Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Tertawa


__ADS_3

Saat dokter keluar dari ruang UGD,Nanda segera menghampiri nya,begitu juga dengan Rosa dan Bunga.


"Bagaimana dengan keadaan istri saya serta kandungannya?" tanya Nanda dengan mencoba sedikit tenang.


"Tuan dan Nona tenang saja,Nona Lisa saat ini sudah diberi suntikan tidur,Biarkan dia istirahat beberapa jam lalu jangnan biarkan dia menjadi tertekan" jelas dokter lalu tersenyum kembali dan masuk lagi keruang UGD.


Nanda pun kembali ke kursinya menunggu Lisa dipindahkan keruang rawat.


Setelah beberapa menit kemudian,Lisa sudah dipindahkan,Nanda,Rosa serta Bunga segera masuk kedalam ruangan Lisa.


"Sayang maafkan aku" ucap Nanda sambil membelai lembut wajah istrinya itu.


Mereka sudah menunggu Lisa tertidur selama dua jam,namun Lisa tak kunjung bangun daritadi.


"Mengapa dia belum bangun?" tanya Nanda pada Rosa dan Bunga.


"Mana aku tau" balas Bunga jutek.


"aku bertanya dengan baik baik!" balas Nanda.


"Siapa yang menjawabmu dengan jahat jahat!" Tukas Bunga sambil melotototi Nanda.


Rosa yng melihat nya hanya diam dan heran dengan kelakukan dua mantan kekasih itu.


Karena merasa tidurnya terganggu oleh keberisikan,Lisa pun membuka matanya perlahan,Ia melihat Nanda sedang beradu mulut dengan Bunga.


"Sampai kapan kalian akan terus mengacuhkan ku" teriak Lisa yang membuat keduanya berhenti bicara lalu menghampiri Lisa.


"Sayang,kamu sudah bangun?" Kata Nanda lalu menghampiri Lisa.


"Belum!" jawab Lisa yang membuat Rosa dan Bunga terkekeh.


Nanda pun menoleh kearah Rosa dan Bunga,ia menatap nya dengan tatapan seperti orang yg hendak membunuhnya.


"Apa?kau tidak senang?" Kata Bunga.

__ADS_1


Nanda pun tak mengubris nya sama sekali,ia mencoba menahan amarahnya didepan istrinya saat itu.


"Sayang,maafkan aku" kata Nanda sekali lagi pada Lisa.


"Mudah sekali kamu meminta maaf ya mas,setelah apa yg kamu perbuat padaku dan juga sahabat ku!" bentak Lisa pada Nanda.


"Baiklah,aku akan membatalkan semua perkataan ku tadi" kata Nanda lalu ia membuka ponsel nya hendak menelpon Rifki.


Lisa pun mengambil handphone Nanda lalu menaruh nya diatas meja.


"Tak usah lakukan itu!Semua sudah terlambat!" kata Lisa,Rosa dan Bunga hanya terdiam melihat Lisa sangat berani dengan suaminya.


"Oke,aku akan mengikuti semua kemauan mu" kata Nanda lalu ia pergi keluar ruangan untuk mengurus semua administrasi nya.


"Lisa,sangat tak baik jika kamu terus membantah perkataan suami mu" kata Rosa setelah Nanda keluar.


"Iya Lis,kamu nurut aja ya sama nanda,ga usah pikirin kami" kata Bunga diakhiri dengan senyuman.


"Tapi kalian itu sahabat ku" kata Lisa dengan suara bergetar menahan tangisannya.


"Aku kangen Aldo,biasanya dia selalu menenangkan ku disaat aku menangis" sambung Lisa, sedangkan Rosa dan Bunga hanya diam mendengar semua perkataan nya.


"Mas" panggil Lisa pada Nanda.


"Kenapa?" tanya Nanda lalu ia menghampiri Lisa.


"Aku minta maaf,mulai sekarang aku akan berusaha jadi istri yang baik buat kamu" kata Lisa dengan suara lembut nya.


"Kamu itu adalah istri yang terbaik bagiku,kamu cantik,baik,pintar memasak,itu sudah cukup bagiku" kata Nanda lalu membelai rambut Lisa.


Bunga dan Rosa yang mendengarnya sudah tak dapat menahan tawa lagi,mereka pun tertawa dengan keras hingga membuat Nanda menoleh.


"Kenapa kalian?" tanya Nanda dengan sinis.


"Tidak,kami hanya geli dengan kata katamu seperti anak remaja itu" jawab Bunga lalu ia kembali tertawa.

__ADS_1


Mendengar ucapan sahabat nya itu,Lisa ikut tertawa karena baru menyadari kalau kata kata suami nya itu sangat lebay tetapi romantis.


Nanda pun hanya tersenyum karena ia tak tahan dengan rasa malu nya itu.


"Lihat,wajah nya merah merona!" kata Rosa sambil menunjuk wajah Nanda.


Mereka pun kembali menertawai Nanda dengan puas.


"Tak apalah diriku terhina,asalkan istriku bisa tertawa hingga puas" gumam Nanda dalam hati.


Tak lama kemudian mereka menghentikan tawa nya karena merasa lelah.


"Sudah tertawa nya?" tanya Nanda pada tiga wanita itu.


Sudah,jawab mereka dengan kompak sambil menahan tawanya lagi.


Nanda pun hendak keluar dari ruangan karena merasa sangat malu.


Namun,saat Nanda akan membuka pintu,dirinya terpeleset entah apa sebabnya.


"Eh mas hati hati" kata Lisa lalu tertawa.


"awas jatoh bang" Tukas Bunga mengejek Nanda.


"berdiri sendiri ya" sambung Rosa,lalu mereka bertiga kembali menertawakan nanda yang saat itu masih terduduk karena malu jika hendak berdiri.


"Sayang sudah dong,jangan menertawakan aku lagi" kata Nanda dengan nada kesal.


Lisa pun tak memperdulikannya,ia justru tertawa lebih keras hingga membuat Rosa dan Bunga juga tertawa lebih keras.


"Mau sampai kapan kalian menertawakan ku!" gumam Nanda lalu ia berdiri dan keluar dari ruangan Lisa.


"Lis,suami kamu ngambek tuh" kata bunga berusaha menghentikan tawanya.


Lisa hanya diam saja,sedikit demi sedikit tawa mereka mulai mereda lalu mereka menunggu Nanda kembali masuk keruangan Lisa.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


GUYS JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMEN YA,JUGA SHARE NOVEL INI KETEMEN TEMEN KALIAN YA,MAKASIHHH;)


__ADS_2