
Dalam sekejap Pak Andi telah sampai di Rumah sakit itu,karna jarak dari perusahaannya kerumah sakit itu memang tidak jauh,Ia pun segera mencari keberadaan Rosa.
"Rosa,dimana Lisa?Bagaimana keadaannya? Pak Andi berganti menatap Aldo,ia kira Aldo yang menampar putrinya hingga pingsan terkulai lemah.
"Hei!Apa yang kau lakukan pada putriku hah!" ia mendekati Aldo dan menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.
"Om,bukan dia yang menampar Lisa,dia justru yang menjaga Lisa om,dia sahabat Lisa di Belanda" Rosa berusaha meyakinkan Pak Andi yang terlihat marah itu.
"Oh benarkah,kalau begitu maafkan saya,dan terima kasih telah menjaga putriku" pak Andi menatap Aldo dengan lembut dan tersenyum.
"*Siapa yang berani menampar Lisa?Putri tunggal dari Andi pratama,orang terkaya ke 10 Di Asia*." gumam pak Bobi dalam hati.
Setelah selesai rapat,Ia pun menelpon Pak Andi untuk bertanya dimana Lisa dirawat,setelah itu ia langsung mengabari Nanda dan istrinya untuk segera datang kerumah sakit itu.
Tak lama kemudian,dokter keluar dari ruang UGD
__ADS_1
"Pak Andi,Saat ini kondisi nona Lisa sangat lemah,selain ia merasakan sakit yang luar biasa baginya,ia juga mengalami depresi pak" dokter itu bicara dengan sedikit ketakutan karna ia sedang berbicara dengan Andi Pratama.
"Baiklah dok,segera pindahkan putri saya keruangan VIP kelas atas!" pak Andi berbicara dengan nada sedikit memerintah,karna ia khawatir dengan kondisi putrinya itu.
Tak lama kemudian Lisa telah dipindahkan keruang VIP,Aldo dan Rosa telah pulang karna pak Andi yang memintanya,dengan berat hati akhirnya mereka meninggalkan Lisa dirumah sakit.
Setelah beberapa Jam,Keluarga Orlando pun datang dan memasuki ruangan Lisa dirawat.
"Maaf Pak Andi jika kami masuk tanpa mengetuk,kami sangat mengkhawatirkan keadaan Lisa". Pak Bobi menatap Kearah Lisa dan melihat wajahnya yang merah dan sedikit bengkak karna ditampar oleh Nanda,Putranya,tetapi ia masih belum mengetahui itu.
"Siapa yang tega melakukan ini pada Lisa pak,apa salahnya,Lisa sangat tak pantas mendapatkan semua ini,karna kita tau bahwa Lisa anak yang baik" ucap bu Popi sambil mendekati Lisa dan mengelus wajah Lisa.
"Aku yang melakukan Itu!" Nanda pun memutuskan untuk mengaku karna cepat atau lambat mereka akan tau.
"Apa maksudmu Nanda!" bu Popi mendekati Nanda dan....
Plak!.....
bu Popi menampar wajah Nanda dengan sekuat tenaganya hingga wajah Nanda terlihat merah karna ditampar.
__ADS_1
Lisa yang mendengar keributan pun segera bangun dan ia melihat Nanda seperti abis ditampar seseorang.
"Dasar kamu Anak kurang ajar!Salah apa Lisa Padamu!" Pak Bobi menatap Tajam Nanda dan Tangannya pun bergerak ingin menampar Nanda.
"Pak!Jangan lakukan itu!" Lisa tak tahan melihat Nanda akan ditampar oleh ayahnya sendiri.
Semua orang yang ada diruangan itu pun terkejut termasuk Nanda karna Lisa telah siuman.
"Lisa,Kamu tidak apa apa kan nak,apa yang sakit nak?" Pak Andi segera mendekati Lisa Dan mengelus wajah mulus anaknya itu.
"Lisa ga apa apa pa,Aldo sama Rosa kemana pa?" Lisa mencari keberadaan Aldo dan Rosa diruangan itu,namun nihil,dia tidak menemukannya.
"Aldo dan Rosa sudah pulang nak,papa yang menyuruhnya pulang karna mereka terlihat sangat lelah,papa menjadi kasihan,makanya papa suruh mereka pulang" ucap Pak Andi menjelaskan karna ia tak ingin putrinya jadi salah paham.
"Nak,papa sudah menghubungi rektor kamu di Belanda dan papa minta agar nama kamu tetap ada diabsen wisuda nanti,tetapi kamu tidak boleh pergi kebelanda dengan keadaan kamu yang seperti ini" ucap pak Andi sembari mengelus elus rambut anaknya itu.
"Iya pa,aku nurut aja pa,makasih pa"
"Sekarang kamu jelaskan Kenapa kamu bisa menampar Lisa,Nanda!" Bu popi melotot kearah anaknya karna ia tidak ingin masalah ini menjadi panjang nantinya
__ADS_1