Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Wartawan


__ADS_3

Siang sudah berganti menjadi malam, Lisa sudah menghubungi Roni dan Rifki untuk menyelesaikan berita yang beredar tentang Nanda.


"Dasar manusia aneh" gumam Lisa sambil terus menatap laptopnya.


Lisa masih terus memantau perusahaannya dan perusahaan Nanda sejak kemarin.


"Bagaimana jika mas Nanda lama ditemukan, tidak mungkin aku bisa mengurus dua perusahaan yang memiliki cabang dimana-mana" ucap Lisa merasa frustasi.


Tidak lama itu, pintu kamar Lisa terbuka, ia melihat Bi Ana masuk kedalam kamar.


"Maaf Nona, tadi Bibi sudah mengetuk beberapa kali, tapi tidak ada jawaban dari Nona" ucap Bi Ana.


"Tidak apa-apa, Bibi mau apa?" tanya Lisa.


"Ini Bibi buatkan teh untuk Nona" ucap Bi Ana sambil memberikan Lisa segelas Teh hangat.


"Terima kasih" ucap Lisa lalu mengambil teh pemberian Bi Ana.


Setelah itu Bi Ana keluar dari kamar Lisa, Lisa segera merebahkan diri setelah meminum teh hangat, dia mencoba memejamkan mata tetapi entah kenapa wajah Nanda selalu terbayang dipikirannya.


"Aghh!!!" teriak Lisa.


"Mas, kamu dimana" ujar Lisa sambil mencoba memejamkan matanya lagi.


Setelah beberapa menit, akhirnya dia tertidur dengan pulas.


******


Keesokan harinya, Lisa terbangun pukul lima pagi, ia segera mandi lalu berganti pakaian karena hari ini dia akan ada meeting diperusahaan Nanda dan juga perusahaannya sendiri.


Setelah berganti pakaian, Lisa langsung menuju dapur untuk memberi tahu kepada Bibi.


"Bi, Lisa akan pulang jam tujuh malam, tolong sampaikan ke Rafa, jika dia ingin pergi, minta antarlah dengan supir dan temani dia" ucap Lisa lalu meminum teh yang dibuatkan oleh Bi Ana.


Saat dia menuju kedalam mobil, Dering ponselnya berbunyi, ada panggilan masuk dari Rifki.

__ADS_1


"Tumben" gumamnya lalu mengangkat telponnya.


"Ada apa?" tanya Lisa sambil membuka pintu mobil.


"Nona, cepatlah datang kesini, disini banyak sekali wartawan yang menunggu anda, saya sudah katakan untuk pergi namun mereka tidak ingin pergi" ucap Aldo dengan tergesa-gesa.


Lisa langsung mematikan telponnya lalu masuk kedalam mobil dan melajukannya dengan cepat menuju keperusahaan Nanda.


"Lebih baik aku jujur pada semua orang daripada harus berbohong dan selalu berpura-pura tersenyum" Ucap Lisa.


******


Saat Lisa memasuki halaman perusahaan Nanda, ia melihat begitu banyaknya wartawan yang menunggu kedatangannya.


"Aku harus siap" gumamnya lalu memarkirkan mobilnya ditempat VIP.


Semua wartawan segera menuju kemobil Lisa namun dihadang oleh Rifki dan beberapa bodyguard suruhan Aldo.


Lisa turun dari mobilnya dengan gaya yang sangat mirip dengan Nanda, elegan dan berwibawa.


"Nona Lisa! Dimana keadaan presdir Nanda saat ini?" teriak salah satu Wartawan.


Lisa berdiri ditangga menuju pintu masuk perusahaan, ia menarik nafas terlebih dulu sebelum berbicara dengan panjang lebar.


"Presdir Nanda saat ini sedang menghilang, dia menghilang sejak malam kemarin disalah satu Villa tempat kami akan berlibur, hingga saat ini Polisi masih berusaha untuk menemukannya!" Ucap Lisa dengan suara yang sedikit gemetar.


"Kenapa anda tidak terlihat sedih?"


"Apakah anda senang mendapatkan harta kekayaannya karena kini anda adalah istri satu-satunya?"


Lisa mencoba menahan amarahnya mendengar semua perkataan wartawan.


"Dengarkan saya! Saya memang istrinya! Tapi tidak ada rasa senang sedikitpun yang saya rasakan!" ucap Lisa lalu ia menuju keruangan Nanda dengan wajah yang dipenuhi air mata.


Semua wartawan hendak mengejarnya namun dihadang oleh bodyguard disana, para karyawan pun merasa kasihan kepada Lisa walaupun dulunya mereka tidak suka dengan Lisa.

__ADS_1


Setelah Lisa berada diruangan Nanda, ia menjatuhkan diri keSofa yang ada disana.


"Bagaimana aku bisa terus bertahan disini" gumamnya.


Saat ia sedang melamun, Pintu ruangan itu terbuka dan muncullah sosok dua orang wanita yang tak lain adalah Rosa dan Bunga.


"Lisa!" ucap Rosa lalu ia segera menghampiri Lisa.


"Bagaimana keadaanmu?" ucap Rosa merasa khawatir.


"Aku baik-baik saja" jawab Lisa lalu ia tersenyum.


"Tidak usah membohongi diri sendiri Lisa, kami tahu apa yang kau rasakan" ucap Bunga lalu duduk disebelah Lisa.


"Kami akan membantu dan menjagamu selama Nanda belum ditemukan" ucap Bunga.


"Lisa, apa kau tahu? Aldo sudah dijodohkan dengan orang tuanya" ucap Rosa tanpa berpikir dulu.


Bunga memukul siku Rosa dengan keras, "Dia sedang sedih, dan kau teganya mengatakan hal itu" ucap Bunga merasa jengkel pada sepupunya itu.


Lisa tersenyum, "Dengan siapa?" tanya Lisa.


"Entahlah, yang aku tahu dia seorang yang sangat baik menurutku" jawab Rosa.


"Memangnya kau tahu?" tanya Bunga.


"Dia seorang karyawan ditoko perhiasan yang terkenal diMall milik Nanda!" tukas Rosa.


Mereka masih sibuk mengobrol tentang perjodohan Aldo dan wanita itu.


"Aku akan ada meeting lima menit lagi, kalian ingin menunggu disini atau pulang?" tanya Lisa.


"Kami akan pulang, lagipula kau kan akan pergi keperusahaanmu juga" ucap Rosa lalu mengambil tasnya dimeja Lisa.


"Semangat Lisa, Fighting!" ucap Bunga lalu meninggalkan ruangan itu bersama Rosa.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jgn lupa Like dan Komen yg baik-baik ya temen-temen, makasih.


__ADS_2