
Esok harinya, Rifki akan bertemu dengan Rosa disebuah Cafe yang memang jarang mereka datangi.
Rifki segera memakai setelan yang menurutnya sangatlah cocok untuk dipakainya, ia tidak sabar untuk bertemu dengan Rosa.
"Semoga semua berjalan lancar!" gumam Rifki lalu ia keluar dari kamarnya menuju kegarasi mobilnya.
Sebelum ia pergi tadi, ia sudah menghubungi Rosa untuk bersiap-siap sekarang.
Rifki segera melajukan mobilnya menuju ke Cafe tempat dia dan Rosa akan bertemu nanti.
Sedangkan Rosa, saat itu dia sedang dalam perjalanan juga menuju ketempat yg sama.
Selama perjalanan Rosa hanya tersenyum-senyum sendiri jika mengingat tingkah laku Rifki di Cafe kemarin.
Setelah beberapa lama, akhirnya Rosa sampai disana, ia segera memarkirkan mobilnya lalu pergi masuk kedalam Cafe.
"Dimana dia?" gumamnya.
Tak lama itu, Rosa menemukan keberadaan Rifki yang sedang menelpon seseorang, Rosa pun segera menghampirinya.
"Hai, maaf telat" ucapnya lalu tersenyum.
Rifki menoleh, ia tercengang melihat penampilan Rosa saat itu.
"Sangat cantik" gumamnya.
"Rifkii???" Ucap Rosa.
"Ke...Kenapa? Oh iya... Silakan duduk" ucap Rifki lalu mematikan sambungan teleponnya saat itu.
Rosa pun segera duduk lalu tersenyum, "Kau sudah memesan makanan?" tanya Rosa.
__ADS_1
"Belum, aku baru saja datang" jawabnya.
"Baiklah, aku akan memesan dulu" Ucap Rosa lalu mengambil daftar menu yang ada disana.
Rifki masih saja menatapi Rosa karena ia sangat terpesona, namun Rosa malah merasa kurang nyaman.
"Rifki, tidak usah menatapku seperti itu" ucap Rosa merasa jengkel.
Rifki segera tersadar lalu tersenyum.
Setelah selesai memesan makanan, mereka tinggal menunggu makanan datang saja.
"Rosa, apa kau masih mempunyai orang tua?" tanya Rifki.
"Tentu saja, kenapa?" jawab Rosa.
"Bagaimana jika aku akan bertemu orang tuamu nanti?" Ucap Rifki dengan serius.
"Aku hanya ingin akrab saja denganmu" jawab Rifki dengan gugup.
"Tentu saja boleh, pulang nanti berkunjunglah kerumahku" ucap Rosa lalu menatap pelayan yang akan berjalan menuju meja mereka.
"Permisi Nona dan Tuan" ucapnya lalu menaruh pesanan mereka diatas meja.
Rifki dan Rosa segera menikmati makanannya dengan tenang.
"Rosa, setelah mau kemana?" tanya Rifki.
"Temani aku ke Mall ya" ucap Rosa.
"Baiklah, kamu kesini menggunakan apa tadi?" tanya Rifki.
__ADS_1
"Aku naik taksi" jawabnya lalu meminum jus yang ada didekatnya.
"Kalau begitu, pulang nanti biar aku yang mengantar" ucap Rifki lalu kembali makan.
Setelah mereka selesai makan siang, Mereka segera masuk kemobil menuju ke Mall.
"Jika ingin membeli sesuatu, biar aku yang membayarnya" ucap Rifki dalam perjalanan.
"Tidak usah, uangku masih ada" jawab Rosa diiringi senyuman.
"Tidak, pokoknya aku yang akan membayarnya nanti" Tukas Rifki.
"Baiklah" jawab Rosa lalu memalingkan mukanya kekaca jendela depan.
"Bagaimana dengan Nanda dan Lisa?" tanya Rosa.
"Kudengar, Lisa sakit dari semalam, entah apa penyebabnya, maka dari itu hari ini Nanda tidak pergi kekantor" jawab Rifki.
"Lantas, siapa yang meng-handle kantor Nanda?" tanya Rosa lagi.
"Banyak, hari ini tidak ada meeting, makanya aku mau bersamamu" ucap Rifki lalu tersenyum.
Rosa makin senang mendengar ucapan Rifki barusan, wajahnya merah merona karena merasa malu dan senang.
"Kamu kenapa?" tanya Rifki.
"Apa?" tanya balik Rosa.
"Wajahmu sangat merah, apa kamu sakit?" ucap Rifki.
"Tidak, aku memang sering seperti ini" ucap Rosa sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=