
"Maafkan aku, aku bisa menjelaskan semuanya" ucap Nanda lalu menghampiri Lisa.
"Bi, tolong panggilkan penjaga untuk membawanya keluar dari sini, aku ingin istirahat" ucap Lisa lalu dia masuk kedalam kamarnya.
Nanda hendak mengejar Lisa tapi dihadang oleh bi Lila.
"Maaf tuan, nona Lisa sedang tidak ingin diganggu" ucapnya dengan menundukkan wajah.
Nanda sangat geram lalu ia memutuskan untuk pulang saja kerumah daripada Lisa semakin marah dengannya.
Saat Lisa dikamar, ia segera membuka ponselnya untuk menanyakan hal ini dengan Aldo.
"Aldo, kamu tahu tentang Nanda?" tanya Lisa.
"Nanda? Memangnya dia sudah kembali?" ucap Aldo.
"Aku bertanya, apa kamu tahu tentang Nanda!" Tukas Lisa yang merasa geram.
"Tidak, aku tidak tahu" ucap Aldo.
Lisa mematikan sambungan teleponnya lalu ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badan.
Saat ia keluar dari kamar mandi, ia melihat begitu banyaknya Nanda mengirim pesan padanya.
*Whatsapp*
Mas Nanda : Aku bisa menjelaskan ini sayang.
Mas Nanda : Kamu hanya salah paham.
Mas Nanda : Aku tidak bermaksud membohongimu.
Mas Nanda : Jika kamu ingin mendengar penjelasanku.
Mas Nanda : Datanglah ke Cafe besok siang.
Lisa hanya membacanya saja, ia sama sekali tak ingin membalas pesan dari Nanda.
"Rafa sayang, maafkan mama" gumam Lisa lalu dia duduk dimeja belajarnya itu.
__ADS_1
**********
Keesokan harinya, Lisa sedang sibuk dikantor dengan urusannya.
Tokk tokk tokk...
"Masuk!" ucap Lisa sambil membuka lembaran demi lembaran laporannya.
"Nona, diluar sedang ada nona Nazwa ingin bertemu dengan anda" ucap Rini yang tak lain adalah resepsionis disana.
"Saya? Baiklah, suruh dia masuk kesini" ucap Lisa lalu membereskan semua kertas yang ada dimejanya.
Tak lama itu, Nazwa masuk keruangan Lisa dengan gaya yang arogan.
"Selamat siang Nona Lisa" ucap Nazwa lalu tersenyum manis.
Lisa meliriknya dengan sinis, "Siang, bicaralah jika itu penting" ucap Lisa lalu menyuruh Nazwa duduk dikursi hadapanya.
"Begini, saya akan mengajak perusahaan ini untuk bekerja sama dengan proyek terbaru saya yang berada dikorea" ucap Nazwa menjelaskan.
"Baiklah, atur waktu kita untuk berbincang lain hari karena siang ini saya ada janji dengan orang lain" ucap Lisa lalu tersenyum dengan Nazwa dan dibalas dengan senyuman juga.
Lisa pergi keluar dari ruangannya menuju keparkiran mobil, ia segera menuju ke Cafe tempat Nanda menunggu.
Lisa melihat Nanda melambaikan tangannya, ia sedang duduk dimeja tempat biasa Nanda dan Lisa menongkrong di Cafe itu.
"To the point ya" ucap Lisa ketus.
"Aku ingin menjelaskan semuanya tapi tolong dengarkan aku" ucap Nanda.
"Hm" balas Lisa.
"Sebenarnya kemarin aku memang ditangkap oleh seseorang, tapi aku sempat melarikan diri dan aku melihat mobilmu tidak ada disana, aku mengikuti salah satu mobil pick-up yang lewat disana ketika aku berlari, dan akhirnya aku memutuskan untuk datang kerumah Aldo..." ucapan Nanda terpotong oleh Lisa.
"Kenapa tidak pulang kerumah? Atau kerumah Rifki? Atau orang tuamu?" tanya Lisa.
"Jika aku kesana, maka kalian juga sedang dalam bahaya, tetapi jika Aldo, aku tahu Aldo bukan orang yang sangat dekat denganku, maka dari itu aku berpikir jika penjahat itu tidak akan mencariku disana" sambung Nanda.
"Aku tidak akan semudah itu percaya padamu mas, untuk saat ini aku akan tinggal dirumah papa, jika Rafa dan Bella ingin denganku, tolong antarkan mereka" ucap Lisa dengan suara yang bergetar.
__ADS_1
"Kau tidak percaya? Mungkin memang benar, jika pernikahan berawal dari perjodohan, tidak akan berjalan semulus pernikahan normal yang tumbuh karena cinta" ujar Nanda lalu ia tersenyum kearah Lisa.
"Jika memang kau tidak betah denganku, aku mengikuti semua maumu" sambungnya lalu ia pergi meninggalkan Lisa dimeja itu.
Lisa menatap bahu Nanda yang mulai menjauh.
"Bukan itu maksudku" gumamnya lalu ia menangis dimeja itu hingga semua orang menoleh kearahnya.
"Nona, ada yang bisa saya bantu?" ucap salah satu pelayan yang menghampiri Lisa.
"Tidak ada" jawabnya lalu ia pergi keluar Cafe itu dengan wajah yang dibasahi oleh air mata.
"Dia pikir aku tidak mencintainya, lantas untuk apa aku ingin memiliki anak dengannya" gumam Lisa yang masih terus menangis sambil menyetir menuju keperusahaannya.
"Dengan mudahnya dia bilang jika aku tidak betah dengannya" gumam Lisa lagi lalu ia melajukan mobilnya dengan lebih kencang.
Saat sampai diperusahaannya, Lisa masih saja menangis hingga membuat para karyawan dan juga Roni bingung sekaligus kasihan pada Lisa.
Saat Lisa masuk kedalam ruangan, dia segera melemparkan tasnya keatas meja, lalu menjatuhkan diri diatas Sofa.
"Dia selalu membohongiku, tapi dia tidak ingin jika aku marah padanya!" gumam Lisa yang masih terus menangis.
Dia memikirkan bagaimana jika Nanda benar-benar serius dengan perkataannya tadi, maka dia tidak akan menemukan kebahagiaan yang lengkap lagi untuk dirinya.
Siang sudah berganti malam, saat itu sudah pukul sembilan tetapi Lisa masih belum pulang dari kantornya.
Tok tok tok...
"Masuklah" ucap Lisa lalu menghapus sisa air mata yang masih menempel pada wajahnya.
"Nona, apakah anda tidak ingin pulang?" tanya Roni.
"Tidak, bilang pada penjaga jika aku akan menginap disini, dan besok pagi bawakan aku sarapan" ucap Lisa.
"Apakah nona sudah makan sejak tadi siang?" tanya Roni lagi.
"Belum, aku tidak lapar, pulanglah" ucap Lisa lalu ia masuk kedalam ruangan istirahat milik papanya itu.
Setelah beberapa jam menangis, Lisa akhirnya merasa lelah lalu tertidur dikasurnya tanpa mengganti baju terlebih dulu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like dan komenn yaa manteman, makasi...