
Beberapa hari sudah berlalu, kini Lisa tidak lagi memendam benci kepada siapapun itu, namun Dian masih dalam pengawasan ketatnya, ia tak mau melepaskannya sebelum Dia meminta maaf padanya.
"Besok aku akan pergi bersama suamiku, tolong kamu handle perusahaan" ucap Lisa pada Roni sebelum dia pulang kerumah.
"Baik Nona, akan saya lakukan dengan baik!" jawab Roni lalu membungkukkan badan.
Lisa hanya tersenyum lalu pergi keluar ruangannya menuju parkiran mobil.
Disana Nanda dan Anaknya sudah menunggu, mereka berencana untuk pergi menginap di Villa yang jauh dari kota.
Lisa segera menghampiri mobil Nanda lalu masuk kedalamnya.
"Barang sudah kamu bawa semua mas?" tanya Lisa sambil menoleh kebelakang.
"Sudah, sekarang kita tinggal pergi jauh dari kota ini" ucap Nanda lalu melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan Lisa.
Didalam perjalanan, mereka melewati jalan-jalan Kota yang lalu lintasnya padat. Pelan sekali rasanya mobil mereka berjalan. Tapi ketika sudah diluar kota, mobil bergerak lebih cepat.
Tak lama kemudian mereka sampai di daerah luar kota, mobil bergerak lebih laju.
"Mas, nanti mau makan malam dimana?" tanya Lisa, tiba-tiba dia merasa lapar.
"Kita akan berhenti disebuah restoran" jawab Nanda, "Sabar ya sayang, sebentar lagi akan sampai direstoran."
Lisa hanya tersenyum lalu mengambil ponselnya didalam tas, ia sibuk melihat laporan yang dikirim oleh Roni.
****
Mereka sampai disebuah restoran, restoran itu berada diluar kota tetapi hiasannya sangat mewah.
"Ayo turun" ajak Nanda lalu ia segera membuka bagasi untuk mengambil stroller Bella.
"Biar aku saja yang mendorongnya mas" ucap Lisa lalu mengambil Strollernya.
Mereka masuk kedalam restoran itu, semua pegawai nampak hormat dengan mereka, Lisa juga tidak tahu mengapa para pegawai disana sangat hormat.
"Mas, kenapa mereka bertindak seperti kita ini pemiliknya?" bisik Lisa.
"Ini kepunyaan pamanku, dulu aku sering kali datang kesini jika ada waktu" jawab Nanda lalu memilih meja yang sudah dia pesan untuk keluarganya.
Nanda memanggil pelayan lalu memesan makanan yang sangat banyak untuk mereka berempat.
"Mas, aku rasa badanku kurang sehat" ucap Lisa sambil memegang kedua pipinya.
__ADS_1
Nanda langsung menoleh kearah Lisa, "Apa perlu kita kerumah sakit dulu?" tanya Nanda.
"Tidak, mungkin karena aku telat makan" jawab Lisa, dia memang sudah lapar daritadi.
"Maafkan aku" ucap Nanda lalu mencium kening Lisa didepan anaknya.
Rafa tertawa kecil melihat kelakukan papa pada mamanya.
Tak lama itu, makanan yang mereka pesan akhirnya sampai, Mereka segera menikmati makanannya namun Nanda harus menyuapi Bella bubur terlebih dulu.
********
Setelah selesai makan malam, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Villa yang dimaksud oleh Nanda.
"Mas, emang Villanya jauh dari desa?" tanya Lisa.
"Iya, aku sengaja memilihnya karena kupikir kita akan tenang disana" ucap Nanda dengan girang.
"Tidak akan tenang jika kau terus tertawa dan mengoceh!" Tukas Lisa merasa jengkel.
Nanda tertawa mendengar ucapan istrinya baru saja, suaranya memang keras jika tertawa, itulah yg membuat Lisa sangat tidak suka ketika Nanda tertawa.
Setelah beberapa jam perjalanan, mereka sampai disebuah Villa yang menurut Lisa sangatlah seram.
"Iya, ayo turun!" ajak Nanda lalu ia hendak membuka pintunya.
Lisa menarik tubuh Nanda untuk kembali masuk kedalam mobil.
"Ayo turun!" ajak Nanda sekali lagi.
"Nanti dulu, apa disini ada seseorang yang menjaganya?" tanya Lisa karena tadi dia seperti melihat orang sedang mengendap disana.
"Tidak ada, Villa ini sudah lama tidak ditempati, padahal begitu bagus pemandangannya" ucap Nanda.
Lisa menoleh kearah Nanda lalu menatapnya dengan tajam, "Aku mau pulang! Liburan kok ditempat angker!" teriak Lisa hingga membuat Rafa terbangun dari tidurnya.
"Siapa bilang? Tempat ini sangatlah indah, sayang" ucap Nanda lalu ia membuka pintunya lagi.
"Mas! Tolong dengarkan aku! Tadi aku melihat orang disana!" ucap Lisa sambil menunjuk bagian samping Villa itu.
Nanda menoleh lalu masuk lagi kedalam mobil, "Dimana?" tanya nya.
"Disitu" jawab Lisa sambil menunjuk lagi.
__ADS_1
Nanda turun dari mobilnya, "Tunggu disini! Aku akan melihat dulu!" ucap Nanda lalu menutup pintu mobilnya.
Lisa hendak turun tapi ia sangat takut, ia memutuskan untuk menelpon Aldo karena dia yakin Aldo bisa membantunya jika terjadi sesuatu.
"Mama, kita kenapa tidak turun?" tanya Rafa.
"Nanti ya sayang, mama mau menelpon seseorang dulu" ucap Lisa lalu ia menelpon Aldo.
Setelah selesai menelpon, Lisa kembali melihat Nanda, namun ia tak menemukan keberadaan Nanda disana.
Lisa berinisiatif untuk pindah kekursi pengemudi, jadi jika sesuatu terjadi maka Nanda tinggal masuk tanpa harus menyalakan mobil dulu.
"Sayang, kamu lihat tidak kemana papa perg?" tanya Lisa yang mulai khawatir dengan karena sudah beberapa menit Nanda tidak kembali.
"Tidak ma" jawab Rafa, ia juga merasakan ketakutan yang dirasakan oleh Lisa.
Lisa mencoba mengirim pesan kepada Aldo agar dia lebih cepat datang kesini.
Saat ia selesai mengirim pesan, dia melihat seseorang mendekati mobilnya, Lisa berpikir jika itu Nanda, Namun setelah orang itu mendekati pintu tempat duduk disebelah Lisa,
Lisa tahu jika orang itu bukan Nanda, ia segera memutar mobilnya untuk pergi dari halaman Villa itu.
"Mama, papa kemana? kenapa kita ninggalin papa?" tanya Rafa hendak menangis.
Lisa masih melajukan mobilnya untuk lebih menjauh dari situ, ia tidak ingin meninggalkan Nanda pergi ke kota, ia sangat ingin menyusul Nanda namun tidak memiliki keberanian untuk menyusulnya.
Ketika sudah cukup aman, Lisa menghentikan mobilnya lalu menoleh kearah Rafa.
"Sayang, kita disini dulu ya" ucap Lisa lalu tanpa disadari air matanya menetes diikuti oleh Rafa.
Mereka masih menunggu jika Nanda kembali ataupun Aldo datang kesana.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai guys jangan lupa mampir diNovelku ya :
1.Dijodohkan Dengan CEO Dingin.
2.LIMA SEKAWAN.
3.Nae Taeyang.
Jangan Lupa buat Like dan Vote juga, makasihh🙏🏻🖤
__ADS_1