Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Terungkap?


__ADS_3

"Aku mau bi...." belum selesai Lisa bicara, Nanda sudah mendahuluinya.


"Besok saja bicaranya, tidurlah dulu, sudah pukul dua belas" ucap Nanda lalu ia merangkul Lisa keatas kasur.


Lisa hanya berdecak kesal lalu berusaha memejamkan matanya sambil tersenyum jika membayangkan wajah Tiara yang akan masuk kedalam rencananya.


Nanda melihat istrinya dari tadi tersenyum merasa risih, ia mengira jika Lisa sedang membayangkan laki-laki lain.


"Diamlah" gumam Nanda sambil menutupi mulut Lisa dengan tangannya.


Lisa berusaha melepaskan tangan Nanda tapi percuma, ia hanya pasrah lalu memejamkan matanya daripada harus terus mencium bau tangan Nanda.


*******


Keesokan harinya, mereka semua sedang sarapan bersama dimeja makan.


"Mas, nanti biar aku pergi dengan Aldo, kamu jalan-jalan bersama Rafa saja ya" ucap Lisa.


"Tidak kuizinkan, jika mau, pergilah bersamaku kekampus itu" jawab Nanda.


"Baiklah, tetapi hanya mengantar saja" kata Lisa lalu ia mengambil semua piring yang sudah tidak ada isinya lagi.


**********


Setelah mereka siap, mereka segera menuju kampus Lisa dulu.


"Mas, aku mau bicara" ucap Lisa dengan hati-hati.


"Bicaralah" ujar Nanda.


"Arjan Herold itu kekasihku dulu, dan aku sudah tahu siapa pelaku yang membunuhnya, aku ingin meminta bantuanmu" ucap Lisa dengan pelan karena takut Nanda akan marah.


Nanda terkejut mendengarnya, "Bantuan apa? Uang?" tanya Nanda.


"Tidak, aku hanya ingin kamu berpura-pura menyukai Tiara agar dia lebih dekat denganmu" ucap Lisa dengan semangat.


Nanda menghentikan mobilnya dengan mendadak hingga membuat Lisa dan Rafa meringis.


"Tidak mungkin aku menerima permintaanmu itu" Tukas Nanda.


"Mas, tapi ini cara satu-satunya" balas Lisa dengan wajah yang lesu.


Nanda menghela nafasnya dengan kasar, "Baiklah, jika dalam satu minggu tidak ada perubahan, aku tak mau menjalankan rencana ini lagi!" ucap Nanda lalu kembali melajukan mobilnya.


"Terima kasih, mas!" Ujar Lisa dengan girang.


"Mas, tapi bagaimana jika Tiara tidak kembali ke Indonesia?" tanya Lisa dengan sedikit rasa cemas.


"Maka kita akan disini selama satu minggu" jawab Nanda lalu memarkirkan mobilnya dihalaman kampus.


"Baiklah, itu Aldo, aku akan kesana dulu, hati-hati mas!" ucap Lisa lalu ia mencium kening Rafa.


"Hai Aldo, maaf lama menunggu" ucap Lisa.

__ADS_1


"Baiklah, apakah kau sudah menemukan rencana?" tanya Aldo.


"Sudah! Aku meminta mas Nanda untuk berpura-pura menyukai Tiara agar dia membongkar semua kejahatannya" ucap Lisa dengan bersemangat.


"Kau gila? Bagaimana jika Nanda benar-benar menyukainya?" tanya Aldo dengan wajah yang sulit diartikan.


"Tidak akan, nah jadi pernikahanmu dengan Tiara bagaimana?" ucap Lisa lalu duduk dibangku taman depan.


"Aku akan membatalkan pernikahan ini, kukira dia dulu wanita yang sangat baik" ucap Aldo dengan lesu.


"Kau akan menemukan wanita yang lebih baik darinya, yasudah ayo kita keruang Direktur" ajak Lisa lalu ia segera berdiri dari duduknya.


*******


Saat mereka sampai disana, mereka melihat dua orang wanita dan pria payuh bara sedang berbicara dengan Direktur.


"Berikan ponselmu, aku curiga dengan mereka" bisik Lisa lalu ia merekam pembicaraan mereka melalui ponsel Aldo.


"Tolong jangan beritahu orang lain jika putri saya yang melakukannya" ucap wanita itu.


"Kami akan membayar berapa pun yang kalian minta!" balas Pria itu.


"Hm.... Baiklah, aku tidak akan membocorkan hal ini pada orang lain" ucap Direktur.


Lisa dan Aldo saling bertatapan, mereka mengerti siapa yang dibicarakan oleh tiga orang itu.


Lisa segera berlari meninggalkan ruangan itu disusul oleh Aldo, ia tahu jika Lisa sedang sangat marah saat ini.


"Tunggu, bagaimana bisa orang tua Tiara datang kesini hanya untuk menyelesaikan masalah ini" ucap Lisa.


"Mereka memang tinggal disini dulunya, jadi mereka masih memiliki beberapa perusahaan di Belanda" jelas Aldo.


"Antarkan aku kekantor polisi!" ucap Lisa.


"Baiklah, ayo ikut aku" ucap Aldo lalu mereka segera masuk kedalam mobil Aldo dan menuju kekantor polisi.


Dalam perjalanan, Lisa mencoba menghubungi Juna untuk memberitahu semua ini, ia sudah lupa jika harus mengabari Nanda terlebih dulu.


Saat sampai disana, Lisa segera masuk lalu memberikan bukti yang baru saja ia dapatkan, disela-sela itu, Dering ponsel Lisa berbunyi ada panggilan masuk dari Nanda.


"Halo, kenapa mas?" ucap Lisa tergesa-gesa.


"Kamu dimana?" tanya Nanda.


"Aku.... Dikantor polisi" jawab Lisa memelankan suaranya.


"Apa! kenapa kamu disana!" ucap Nanda dengan suara yang lantang.


"Urusannya panjang mas, jika kamu mau, datanglah kesini" Tukas Lisa lalu ia mematikan sambungan telponnya dan kembali fokus pada pembicaraannya tadi.


Setelah selesai membicarakannya, polisi menyetujui pemberian barang bukti dari Lisa lalu segera menuju ke kediaman Tiara dan keluarganya.


"Tanpa harus menjalankan rencana, semuanya sudah beres!" ucap Lisa.

__ADS_1


"Benar, aku ju...." Ucapan Aldo terpotong karena ia melihat Nanda berjalan kearahnya dengan penuh emosi.


Burghh!!!


Nanda memukul wajah Aldo dengan keras hingga membuat Aldo meringis.


"Aldo!" teriak Lisa lalu menghampirinya.


"Kau! Disini ada suamimu tapi kau malah memilih dia!" teriak Nanda sambil menatap Lisa dengan tajam.


"Kami baru saja menyelesaikan urusan kami, Mas! Kau tidak lihat jika ini kantor polisi, bukan bar malam!" ucap Lisa dengan penuh tekanan.


Nanda berpikir keras apa yang dimaksud oleh istrinya itu, setelah beberapa menit, ia paham masalah apa yang dimaksud oleh Lisa.


"Maafkan aku" ucap Nanda lalu melempar senyumannya kearah Aldo.


"Ya" jawab Aldo lalu ia duduk dikursi yang ada disebelahnya.


"Mas, Tiara akan segera diringkus oleh polisi, Rafa dan Bella dimana?" tanya Lisa.


"Ada didalam mobil, ayo kita pulang" jawab Nanda lalu menarik tangan Lisa untuk mengikutinya.


"Mas! urusanku belum selesai, aku masih harus menunggu Juna!" ucap Lisa lalu melepaskan genggamannya dengan keras.


Nanda hanya diam lalu pergi menuju mobil untuk mengecek keadaan Rafa dan Bella.


"Lisa, ikutlah suamimu, biar disini aku yang menunggu Juna" ucap Aldo lalu tersenyum.


"Tapi aku tidak bisa melihat wajah Tiara yang pastinya terlihat sangat takut" ucap Lisa.


Aldo tertawa kecil, "Sejak kapan kau berubah menjadi jahat seperti ini, kau itu kan Lisa-ku yang sangat baik seperti bidadari" ucap Aldo.


"Benarkah? Kalau begitu aku akan merubah sikapku mulai sekarang!" ucap Lisa yang tersipu malu.


"Berubahlah menjadi Lisa yang dulu Aldo sukai, bukan menjadi seperti sekarang" ucap Aldo lalu mengacak rambut Lisa dengan halus.


"Baiklah, terima kasih Aldo!" ucap Lisa lalu ia sempat memeluk Aldo sebelum kembali kemobil Nanda.


"Hati-hati!" teriak Aldo.


"Selalu" jawab Lisa lalu ia kembali melangkah menuju mobil Nanda.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai guys jangan lupa mampir diNovelku ya :


1.Dijodohkan Dengan CEO Dingin.


2.LIMA SEKAWAN.


3.Nae Taeyang.


Jangan Lupa buat Like dan Vote juga, makasihh🙏🏻🖤

__ADS_1


__ADS_2