
Beberapa menit kemudian, Nanda mendapat telepon dari Rifki, Nanda pun segera mengangkatnya karena mengira jika itu penting.
Sedangkan Lisa memilih untuk bersandar di jok, dia dapat mendengar suara Rifki yang sedang sibuk menjelaskan tentang perusahaan Nanda.
Tak lama itu, tiba-tiba suara klakson mobil yang kencang membuat Lisa sangat terkejut. Lisa menatap Nanda yang tengah panik dengan tangan kiri yang masih memegang handpone dan tangan kanannya yang sibuk memutar kemudi.
Seketika mobil Nanda oleng dan menabrak pohon besar karna berusaha menghindar dari mobil yang berlawanan arah dari mobil mereka. Entah bagaimana, mobil Nanda terhempas begitu keras karena tadi dia melajukan mobilnya dengan sangat kencang.
Nanda tak melihat kearah kiri dan kanan karena tadi dia sibuk mendengarkan Rifki bicara hingga ia menerobos jalur begitu saja.
Semua orang yang ada disana segera menghampiri mobil Nanda, ada sebagian orang yang menelpon Polisi dan juga Ambulance, dan sebagian orang membantu Lisa dan Nanda untuk keluar dari mobilnya.
"Mas Nanda" panggil Lisa lirih karena dia merasa perutnya sangat sakit dan juga keningnya yang berdarah.
Setelah dibantu keluar dari mobil, Lisa pingsan begitu saja sedangkan Nanda sudah tak sadarkan diri sedari tadi.
*****
Perusahaan BO group
"Kenapa tiba-tiba mati?" gumam Rifki sambil menatapi ponselnya.
Dia berpikir apa yang sebenarnya terjadi karena tadi dia mendengar suara klakson mobil yang sangat keras.
__ADS_1
Rifki pun berinisiatif untuk mendatangi lokasi Nanda karena tadi dia bertanya keberadaan Nanda sebelum kecelakaan itu terjadi.
Saat dalam perjalanan, Rifki melihat mobil ambulance dan juga polisi yang sangat ramai hingga membuat jalanan menjadi macet.
"Mungkin kecelakaan" gumam Rifki saat melihat mobil-mobil itu.
Sambil menunggu, Rifki memainkan ponselnya untuk mengecek kalau saja ada panggilan masuk dari Nanda, tapi sudah beberapa menit Nanda masih saja tak menghubungi Rifki.
"Tunggu! Apa ini!" tukas Rifki ketika melihat berita kecelakaan yang sudah beredar tentang Nanda dan Lisa.
Rifki segera memutar arah mobilnya ditengah kemacetan itu untuk menuju kerumah sakit terdekat karena dia yakin Nanda dan Lisa berada disana.
"Bagaimana jika Tuan Bobi dan Nyonya Popi tahu tentang ini" ucap Rifki yang mulai panik dan cemas.
Rifki langsung menelpon orang tua Nanda dan juga pembantu dirumah Nanda untuk mengajak Rafa dan Bella datang kerumah sakit.
Setelah beberapa jam menunggu, Semua orang yg ditelpon oleh Rifki tadi sudah datang disana dan saat ini sedang menunggu Dokter keluar dari ruang UGD.
"Awalnya kamu tahu dari siapa ki?" tanya Rosa.
"Aku menelpon Nanda tadi, terus aku dengar suara klakson mobil, dan tiba-tiba sambungan telpon kami terputus" jawab Rifki yang merasa sangat bersalah.
"Tante, kita ngapain disini? Rafa kan lagi nunggu mama dirumah" ucap Rafa sebal.
__ADS_1
"Kita disini dulu ya sayang, nanti kita pulang" balas Rosa mencoba menyembunyikannya dari Rafa.
"Oma, kita nunggu siapa disini?" tanya Rafa.
"Nanti ya sayang" jawab Bu Popi dengan terisak karena daritadi dia menangis namun tak mau memperlihatkannya pada Rafa.
Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruang UGD dengan wajah yang bisa ditebak oleh semua orang disitu.
"Maaf, janin yang ada dikandungan korban wanita tidak bisa diselamatkan" ucap Dokter itu dengan raut wajah merasa bersalah.
Semua orang disitu terlihat kaget dan sedih mendengarnya kecuali Rafa, dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi dan untuk apa dia berada dirumah sakit.
"Saat ini kondisi korban laki-laki masih tidak sadarkan diri, dan korban wanita mengalami koma, kedua pasien akan dipindahkan keruang rawat jika keadaannya sudah lebih baik" ucap Dokter itu lalu kembali masuk kedalam ruang UGD.
"Pa, bagaimana dengan Rafa dan Bella?" ucap Bu Popi yang kini sudah tak bisa menahan tangisannya.
Pak Bobi hanya diam, dia sama sekali tidak menyangka jika putranya akan mengalami hal ini bersama dengan istrinya.
"Rifki, handle-lah perusahaan Nanda dan Lisa, gaji kamu akan saya naikkan menjadi 3x lipat" ucap Pak Bobi lalu duduk disebelah istrinya.
"Bi, pulanglah dan ajak Rafa, tolong urusi mereka selama beberapa waktu" ucap Pak Bobi lagi.
Bi Ana dan Bi Ara mengiyakan lalu segera keluar dari rumah sakit dan pulang kerumah bersama Rafa dan Bella.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=