menahan amarah.
"Untuk apa" tanya Lisa dengan sedikit takut.
__ADS_1
"Akan kubuang handphone mu itu" jawab Nanda lalu menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
"Tidak!kau tidak boleh membuangnya!" balas Lisa dengan suara Lantang.
"Kalau begitu berhenti berhubungan dengan Aldo!" Nanda berbicara dengan keras sehingga membuat Lisa mengerti kalau Nanda sedang cemburu.
"Apa kau cemburu,hah?" goda Lisa sambil melirik sinis kearah Nanda.
"Tentu tidak!aku hanya tak suka kau berteman dengannya" balas Nanda dengan wajah yg memerah karna menahan rasa malu bercampur marah.
"Sudah!cepat saja pulang,aku ingin bertemu papa!" balas Lisa lalu kembali menatap ke arah luar jendela.
Tak lama kemudian,Mereka sampai didepan rumah Pak Andi,Lisa pun segera turun diikuti oleh Nanda disampingnya.
"Aldo!Lepas aku ga bisa napas nih" ucap Lisa sambil melepaskan pelukannya.
Aldo menoleh kearah Nanda lalu menatapnya dengan tatapan tajam dan tidak suka.
"Apa yg kau lakukan disini!" Ucap Aldo lalu mendekati Nanda.
"Aldo,jangan begitu,dia calon suami aku" ucap Lisa dengan nanda yg terdengar sedih.
Aldo yg mendengarnya pun melotot kearah Lisa karna ia tak percaya apa yg Lisa katakan baru saja.
__ADS_1
"Hahaha kamu jangan bercanda Lisa" Ucap Aldo sambil mengelus rambut Lisa.
nanda yg melihatnya pun semakin gerah dan menepis tangan Aldo dari Rambut Lisa dan Merangkul bahu Lisa.
"Jangan dekati calon istriku lagi,aku tau kau pria Playboy!" Ucap Nanda sambil menatap wajah Aldo.
"Aldo,kamu pulang dulu aja ya,besok kita ketemu lagi sama Rosa" ucap Lisa lalu ia juga menyuruh Nanda pulang karna ia sudah bosan melihat mereka berdua bertengkar dari tadi.
setelah itu,Nanda dan Aldo pun pulang,Lisa langsung masuk kedalam kamarnya lalu membersihkan diri.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Sial!Lihat saja kamu lisa!kamu tidak akan pernah lolos dariku!" gumam Bunga Lalu ia melempar barang barang yg ada dikamarnya itu.
Lalu ia mengambil handphone nya dan menelpon preman pribadi nya.
"Halo,ada apa bos" ucap preman itu.
"Aku mau kau habisi Orang yg bernama Lisa Syafina!Terserah dengan cara apa!" jawab Bunga dengan wajah seringai nya.
"Baik bos!Bos tinggal tunggu kabar baik dari kami saja" Balas Preman itu.
Lalu Bunga mematikan telepon itu dan tersenyum sinis karna ia tau Preman Pribadinya itu tidak pernah gagal dalam menjalani rencananya.
__ADS_1
"Ini akibat jika kamu bermain main denganky Lisa!" gumam Bunga pada dirinya sendiri.