
Setelah makan siang, Lisa segera meminum obat yang diberikan oleh Nanda sebelum dia makan siang tadi.
"Obatnya pahit!" ucap Lisa setelah menelan salah satu obat.
"Minum saja, itu untuk kesehatanmu" ujar Nanda lalu dia memberikan obat berikutnya.
"Ini obat apa? Awas kalo pahit!" ucap Lisa lalu dia segera meminum obatnya.
Saat obatnya masuk didalam mulut, Lisa melotot karena rasa obat itu sangatlah pahit dari sebelumnya. Tanpa aba-aba, Lisa mengeluarkan obat itu beserta air minum yang berada didalam mulutnya.
"PAHITT!!!" Teriak Lisa hingga membuat Nanda terkejut dan sangat heran.
"Ini obat biasa yang kamu minum saat hamil dulu, Lisa" ucap Nanda.
"Aku gak mau minum obat lagi! Beliin es krim untuk pemanis mulutku mas" rengek Lisa sambil meraih beberapa buah yang ada dimeja makan.
"Tunggu" ucap Nanda lalu mengambil ponselnya untuk menanyakan hal ini pada Dokter Hani.
"Halo" ucap Nanda ketika telponnya diterima.
"Kenapa tuan?" tanya Dokter Hani.
"Obat apa yang kamu beri pada Lisa?" tanya Nanda sambil melirik Lisa yang sedang asik memakan buah-buahan.
"Itu obat yang biasa diminum oleh Nona Lisa ketika hamil dulu tuan" jawab Dokter Hani.
"Lalu kenapa dia bilang obat ini sangat pahit?" ucap Nanda lagi.
"Kalau begitu nanti sore saya akan kesana tuan untuk melihat kondisi Nona Lisa" jawab Dokter.
Nanda mengiyakan lalu menaruh ponselnya diata meja.
"Es krim mana?" tanya Lisa seperti anak kecil.
"Kamu itu kenapa sih? Seperti anak kecil saja, nanti sore kita beli" ucap Nanda lalu mengajak Lisa pergi kekamar meninggalkan Bi Ana yg sedang membersihkan meja yg basah.
**
"Mas, menurut kamu bonekanya bagus yang mana?" tanya Lis sambil menunjukkan foto kedua boneka diponselnya.
"Tidak ada" jawab Nanda singkat.
__ADS_1
"Nanti malam aku mau ke Mall, temani ya" ucap Lisa lalu duduk dilantai.
"Iya" jawab Nanda dengan lesu tapi mencoba untuk tersenyum pada Lisa.
"Nanti sore Dokter Hani akan kesini, kamu jangan pergi kemana-mana dulu" ucap Nanda lalu menarik Lisa agar duduk disebelahnya.
"Aku mau pergi sebentar sama Rosa, kami sudah ada janji mas" ucap Lisa dengan muka yang cemberut.
"Tidak, kamu tidak boleh lagi pergi sama Rosa" kata Nanda lalu menatap Lisa dengan tatapan dinginnya.
"Aku tetap mau pergi!" Tukas Lisa lalu dia menuju ke lemari untuk mencari pakaiannya.
"Lisa! Menurutlah sebentar saja!" Ujar Nanda dengan nada yang tinggi.
"Mas.... Aku hanya sebentar saja" balas Lisa kemudian dia duduk dipinggiran kasur dengan wajah yang masam.
"Aku ikut" ucap Nanda.
"Daritadi kalo mau ikut ya bilang! Jangan melarang dulu!" Tukas Lisa lalu dia kembali memilih bajunya untuk pergi nanti.
**
Saat mereka sudah siap untuk pergi, mereka segera masuk kedalam mobil lalu Nanda melajukannya dengan kecepatan sedang.
"Entah, aku ikut aja" jawab Lisa.
"Tapi nanti malam kamu harus minum obat" ucap Nanda.
"Iya! Tapi obatnya harus diganti!" tukas Lisa sambil terus memainkan ponselnya.
"Diganti apa? Diganti yang lebih pahit? Mau?" balas Nanda.
Lisa hanya diam tak membalasnya. Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai didalam Mall dan langsung menuju ke Restoran tempat Rosa menunggu.
Saat itu, Ponsel Nanda berbunyi ada telpon dari seseorang yang langsung diangkat olehnya.
"Sayang, kamu duluan saja, aku harus kesana sebentar" ucap Nanda lalu dia pergi ketempat yang dimaksud olehnya.
Lisa mengangguk dan langsung berjalan menuju Restoran tempat Rosa menunggu. Saat sampai disana, Lisa melihat Rosa yang sedang duduk dengan wajah yang terlihat ketakutan dan panik.
"Kamu kenapa?" tanya Lisa lalu duduk dihadapan Rosa.
__ADS_1
"Lisa, kamu sendiri?" tanya Rosa yang tidak menjawab pertanyaan Lisa tadi.
"Nggak, ada mas Nanda, tadi dia lagi nelpon orang" jawab Lisa.
"Lisa, kamu lebih sayang aku atau Nanda?" tanya Rosa yang terlihat sangat serius.
Lisa tertawa kecil, "Jelas saja aku menyayangi kalian berdua, Semuanya!" jawab Lisa.
Saat Rosa hendak menjawab lagi, tiba-tiba Bima datang dibelakang Lisa dan langsung menyapanya.
"Lisa!" sapa Bima lalu duduk disebelah Lisa.
"Bim, ngapain disini?" tanya Lis dengan canggung.
"Lagi ngeliat bidadari" jawab Bima sambil mengedipkan salah satu matanya kearah Lisa.
"Bima! Lisa sudah menikah! Jangan cari masalah sama suaminya!" tukas Rosa.
"Benarkah? Siapa suaminya? Yang kemarin? Aku juga bisa membuktikan seperti dia kemarin!" ucap Bima lalu dia mendekatkan wajahnya kehadapan Lisa.
Namun Lisa menjauhkannya hingga Bima terpaksa memegang wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kamu itu hanya milikku" ucap Bima.
Beberapa detik setelah itu, Pukulan keras melayang dipundak Bima hingga membuat Bima meringis kesakitan.
"Gadis lain masih banyak! Carilah yang lain! Tidak usah mengganggu istriku!" ucap Nanda lalu dia menatap Lisa dengan tajam, kemudian berganti menatap Rosa yang saat itu wajahnya sangat pucat pias karena panik.
"Pulang!" tukas Nanda pada Lisa.
Lisa menurut lalu segera mengikuti Nanda dari belakang, namun dia sama sekali tidak merasa takut karena dia yakin Nanda tidak akan berani untuk memarahinya.
"Teriak-teriak ditempat umum, seperti monyet saja!" sindir Lisa kemudian dia memalingkan mukanya dari tatapan Nanda.
***
Didalam perjalanan, Nanda melajukan mobilnya dengan sangat kencang hingga membuat Lisa sedikit ketakutan.
"Mas, tidak usah ngebut-ngebut!" tukas Lisa.
Nanda sama sekali tak menghiraukannya, bahkan tadi saja dia menerobos lampu lalu lintas karena merasa sangat kesal.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=