
"Apa yang kau beli untukku?" tanya Nanda berpura pura tidak tahu.
"Tidak ada" ucap Lisa lalu ia hendak pergi.
Belum sempat ia pergi, Nanda menarik tangan Lisa hingga tak membuat jarak antara mereka.
"Lain kali jangan diulangi" ucap Nanda lalu mengecup kening istrinya.
"Apa apaan kamu ini mas" teriak Lisa,tanpa disadari air matanya jatuh membasahi wajahnya.
Ia susah payah menabung selama kuliah di Belanda, dan kini uangnya terpakai untuk membelikan jam Nanda, namun ini balasan yang ia dapati.
"Maafkan aku, aku tidak tahu kalau kamu selama ini ingin membelikan ku jam tangan itu" ucap Nanda lalu mengambil jam tangan tadi.
"Aku akan memperbaikinya" ucap Nanda lalu ia memeluk istrinya itu.
Tangisan Lisa semakin menjadi saat Nanda memeluknya, ia terasa begitu nyaman namun hati nya saat ini sedang hancur sekali.
"Ayo tidur dikamar, kamu pasti lelah" ajak Nanda lalu Lisa mengangguk.
Mereka berdua tidur dengan pulas hingga malam berganti pagi.
Seperti biasa,setelah bangun tidur Lisa selalu memandikan Rafa lalu mengganti pakaian nya.
"Sayang, hari ini aku akan pergi keluar kota, tapi aku tidak akan menginap disana" ucap Nanda setelah keluar dari kamar mandi.
"Mau kemana mas?" tanya Lisa.
"Bogor" jawab Nanda singkat.
Lalu Lisa membantu Nanda memakaikan Dasi nya,setelah itu mereka turun untuk sarapan.
__ADS_1
"Mungkin nanti aku akan pulang lebih larut" ucap Nanda.
"Baiklah,tapi kamu jangan lupa kasih kabar!" ucap Mira.
Nanda hanya mengangguk lalu seusai dia makan,dia segera masuk kedalam mobil lalu pergi.
Setelah Nanda pergi, Lisa hanya duduk didepan TV sambil memandangi tanaman pot yang ada disana.
"Nona, apa ingin dibuatkan cemilan?" tanya bi Ara.
"iya bi, tolong buatkan aku salad" jawab Lisa.
"Baik Nona" ucap Bi Ara lalu pergi menuju dapur.
Setelah Bi Ara selesai membuat salad, Lisa segera memakannya karena ia sudah lama tak memakan salad.
Setelah bosan menonton TV, Lisa kembali kekamarnya untuk melihat keadaan Rafa.
Sudah berjam jam Lisa duduk dikamarnya sambil sesekali memainkan ponselnya,ia sangat bosan karena tidak ada yang menemani nya saat itu.
"Udahla aku sendiri aja ke taman—Eh tapi ntar mas Nanda marah,udahlah diem aja aku dirumah sampe beku!" Gumam Lisa.
Saat tiba makan malam,Lisa terlebih dulu membersihkan badan,lalu menuju kemeja makan untuk makan malam.
Seusai ia makan,Lisa masuk kekamar nya untuk tidur.
Pagi hari,Lisa terbangun dari tidurnya,ia menoleh ke arah sebelahnya,ia melihat Nanda masih tertidur pulas.
Lisa segera menyiapkan air hangat untuk Rafa mandi.
Seusai Mengurus Rafa,Lisa membangunkan Nanda untuk pergi bekerja.
__ADS_1
"Mass, bangun dong" ucap Lisa sambil menggoyangkan tubuh Nanda.
"Iya" Jawab Nanda dengan nada serak.
"Cepetan!Atau mau aku siram air" teriak Lisa yang membuat Nanda tersontak kaget lalu segera bangun dari tidurnya.
"Galak banget sih" ucap Nanda lalu ia masuk kekamar mandi.
"Biarin!" teriak Lisa lalu ia turun ke meja makan.
Setelah ia menunggu lama,Nanda datang lalu mereka sarapan bersama.
"Mas hati hati" ucap Lisa.
"Iya,jagain Rafa" ucap Nanda lalu memeluk tubuh istrinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tiga tahun kemudian...
Sudah empat tahun Lisa dan Nanda menjalani pernikahan mereka,saat ini Rafa sudah berusia tiga tahun,dan Lisa kini ia hamil lagi dengan usia kandungan tiga minggu.
"Mas,Aldo udah pindah ke Indonesia Loh" ucap Lisa.
"Kamu mau tinggal sama dia?" tanya Nanda dengan ketus.
"ihh ya ga lah mas" jawab Mira lalu memejamkan matanya dikasur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Maaf ya guys kalo menurut kalian cerita aku banyak skip nya,karena aku ada tujuan lain dibalik skip skip episode,hehe...
__ADS_1
Jangan lupa mampir di novel kedua aku ya
Lima sekawan