
Saat Lisa sudah merasa Lelah,ia mulai menangis dipinggir jalan,ia sangat bingung bagaimana ia membicarakan ini dengan Nanda.
Saat itu sudah pukul sepuluh,Lisa sudah merasa kepanasan,akhirnya ia memutuskan untuk pulang dan mengatakan sejujur nya pada Nanda.
Saat dihalaman rumah,ia mulai menangis,Lisa tidak tau apa yang dilakukan Nanda kalau mengetahui anaknya diambil orang.
Saat ia masuk kedalam rumah,ia sangat terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Surprise sayang!" teriak Nanda pada Lisa lalu memeluk nya.
"Nanda!Jadi ini semua kerjaan mu!" teriak Lisa sembari melepaskan pelukannya.
"Hari ini bukankah kau ulang tahun yang ke dua puluh satu tahun?" Nanda pergi kekamarnya entah untuk mengambil apa.
Namun Lisa sangat heran mengapa Dian ada Disana dan juga Rafly,mengapa juga Nanda tak menanyakan dimana keberadaan putra sulung nya itu.
"Lisa,maafin aku ya,aku udah bikin rumah tangga kamu hampir pecah" ucap Dian lalu berlutut dihadapan Lisa.
"Jadi benar apa yang kamu katakan itu?" Lisa menatap kearah mertua nya seperti hendak meminta penjelasan.
"Sayang,Mama menjodohkan kalian memang ingin berbalas budi,mama ingin Nanda menjaga mu dengan baik" ucap Tante Popi lalu memeluk Lisa yang mulai menangis.
Tak lama kemudian,ia melihat Nanda menggendong Bayi,ia pun langsung bersorak girang.
__ADS_1
"Rafa!" teriak nya lalu menghampiri Rafa.
"Mas,kamu kalo mau ngerjain aku jangan keterlaluan,kamu tidak tahu bagaimana lelahnya aku mengejar Rafa tadi" ucap Lisa lalu dibalas tertawa oleh nanda.
setelah itu Nanda menjelaskan pada Lisa bahwa ia sudah mengetahui mengapa Lisa sangat cuek padanya akhir akhir ini,Nanda selalu mencari informasi hingga akhirnya ia mengetahui semua nya.
"Lain kali kalo ada masalah cerita!jangan main cuek cuek aja" ucap Nanda lalu mengubris rambut Lisa.
"Iya mas,maaf soalnya aku takut" balas Lisa sambil tersenyum.
Selang beberapa menit,mereka sudah menikmati makanan yang dihidangkan oleh Bi Ana dan Bi Ara.
"Lisa,aku sama Aldo mau pulang duluan ya,ada urusan soalnya" pamit Rosa yang disusul oleh Rafly.
Setelah beberapa menit,Dian mengajak Bunga serta Lisa dan Nanda untuk foto bersama.
"Ini foto bersama reuni mantan apa,kek sengaja banget" gumam Lisa dalam hati.
Lalu mereka kembali mengobrol hingga pukul dua siang semua tamu nya sudah pulang.
"Mas,aku masih syok kalo ngebayangin Rafa diambil orang tadi" ucap Lisa sambil terus menggendong putra nya itu.
"Haha,maafkan aku sayang,ini semua karna kamu yang terlalu cuek sama aku,jadi terpaksa aku jahilin kamu sedikit.
__ADS_1
"Udah ah,aku mau ke kamar dulu nidurin Rafa,bai mas" ucap Lisa lalu ia kembali ke kamarnya.
Lisa sangat bahagia hari itu karena ia sudah mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang menghantui nya selama ini.
Saat Rafa sudah tertidur,Lisa kembali ke tempat Nanda,,
"Mas besok aku mau jalan sama Rosa,Bunga,dan Dian,kita udah janjian" ucap Lisa sembari duduk disebelah Nanda.
"Baiklah,Tapi kau tidak boleh terlalu lelah,dan harus ditemani oleh supir.
Nanda sudah tak menyuruh bodyguard nya menjaga mereka lagi karena ia tau Rafly sudah berubah 80%.
"Baiklah,tapi apa Rafa sebaiknya aku bawa mas?" tanya Lisa.
"Tidak usah,biarkan dia dirumah bersama Bibi,aku tidak ingin kau tambah lelah karena harus mendorong keretanya" tukas Nanda lalu mereka memutuskan untuk masuk kekamar.
Setelah beberapa jam,tiba sudah waktunya makan malam,Lisa dan Nanda sudah membersihkan diri,begitu juga dengan Rafa.
Saat mereka makan malam,malam itu tidaklah sunyi lagi seperti hari hari sebelum nya,Lisa sangat senang karena ia tak perlu jutek lagi terhadap suaminya itu.
Selesai mereka makan,Lisa dan Nanda segera masuk kekamar,setelah beberapa menit mengobrol di sofa,mereka memutuskan untuk tidur agar tidak terlalu lelah..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hai Readers!!Mampir dong kenovel kedua aku,Judulnya LIMA SEKAWAN,ceritanya seru banget loh,jangan lupa Like serta Vote Novel aku ya,makasih😉