Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Kembali Lagi


__ADS_3

"Sebenarnya saat itu aku disekap oleh orang, aku tidak mengenalinya namun dia terus mengancam akan menyakitimu jika aku tidak berpisah denganmu..." Ucapan Nanda terhenti sebab Lisa memotongnya.


"Tidak apa Mas, yang penting saat ini adalah keutuhan keluarga, aku tidak pernah takut dengan ancaman seperti itu" ucap Lisa.


"Maafkan aku karena sudah egois" ucap Nanda lalu ia berdiri disusul oleh Nanda.


"Kamu mau kemana?" tanya Nanda.


"Kedapur, aku ingin membuatkan makan siang untuk kita nanti" ucap Lisa lalu menitipkan Bella pada Nanda.


Setelah beberapa jam, akhirnya waktu makan siang tiba, mereka semua segera berkumpul dimeja makan termasuk Bi Ljla dan pak Joko, juga Bi Ana dan Bi Ara.


"Ini buatan Lisa dibantui oleh bibi yang baik hati dan cantik" ucap Lisa lalu menaruh makanannya diatas meja dibantu oleh Bi Lila.


"Kamu juga cantik" ucap Nanda lalu tertawa kecil.


"Cepatlah makan mas, aku akan pulang nanti, bajuku masih disana" ucap Lisa lalu duduk dimeja makan.


"Tidak usah, nanti kita akan ke Mall, karena Rafa mengingkannya dari kemarin" ucap Nanda lalu tersenyum kearah Rafa.


"Oke" jawab Lisa lalu menikmati makanannya dengan tenang.


Lisa merasa sangat senang karena ia sudah berdamai dengan Nanda, ia juga berjanji tidak akan membantah semua perkataan Nanda jika tidak mendesak.


"Mas, nanti makan malam aku ingin direstoran" ucap Lisa.


"Baiklah, bibi mau ikut juga?" tanya Nanda pada Bi ana dan Ara.


"Tidak usah tuan, kami akan membereskan rumah saja" jawab Bi Ana.


"Baiklah kalau begitu" ujar Nanda lalu melanjutkan makan siangnya lagi dengan nikmat.


Usai makan siang, mereka segera pergi ke Mall sedangkan Bi Lila dan pak Joko pulanv kerumah papa.


"Papa, nanti Rafa mau beli es krim" ucap Rafa.

__ADS_1


"Baiklah sayang, papa akan membelikan kamu semua es krim yang ada disana" ucap Nanda sambil tersenyum.


"Kamu mau memberinya atau membunuhnya mas?" ucap Lisa sambil melirik Nanda.


"Maksudku es krim terbaik yang ada disana" ucap Nanda.


Lisa hanya berdecak lalu memalingkan mukanya kearah kaca jendela mobil.


Tak lama itu, mereka sampai didalam Mall, Lisa segera mengajak Nanda dan Rafa menuju ketoko baju yang tidak terlalu mahal.


"Kenapa beli disini?" tanya Nanda sambil mengernyitkan dahi, ia tahu jika toko itu adalah toko yang bisa dibilang tidak terlalu menguntungkan bagi Mall nya.


"Aku menyukai semua model dan juga warna sangat unik" ucap Lisa lalu ia menghampiri pelayan untuk membawanya memilih baju terbaik disana.


Nanda menunggu lalu ia menelpon Rifki.


"Ada apa?" tanya Rifki.


"Atur toko Dahlia agar terlihat menarik dan banyak peminatnya di Mall Center Star!" ucap Nanda.


Nanda segera mematikan teleponnya lalu kembali menatap Lisa yang terlihat sangat senang.


"Papa, Rafa bosan" keluh Rafa.


Nanda menatap pelayan ditoko itu yang daritadi hanya berdiri menunggu pelayan lalu memanggilnya.


"Ada apa, presdir?" tanya dia.


"Belikan aku eskrim yang terbaik di Mall ini" ucap Nanda lalu memberikan uang beberapa lembar.


"Baiklah presdir" ucapnya lalu pergi keluar toko.


Setelah Lisa selesai memilih semua baju, ia segera membayarnya lalu pergi menuju tempat Nanda dan Rafa menunggu.


"Mas!" teriak Lisa yang terkejut karena melihat Nanda dan Rafa sedang memakan eskrim yang begitu banyaknya.

__ADS_1


"Kenapa sayang? Kamu mau ini?" ucap Nanda sambil memberikan beberapa eskrim pada Lisa.


Lisa berdecak lalu mendorong Stroller Bella menuju ketoko makanan tempat biasa ia membeli cemilan.


"Permisi Nona" ucap laki-laki dibelakang Lisa lalu mendorongnya dengan sedikit keras.


Lisa menatapnya dengan tajam, "Tidak bisakah anda mengantri!" ucap Lisa.


"Maafkan saya nona, anak saya sudah kelaparan diluar, dia menunggu saya dengan membawa makanan" ucap pria itu.


Lisa merasa kasihan dengan kondisinya.


"Pesanlah apapun dan berapapun itu, saya akan membayarnya pak" ucap Lisa dengan lembut.


"Maaf Nona! Kami juga ingin membeli makanan, jika selesai mengantri silakan pergi" ucap wanita dibelakang bapak itu.


"Semua makanan disini sudah habis kubeli, kembalilah kesini besok lagi" ucap Lisa merasa geram.


Tak lama itu, Nanda dan Rafa datang menyusul Lisa, ia melihat Lisa sedang mengobrol dengan seseorang.


"Sayang, siapa dia?" tanya Nanda.


"Ini pak Budi, katanya dia sedang membutuhkan pekerjaan, jadi kuberi pekerjaan menjadi tukang kebun dirumahku mas" ucap Lisa.


Nanda tersenyum lalu menyalami pak Budi.


"Saya Nanda, suaminya Lisa" ucap Nanda.


"Saya pak Budi, terima kasih pak, karena istri anda sangatlah baik, kalau begitu saya harus pulang sekarang karena anak saya sudah menunggu" ucap pak Budi lalu pergi meninggalkan mereka.


"Mas, ayo jalan-jalan lagi" ajak Lisa lalu membawa Stroller Bella berjalan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jgn lupa like dan komen guys🖤

__ADS_1


__ADS_2