
setelah mereka keluar dari restoran,tiba tiba seorang wanita memanggil Nanda lalu menghampirinya.
"Nanda kamu apa kabar?" tanya wanita itu sambil memeluk Nanda.
Seketika Nanda menoleh ke arah Lisa,ia melihat wajah Lisa yang sedang menahan amarah.
"Apaan sih Dian" kata Nanda lalu melepaskan pelukan Dian dengan kasar.
"Eh,ini siapa?" tanya Dian berpura pura tidak Tau.
"Dia istriku" Kata Nanda lalu ia merangkul Bahu Lisa.
Lisa pun menepis tangan Nanda dengan kasar.
"Oh kenalin aku Dian,sahabat Nanda sejak kecil" ucap Dian sambil tersenyum sinis dengan Lisa.
"jadi ini Dian,dasar pelakor!" gumam Lisa dalam hati lalu ia pergi meninggalkan Nanda dengan Dian beserta bodyguard mereka.
Lisa berjalan dengan sedikit lebih cepat kearah toilet wanita karena ia tidak ingin Nanda mengikutinya.
Nanda pun hanya bisa memandang Lisa yang berjalan dengan cepat, ia sama sekali tak ingin mengejar Lisa karena Dian ada disebelah nya saat itu.
Sedangkan Lisa,ia segera masuk ketoilet dengan air mata yang terus menetes,semua orang memperhatikan Lisa dengan heran sekaligus kasihan.
"Lisa!" panggil seorang wanit lalu ia segera menghampiri Lisa.
"Rosaa" teriak Lisa lalu ia menangis dipelukan Rosa.
Bunga yang saat itu berada dibelakang mereka hanya menatap Lisa dengan rasa sedikit kasihan.
"Baru kali ini aku melihat Lisa menangis sejadi jadinya,apa yg membuat ia menangis seperti ini" gumam Bunga.
"Lisa,apa yg terjadi dengan mu?" tanya Rosa lalu membelai pipi Lisa.
__ADS_1
"Mas Nanda tuh jahat banget!" jawab Lisa lalu ia kembali menangis.
Seketika Bunga tersontak kaget karena ia mendengar ucapan Lisa barusan.
"Apa maksudmu?" tanya Bunga dengan berhati hati,ia sangat ingin tahu saat itu.
"Mengapa kau disini!" teriak Lisa lalu melototi Bunga.
"Maaf,aku hanya sedikit kasihan melihat mu seperti ini" kata Bunga lalu ia menunduk
Lisa pun segera menghampiri Bunga lalu memeluknya dengan sangat erat.
"Li..Lisa,kamu kenapa?" tanya Bunga dengan heran.
tak lama kemudian,mereka keluar dari kamar mandi lalu menuju kerestoran karena Lisa akan menceritakan semua nya pada Bunga serta Rosa.
Saat ia melewati restoran ia makan dengan Nanda tadi,ia melihat Nanda sedang duduk menemani Dian makan.
"Dasar ganjen!" gumam Lisa.
Melihat kejadian itu,Bunga tak dapat menahan amarah nya lagi lalu menghampiri meja Nanda dengan Dian.
"Eh ada pelakor baru nih,cantik juga ya Nanda" ucap Bunga lalu melirik sinis kearah mereka berdua.
"Jaga bicara mu itu!" bentak Nanda pada Bunga,namun Bunga tak mengubris nya sama sekali,ia justru kembali mencemoohkan Nanda dan Dian.
"Suaminya disini seneng seneng ama pelakor, Lah istrinya nangis histeris ampe diliatin semua orang di toilet!" teriak Bunga Lalu Lisa menghampiri Bunga kemudian menarik tangannya.
"Tidak usah kau pedulikan mereka berdua" ucap Lisa lalu berusaha mengajak Bunga keluar dari tempat itu.
"Sayang,aku mohon maafkan aku" Ucap Nanda menghampiri Lisa.
"iya,aku sudah memaafkanmu sedari tadi,tapi maaf untuk malam ini aku akan menginap Dirumah Rosa bersamany dan juga Bunga" ucap Lisa menahan air matanya.
__ADS_1
"Jangan berlaku semau mu! Kau itu istriku bukan istri mereka!" kata Nanda sambil melirik Bunga Dan Rosa.
Rosa yang merasa tersinggung segera menghampiri Nanda lalu menamparnya.
"Kau itu bukan suami yang baik baginya!Jika kau memang baik,perlakukanlah ia seperti Ratu mu,Bukan pelayan mu!" teriak Rosa setelah ia menampar Nanda.
Nanda pun mengeluarkan Handphone nya lalu menghubungi Rifki,sekretaris nya.
"Cabut semua saham kita dari perusahaan AP GROUP dan BN group serta batalkan semua bisnis kita dengannya sekarang juga!" teriak Nanda lalu mematikan teleponnya.
Rosa dan Bunga nampak terkejut setelah mendengar semua ucapan Nanda barusan,mereka hendak berlutut dihadapan Nanda namun segera dicegah oleh Lisa.
"Kalian itu sahabat ku,kalian tidak lupa kan kalau aku ini juga memiliki harta kekayaan yang banyak?" ucap Lisa.
"Kalian tenang saja,perusahaan Kalian tidak akan bangkrut karena aku" kata Lisa menenangkan sahabatnya,ia sekarang sudah menganggap Bunga sebagai sahabatnya.
Nanda pun melotot kearah Lisa lalu menarik tangannya hendak mengajak Lisa pergi,namun saat Nanda menariknya,Lisa merasakan perut nya sangat sakit sekali.
"Mas!sakit sekali" teriak Lisa sambil memegangi perutnya.
Nanda yang mendengar teriakan Lisa lngsung menoleh kearah nya,begitu juga dengan Rosa dan Bunga,namun Dian sangat tidak perduli pada nya.
"Syang kamu kenapa?" tanya Nanda lalu menyuruh bodyguard nya untuk menyiapkan mobil nya.
Tak lama kemudian Lisa sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit,begitu juga dengan Rosa dan Bunga yang mengikuti mobil Nanda dari belakang.
Lisa mencoba sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit nya dan juga bertahan agar tidak pingsan.
Setelah -+ 30 menit,Lisa sampai dirumah sakit dan segera dibawa Keruang UGD oleh para perawat.
Sudah lama mereka menunggu dokter keluar dari ruangannya namun dokter tidak keluar keluar dari ruang UGD.
setelah beberapa menit,terdengar suara pintu UGD dibuka,mereka pun langsung menoleh dan melihat ada orang yang keluar dari ruangan itu sambil tersenyum
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
JANGAN LUPA VOTE,LIKE,KOMEN DAN JUGA SHARE NOVEL INI KE TEMAN TEMAN KALIAN YA GUYS;)