
Esok Hari....
"Baiklah, segera hubungiku jika orang itu sudah ditemukan" ucap Lisa mengakhiri teleponnya dengan Roni.
Lisa kembali melanjutkan sarapannya bersama Rafa,
"Mama, papa kapan pulang?" tanya Rafa.
"Hari ini papa dalam perjalanan menuju kesini, sayang" jawab Lisa sembari tersenyum.
"Apa mama akan pergi kekantor hari ini?" tanya Rafa.
"Tentu, tetapi hanya sebentar saja" jawab Lisa lalu menghampiri Rafa.
"Mama pergi dulu sebentar ya, jika ingin membutuhkan yang lain, telpon saja mama" ucap Lisa lalu mengecup kening putranya.
"Iya ma" balas Rafa.
Lisa segera pergi menuju kantor, kali ini ia diantar oleh supir karena ia khawatir jika sewaktu waktu Dian kembali lalu membuatnya marah ketika menyetir.
Saat Lisa sampai dikantor, benar dugaannya, Dian sudah menunggunya dihalaman gedung itu.
"Mau apa?" tanya Lisa ketus.
"Tidakkah Anda ingin menyelesaikan masalahmu itu?" ucap Dian dengan lembut tapi penuh penekanan.
"Saya bisa mengurusnya sendiri, pergilah jika tidak ada yang penting" ucap Lisa lalu pergi melangkah menuju lift.
"Lisa syafani putri tunggal pewaris harta terkaya disini" teriak Dian lalu berjalan menghampiri Lisa yang langkahnya terhenti.
"Tidakkah kau mengkhawatirkan suamimu dalam perjalanan pulang menuju kesini?" ucap Dian lalu pergi meninggalkan gedung itu.
Lisa tersentak mendengar ucapan Dian,
"Darimana dia tahu bahwa Nanda akan pulang hari ini" gumam Lisa lalu menuju keruangan Roni.
"Roni, saya ingin kamu segera mengatasi semua masalah ini dan cari tahu apa yang direncanakan oleh Dian dan Rafly" ucap Lisa setelah masuk kedalam ruangan Roni.
"Baik Nona, masalah berita itu, saya sudah menemukan pelakunya" ucap Roni.
"Benarkah? siapa dan mengapa beraninya dia menyebar hal buruk itu keseluruh dunia?" ucap Lisa menantang, ia menunggu Roni untuk mendapatkan jawaban yang diinginkannya.
"Orang yang menyebarkan berita itu pertama kali bernama Nazwa Shil, dia keturunan dari keluarga Shil yang memiliki perusahaan terbesar di Korea—," belum sempat Roni menyelesaikannya, Lisa sudah memotong pembicaraannya terlebih dulu.
__ADS_1
"Mengapa dia di Indonesia?" tanya Lisa yang sudah terlihat geram.
"Dia hanya ingin menemui Ibunya yang sudah lama bercerai dengan ayahnya, dia juga adalah pemilik perusahaan yang bersaing kuat dengan perusahaan kita" ucap Roni.
"Baiklah, katakan padaku dimana dia?" tanya Lisa dengan tatapan biasanya.
"Dia sedang dikediaman Nyonya Marisa sekarang, mari saya antar Nona" ucap Roni.
"Tidak, biarkan aku menyelesaikan masalahku sendiri dengannya, kirim saja alamatnya nanti" ucap Lisa lalu pergi meninggalkan ruangan Roni.
"Sudah kuduga, tidak mungkin orang biasa yang bisa menyebar berita buruk itu!" gumam Lisa lalu melangkah dengan cepat menuju mobilnya.
"Nona, kita akan kemana?" tanya pak Supir.
"Alamat ini" ucap Lisa sembari menunjukkan ponselnya.
"Baik Nona" jawab Pak Supir.
Setelah beberapa jam, akhirnya Lisa sampai dikediaman nyonya Marisa, dia adalah Ibu dari Nazwa Shil.
Saat didepan rumahnya, Lisa melihat beberapa penjaga disana.
"Aku sudah membuat janji dengan Nazwa Shil, benarkan dia ada disini?" ucap Lisa tanpa menatap penjaga itu.
"Tidak usah ikut kedalam" ujar Lisa.
"Halo Nazwa Shil" ucap Lisa dengan geram tetapi ia mencoba mengeluarkan senyumannya.
Nazwa dan Marisa kelihatan kaget dengan kedatangan Lisa disana.
"Lisa, kenapa kamu kesini" ujar Nazwa lalu menghampiri Lisa.
"Jangan bilang Anda melupakan masalah terbesar yang anda buat dengan saya" ucap Lisa lalu tersenyum sinis.
"Untuk apa aku membuat masalah denganmu, cepat keluar dari rumahku!" teriak Nazwa sehingga membuat Lisa merasa risih.
"Apa kau melakukan ini agar reputasiku hancur, Nazwa? Jika benar begitu, maka anda salah besar" ucap Lisa lalu pergi meninggalkan tempat itu begitu saja.
"Pak, usahakan sampai dirumah sebelum jam makan siang" ucap Lisa setelah berada didalam mobil.
"Baik Nona" jawab Pak Supir.
Selama diperjalanan, Lisa masih memikirkan cara agar Dian berhenti mengusik kehidupannya.
__ADS_1
Tanpa terasa, Lisa sudah sampai dirumah pada tepat jam makan siang, ia segera pergi ke meja makan untuk makan siang bersama Rafa.
"Bibi, bagaimana dengan Bella?" tanya Lisa yang terlihat sangat lelah.
"Sudah saya urus, Nona" jawab Bi Ana.
"Baiklah, terima kasih" ujarnya lalu melanjutkan makan siangnya.
**********
Saat pukul dua siang, Lisa menelpon Roni untuk menyuruhnya datang kerumahnya dengan segera, Setelah setengah jam, Roni sampai dirumah Lisa.
"Ada apa Nona?" tanya Roni.
"Bagaimana dengan suamiku? pukul berapa dia akan tiba disini?" tanya Lisa.
"Seperti perkiraan awal, Tuan Nanda akan sampai pukul sembilan malam" jawab Roni.
"Bagaimana dengan Dian dan Rafly?" tanya Lisa lagi.
"Maaf Nona, saya masih belum mendapatkan informasi tentang mereka" ucap Roni.
"Baiklah, jika ingin makan siang, mintalah pada bibi Ana, aku akan mengurus kantor darisini" ucap Lisa lalu pergi menuju kamarnya.
"Baik Nona" jawab Roni.
*************
"Sepertinya aku tidak perlu memberi tahu masalah ini pada Mas Nanda" ujarnya Lirih.
"Dia pasti sedang sibuk akhir akhir ini, cukup kukatakan semua baik baik saja, maka dia akan tenang" sambung Lisa lalu membuka laptopnya.
***************
Dilain sisi, Nanda sedang menyuruh bodyguard nya untuk berusaha mencari tahu tentang orang yang menyebarkan berita itu, Nanda juga masih menyelidiki Dian yang selama ini dicurigai nya.
"Aku tidak akan memberi tahu Lisa kalau aku sedang mencari tahu kebenaran" gumam Nanda.
"Biarkan dia tenang dan aku harus berpura pura acuh pada masalah ini didepannya" gumam Nanda lagi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Buat para reader, Makasih ya udah mau nungguin novel ini Up, kalau kalian merasa kecewa karena cerita ini begitu singkat atau tidak seru, kalian boleh mengatakannya karena itu memang hak kalian.
__ADS_1
Tapi, setiap author punya cara masing masing untuk memperkembangkan Novelnya, jadi ikuti terus cerita ini ya, terima kasih:)