
Keesokan harinya...
"Mas..." Lisa memanggil Nanda yang masih tertidur disebelahnya.
"Apa?" jawab Nanda yg masih setengah tertidur.
"Bangun dulu.." ucap Lisa lalu menggoyangkan badan Nanda.
"Kenapa?" Nanda bangun dari tidurnya lalu duduk dikasurnya menghadap Lisa.
"Tidak apa apa, cepatlah mandi lalu sarapan" ucap Lisa lalu ia turun ke meja makan.
Nanda hanya berdengus kasar, ia sangat kesal karena istrinya sering kali menipunya dengan cara seperti itu.
Nanda beranjak dari kasurnya menuju ke kamar mandi, sedangkan Lisa sibuk menyiapkan sarapan didapur.
"Mama..." teriak Rafa lalu ia menghampiri Lisa.
"Hei, jagoan mama udah bangun?" ucap Lisa sembari menyiapkan teh dan susu.
"Sudah dong, papa dimana ma?" tanya Rafa.
"Papa lagi mandi, sebentar lagi turun" jawab Lisa lalu duduk di kursi.
Setelah mereka menunggu beberapa menit, akhirnya Nanda turun dari kamarnya.
"Loh, mas kamu mau ke kantor?" Lisa heran melihat suaminya memakai pakaian kantor.
"Iya sayang maafin aku, ada urusan mendadak dikantor, sayang" Jawab Nanda tergera gesa.
"Yasudah, sarapan dulu sedikit baru pergi kekantor" ucap Lisa lalu mengambilkan Nasi beserta lauk pada Piring Nanda.
Nanda mengangguk lalu cepat cepat ia sarapan.
"Sayang kamu jangan pergi kemana mana" ucap Nanda lalu ia pamit pada Lisa dan juga Rafa.
"Mama, papa kenapa buru buru?" tanya Rafa.
__ADS_1
"Mungkin lagi ada masalah di kantor papa sayang" ucap Lisa lalu ia kembali menatap Nanda yang sudah keluar dari pintu rumah.
"Padahal sesuai perkiraan dokter Hani, aku akan melahirkan hari ini atau besok" Batin Lisa, ia sangat kecewa karena Nanda tidak bisa menemani nya dirumah Hari ini.
"Sayang kamu habisin dulu sarapannya ya, mama mau kekamar" ucap Lisa lalu ia kembali ke kamarnya.
Lisa mencoba menelpon Rosa untuk menemaninya namun Rosa tidak mengangkat telpon dari Lisa.
"Sebaiknya aku telpon Bunga saja" ucap Lisa, ia segera menelpon Bunga karena ia merasa sangat kesepian.
"Halo Lisa, kenapa?" tanya Bunga.
"Bunga, kerumah aku ya, aku kesepian" jawab Lisa.
"Oke, aku akan mengajak Rosa" balas Bunga lalu ia mematikan teleponnya.
Lisa sudah menunggu sekitar setengah jam, namun kedua sahabatnya tak kunjung datang juga.
"Yang bawa mobil siapa sih, lambat banget nyetirnya" gerutu Lisa.
tok..tok..tok..
"Kelamaan ya? kita beli buah dulu buat calon keponakan kami" ucap Bunga lalu menyodorkan parcel yang berisi buah buahan.
"Makasih ya tante" balas Lisa mewakili anaknya.
Mereka bertiga masuk kedalam rumah Nanda lalu duduk diruang keluarga.
"Emangnya Nanda kemana?" tanya Rosa sambil menikmati cemilan yang dibuatkan oleh Bi Ara.
"Pergi kekantor" jawab Lisa singkat.
"Oh gitu, Rafa dimana?" tanya Rosa sambil memandangi seisi rumah.
"Ada dikamarnya, biar aku panggilin dulu" ucap Lisa hendak berdiri dari duduknya.
"Gausah, aku aja" balas Rosa lalu pergi menuju kamar Rafa.
__ADS_1
Selang beberapa menit, Rosa kembali keruang keluarga bersama Rafa.
"Halo tante Bunga" sapa Rafa.
"Hai sayang" balas Bunga.
Mereka mengobrol hingga beberapa jam lamanya, Pukul tiga sore, Rosa dan Bunga pamit karena ada urusan kantor sebentar.
Lisa mengantar temannya itu kedepan pintu rumah.
"Hati hati yaa" teriak Lisa saat mereka sudah masuk kedalam mobil.
Bunga dan Rosa hanya tersenyum lalu melajukan mobil mereka keluar dari halaman rumah Nanda.
Lisa segera kembali kekamarnya karena ia merasa sangat lelah.
Selama beberapa menit, Lisa hanya memainkan ponselnya diatas kasur, ia hendak kekamar mandi karena ingin buang air kecil.
Saat Lisa sudah didepan pintu kamar mandi, ia merasa perutnya sangat sakit, ia segera mengambil ponselnya untuk menelpon Nanda.
"Bibi!!" teriak Lisa dari dalam kamar.
Lisa sudah berkali kali menghubungi Nanda namun tidak diangkat angkat.
Lisa mencoba menghubungi Rosa lalu memberitahu keadaannya sekarang, Rosa dan Bunga cepat cepat menghubungi Aldo karena Hanya Aldo yg dapat menolong mereka.
"Bibii!!" teriak Lisa sekali lagi, ia berusaha berjalan kedepan pintu kamarnya untuk membuka pintu.
"BIBI!!!!" teriak Lisa sekali lagi, Bi Ana dan Bi Ara mendengarnya cepat cepat menuju kamar Lisa.
"Nona kenapa?" tanya Bi Ana yang terlihat sangat khawatir.
"Bi Ara, cepat bilang ke pak Supir untuk menyiapkan mobil, kita bawa nona kerumah sakit sekarang" ucap Bi Ana, Bi Ara mengangguk lalu cepat cepat turun menuju tempat pak Supir berjaga.
"Nona, ayo saya bantu menuju mobil" ucap Bi Ana yang hanya dibalas senyuman oleh Lisa.
Lisa berusaha menguatkan tenaga nya, saat ia hendak turun ditangga, ia merasakan tubuh nya dipeluk oleh seseorang yang hendak membantunya, ia merasakan pelukan itu nyaman untuk dirinya, ia memberanikan diri untuk menatap orang itu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=