Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Sibuk


__ADS_3

Saat Lisa dan Rifki memasuki ruang meeting, Lisa sangat gugup melihat semua klien, padahal dia sudah terbiasa dengan ini.


"Maaf semuanya, Tuan dan Nona, sebelumnya saya disini menggantikan suami saya karena berhalangan hadir" ucap Lisa setelah duduk dikursi.


Mereka semua mengangguk dan tersenyum tanda mengerti.


Setelah Lisa selesai meeting, dia segera keluar dari ruangan karena harus cepat sampai diperusahaannya.


"Nona Lisa!" teriak seorang pria.


Lisa menoleh, "Ada apa?" tanya Lisa.


"Ini buku catatanmu, tadi tertinggal disana" ucap Pria itu.


"Terima kasih, aku harus pergi" ucap Lisa lalu ia berlari meninggalkannya.


*********


Saat sampai diperusahaannya, Lisa segera menuju ruang meeting karena akan dimulai lima menit lagi.


Setelah dia selesai meeting, Lisa turun keruangan para karyawan, ia sangat ingin berkeliling kantor hari itu.


"Roni, kamu temani dan perkenalkan semua karyawan disini" ucap Lisa pada Roni disebelahnya.


"Baik Nona, tapi apa..." ucapan Roni terpotong oleh Lisa.


"Saya hanya ingin mengetahui karyawanku lebih dekat" ucap Lisa lalu berjalan menuju lift.


Saat dia turun, semua karyawan berdiri lalu membungkukkan badan, setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan dengan normal.


"Bagaimana dengan Nazwa Shil? Apakah dia masih menjadi saingan ketat kita?" tanya Lisa.


"Setahu saya dia masih terus menyaingi perusahaan ini, Nona jika berkenan saya memberi saran untuk segeralah Nona mencari orang untuk membantu perusahaan, karena jika tidak bisa-bisa nona menjadi terlalu lelah" ucap Roni panjang lebar.


"Baiklah, saya ingat saranmu, ayo jalan" ucap Lisa lalu mulai mengelilingi ruangan karyawannya.


Setelah berkeliling, Lisa merasa lapar karena dia belum makan siang hingga sekarang, saat ini sudah pukul dua siang.

__ADS_1


"Saya akan pergi kerestoran didekat sini" ucap Lisa pada Roni.


"Baik Nona" jawab Roni.


Lisa pergi meninggalkan perusahaan itu lalu menuju keRestoran yang biasa ia datangi untuk makan siang.


Setelah memilih meja, Lisa langsung memesan beberapa makanan karena dia memanglah sangat lapar.


Saat menunggu makanan, Lisa melihat seorang pria yang menurutnya sangat mirip dengan Nanda.


"Mas Nanda!" ucap Lisa lalu ia menghampirinya.


"Mas Nan..." langkahnya terhenti ketika dia melihat seorang wanita disebelahnya.


Lisa menghampiri mereka untuk memastikannya.


"Maaf, kalau boleh tau, siapa nama Anda?" tanya Lisa pada pria itu.


Pria dan wanita itu saling bertatap heran.


"Dia namanya Wahyu, ini saudaraku, kenapa?" ucap wanita disebelahnya.


Saat ia kembali dimeja, Makanannya sudah datang, ia segera menikmatinya agar cepat kembali kekantor.


*******


Setelah kembali, Lisa menuju ruangan meeting karena semua klien sudah menunggunya disana.


"Nona!" panggil Roni diluar ruang meeting.


Lisa menghampirinya, "Ada apa?"


"Salah satu klien kita, sangat mirip dengan wajah tuan Nanda, apa perlu diselidiki?" ucap Roni berbisik.


Lisa terkejut mendengarnya, "Selidikilah dengan segera!" ucap Lisa lalu ia masuk kedalam ruangan, ia mencari orang yang dimaksud oleh Roni.


"Tuan Wahyu" sapa Lisa ketika melihat orang yg dimaksud oleh Roni adalah Wahyu yang memang sangat mirip dengan Nanda.

__ADS_1


Wahyu menoleh kearah Lisa, "Hai, apakah kau disini ikut menjadi klien?" tanyanya.


Lisa hanya tersenyum lalu duduk dikursinya, rasanya ia sangat tidak fokus karena tak hentinya menatap wajah Wahyu yang sangat mirip dengannya.


Setelah selesai meeting, Lisa segera menuju keruangannya dengan terburu-buru sehingga ia menabrak seseorang dengan keras.


"Aduh, maaf!" ucap Lisa lalu ia memungut semua barangnya yang berjatuhan.


"Tidak apa-apa" ucap pria itu lalu membantu Lisa.


"Tuan Wahyu?" ucap Lisa tercengang.


"Iya, anda Lisa kan?" balas Wahyu.


"Iya tuan, sekali lagi maaf" ucap Lisa lalu ia hendak melangkah pergi.


Wahyu menarik tangannya, "Panggil saya Wahyu, jangan Tuan" ucapnya lalu tersenyum dan meninggalkan Lisa disana.


"Rasanya tanganku seperti ditarik oleh mas Nanda" gumam Lisa lalu ia masuk kedalam ruangannya.


Saat didalam, dia langsung mendudukkan diri disofa.


"Tapi suaranya berbeda, mana mungkin mas Nanda bisa mengubah-ubah suaranya sendiri" gumamnya, lalu ia mendengar suara telponnya berbunyi.


"Mama" ucap Lisa lalu mengangkat panggian dari bu Popi.


"Halo ma, ada apa?" tanya Lisa.


"Kamu masih bertanya ada apa? Bagaimana keadaanmu dan cucu-cucu mama sayang? Bagaimana bisa Nanda menghilang?" ucap Bu Popi dengan lantang hingga membuat Lisa terganggu.


"Rafa dan Bella baik-baik saja ma, urusan Nanda biar Lisa yang mengurusnya ya ma, Lisa sedang sibuk sekarang" ucap Lisa.


"Baiklah sayang, kamu harus menjaga kesehatan juga ya" ucap Bu Popi.


"Baik ma, terima kasih" ujar Lisa lalu ia mematikan telponnya.


"Bahkan polisi saja belum menemukan jejak mas Nanda, tidak mungkin jika dia diambil oleh hantu" gumam Lisa lalu dia menyandarkan kepalanya disofa itu.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jgn lupa like dan komen ya guys, biar author makin smngt update dibulan puasa ini😍


__ADS_2